NovelToon NovelToon
Polwan Cantik Vs Gus Manis..

Polwan Cantik Vs Gus Manis..

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:453.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariz Kopi

Siapa yang tahu tentang jodoh kita, karena tugas kita hanya berihtiar menemukanya..

Asam di gunung, garam di laut dan pada ahirnya bertemu jua di belanga.
Tak ubahnya seperti mereka berdua yang sama sama menolak untuk di jodohkan, tapi saling jatuh cinta tanpa tahu bahwa mereka saling lari dari perjodohan yang di buat oleh kedua orang tuanya. Juwahir, gadis cantik yang di jodohkan dengan Gus Ali, adalah seorang Hafidzul Qur'an, dia yang mewarnai hari hari di masa kecil Gus Ali dan menyisakan beberapa kenangan yang kurang mengenakkan.

Ipda Nuril, seorang Polisi Wanita yang sangat manis dengan seragam dinasnya juga Jilbab rapi yang selalu membungkus kepalanya.

Kemanakah hati Gus Ali akan berlabuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Itulah Cinta Sendiri

Happy Reading...

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Beberapa waktu telah berlalu dan bergeser terus ke depan, entah itu setuju atau tidak. Tidak terasa pergerakan sang waktu sudah membawa Nuril ke tiga minggu ke depan. Dan selama seminggu ini Nuril sudah di pindah tugaskan menjadi Ajudan khusus Ibu Kapolda.

Tidak buruk juga menjadi pengawal pribadi Bu Ari, demikian Nuril menyapanya. Karena Bu Ari cukup ramah dan yang kelihatan tidak banyak bicara juga sombong, namun sangat berbeda jika sudah bersama Nuril seorang, ataupun bersama Anak Anaknya.

Sibuk dan kesibukan tugas selama tiga minggu ini membuat Nuril melupakan beberapa hal, termasuk pernikahan sepupunya yang sudah tinggal menghitung hari. Nuril lupa dia belum mengajukan cuti di kesatuan, sehingga untuk hari ini sebelum Nuril menjalankan tugasnya terlebih dahulu Nuril melapor ke atasannya sekalian menyiapkan surat pengajuan cutinya.

Dalam perjalannya menuju ke Kapolda, tanpa sengaja Nuril menangkap sosok Gus Ali ketika kendaraan umum yang Nuril tumpangi berhenti di lampu merah. Tampak oleh mata Nuril, Gus Ali yang tengah berdiri di samping mobil di depan sebuah ruko di sebrang jalan dan tak lama setelah itu muncul dua orang gadis cantik dengan gamis syar'i yang tengah melempar senyum kepada Gus Ali.

Nyutt, gilu tiba tiba menikam jantung Nuril, begitu terlihat jelas oleh mata Nuril senyum kedua gadis itu di sambut senyum hangat oleh Gus Ali.

Tanpa mau perduli akan rasa di dada yang terus menikam, mata Nuril sama sekali tidak ingin meninggalkan apa yang di lihatnya, hingga kendaraan Umum yang di tumpangi oleh Nuril kembali berjalan dan ketiga orang yang di lihatnya masuk ke dalam mobil.

Banyak tanya yang berseliweran memenuhi kepala Nuril, tentang siapa kedua gadis itu hingga bisa begitu dekat dengan Gus Ali. Namun, semuanya menjadi buntu lantaran Nuril memang tidak tahu banyak mengenai Gus Ali, kecuali bahwa ada rasa yang begitu besar terbingkai indah di hatinya. Bisa di ibaratkan rasa yang Nuril miliki untuk Gus Ali, adalah rasa yang buta.

Tidak di sangka, hanya karena pemandangan yang sekilas tadi membuat terpecahnya konsentrasi Nuril, hingga saat kendaraan umum yang di tumpanginya berhenti di pemberhentian Nuril masih belum beranjak dari tempanya duduk. Baru setelah salah satu Ibu paruh baya yang duduk di sebelah Nuril menegurnya, Nuril tersadar lantas bergegas turun dari kendaraan umum yang di tumpanginya.

Nuril memacu langkahnya agar cepat sampai ke tujuannya, apa lagi kalau bukan pergi ke ruang administrasi umum dulu, untuk pengajuan berkas yang di bawanya. Namun, baru beberapa langkah memasuki kantor Kapolda, langkah Nuril di hentikan oleh seniornya yang tak lain adalah Iptu Jonathan.

Pada awalnya mereka berbicara selayaknya, senior dan junior, namun kemudian beralih ke tema yang lain lantaran map warna Coklat yang sama sama mereka bawa, juga tujuan mereka yang sama.

"Jadi, mau pengajuan untuk cuti juga.?" Tanya Iptu Jo.

