Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
...WANITA ....
...Kamu tahu kenapa Rasulullah mengumpamakan wanita shaliha dengan perhiasan yang paling indah . Itu karena semakin indah perhiasan ,maka semakin ketat penjagaannya ,dan tidak boleh ada yang memilihnya , kecuali yang pantas dan mengerti cara menjaganya....
...Setiap orang mempunyai mahkota, dan mahkota paling hebat adalah akhlak, kerahmatan , senyum , wajah cerah, kemudian melihat setiap individu umat dengan kaih sayang, bukan dengan pandangan permusuhan ....
...(Habib luthfi bin Yahya )....
...Kehidupan itu cuma dua hari. Satu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Karena keduanya adalah ujian bagimu.( Ali bin Abi Thalib)...
Qhonita mendengar semua yang di ucapkan Alif ,apa mungkin Dokter Eka yang dimaksud Alif atau ada orang lain tapi siapa . Pertanyaan demi pertanyaan berkeliling di kepala Qhonita , tapi cara mengungkapkan pertanyaan itu dari mana .
'' Apa , mana minumnya Dek .'' ucap Alif tak melihat apa-apa yang ada di tangan Qhonita .
'' Di dapur , ambil sendiri .'' sabut Qhonita dengan pergi ke kamar begitu saja .
Qhonita masuk ke kamar dan tidur .
Alif masih memikirkan rencananya ia belum bisa memastikan bahwa ia suka atau tidak sama orang itu .
'' Sebaiknya aku ajak aja dia makan atau jalan dimana gitu .'' ujar Alif berbicara sendiri .
Alif bersiap-siap dahulu tak lupa parfum yang wangi baju bersih , rambut ditata rapi .
'' Dek.... Dek... buka pintunya , temani Abang ke temu sama orang .'' ucap Alif dari luar tapi tak ada sahutan dari dalam kamar .
Alif mengedor pintu dan memanggil Qhonita , tapi yang di dalam malah tidur nyeyak .
''Qhonita , Qhonita..... buka pintunya .'' audah berulang kali Alif memanggil Qhonita .
'' Iya -iya sebentar .'' ucap Qhonita dengan suara serak , dan ia segera membuka pintu sedari-tadi ia dengar tapi tak dihiraukan oleh Qhonita.
'' Ada apa , mau kemana , ketemu siapa, jalannya berapa orang ?'' tanya Qhonita bertubi-tubi.
" Oke abang jawab satu- satu tapi , yang pertama kita ke luar , ke dua ketemu sama calon istri Abang kalau jadi , yang ke tiga kita bertiga nanti Abang pinjam mobil Abi , dah selesai sekarang kita siap-siap berangkat .'' Aja Alif tapi Qhonita masih dengan keadaan belum sadar ,karena ngantuk berat .
'' Bang , mandi dulu ya tunggu aja di ruang tamu , nanti Qhonita keluar dengan keadaan fresss wangi cantik .'' puji diri sendiri sangat menyenangkan bagi Qhonita .
Dengan langkah pasrah Alif duduk dan menunggu sang Adik mandi , lama membuat Alif bosan dan mengeluarkan ponsel yang ada di saku celannya .
'' Assalamualaikum , boleh kita bertemu sekarang nanti aku jemput .'' tulis Alif di pesan Whatsapp pribadi .
'' Waalaikum'salam warohmatullloh hiwabarokaatu , boleh tapi tumben ngajak ketemuan , dan jangan berdua nanti ketiganya setan' '' balas pesan Eka dengan emoji tersenyum .
'' Iya tenang aja , ada Qhonita kok . Oke makasih nanti aku jemput sama Qhonita .'' sahut Alif tak banyak percakapan di dlaam pesan .
'' Iya sama-sama .'' jawab Eka .
( Ya yang di maksud Alif itu Dokter Eka yang bertugas sebagai dokter Qhonita ,ia menyukai Eka baru beberapa minggu ini dan pernyataan suka itu belum terucap lantas masih ragu .)
Keduanya mengakhiri pesan dengan saling salam dan akan bertemu di taman silampari .
'' Qhonita, adekku sayang yang imut yang cantik yang jelek yang item kayak teplon gosong , cepat .'' Teriak Alif karena sudah lama menunggu dan yang ditunggu tak keluar-keluar .
