NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:727.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rena Risma

Cerita untuk 17+ ya..

Chika terpaksa harus menerima sebuah perjodohan dari orangtuanya. Perjodohan yang membuat Chika menolaknya mentah-mentah, bagaimana tidak? Dia harus menerima pernikahan tanpa cinta dari kakak pacarnya sendiri.

Kok bisa? Chika berpacaran dengan Ardi tapi dinikahkan dengan kakaknya Ardi yang bernama Bara. Seperti apa kelanjutan pernikahan tanpa cinta dari perjodohan ini? Mampukah Bara menakhlukan hati Chika? Lanjut baca Kak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rena Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Aku menatap Bara yang masih asyik bermain dengan Alghi, sampai aku tertidur pulas. Mungkin aku sangat lelah, sampai aku begitu mengantuk.

Bara mencium pipiku, mengusap wajahku yang sedang tidur. Aku langsung membuka mata, menatap laki-laki yang berada didepanku.

"Maaf membangunkan mu, sayang! Aku tidak bisa tidur, mungkin ini efek obat tidur yang Ardi ceritakan. Mataku benar-benar enggan terpejam," ucap Bara.

Aku bangun, lalu duduk disamping Bara. Aku mengucak-ngucak mataku yang masih ngantuk.

"Lalu kau mau kita melakukan apa?" tanyaku.

"Apa menurutmu?" Bara malah balik bertanya.

"Aku mau kau menceritakan tentang hidupmu, yang sampai saat ini tidak banyak ku ketahui," ucapku.

"Cerita tentang apa? Hidupku?"

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum, Bara menarik lembut tubuhku, mendekatkan tubuhku dipelukkannya.

"Kau tahu, aku lahir tanpa kehadiran Ayah kandungku. Saat Ibuku hamil, Ayahku sudah meninggal. Waktu aku kecil, Ibu selalu menceritakan tentang Ayahku. Sosok suami sempurna yang dicintai Ibuku." Bara menghela nafas, " Aku ingin seperti Ayahku! Menjadikan istriku seperti seorang ratu. Mencintai Ibuku, sampai maut memisahkan mereka."

Aku tertegun mendengar cerita Bara, dia ternyata ingin membahagiakan aku, seperti Ayah Bara membahagiakan Ibu Hana.

"Semua hal yang aku lakukan padamu selama ini, adalah hal yang selalu dilakukan Ayahku pada Ibuku dulu. Memberikan bunga, hadiah, dan banyak kejutan besar untuk Ibu. Ayahku begitu mencintai Ibuku, dia tidak pernah sekalipun membuat Ibuku menangis. Dan aku akan melakukan hal yang sama padamu. Aku akan selalu membahagiakanmu, memberikan kau kenyamanan, menjadi pelindung bagimu. Dan aku akan mencintaimu sampai maut memisahkan." Kata Bara.

"Itulah kenapa, kesalahan apapun yang kau lakukan padaku, aku akan dengan mudah memaafkannya. Walaupun itu begitu menyakitkan untukku!" ucap Bara sambil mengusap lembut wajahku.

"Kejadian aku dengan Ardi waktu itu..."

"Aku marah padamu, aku juga kesal pada Ardi, karena perbuatan kalian, benar-benar mengecewakanku. Laki-laki mana yang rela, berbagi istri dengan adiknya sendiri. Tapi aku tidak mau merusak janji suci pernikahan kita. Apalagi sampai bercerai darimu. Aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Tidak akan!" ucap Bara.

Aku memeluk tubuh Bara, rasanya aku tersentuh dengan ucapannya. Siapa wanita yang akan rela, bercerai dengan laki-laki sebaik dirimu.

"Apa saat itu kau sakit?" pertanyaan bodoh keluar dari bibirku.

"Sakit Chika, sangat sakit! Aku bahkan merasa begitu bodoh, karena tidak bisa menjaga istriku. Andai saja malam itu, aku tidak pulang larut malam, semua hal yang dilakukan Ardi padamu mungkin tidak pernah terjadi. Aku menyesali kebodohan ku!" ucap Bara.

"Siapa nama mendiang Ayahmu, Mas?" tanyaku.

"Andhika Ruhyat Alfarel."

"Kau pernah melihat fotonya?"