Nuril tersenyum tipis, sebelum menjawab tanya Iptu Jo lantas memandang map yang berada di tangannya. "Seperti itulah, Iptu Jo."

"Ayo, kalai begitu sama sama." Kata Iptu Jo, mengajak Nuril untuk berjalan bersama sama. Ahrinya merekapun melangkah bersama dan sesekali berbincang hal hal mengenai cuti yang sedang mereka upayakan.

"Semoga saja pengajuan cutinya cepat naik, Ipda Nuril." Ucap Iptu Jonathan, saat mereka di persilahkan untuk masuk. "Tapi, sepertinya akan sulit, mengingat Ipda Nuril baru saja di pindahkan ke devisi lain." Lanjut Iptu Jonathan.

Nuril, menghela nafasnya dalam dalam kemudian kembali tersenyum penuh makna untuk dirinya sendiri dan berucap pelan sebelum pintu di depannya terdorong sempurna. "Sejujurnya, saya lebih suka jika pengajuannya tidak di setujui." Dan pintu dengan cepat terbuka, usai kata itu ekluar dari bibir tipis Nuril dan membuat Iptu Jonathan terbengong untuk beberapa saat.

Tidak butuh lama untuk penyerahan berkas berkas, dan Nuril langsung keluar dari tempat itu, lantas dengan cepat menuju ruang ganti guna untuk berganti pakain dengan pakaian dinas. Kali ini, kaos kaos warna Navy berlogo Polri dan celana bahan berwaran Cream membalut tubuh ramping Nuril, dan beberapa senjata juga tidak lupa sudah Nuril siapkan juga.

Nuril kelihatan jauh lebih garang dari penampilannya tadi, yang masih seperti anak SMA imut imut dengan kerudung abu abunya. Dan jauh meninggalkan kesan manja serta ke kanak kanakan Nuril. Dan siapa yang mengira bahwa Nuril adalah gadis konyol jika sudah berpenampilan seperti sekarang ini.

Nuril baru saja berjalan ke perkiran, guna untuk mengambil kendaraan dan hendak bergegas menuju tempat tugasnya saat ini. Yakni ke kediaman Pak Kapolda. Lagi lagi, Nuril kembali bertemu dengan Iptu Jonathan dan mereka kembali terlibat obrolan singkat atau sebenarnya obrolan basa basi saja.

"Ipda Nuril, jujur saya penasaran kenapa kamu mengajukan cuti, jika tidak berharap di setujui." Kata Iptu Jonathan saat Nuril baru saja membuka pintu mobil yang hendak di bawanya.

"Itu hanya prosedur agar tidak di cap sebagai anak Durhaka." Jawab Nuril dengan cepat sembari tertawa lebar dan di dalam kepala Nuril langsung terbayang wajah Mamanya yang kesal saat menyampaikan bahwa cutinya tidak di setujui.

"Manisnya." Jawab Iptu Jonthan, dan kedunya langsung berhenti tertawa tatkala sebuah alarm peringatan khusus berbunyi dengan nyaring, lantas keduanya juga langsung bersikap tegap dan waspada.

Mereka berdua saling pandang tanpa terucap kata dan serta merta mengeluarkan senjat api yang berada di pingang masing masing dari sarangnya. Lantas langsung berjalan merunduk selayaknya strategi pengintain musuh, ataupun statregi penyerangan dari jarak jauh. Lantas keduanya langsung berpisah menuju temoat persembunyian masing masing dengan alat komunikasi yang sudah terhubung antara satu dan lainnya.

Dari tempat Nuril bersembunyi, dapat terlihat beberapa orang dengan pakain serba hitam dan wajah yang di tutup dengan masker, serta kepala yang di bungkus dengan sorban hitam. Dan yang membuat suasan menjadi tegang adalah beberapa orang tersebut membawa senjata laras panjang dan rensel besar di pungungnya.

"Lapor, ijin melakukan tindakan." Bisik Nuril pada alan komunikasi yang tersambung di telinganya.

Namun, ijin Nuril sementara belum di setujui, menginhat mereka bersenjata lengkap dan kemungkinan yang di dalam tas mereka adalah Bom, sedangkan tim Gegana belum stanbay di tempatnya. Jadi, sementara yang di bisa di lakukan adalah mengiring mereka agar tetap di tempat yang tidak membahakan bagi orang banyak, apa lagi sampai berhasil memasuki ruangan.

Dor..Dor..Dorr... Suara tembakan membabi buta yang komplotan itu lakukan, dan kemudian di balas dengan tembakan peringatan oleh salah satu polisi yang di intuksikan untuk melakukan tembakan, di sertai dengan berbunyinya pengeras suara untuk bernegosiasi dengan komplotan yang tiba tiba saja menyerang.

