NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Prince keluar untuk menerima teleponnya dari Raka. Sementara Raka sendiri sudah berada di motornya bersama Jumi yang memboncengnya.

"Halo Rak!"

"Prince, lu ikut gue yuk nyusul Mae ke tempatnya si King?" tanyanya langsung di telepon.

"Tak perlu, aku sudah bersamanya sekarang," jawab Prince.

"Ha?" Raka terkejut setengah bingung.

"Kenapa Rak?" Bisik Jumi bertanya dari belakang.

Raka sedikit menoleh. "Mae dah sama si Prince katanya," jawabnya pelan.

"Oh..., kalo gitu kita langsung nyusul saja," usul Jumi padanya.

Raka mengangguk. "Oke Prince, gue ma Jumi otw nyusul ke sana," ucapnya memberitahu.

"Terserah kalian, hati-hati!" Pesan Prince sebelum menutup teleponnya.

Telepon diantara keduanya di tutup. Prince pun kembali masuk ke dalam. Namun dari arah yang tak jauh, terlihat seorang gadis sedang mengintipnya. Saat Prince berjalan masuk, gadis tersebut segera mengikutinya.

Mae yang sedang kesulitan meraih benda di atas lemari, langsung di bantu oleh King dari belakang. Gadis ini terkejut dan menoleh yang mengakibatkan jarak keduanya menjadi sangat dekat. Mae terkekeh saat King tersenyum karena berhasil memergokinya.

Prince yang kembali hendak memanggil Mae ketika melihatnya bersama King dengan jarak yang dekat. Belum selesai memanggil, Prince mendadak tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang.

"Prince, ternyata benar itu kamu," ungkap gadis tersebut sambil memeluknya.

Prince mencoba melepaskan pelukannya sambil berbalik dan terkejut ketika mengetahui siapa orang yang memeluknya itu.

"Catalina?"

Gadis tersebut tersenyum senang karena Prince masih mengingat namanya. "Ya ini aku, senang melihat mu di sini."

"Cat, kamu kenal dengan Prince?" tanya King sedikit bingung.

"Hmm." Catalina mengangguk. "Dia itu cowok yang pernah ku bilang dulu, King. Tunjuk Catalina sambil memberitahu.

"Ah ya ya. Ternyata dia." King yang mengingatnya mengangguk-angguk mengerti sambil menunjuk ke arah Prince.

Pernah beberapa kali Catalina menceritakan tentang lelaki yang disukainya pada King. Tak disangka yang di maksud oleh teman gadisnya adalah Prince sang rekan bisnis.

"Princes, lu kenal ma cewek itu?" Kini Mae mulai bertanya.

"Kamu siapa ya, manggil Prince dengan panggilan Princes? Dia itu seorang pangeran bukan putri!" tegur Catalina langsung karena tak suka.

"Iya dah, btw gue Mae. Temen Prince sekaligus sekretarisnya," ucap Mae memperkenalkan diri.

"Owh cuma temen," kata Catalina sambil berlagak sombong.

King menenangkan suasana dengan memperkenalkan kembali Catalina pada Mae dan Prince. "Oke oke mending aku kenalin cewek ini ke kalian lagi ya. Dia adalah Catalina biasa di panggil Cat. Dia temen kuliah sekaligus asistenku di sini."

"Dan Cat, kenalkan itu Prince dan ini Mae sekretarisnya. Mereka berdua berasal dari perusahaan design yang akan bekerjasama dengan toko kita," lanjutnya.

"Sungguh? Yes bisa ketemu Prince!" seru Catalina senang sambil langsung merangkul tangan Prince sambil tersenyum.

Mae yang melihatnya terlihat tak suka begitu juga dengan Prince yang langsung menurunkan tangan Catalina walau terlihat gadis ini tak ingin tangannya di lepas.

"Cat!" Panggil Prince pelan agar gadis di sampingnya mengerti.

"Ya Prince," jawabnya sambil mengeratkan rangkulan tangannya.

"Tolong lepaskan! Jangan bertingkah!" pinta Prince pelan padanya.

Sudah lama Prince mengetahui jika Catalina menyukai dirinya. Namun sangat di sayangkan Prince hanya menganggapnya teman saja. Lama mengenal, kini lelaki berwajah putih mulus bak pangeran ini mulai merasa tak nyaman karena Catalina terus menempel padanya seperti ulat. Ia dulu sangat lega karena pada akhirnya bisa terbebas dari gadis itu. Tanpa di sangka ia kini malah bertemu kembali dan lebih parahnya lagi gadis itu masih menyukainya.