"Pernah. Ada banyak di rumah Kakekku," ucap Bara.

"Seperti apa rupanya? Pasti tampan dan perkasa," tawaku.

"Tampan, perkasa, dan baik sepertiku," ucap Bara sambil tersenyum.

Bara mengecup keningku, lalu memeluk hangat tubuhku. Malam yang panjang, kami lalui dengan bercerita, sampai kami mengantuk dan tertidur lelap.

****

Satu bulan kemudian, keluarga Bara dikejutkan dengan kehadiran Raina. Wanita yang telah menghilang cukup lama dari kehidupan kami. Mau apa dia?

Aku dan Bara berjalan pelan menuju ruang tamu. Nampak Ayah dan Ibu ada disana. Wanita itu langsung memeluk tubuh Bara sambil menangis sesenggukan.

"Apa yang kau lakukan?" Bara menepis kasar pelukan itu.

"Aku merindukanmu, Mas!" ucap wanita itu sambil menoleh kearah ku.

Aku membuang pandangan kearah lain, tidak ingin menatap wanita menjijikkan itu. Jelas, dia sedang cari gara-gara agar aku bertengkar lagi dengan Bara.

"Mau apa kau kesini?" tanya Bara tanpa basa-basi.

"Aku mau menemui mu, ini masalah penting!" ucap Raina.

Bara menuntunku untuk duduk di sofa, mencoba untuk mendengarkan penjelasan wanita itu. Walau aku yakin, rencananya tak lain untuk memisahkan aku dan Bara.

"Mau apa?" tanya Bara lagi.

Ayah dan Ibu ikut duduk dan mendengarkan percakapan kami. Ada jutaan penasaran yang menggerogoti hatiku. Untuk apa Raina kemari? Apa yang saat ini dia rencanakan?

Tiba-tiba wanita itu menangis histeris, air matanya mengalir deras. Dia menatapku dan keluarga Bara dengan penuh rasa iba.

"Aku hamil. Aku mengandung anak Bara!" ucap Raina, membuat kami terkejut.

Ini pasti rencana baru Raina, mana mungkin dia hamil anak Bara? Sementara aku membaca sendiri hasil pemeriksaan medis Bara, yang menyatakan kalau Bara tidak bisa memiliki keturunan. Wanita ini, dia pasti hanya mengarang cerita!

Aku kesal, begitupun dengan Ayah dan Ibu Bara. Tapi kami bisa apa? Menceritakan hal ini pada Bara? Tidak mungkin. Bisa-bisa Bara kecewa dan pergi meninggalkan aku.

"Mas, kau harus bertanggung jawab!" teriak Raina diiringi tangis.

"Mana mungkin?" Ibu terlihat shock.

"Kenapa tidak mungkin? Aku dan Bara pernah melakukan hal itu. Anak dikandungan ku ini, anak Bara!" ucap wanita itu.

"Kau tidak waras Raina! Kau minta tanggung jawab padaku? Dari awal kau tahu, aku ini memiliki seorang istri, tapi kau terus menggodaku dengan berbagai cara. Bahkan kau menjebakku dengan memberikan obat tidur diminumkan ku. Apa aku harus bertanggung jawab?" ucap Bara.

"Tapi, anak ini anakmu! Kau tidak sadar melakukannya malam itu. Kau harus menikahi ku, harus..." teriak Raina.

"Mana mungkin orang yang minum obat tidur bisa melakukan hal itu. Kau mau mulai lagi? Rencana apalagi yang kau buat?" ucapku.

Raina seketika diam, menatap kesal ke arahku. Pasti saat ini, dia sedang mencari alasan yang bisa mengalahkan ucapan ku.

"Malam itu Bara mabuk, dia melakukan itu dalam keadaan tidak sadar. Kenapa kau tidak percaya padaku? Ini buktinya!" ucap Raina sambil melemparkan foto-fotonya tanpa pakaian bersama Bara.

Aku menatap foto-foto itu, tanganku menahan geram pada wanita dihadapanku. Dia benar-benar memfoto aksi gilanya bersama Bara. Benar-benar wanita tidak tahu malu!

Plak.. Plak..

Dua tamparan ku layangkan tepat dipipi Raina. Bukan kesakitan, wanita gila itu malah tertawa keras.