Negosiasi untuk mengulur waktu, sembari menunggu tim Gegana datang tidak menemui titik terang, dan justru mereka bertambah brutal dengan menembak kesana kemari setelah satu tembakan peringatan yang mengenai tangan salah satu dari gerombolan mereka di lepaskan.

Nuril, masih senantiasa berada di tempatnya dengan siaga penuh, tanpa mengalihkan tatapannya, selayaknya pemburu yang tengah mengintai mangsanya. Mata bulatnya, terus mengawasi mereka yang sekarang sudah bergerak memencar, bahkan cendrung sedikit brutal dengan mengarahkan senjatanya ke arah yang mereka curigai sebagi persembunyian para Polisi.

Nuril juga ikut bergerak perlahan, mengikuti gerak dari mereka semua, hingga tubuhnya mentok di anak tangga. Sembari mengunggu intruksi dari komandannya Nuril merangkak menaiki tangga dan mendapat tempat di lantai dua, dimana dari letak keberadaan Nuril, dia dapat melihat dengan leluasa apa yang sedang di lakukan para komplotan tersebut.

Hampir setengah jam telah di lalui, dan ketegangan ini semakin meningkat, tatkala dua orang polisi kena berondongan tembakan yang di lakukan secara brutal oleh komplotan penyarang. Dan setelah saling lapor dimana titik mereka semua berada, maka Komandan memberi perintah kepada Nuril untuk menembak mereka secara berurutuan dan akan di susul dengan polisi yang lain yang juag sudah bersiaga.

Dengan pertimbangan, Nuril sebagai penembak tercepat juga dari segi tempatnya Nuril cukup memungkinkan untuk melakukan tembakan tanpa bisa di serang balik oleh Komplotan penyerang.

"Siap laksankan." Ucap Nuril dengan cepat, begitu mandat itu turun untuk dirinya. Nuril yang sedari sudah mengacungkan senjatanya ke arah komplotan yang sedang bergerumbul itu segera memicingkan matanya, dan memfokuskan pada titik lemahnya.

Pelatuk yang sudah di tarik oleh Nuril dengan segera di lepasakan dan mengantarkan timah panas itu meluncur lantas menembus tulang belikat dari Komplotan penyerang, dan kepanikan yang dari komplotan penyerang membuat mereka kembali menembak dengan membabi buta, namun kalah oleh jumlah polisi yang tengah melancarkan siasat perlawanan penyerangan.

Setelah hampir sepuluh orang itu berhasil di lupuhkan, dan terbukti sudah tidak dapat menyerang kembali. Ketenganganpun berahir dan berganti dengan kesibukan para tim Gegana untuk menjinakan Bom yang berada di dalam ransel yang mereka bawa.

"Good job, Ipda Nuril." Ucap Iptu Jonathan beserta beberapa rekan lainnya saat mereka semua sudah berada dalam satu ruangan, guna segera melakukan meeting dadakan untuk pengantisipasian kemungkinan penyerangan akan terjadi lagi ataupun guna untuk peningkatan kewaspadaan.

"Terima kasih Iptu Jo, ini semua berkat kerja tim." Jawab Nuril, dan selalu seperti itu jawban Nuril saat semua memuji kerja bagusnya hari ini.

Dan setelah mengikuti meeting dadakan tersebut, Nuril segera pamit memenuhi tugasnya yang sempat tertunda karena insident penyerangan tersebut. Nyatanya langkah ketergesana Nuril di barengi lagi oleh Iptu Jo, yang mendapat mandat untuk mendampingi Nuril mengawal Ibu Kapolda dalam dinasnya kali ini.

Dengan tersenyum yang memiliki artian berbeda, keduanya memasuki mobil dinas mereka dan sudah membawanya membelah jalanan Ibu Kota Jawa Timur tersebut.

Sesekali lirikan Iptu Jonathan kepada Nuril membuat Nuril sedikit salah tingkah juga tidak nyaman, apa lagi kadang pertanyaan yang di lempar Iptu Jonathan kepada Nuril, juga sedikit ke arah yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan untuk ukuran meraka yang tidak terlalu akrab, juga sekaligus senior.

"Ini masih soal cuti tadi Ipda Nuril. Saya masih kepikiran, saya saja rela mengambil cuti demi untuk ikut dengan Ustadz Salman pulang ke kampung halamannya." Kata Iptu Jonathan.

