NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Kebencian

Zena dan Samudra saat ini keduanya sama-sama berada di dalam mobil, Zena kembali memakai cadarnya dengan air mata yang sudah pasti masih berlinang dibalik cadar tersebut.

Zena duduk di sebelah Samudra yang sejak tadi menyetir menatap lurus ke depan. Dalam seketika pria lembut, romantis itu berubah menjadi dingin dan bahkan satu patah kata pun tidak keluar lagi dari mulutnya setelah mengeluarkan semua umpatan kemarahannya kepada Zena atas kekecewaan sama istri yang telah dia dapatkan.

Sampai akhirnya mobil itu sudah tiba di kediaman kedua orang tua Samudra. Samudra bahkan tidak berbicara, membuka sabuk pengamannya dan kemudian keluar dari mobil.

Zena masih tetap berada di dalam mobil melihat bagaimana kepergian suaminya, bener-bener sangat membencinya.

"Ya Allah, ternyata begitu buruk masa lalu Anda sampai tidak ada kesempatan bagi hamba untuk menjelaskan, membela diri dan bahkan tidak mendapat belas kasihan dan simpatik atas apa yang terjadi," batin Zena dengan air mata kembali jatuh.

"Hamba serahkan semua ini kepadamu ya Allah, sesungguhnya hanya engkau yang maha mengetahui, maha memberi kasihani," batin Zena menyerahkan seluruh apa yang terjadi kepadatan pencipta dengan harapan bahwa semua akan baik-baik saja.

Zena sudah tidak bisa mengatakan apapun, Zena benar-benar merasa sakit hati, benar-benar terluka, benar-benar takut dan tidak tahu apa yang akan terjadi kepada hidupmu setelah pernikahan ini akan hancur di depan matanya.

****

"Kalian berdua malam-malam seperti ini kenapa datang?" tanya Amelia saat berada di ruang tamu bersama dengan Faisal jika berakhir melihat kedatangan anak-anak mereka.

"Bukankah tadi Bunda mendengar bahwa kalian baru saja makan malam?" tanya Amelia.

Tidak ada satupun yang menjawab, Amelia saling melihat dengan Faisal, dua orang tersebut mulai merasa sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di antara mereka.

Zena tampak lebih pasrah, sudah tidak ada gunanya membela diri dan jika memang pernikahannya harus berakhir karena dirinya yang telah ternodai dan jika suaminya memang tidak menerima dirinya apa adanya dan maka apa yang bisa dilakukan Zena.

Zena hanya bisa pasrah, tidak ada yang bisa dilakukannya lagi dan biarlah jika pada akhirnya Samudra harus membuka aibnya.

"Zena, Samudra apa ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan?" tanya Amelia melihat secara bergantian putra-putri mereka.

Samudra menarik nafas dan membuang perlahan ke depan, Samudra mencoba untuk tenang dan mengendalikan amarahnya, Samudra melihat ke arah Zena.

"Saya mengantarkan Zena pulang," ucap Samudra.

"Pulang?" Amelia mengerutkan dahi semakin bingung.

"Saya harus ke Bandung malam ini karena bertemu dengan pimpinan. Zena tidak mungkin tinggal sendirian di apartemen, saya mengantarkannya agar menginap di rumah ini," ucap Samudra.

Zena menoleh ke arah sang suami dan cukup kaget karena suaminya ternyata tidak mengatakan yang sebenarnya.

"Astaga Samudra kamu ini bikin jantung Mama hampir copot saja, kalau hanya mengantarkan karena kamu tidak bisa di rumah ya sudah, tidak perlu wajah kalian berdua tegang seperti ini," sahut Amelia geleng-geleng kepala dan jujur saja dia juga menakutkan sesuatu.

"Memang kamu harus pergi malam ini?" tanya Faisal.

"Benar. Pa, perginya malam ini dan sudah tidak bisa diubah lagi. Maka saya harus berpamitan," ucap Samudra langsung berdiri dari tempat duduknya dan bahkan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati," ucap Faisal.

Samudera menganggukkan kepala dan pergi begitu saja mengabaikan Zena.

"Samudra istri kamu belum salim....." Amelia berteriak memanggil putranya yang mungkin sengaja diabaikan Samudra yang pertama melanjutkan langkahnya.

"Anak itu," Amelia geleng-geleng kepala.

"Tadi sudah kok. Bunda," sahut Zena berusaha untuk tenang seolah-olah tidak terjadi apapun di antara mereka.