"Wanita menjijikkan, apa kau sudah kehilangan rasa malu? Apa diluar sana tidak ada laki-laki yang bisa kau nikahi? Kenapa kau ingin merebut Bara dariku? Kenapa?" aku berteriak keras, air mataku mengalir deras.

"Sayang, sabarlah! Tenangkan dirimu," ucap Bara sambil memeluk tubuhku.

Aku melepaskan pelukan Bara, mataku menatap kesal pada laki-laki yang begitu aku cintai.

"Apa ada wanita yang bisa sabar melihat foto-foto suaminya telanjang bersama wanita lain? Kau mungkin bisa dengan mudah memaafkan, tapi aku bukan dirimu yang punya hati malaikat. Aku tidak bisa terima ini Mas, tidak bisa!" teriakku sambil masuk kedalam kamar.

Aku mengunci pintu kamar, berkali-kali ku dengar suara Bara mengetuk pintu, supaya aku mendengarkan penjelasannya. Aku bahkan menutup telingaku rapat-rapat, tidak mau mendengar apapun yang akan diucapkan Bara.

Mengingat foto-foto itu, begitu menyakitkan hatiku. Foto Raina dan Bara tidur bersama tanpa menggunakan pakaian. Ya, Raina berhasil membuatku membenci suamiku. Raina menang, dan aku kalah!

Aku masih menangis, entah sudah berapa lama aku mengurung diri dikamar. Aku juga masih mendengar suara Bara diluar pintu kamar. Suara lirih dari bibir Bara yang meminta aku agar memaafkannya. Aku harus bagaimana? Bagaimana jika anak yang dikandung Raina itu, benar-benar anak Bara? Tapi, bagaimana jika ternyata Raina hanya menjebak Bara? Wanita itu tidak bisa dipercaya!

Tapi, hatiku masih begitu sakit untuk memaafkan kesalahanmu, Mas! Kesalahan terbesar dalam rumah tangga adalah pengkhianatan. Dan kau melakukan itu padaku, walau kau tidak menyadarinya. Foto-foto yang diberikan Raina, benar-benar membuatku bingung. Masih bisakah aku memaafkan mu, Mas?

Pelan-pelan aku membuka pintu kamar itu, menatap Bara yang duduk lantai penuh kesedihan. Bara langsung berdiri dan memeluk tubuhku. Aku tidak bergerak, aku membiarkan Bara melakukan hal yang dia mau. Sampai aku menatap kearah wajahnya.

"Apa yang akan kau lakukan, Mas? Apa kau akan menikahi wanita itu?" tanyaku.

"Tidak. Aku hanya mencintaimu, aku tidak mau menikahi wanita lain!" ucap Bara.

"Tapi, kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan! Kau harus menikahi Raina!" ucapku.

"Permintaan macam apa itu? Aku ini suamimu. Aku tidak akan pernah menikahi wanita lain." Teriak Bara.

"Tapi anak didalam kandungan Raina itu anakmu, Mas!"

"Apa kau percaya dengan ucapan wanita itu? Aku ini tidak pernah mabuk. Aku tidak pernah melakukan apa-apa pada Raina. Aku bersumpah Chika, demi mendiang Ayahku, bayi diperut Raina bukan anakku," kata Bara sambil menangis.

"Aku tidak tahu, aku lelah, aku mau istirahat!" ucapku sambil duduk ditepi tempat tidur.

Bara mendekat, lalu bersujud di kakiku, jelas aku kaget dan menarik tubuh Bara agar tidak melakukan hal itu.

"Bunuh saja aku Chika, jika kau tidak mempercayaiku! Aku benar-benar menyesal, aku bodoh karena terperangkap oleh jebakan yang dibuat Raina. Aku mencintaimu, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Aku lebih baik mati di tanganmu, daripada harus menikahi wanita lain," ucap Bara.

Aku menghapus air mataku yang terus membasahi pipi. Hatiku rasanya hancur mendengar ucapan Bara. Aku memeluk tubuh Bara, mendekap erat laki-laki itu.

Tuhan, berikan aku jalan...

Agar aku tidak perlu membagi cinta suamiku. Bantulah aku untuk bisa menggagalkan rencana Raina. Aku tahu Raina hamil, tapi aku yakin itu bukan anak Bara. Bagaimana cara aku menjelaskan pada Bara? Bagaimana?

Tinggalkan Like atau Jempol juga Vote ya Kak. Terimakasih sudah membaca karyaku.

Salam santun Author.💕

1
Mari Anah
masa istri sah takut sma pelakor yg cmn jdi sekertaris sih🙄🙄
Mari Anah
chika jg oneng,d srh diem d kamar mlh keluar,udh tau d situ jg ada ardi🤦‍♀️kejadian perkosaan bkln keulang lgi klo g pindah rmh,,trs itu ibu sma bp y kmna dah pas kejadian itu,masa ardi d gebukin sma bara smp g kedengeran gtu🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
yaaaahh gtu ajah udh ngeperrrr duluan,hajar tuh si reina,bibit pelakor
Mari Anah
lagian si bara,apa engga kepikiran gtu bwt tinggal d apertemen gtu misal y,soal y klo msh bareng udh pasti bkln ketemu ardi tiap hari,mlh bikin g tenang jg kan
Ita Lestari
sumpah ini cerita model apa si baru x baca novel begini ya x bercinta dengan kakak dan adiknya jg kesel bgt
Ita Lestari
Cemen bgt jd bini lawan dong segitu doang nyalinya apa masih berharap sama masa lalu
Kamti Rohali
udah tak kasih hadiahnya ya kak voters (❁´◡`❁)(❁´◡`❁)
0316 Toiyibah,S,Pd.
tak ada yg tak mungkin kalau allah berkehendak
Anonymous
Kesel ama tingkah Chika dia merelakan dipeluk dicium dan selingkuh ama Ardi tp ga pernah bsa menerima bara salah sedikitpun.
Rhojak Jhi
ko ceritanya menguras emosi dan air mata,cikako gitu plimplan
Rika Maksum
aaah pingin yg ky bara😍😍
jihan silvia
disini janggal bgt ceritanya. tau fia mandul. tau utu jebakan tp kena tipu juga kan tingal.minta test DNA
Dian Lestari
setres saya bacanya ada yg pembantu yg cara bicaranya kurang sopan sama majikan
Dania
💜💜💜💛💛💛💚💚♥️💕💕💕💝🖤🖤🖤❤️❤️💙💗💗🌷💖💖🖤🖤❤️❤️💙🖤🖤💗💗🌷💖🖤🖤🖤♥️♥️💛🖤🖤🖤🖤🖤💜💛💛💚💚🖤🖤🖤🖤🖤🖤❤️💙💙🖤🖤🖤🖤💖💖🌷🌷💗🌷💖💖🖤🖤🖤
Dania
💜💜💜💜🖤🖤🖤🖤🖤💛💛💛💛❤️❤️❤️❤️💙💙💙💙💝💝💝💚💚💚♥️♥️💕💕🌷🌷🌷🌷💖💖💖💗💗🖤🖤💛💛💛💛💖💖💖🌷🌷💗💗💗💗💜🖤💛💙💙💝💝❤️❤️💛💛🖤🖤💚💚♥️♥️♥️💕💕💝💙❤️🖤🖤🖤❤️💙
Dania
🖤🖤🖤💜💕💛💛❤️❤️💙💝💝♥️♥️💚💚♥️♥️💝💙❤️💛💕💜🖤🌷💖💗💗💚♥️💝💙❤️🖤🖤🖤💜💕💕💛❤️♥️♥️♥️💚💚💝💙❤️💛💛🖤🖤🖤💜
Dania
💜💜💜💜💕💕💕💛💛💛💕🖤🖤🖤🖤❤️💙💙❤️💗💖💖🌷🖤🖤🖤💝💝💚💚🖤🖤🖤♥️♥️💝🖤🖤🖤❤️💙💙❤️🖤🖤💛💛💕💜🖤🖤🖤🖤
Dania
Aku juga ga mau dijodohin
Pokoknya aku ga mau .............................

Tapi Kalo Ganteng, Baik, keren 👍👍👍 Aku mau 😂😂😂
Rena Karisma: 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ndung
d tunggu season 2,
Farsdik Wind
Baperrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!