"Ustadz Salman itu bukan asli sini ya.?" Tanya Nuril, sembari kembali terfikirkan sesuatu yang tadi sempat terlintas untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Tidak. Ustadz Salman itu berasal dari daerah timur, Jawa Timur." Jawab Iptu Jonathan dengan melempar pandangannya ke arah Nuril untuk sesaat. "Dan sepertinya akan menyenangkan disana, karena dari cerita Ustadz Salman disana cukup asri." Lanjut Iptu Jonathan.

"Oh." Jawab Nuril tidak begitu bersemangat mengingat apa yang di lihatnya pagi tadi, dan jika Ustadz Salman, tidak berasal dari Surabaya bukan tidak mungkin bahwa dua gadis tadi pagi yang Nuril kira adalah saudara Ustadz Salman, berarti salah satunya adalah orang yang spesial buat Ustadz Salman.

"Ada sati rahasia lagi Ipda Nuril." Kata Iptu Jonathan begitu bersemangat. "Sebenarnya, selain karena ingin ikut berlibur di kota kelahiran Ustadz Salman, alasan yang begitu mendasar karena saya ingin menghadiri acara Pertunagan Ustadz Salman." Deg. Dada Nuril rasanya benar benar berhenti berdatag, saat Iptu Jonathan mengatakan bahwa Ustadz Salman, pujaan hatinya akan bertunangan.

Dan tanpa sadar Nuril, hanya terus menghela nafasnya dalam sembari membuang pandangannya keluar kaca mobil. Berharap semuanya hanya salah dengar, lantas sudah berkutat dengan tugas tugasnya. Namun, nyatanya kenyataan itu tidaklah seindah harapan yang di impikan. Ada cinta yang selalu Nuril rawat, tanpa tau tuannya. Namun, saat tuannya ada di depannya dan usaha untuk mengejarnya ada, semua sudah terlambat untuk di lakukan.

"Diam diam aku mencintainya, dan diam diam pula aku terluka hati. Tapi, tak apa itulah cinta sendiri." Bisik hati Nuril dan Nuril seperti sudah tidak mendengar apa yang tengah di ucapkan oleh Iptu Jonathan, meski tampak seperti tidak terjadi apa apa pada Nuril.

Bersambung...

####

Hemm, ya udinlah Ipda Nuril, pulang saja dulu. Siapa tau dapat kejutan.

Like, Koment dan Votenya di tunggu...

Love Love Love...

💖💖💖💖💖💖

By: Ariz Kopi.

@maydina862

1
M
lamaaaaaa sekali gak di up kak aurhor?. sy selalu menunggu. tolong buatin seson 2 ny kak author. cerita anak gus ali dan juju./Smile/
mak,, ini kapan update nya lagi mak othor??!
Leni Ani
ya aku aja yg baca juga pusing mak😆😆😅😅😅😅
Mmh Liya
Alhamdulillah, bersyukur banget ada lanjutannya, mksh Mak
h-a-z-z
seminggu baru nyadar karena ada update an baru......
kangennya ampe meluber luber kayak air kali ciliwung ato air bengawan solo..... akhirnya keee lauuuuuttt.... eeehh akhirnya update.... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
lope sekebon korma di Arab
lope lope domba se Jerman
lope kangguru se Australia.....
😘😘😘😘😘😘💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
yusa
beli daster di toko bakso??? udah ganti sekarang klu jualan daster di toko bakso 🤔🤔🤯
rika widiawati
bikin gemes aja tingkahy,,,lagi hamil x ya senengy bikin mas ai bingung trs mas ai yg ngerasain ngidamy...
Elizabeth Zulfa
keknya Nuril lagi hamil ya... trus dedeknya g mau deket2 ma abinya soalnya hidung lagi sensitif 😁😁
Ririe Handay
laporan ma bunda ikah mas ai biar ikut dicarikan solusinya.....


terimakasih Mak Mae update nya setelah sekian windu🤭🤭✌️✌️
Ririe Handay
tanda2 nih
Ismi Yati
ojo suwe2 yo maaakk
M
alhamdulillah... setelah sekian lama menunggu akhirnya di up lagi. juju Hamil.
Asti Astiani
sampe lupa alurnya kak
Rhiedha Nasrowi
Masya Allah gak nyangka kalo ada update lagi, , makasih ya Mak😘😘😘😘dan ditunggu selanjutnya 🥰🥰🥰
Azizah
maturnuwun bobchap nya Mak 🙏😘
Azizah
wah.... pasti tanda2 itu😍
bieb
👍👍
M
ini emang Uda tamat / ada exstra partnya anak mereka (nuril hamil kayaknya).?
EMAH FARID
serunya bkin penasaran dag dig dug ser 😁😁
JandaQueen
harusnya 4 dong... gus ali, juju, nuril dan mak author, si biang kerok yg muter2in jodoh mu bang ustadz..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!