'' Yuhuuuu .... Bang ayo pergi .'' ucap Qhonita dengan penampilan berbeda .
'' Qhon , beneran kamu mau pakaian seperti ini .'' sahut Alif karena tak biasa melihat Qhonita yang berpakian tertutup .
'' Iya beneran , Qhonita mau bener-bener berubah , ya dari pakaian yang dipakai sekarang .''
''Bagus lah nanti kita beli baju di tokoh , anggap aja hadiah dari niat Adek .''
'' Siap ditunggu ya Bang , dan ajak juga sekalian calon istri rahasia Abang .'' ucap Qhonita .
Qhonita dan Alif bergegas pergi dan segera menjemput dokter Eka untuk pergi , awalnya senang dan bahagia tetapi ketika sudah sampai di depan rumahnya
'' Dek , kamu aja turun Abang tunggu di mobil aja ya .'' ucap Alif karena ia merasa masih belum siap ketemu .
" Kalau gak siap jangan ngajak jalan Abang ."ucap Qhonita membuka pintu mobil .
Qhonita memanggil orang dengan mengucapkan salam dan memanggil nama Eka . Tak ada sahutan tiba-tiba pagar rumahnya kebuka sendiri , alhasil Qhonita lari dengan cepat , tetapi ia lupa kalau sekarang ia memakai gamis , agar cepat Qhonita angkat gamisnya dan segera masuk mobil .
'' Astagfirulloh , Bang coba telpon kak Eka bener gak ini rumahnya .'' ucap Qhonita masih menetralkan nafasnya .
'' Iya tunggu dulu , itu mungkin pake remote Dek , jadi kebuka sendiri terus kenapa lari kayak orang ketakutan gitu .'' sahut Alif sambil menempelkan ponselnya ke telinga .
'' Ya takutlah , gak ada angin gak ada hujan gak ada panas , tiba-tiba kebuka gitu bisa -bisa jantungan anak orang yang liat itu Bang .'' sahut Qhonita .
'' Kamu ini Dek , malu-maluin aja tau gak tapi emang iya sih Abang aja langsung bulat mata liat tadi .'' ucap Alif membayangkan kejadian tadi yang mana liat Qhonita lari dengan mengangkat gamis . Ada rasa ingin ketawa dan ada juga kasihan .
'' Bang , kalau kita punya rumah segede itu gimana ya , makanannya pasti mewah-mewah dan mereka jajan pun gak kayak kita mungkin .'' ucap Qhonita merendahkan diri .
'' Iya ya Abang juga gak percaya diri , mana kita juga sederhana dan makanan pun terkadang mewah .'' sahut Alif dengan membayangkan keadaan mereka.
'' Alhamdulillah juga kita bisa makan banyak orang di luar sana belum bisa kayak kita , intinya syukuri apa yang ada Bang .'' ucapan Qhonita membuat Alif melihat secara intens ke arah Qhonita .
'' Abang salut sama kamu Dek , semoga kita selalu bisa bersyukur , banyak orang diluar sana sudah mewah bagus fasilitasnya bahkan bisa dibipang berkecukupan tapi mereka tak mensyukuri itu .'' sahut Alif .
'' Yasudah jadi apa gak nih , telpon Eka nya ?'' tanya Alif karena ia sedari tadi mau menelpon tapi terhenti karena pembicaraan Qhonita .
" Halo.. Assalamualaikum , maaf rumahnya beneran warnah hijau muda ?" Tanya Alif dengan Eka karena ia masih ragu.
" Iya bener kak, tadi udah dibuka pagarnya tapi Qhonita malah lari kayak orang ketakutan gitu , dan gak muncul lagi ." jelas Eka melihat kejadian tadi secara langsung .
"Iya tadi rencananya mau ngajak tapi malu ."ucap Alif dengan menggaruk kepalanya sebelah .
"Gak usa malu Kak ,semuanya baik ,yaudah sekarang masih di depan kan Eka samperin aja ya . Assamualaikum ."tutup Eka secara langsung tanpa mendengar ucapan salam dari Alif .
"Waalaikum'salam ." Balas salam Alif memasukkan ponsel ke saku nya .
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf telat Up ,
jangan lupa Rate bintang 5 like yang banyak komen yang banyak-banyak vote pun sama aja .
Made by :Metri pramisti
.maaf jika menurut kalian alurnya gak beraturan
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat