Karena sebuah kesalahan Kalundra Ananda Ramones, harus menikahi wanita yang baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah tidak lagi mempedulikan statusnya sebagai tunangan orang yang dicintainya.
Aluna Dinda Soeharjo wanita cantik berusia 25 tahun, demi menghindari kakak tirinya dia pergi ke Jakarta. Aluna terpaksa menerima tawaran yang diajukan Kalundra demi menutupi rasa malu keluarganya. Dia belum yakin sepenuhnya jika yang mengucapkan ijab qobul, bukan orang yang dia cintai.
Surat perjanjian disepakati oleh keduanya, mereka tinggal seatap, layaknya pasangan pada umumnya.
Seiiring berjalannya waktu cinta tumbuh di antara keduanya, siapakah yang akan Kalundra pilih? Cinta masa kecilnya atau wanita yang sekarang menyandang status sebagai istrinya? Dari pada penasaran baca yuk.
Ini Sekuel Kepincut Cinta Dokter ya. Tapi ini kisah anaknya, kalau kalian baca langsung juga nyambung kok, karena di novel pertama itu, tentang kisah lahirnya Kalundra dan saudaranya.
Selamat membaca semoga suka dengan tulisan saya ini.
Follow Ig : rehuella1
Fb Yetha itu Yhenie
Pesan saya jangan lupa favoritkan dan like ya, kalau mau kritik saran, boleh banget.😅
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar 205
Musim penghujan sudah melanda kota Jakarta, selain macet karena banyaknya kendaraan, di beberapa lokasi macet akibat banjir yang selalu menjadi langganan di kota ini.
Satu bulan sudah di lewati Aluna, sebagai istri rahasia Kalun. Pagi ini dia sudah siap dengan file dan flashdisk hasil pekerjaannya, sudah hampir 3 minggu Aluna disibukkan dengan proyek Emero Group, dan besok adalah harinya presentasi di depan Kalun, untuk mendapat persetujuan dari bosnya itu.
“Pagi Pak David ...” sapa Aluna ketika melewati meja kerja David.
“Hai Lun. Apa sudah siap buat besok?”
“Insya Allah sudah Pak.” Aluna menjawab mantap.
“Baiklah, kamu harus percaya diri untuk itu, aku yakin Pak Kalun akan suka dengan desain yang kamu buat,” ujar David yang masih fokus pada layar di depannya. Aluna hanya tersenyum manis, ke arah David.
Minggu kemarin dia sudah menerima gaji pertamanya yang lumayan banyak, jadi dia bisa berbelanja baju bagus kemarin.
Kalian jangan berpikir Kalun memberi uang Aluna ya? Karena Kalun hanya memberi atm yang Aluna tidak tau password-nya berapa. Mungkin suaminya itu lupa memberitahu Aluna, berapa kode password atm-nya.
Aluna masih berkutat di depan layar komputernya, dia masih harus memeriksa lagi desainnya untuk presentasi besok.
Dia mengabaikan dering ponsel yang sejak tadi berdering, hingga panggilan ke lima kali, Aluna baru mengambil ponsel itu dari dalam tasnya.
Aluna mengerutkan kening saat melihat nomor baru yang tidak terdapat di phonebook- nya. Dengan hati khawatir Aluna mengangkat ponsel itu, dia khawatir akan mendapatkan kabar buruk dari Solo.
“Hallo ....”
“Lama banget angkat teleponnya!” maki orang di seberang telepon.
“Ini siapa?”
“Masih tanya, apa kamu nggak ingat suara merduku ini?”
“Siapa? Jangan main tebak-tebakkan, aku sedang sibuk! Kalau nggak ada yang penting aku matikan teleponnya,” ucap Aluna sambil menggerakkan mouse di tangannya.
“Kau benar tidak mengenali suara suamimu?”
Aluna langsung menatap layar ponselnya, karena tiba-tiba sambungannya terputus.
“Owalah, kamu to? tak pikir kie sopo.”
(“Astaga, kamu ya? aku pikir siapa.”)
Aluna hanya mengerutkan kening, sambil tersenyum geli. Membayangkan wajah kesal Kalun yang pasti sangat lucu menurutnya. Ponsel kembali berdering, dia tersenyum meringis melihat nomor baru itu kembali meneleponnya.
“Mau apa lagi dia?” ucapnya sambil mencoba menahan tawanya.
“Kenapa nggak telepon balik! Kamu datang ke hotel depan kantor sekarang! Aku sudah menunggumu!” perintah Kalun tegas.
“Tapi pekerjaanku masih banyak,” tolak Aluna.
“Aku nggak menerima penolakkan, 5 menit harus sampai sini, atau ...” ucap Kalun yang menghentikan ucapannya karena tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk Aluna.
“Emm aku lusa akan pergi, jadi menurutlah!” lanjut Kalun, yang tidak ingin Aluna menolak. Karena lusa rencananya dia akan ke London untuk mengunjungi tunangannya. Sekaligus merayakan hari ulang tahunnya di sana.
