NovelToon NovelToon
Haura, Istri Pilihan Dari Desa

Haura, Istri Pilihan Dari Desa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Haura, gadis manja yang menikah dengan Alkana, laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya. Laki-laki yang sudah ia impikan untuk menjadi suaminya sejak kecil.

Alkana menikahi Haura karena permintaan sang Mami. Bahkan ia sempat sesumbar tidak akan menyukai perempuan yang dalam bayangannya dulu hanyalah anak culun yang mengekorinya kemanapun pergi.

Namun, setelah akad Alkana malah menjilat ludah sendiri. Ia akui ia sudah jatuh hati sejak melihat Haura stelah bertahun-tahun lamanya tidak berjumpa. Haura kini menjelma menjadi gadis cantik.

Bagaimana perjalanan pernikahan mereka disaat ada sosok Melodi yang hanya diakui Alkana sebagai sahabat namun, memendam perasaan pada Alkana dan tidak terima bahwa wanita lain yang jadi pendamping hidup lelaki pujaannya?

Happy reading 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HIPDD 25 Salah Paham

Haura, Istri Pilihan Dari Desa (25)

" Ini tidak seperti yang kamu pikirkan,' Alkana mulai cemas.

Bagaimana bisa foto dan video itu ada di tangan istrinya? Anggel nya pun pas. Seolah memang sengaja di buat demikian.

Lalu, mana Adam? Kenapa Adam selalu luput dari kamera. Atau hanya foto tanpa Adam yang dikirimkan.

" Semua orang yang melihatnya pun akan berpikiran sama dengan Lala. Aa bilang begitu karena itu Aa,'

" Aku enggak bermaksud membela diri. Tapi, ini memang bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku disana dengan Adam."

" Lala mana tahu Kak Adam ada di sana. Kan fotonya cuma ada Aa sama kak Melodi,"

" Jadi, kamu lebih percaya foto itu."

" Lalu Lala harus percaya Aa, sementara Aa memang sibuk disana? Lembur nya di apartemen kak Melodi,"

" Aku cuma kasihan, gak ada perasaan lebih. Aku juga ajak Adam setiap kesana. Gak sendiri,"

Haura hanya diam.

" Kenapa kasihan? ,"

" Dia sakit parah,La."

Haura hanya menarik sudut bibirnya.

" Gini aja, A. Lala bebasin Aa kalau mau nemenin dia. Tapi, lepasin Lala,"

Deg

Alkana terkejut. "La,.."

Haura berdiri dan meninggalkan suaminya tanpa mau mendengar panggilannya.

Namun, Alkana sigap dan menarik Haura agar kembali duduk. "Kita belum selesai bicara,"

Haura hanya menghembuskan nafas. Ia kembali duduk. Haura bukan tak iba dengan keadaan Melodi yang katanya sakit parah. Tapi, ia ragu jika Melodi memang sakit.

" Lala udah bebasin Aa. Jadi, Aa bisa tenang jagain Kak Melodi,"

" La, bukan ini yang aku mau. kenapa harus bebasin kamu cuma gara-gara Amel sih?,"

Haura hanya mengangkat alisnya. " Cuma Aa bilang?,"

Haura sudah sangat emosi. Namun, ia tidak boleh sampai meninggikan suaranya. Suasana malam begitu sepi. Jangan sampai tetangga mendengar keributan mereka.

Rumah Lala berdekatan dengan tetangga. Jika ribut bisa saja terdengar sampai ke rumah tetangga.

" Gini aja A. Lala gak bisa hidup sama orang yang belum bisa teguh pendiriannya. Aa bilang enggak punya perasaan apapun pada kak Melodi tapi, sikap Aa bertolak belakang.

Lala rasa bukan sebatas iba, Aa melakukan ini,"

" La, harus dengan apa aku membuatmu percaya." Alkana mulai frustasi

" Jika Aa memilih tetap mempertahankan pernikahan kita, jauhi dia. Jangan pernah menemuinya dengan alasan apapun.

Jika itu Aa lakukan, berarti Aa lebih memilih pernikahan kita selesai saat itu juga,"

" Dia sahabatku, La. Aku juga punya hutang Budi padanya,"

" Sudah Lala bilang, Lala bebasin Aa melakukan sesuka Aa. Tapi, Lala enggak mau membiarkan satu orang pun masuk dan berpotensi menghancurkan rumah tangga kita.

Kalau Aa keberatan, kita selesai saja."

" Jangan main-main, La. Ini pernikahan,"

" Bukan Lala yang main-main, tapi Aa."tegas Haura.

" Iba boleh, tapi berpikirlah sebelum bertindak. Sikap Aa malah membuat Lala semakin yakin Aa sebenarnya punya perasaan tapi, gak sadar aja,"

...******...

" Eh Neng Lala. Kapan pulang?," tanya Tetangga Lala yang warungnya di singgahi Lala.

" Kemarin sore, Mak." jawab Haura yang biasa memanggil pemilik warung dengan sebutan Mak.

" Belanja. Mau masak ya?" sapa salah seorang tetangga Lala.

Haura hanya tersenyum. Bukan dia yang masak tapi, suaminya. Semalam suaminya minta di ajak belanja untuk bahan memasak pagi ini. Sebenarnya suaminya bilang belanja sama-sama. Tapi, Haura sedang ingin sendiri.

Masih kesal karena Alkana belum bisa memutuskan. Sementara Ia yakin perempuan berkedok sahabat itu akan menjadi duri dalam rumah tangga mereka jika tetap di biarkan.

" Sudah bisa masak, Neng?,"

" Alhamdulillah, Mak. Sedikit-sedikit," jawabnya tertawa hambar.

