Kisah seorang wanita yang hidup miskin, pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, dirinya adalah tulang punggung keluarga ada adik yang masih sekolah dan ibu yang menderita sakit.
Di sisi lain ada pria mapan dan tampan namun sangat dingin dan kejam bagi lawan-lawannya, saat ini ia menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarga miliknya, bagi sang pria wanita bukanlah prioritas bagi hidupnya.
Namun suatu insiden membuat sang pria tidak dapat melupakan wanita itu,!!
Yukkk Ikutin Ceritanya !!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan sakha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Rafa dan Mila telah sampai di hotel tempat mereka akan menginap selama 1 Minggu kedepan. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam waktu setempat.
Rafa menyuruh Mila untuk membersihkan diri dan segera istirahat karena Mila mengalami mabuk udara. Rafa yang telah selesai membersihkan diri duduk sejenak menikmati udara malam di negara yang memiliki empat musim tersebut.
Rafa tidak menyangka bahwa dia akhirnya menikah juga setelah banyak drama perjodohan yang di lakukan oleh sang mama tercinta. Bahkan Rafa juga menikahi wanita yang masih sangat amat muda umur nya. Tapi Rafa senang walaupun Mila masih belia tapi pola pikir Mila sudah matang, itu semua karena perjalanan hidup Mila yang mengharuskan dia dewasa di usia ini untuk keluarganya.
Di tengah lamunannya telepon Rafa berdering, di lihat ternyata nama mama tersayang yang terlihat di layar "assalamualaikum ma " ucap Rafa saat menerima panggilan dari mama ayu.
" waalaikumsallam Raf, kalian sudah sampai di hotel kan, mana menantu mama Raf, mama mau bicara " tanya mama ayu.
" iya ma, kami sudah sampai, Mila sudah tidur ma, tadi Mila sedikit mengalami mabuk udara jadi Rafa menyuruh Mila untuk segera tidur biar besok, Mila merasa lebih segar " jawab Arga
" ya sudah kalau begitu, selamat menikmati bulan madu nya Rafa sayang nya mama " goda mama ayu.
" apa sih ma, Rafa bukan anak remaja lagi ya, ya sudah Rafa tutup telponnya ya ma " ucap Rafa.
Rafa berjalan masuk, karena tadi Rafa menerima telepon mama ayu di balkon kamar. Rafa menutup pintu penghubung dan menguncinya.
Rafa meletakkan hp di atas nakas yang berada di kedua sisi ranjang, Rafa mengecup kening Mila serta membenarkan letak selimut yang di pakai Mila.
****
Cahaya pagi telah menyapa dua insan yang masih saling memberi kehangatan di tempat tidur.
" ehm... sudah pagi ya, " batin Mila.
Mila menatap arah sisi samping nya dan melihat Rafa masih tertidur pulas sembari memeluk dirinya. Mila tidak bangun dari tidur tapi dia memperhatikan wajah tampan pria yang telah menjadi suaminya itu. Mila akui meski umur Rafa sudah diatas kapal tiga tapi untuk ketampanan Rafa tidak kalah dengan yang masih umur dua puluhan tahun.
Mila menelusuri setiap jengkal wajah Rafa, tampan, mapan dan bertanggung jawab itu lah pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" mas tahu, mas ini tampan sayang " ucap Rafa dengan suara rendah khas orang bangun tidur.
Mila tersenyum dan menutup wajahnya, dia malu karena ketahuan mengagumi diam diam suami nya itu.
" kenapa di tutup muka kamu yank " goda Rafa pada Mila.
" mas rela kok kamu pandangi sepeti setiap hari " ucap Rafa dengan senyum yang menggoda.
tanpa banyak kata Mila segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.
" yank, kenapa mas mu ini di tinggal, kamu enggak mau ajak. mas mandi berdua " teriak Rafa dari luar kamar mandi.
Terdengar suara tawa Rafa dari luar, Rafa puas bisa menggoda Mila, wajah Mila yang merah merona sungguh menggemaskan bagi Rafa.
Rafa menelpon layanan kamar untuk di antaranya sarapan ke kamar mereka. sambil menunggu Mila selesai mandi Rafa membuka aplikasi untuk melihat tempat - tempat yang mereka kunjungi. Rafa ingin membahagiakan Mila dengan mengajak nya ke tempat yang bisa memberi kesan yang menyenangkan.