"Mungkin Samudra memang buru-buru dan tidak sempat berpamitan untuk yang kedua kalinya yang terpenting Zena sudah mengatakan sebelumnya sudah berpamitan," sahut Faisal berprasangka baik kepada putranya.

"Ya sudah Zena, kamu sebaiknya sekarang istirahat!" titah Amelia.

"Iya Bunda," sahut Zena menganggukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

*****

Zena berada di dalam kamarnya yang berdiri di depan jendela dengan ponsel yang berada di telinga.

"Kamu jangan terlalu percaya diri jika saya tidak mengungkapkan semua ini kepada kedua orang tua saya. Saya memilih diam karena saya tidak ingin mereka akan kecewa dan sakit hati atas perbuatan kamu. Saya saja begitu hancur dan tidak menyangka kamu bisa melakukan semua ini, saya benar-benar kecewa kepada kamu, saya tidak bisa menerima semua ini dan jika pernikahan kita masih utuh sampai saat ini bukan berarti saya tidak berani untuk mengakhirinya, tetapi mungkin ini adalah pembalasan untuk kamu karena bagaimana kamu telah mempermainkan saya,"

"Kamu harus merasakan bagaimana dinginnya pernikahan, dan penderitaan yang kamu rasakan tidak akan sebanding dengan rasa kecewa saya kepada kamu,"

Tut-tut-tut-tut

Panggilan telepon itu langsung tertutup, Samudra menghubunginya dan mengatakan apa alasannya untuk tidak memberitahu kebenarannya terjadi di antara pernikahan mereka.

Hiks-hiks-hiks-hiks.

Air mata Zena jatuh jatuh kembali dengan perlahan tubuhnya terduduk di lantai.

Zena seketika memeluk tubuhnya, menutup telinganya dengan kedua tangannya seolah-olah apa yang terjadi di masa lalu kembali terbayang dalam benaknya bagaimana dirinya diperkosa.

"Aaaaaaaa!"

"Aaaaaaaaaa!"

Zena berteriak ternyata tidak mampu mengendalikan dirinya, selama ini dia berusaha untuk bangkit, menyembunyikan sendiri lukanya dan menjalankan hidup dengan semestinya dan ternyata kejadian di masa lalu menjadi petaka dalam pernikahannya.

Pria yang dia pikir bisa menerima masa lalunya dan harus memakinya dengan kata-kata yang sangat kasar seolah-olah dialah penjahatnya dan padahal Zena adalah korban dari seseorang yang tidak diketahui sampai saat ini.

Sama halnya dengan Samudra masih tetap dengan kemarahannya.

"Aaaaaa!" Samudra melampiaskan amarah itu dengan memukul setir mobil.

"Kenapa kamu sejahat ini Zena, apa kamu tidak menyadari bahwa kamu telah menipu saya, kenapa kamu setega ini kepada saya,"

"Siapa laki-laki itu Zena, siapa yang telah menodai kamu, kenapa kamu harus melibatkan saya dalam hubungan seperti ini kenapa Zena, apa kesalahan saya kepada kamu sampai kamu harus membawa saya dalam hubungan pernikahan yang gila!" teriak Samudra dipenuhi dengan rasa kekecewaan.

Pasangan suami istri itu sama-sama berteriak histeris, Samudra masih marah dengan pria yang telah menodai istrinya, Samudera merasa pernikahannya telah terhkianati, Samudra tidak berusaha dan memberi kesempatan kepada Zena untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

*****

"Aneh sekali Samudra malam-malam ke rumah harus mengantarkan Zena karena hanya ingin pergi ke Bandung untuk menemui atasannya, padahal hanya ke Bandung saja dan Mama rasa Zena juga tidak perlu harus dititipkan segala," ucap Amelia saat berada di atas tempat tidur ternyata kepikiran dengan kedatangan putra-putri mereka.

"Kamu ini kenapa harus memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu, Zena dan Samudra baru saja menikah dan pasti tidak terjadi apapun diantara mereka, mungkin memang ini keadaannya mendesak dan Samudra terlalu khawatir jika Zena harus ditinggal sendirian," sahut Faisal.

"Ya mudah-mudahan saja tebakan Papa benar. Mama juga sebenarnya mengharapkan hal yang sama, karena bagaimanapun jujur saja. Mama takut sekali jika terjadi sesuatu yang tidak beres di antara hubungan mereka," sahut Amelia dengan perasaan seorang ibu pasti lebih sensitif.

Bersambung.......

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!