Aluna lalu menyetujui permintaan Kalun, karena selama ini dia juga tidak pernah makan siang bersama suaminya. Aluna berjalan mengendap-endap keluar dari kantor, karena takut ada orang yang mengetahui jika dia pergi menemui Kalun.
Saat tiba di hotel, dia bertemu Doni yang berdiri di depan pintu.
Aluna menyapa Doni dengan ramah setelah berada di samping Doni.
“Bapak sudah menunggu di kamar 205 Non,” jelas Doni sambil menunjukkan arah lift.
“Terima kasih, jangan panggil Non, panggil Luna saja!” pinta Aluna sebelum masuk ke dalam lift.
Aluna berjalan mencari angka 205 yang tertulis di pintu kamar hotel. Setelah menemukan kamarnya dia segera mengetok pintu kamar itu.
Tidak butuh waktu lama, Kalun sudah terlihat di depannya.
“Hai ...” sapa Aluna ramah.
“Masuk!” perintah Kalun sambil berjalan meninggalkan Aluna di depan pintu.
“Masuklah!” ulang lagi setelah melihat Aluna ragu untuk melangkahkan kakinya.
Aluna lalu masuk ke dalam kamar mewah itu, kamar bernuansa putih, hitam dan biru, warna khas pria, yang terlihat rapi dan wangi. Dia lalu duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Kalun.
“Makanan apa ini?” tanya Aluna saat melihat porsi makanan yang di piringnya terlalu sedikit.
“Nggak ada nasi soto atau pecel sajakah? Lidahku tidak terbiasa memakan makanan seperti ini,” lanjut Aluna saat melihat menu makanan asing di depannya.
“Sudah makan saja, ini makanan favoritku, ciciplah dulu kamu pasti suka, Kayra saja suka makanan ini!” Kalun berucap sambil mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
“Tapi kamu juga harus ingat jika aku bukan Kayra, aku Aluna. Jika kamu lupa itu,” ucap Aluna sambil menundukkan wajahnya, dia meraih minuman bewarna merah di depannya, tanpa melihat ke arah Kalun dia langsung meminum minumannya.
Kalun hanya tertawa kecil setelah mendengar ucapan Aluna.
“Ya benar, kalian memang berbeda, harusnya aku sadar juga, jika kalian punya selera yang berbeda,” jelas Kalun yang masih melanjutkan makanannya.
“Aku akan memesankan makanan untukmu,” lanjut Kalun yang dijawab gelengan kepala oleh Aluna.
“Nggak perlu, aku makan di kantin saja, lagian jika kita memesan sekarang pasti akan lebih lama lagi datangnya,” ucap Aluna sambil berdiri dari duduknya. Kalun langsung meletakkan sendok di tangannya dan menatap ke arah wajah Aluna.
“Apa kamu cemburu? Aku berharap itu tidak terjadi.”
Aluna terkekeh saat mendengar ucapan dari bibir Kalun.
Dia nggak akan cemburu, walau melihat suaminya itu bermesraan dengan orang lain karena dia hanya menganggap Kalun tidak lebih dari teman. Tapi dia sejenak berpikir, kenapa Aluna merasa sedih saat mendengar Kalun akan pergi menemui Aluna.
“Jangan khawatir, aku sudah membatasi hatiku untuk tidak jatuh hati padamu, aku keluar dulu, karena jam istirahat sebentar lagi akan habis,” ucap Aluna sambil melihat jam di tangannya. Dia lalu membalikkan badannya, berjalan menuju pintu keluar.
“Lun,” panggil Kalun sebelum Aluna menarik handle pintu. Membuat Aluna menahan tangannya tanpa membalikkan badan ke arah Kalun.
“Lusa aku akan ke London, aku akan menemui Kayra.” Kalun berucap sebelum Aluna pergi meninggalkannya.
Aluna membalikkan badannya, sambil tersenyum manis ke arah Kalun.
“Yah. Aku nggak tahu apa tujuanmu bicara seperti itu denganku, jika kamu meminta izin padaku, aku tidak akan mencegahmu, jika kamu hanya memberitahu padaku. Ya, nggak papa,” ucap Aluna diiringi anggukan kepala sambil tersenyum khasnya ke arah Kalun, dia lalu melihat ke arah jam di tangannya.
“Aku balik dulu, sudah waktunya aku kembali bekerja,” pamit Aluna. Dengan yakin dia menarik handle pintu, lalu berjalan keluar dari kamar 205, meninggalkan Kalun yang masih memikirkan ucapan Aluna.
Aluna tidak jadi makan siang, karena waktu istirahat sudah habis, ketika dia tiba di kantor. Dia lalu menyibukkan dirinya hingga sore tiba.
Di tengah hujan melanda sore itu, Aluna menunggu bus yang akan mengantarnya ke resto milik Samuel. Karena dia berjanji jika sore ini akan datang ke resto untuk mengisi live music di sana. Karena sudah satu bulan lebih Aluna tidak lagi bernyanyi di tempat Samuel.
👣
Tinggalkan jejak ya. Like, vote dan komentar positif.🙏