Baru bisa masak air, masak mie dan telur dadar. Batin Haura

Kalau hanya goreng menggoreng Haura sudah bisa. Untuk yang lainnya ia selalu belajar dari video. Walaupun rasanya baru terasa garam saja.

Yang penting Haura sedang berusaha agar bisa memanjakan lidah suaminya. Walaupun masih berproses.

Suasana pagi itu semakin ramai saat ibu-ibu yang datang berbelanja bertambah.

" Mak, Lala sudah ini aja."

Setelah membayar belanjaannya, Haura pamit pada semua yang ada di warung.

" Lala.."

Baru sedikit menjauh dari warung, seseorang memanggilnya.

Haura hanya mengangguk menjawab panggilan laki-laki yang sudah rapi dengan seragamnya.

" Mau ngajar, Kang?," tanya Haura basa basi. Ingin langsung pergi rasanya tak sopan.

" Ah, iya. Kapan pulang?," tanya pemuda yang berprofesi sebagai guru itu.

" Kemarin, kang. Kalau begitu saya, permisi ya. Suami Lala menunggu di rumah. Mari, kang Yuda. Assalamu'alaikum,"

" Wa'alaikumsalam,"

Yuda menatap nanar kepergian Haura. Ia senang melihat lagi wanita pujaannya. Namun, keabadiannya langsung pudar saat ia sadar Haura sudah bersuami.

" Kalau saja aku langsung melamarnya? Pasti tidak akan menyesal seperti ini," gumamnya sambil berlalu melanjutkan perjalannya ke sekolah.

Motor yang biasa ia pakai sedang mogok. Namun, ada hikmahnya ia jalan kaki karena bisa bertemu Haura.

Sementara itu, Haura sengaja memutus percakapan lebih cepat. Ia tidak mau sampai ada yang salah paham dengan pertemuan tidak sengaja ini.

Bukan tidak tahu, Haura sebenarnya sangat tahu laki-laki tadi menyukainya. Hingga membuat perempuan yang di gadang-gadang sebagai calon istrinya meradang dan melabrak Haura.

Padahal, Haura tidak merasa menggoda Yuda, tapi wanita itu tetap saja membencinya dan memintanya menjauhi Yuda.

Dari kejauhan Alkana melihat semuanya. Ia bisa melihat bahwa laki-laki yang tadi menyapa istrinya itu menyukai Haura. Bersyukur Haura tidak terlalu merespon laki-laki itu.

Alkana diam di posisinya. Melihat istrinya semakin mendekat ke arahnya.

" Kenapa Aa ada di sini?," tanya Haura yang menyadari keberadaan suaminya.

" Kenapa belanja sendiri? Aku bilang tunggu kan?," Alkana mengambil alih kantong belanjaan Haura.

" Aa kan sedang sibuk menelpon. Takutnya lama. Kalau terlalu siang nanti keburu habis," jawab Haura

" Jangan salah paham. Aku hanya memberitahu Amel kalau tidak bisa menemaninya lagi," jawab Alkana merasa bersalah sudah menerima panggilan Melodi tadi.

Haura hanya mengedikkan bahunya. Berpura-pura tak peduli.

" La, " panggil Alkana karena Haura malah berjalan mendahuluinya.

" Dia siapa?,"

" Dia yang mana?," tanya Haura

" Yang barusan nyapa kamu. Dia kayaknya suka sama kamu," Alkana merasa cemburu saat ada laki-laki lain yang melihat istrinya dengan tatapan memuja.

Haura tersenyum dan itu dilihat Alkana.

" Kenapa tersenyum? Pasti membayangkan laki-laki tadi kan?,"

Haura hanya memutar bola matanya. "Kalau iya kenapa?," tanya Haura tiba-tiba ingin membalas tingkah sang suami.

" Jangan coba pikirkan laki-laki lain. Kamu sudah bersuami," Alkana tampak mengeraskan rahangnya.

" Baru memikirkan dan Aa marah? Lalu kenapa aku harus maklum saat Aa tidak hanya memikirkan kak Melodi. Tapi, juga berinteraksi langsung dengannya lebih intens dan tanpa Lala tahu?,"

Jlebbb

TBC

1
Misaza Sumiati
mulai ada bibit pelakor
Suherni 123
kisah Reva ada ga ya
Suherni 123
ide konyol Al
Suherni 123
hadeh,,,dibiarin aja ya malah ngelunjak lah melody,,, harusnya dikasih efek jera dulu tuh ,gak Ben gak Alka gak keluarganya kok pada anteng
Suherni 123
gak enak jadi pengganti
Suherni 123
loh,, emang nya gak direkam obrolan nya melodi sama anggun,,, itu bisa jadi barang bukti
Suherni 123
pinteran Adam dari pada Al
ayu cantik
suka
NP
Kevin LG awal nya kenzo
NP
lancar thor
NP
Kenzo ga sih
mama fia
lanjut Reva bima ya Thor 🤩
Mumy Zurai
Luar biasa
TRIDIAH SETIOWATI
good job la
TRIDIAH SETIOWATI
kalo sampai haura ternoda aku berhenti baca thor
Uthie
Setelah mampir di 2 judul Cerita mu, sy masih terus tertarik untuk mampir di judul yg lainnya 👍👍👍🤗
Bundanya Pandu Pharamadina
berasa kurang panjang ceritanya, kisah Reva belum tuntas, mungkin ada cerita Reva mbak Author?
terimakasih sudah di ijinin marathon TAMAT
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Haura 👍
Bundanya Pandu Pharamadina
kita ikutan sedih Lala😥
Bundanya Pandu Pharamadina
Melodi bangkai di simpen lama² juga tercium baunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!