Catalina dengan cepat menggeleng. Ia tentu tak mau lepas darinya lagi.

Mae yang melihatnya tersenyum tipis karena Prince seperti tak menyukai gadis baru itu. King menjadi malu karena teman sekaligus asistennya tak bisa menahan rasa sukanya. King akhirnya memanggil Catalina untuk berhenti.

"Cat, jaga sikapmu!"

"Oke!" Catalina menurut dan menurunkan tangannya.

Catalina Putri Atmaja adalah gadis seumuran Mae dari keluarga Atmaja. Ia dikenal dengan sifat yang manja dan memiliki wajah cantik. Diketahui Catalina ini dulunya pernah menjadi teman naksir Prince saat masih SMA. Gadis cantik ini sangat sedih karena setelah lulus ia harus terbang ke luar negeri untuk kuliah di sana dan mengakibatkan jauh dari lelaki yang di sukainya. Tanpa di sangka, ia bertemu dengan King dan menjadi teman serta asistennya sekarang.

Sudah 10 tahun lamanya, takdir mempertemukan Catalina dan Prince kembali. Gadis ini tentu sangat senang bisa bertemu dengan orang yang di sukainya di tempat kerjanya.

Suasana di dalam sana menjadi sedikit berbeda. King diam-diam memperhatikan Mae yang memasang wajah kesal karena Catalina terus menempel pada Prince dan terlihat Prince juga tak nyaman dengan Catalina yang terus dekat-dekat dengannya. Agar suasana menjadi normal kembali, King akhirnya memutuskan untuk mengajak semuanya untuk pergi ke tempat pembuatan tembikar di tokonya. Semuanya mengangguk setuju dan berjalan bersama ke tempat yang dimaksud King.

Prince yang ingin berjalan dekat Mae, langsung di cegat dan di gandeng oleh Catalina. Di setiap perjalanan gadis ini tak berhentinya berbicara memperkenalkan apapun yang ada di sekitarnya. Terlihat Prince tak begitu peduli pada Catalina, matanya terus lurus ke depan melihat Mae yang terlihat sangat akrab dengan King.

......................

Raka dan Jumi kini telah tiba di Toko Tembikar milik King. Mereka berdua turun dan langsung menuju tempat yang telah di beritahu Prince lewat chat.

Di tempat pembuatan gerabah. Mae langsung duduk di tempat yang telah di sediakan begitu juga Prince. Mereka berempat di buat menjadi dua kelompok yang di mana Mae akan di ajarkan oleh King sementara Prince terpaksa harus bersama Catalina. Tentu saja gadis cantik ini sangat bersemangat karena King menempatkan dirinya dengan Prince.

Selama proses pembuatan, Prince tak fokus dan membuat Catalina harus menyenggolnya beberapa kali.

"Prince, kamu liat apa sih?"

Catalina pun melihat kemana arah mata Prince memandang. "Ah King dan sekretaris mu sungguh sangat cocok sekali," ucapnya memuji dan justru membuat lelaki di depannya menjadi tambah kesal.

Prince yang mendengarnya langsung menatap Catalina. Wajah gadis ini langsung menekuk wajahnya karena tak suka.

"Mae!" Akhirnya Raka dan Jumi sampai di tempat tujuan. Jumi dengan semangat memanggil temannya dan menghampiri.

"Jum, Rak! Kalian datang?" Mae yang cukup kaget segera berdiri karena melihat kedua temannya telah tiba di sana.

"Ya lah, lu ya main ninggalin gue aja," jawab Raka yang kesal.

"Prince, dia siape?" Tanya Raka pada Prince sambil menunjuk gadis di sampingnya.

"Dia Catalina, temen ku dulu saat SMA," jawabnya.

"Ah begitu, salam kenal gue Raka."

Raka langsung mengusap tangannya untuk menjabat sambil memperkenalkan diri. Namun tampak Catalina mundur ke belakang Prince karena takut pada Raka yang bertingkah genit. Karena Catalina tak mau menerima jabatan tangan Raka, dengan malu lelaki berambut klimis ini menurunkan tangannya lagi.

"Gue Jumi," sambung Jumi singkat memperkenalkan diri setelahnya. Gadis berambut sebahu ini lalu bergeser untuk berbisik pada Mae.

"E, dia sapa sih? Perasaan gatel bener ma Pak Prince."

"Temen si Princes katanya, dia asisten King juga," jawab Mae berbisik juga.

"Owh." Jumi mengangguk-angguk sambil menatap ke arah Catalina.

"Raka, Jumi, kalian berdua silahkan pilih meja. Kita belajar membuat gerabah bersama," suruh King langsung pada mereka.

"Wih seru nih, siap King!" celetuk Raka senang.

"Ayo Jum!" Raka segera menarik tangan Jumi untuk duduk dan membuat gadis ini terkejut ria.

Mereka semua kini fokus di tempatnya masing-masing. Meja King dan Mae terlihat sangat menyenangkan karena mereka berdua saling bercanda dan tertawa. Di meja Raka dan Jumi juga terlihat sangat nyaman dan bahkan romantis. Karena sekarang Raka sedang membantu Jumi memutar tanah liat bersama yang dimana tangan mereka saling bertumpang tindih. Jumi yang malu sekaligus senang tersenyum simpul pada Raka.

Suasana berbeda di meja tengah yakni meja Prince dan Catalina. Lagi-lagi Prince tak fokus dengan kegiatannya, karena tak nyaman dengan gadis di sampingnya. Matanya juga tak berhenti melirik ke arah Mae yang tertawa senang di meja lain. Catalina menjadi cemburu melihat meja kanan kirinya penuh suasana ceria dan harmonis. Gadis ini lalu menarik tangan Prince agar membantunya memutar tanah liat miliknya.

"Prince, bisakah kamu fokus dengan karyamu. Berhentilah melihat ke arah lain!" suruhnya yang kesal.

Prince menatap ke arahnya. "Iya Catalina." Ia lalu berdiri dan mendekat ke arahnya. Dengan semangat Catalina langsung mengajarinya kembali. Tetap saja gadis ini tak merasa puas karena Prince masih saja mencuri pandang ke arah Mae.

Sesi pembuatan tembikar di toko King akhirnya selesai. Tak berasa waktu sudah begitu cepat berlalu. Hari sudah mulai gelap rupanya. Raka dan Jumi pun akhirnya berpamitan duluan untuk pulang karena mereka masih punya pekerjaan yang belum di selesaikan.

"King, Prince, kita berdua duluan ya," pamit Raka mewakili.

"Oke Rak, makasih sudah berkunjung Jumi juga," ucap King pada mereka.

"Ya, jangan lupa hubungi gue jika gerabah gue dah jadi," pesan Raka padanya.

"Siap Rak, nanti ku kabari," ucap King sambil membentuk tanda 'OK' di jarinya.

Jumi sebelum pulang mengikuti Raka, mendekatkan dirinya pada Mae dan berbisik di sana.

"E, lu kagak cemburu ma tuh cewek centil?"

"Biasa aja tuh, udah sana pulang! Seneng kan lu bisa jalan ma Raka?" Mae malah menggodanya.

"Hush Mae!" Tepuk Jumi langsung dengan pelan ke lengan Mae karena malu.

Setelah kepergian Raka dan Jumi. Kini tinggal Prince dan Mae pamit untuk pulang juga. Mae sangat berterima kasih pada King karena telah mengajarinya membuat gerabah dan memiliki karya sendiri. Sudah mau pulang, Catalina masih saja tak mau melepaskan Prince. Ia tak mau Prince pergi pulang dengan Mae. Untung saja King segera menghentikannya.

"Cat, biarkan Prince pulang!" bujuk King padanya.

"Tapi aku masih rindu padanya, King." Rengek Catalina tak mau melepaskan teman lamanya.

"Kita akan sering bertemu nanti," ucap Prince pada Catalina.

"Benarkah?" Mata Catalina menoleh pada Prince dan ia sedikit mengangguk mengiyakan.

"Oke, hati-hati ya! Dan kamu tolong jauh-jauh dari Prince ku! Peringat nya sambil menunjuk pada Mae.

Mae langsung memutar bola matanya malas dan mengabaikannya.

Taksi pesanan mereka akhirnya tiba. Sebelum masuk Mae melambaikan tangannya pada King begitu juga Prince. Dengan semangat Catalina membalas lambaian tangan lelaki yang di sukainya itu.

"Sampai jumpa Prince!" salam Catalina dengan gembira sambil tersenyum ria.

BERSAMBUNG

1
🏡s⃝ᴿ YULIA ѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ☪️༄⃞⃟⚡
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: Hai kak, mau event baca berhadiah ngga nih 😚 kebetulan kita lagi Adain event baca berhadiah buat yang suka horor. Mana tahu kakak jadi pemenangnya. Bisa follback aku ya kak 😊😊
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ YULIA ѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!