NovelToon NovelToon
Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: rehuella

Karena sebuah kesalahan Kalundra Ananda Ramones, harus menikahi wanita yang baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah tidak lagi mempedulikan statusnya sebagai tunangan orang yang dicintainya.

Aluna Dinda Soeharjo wanita cantik berusia 25 tahun, demi menghindari kakak tirinya dia pergi ke Jakarta. Aluna terpaksa menerima tawaran yang diajukan Kalundra demi menutupi rasa malu keluarganya. Dia belum yakin sepenuhnya jika yang mengucapkan ijab qobul, bukan orang yang dia cintai.

Surat perjanjian disepakati oleh keduanya, mereka tinggal seatap, layaknya pasangan pada umumnya.

Seiiring berjalannya waktu cinta tumbuh di antara keduanya, siapakah yang akan Kalundra pilih? Cinta masa kecilnya atau wanita yang sekarang menyandang status sebagai istrinya? Dari pada penasaran baca yuk.

Ini Sekuel Kepincut Cinta Dokter ya. Tapi ini kisah anaknya, kalau kalian baca langsung juga nyambung kok, karena di novel pertama itu, tentang kisah lahirnya Kalundra dan saudaranya.

Selamat membaca semoga suka dengan tulisan saya ini.

Follow Ig : rehuella1
Fb Yetha itu Yhenie

Pesan saya jangan lupa favoritkan dan like ya, kalau mau kritik saran, boleh banget.😅

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar 205

Musim penghujan sudah melanda kota Jakarta, selain macet karena banyaknya kendaraan, di beberapa lokasi macet akibat banjir yang selalu menjadi langganan di kota ini.

Satu bulan sudah di lewati Aluna, sebagai istri rahasia Kalun. Pagi ini dia sudah siap dengan file dan flashdisk hasil pekerjaannya, sudah hampir 3 minggu Aluna disibukkan dengan proyek Emero Group, dan besok adalah harinya presentasi di depan Kalun, untuk mendapat persetujuan dari bosnya itu.

“Pagi Pak David ...” sapa Aluna ketika melewati meja kerja David.

“Hai Lun. Apa sudah siap buat besok?”

“Insya Allah sudah Pak.” Aluna menjawab mantap.

“Baiklah, kamu harus percaya diri untuk itu, aku yakin Pak Kalun akan suka dengan desain yang kamu buat,” ujar David yang masih fokus pada layar di depannya. Aluna hanya tersenyum manis, ke arah David.

Minggu kemarin dia sudah menerima gaji pertamanya yang lumayan banyak, jadi dia bisa berbelanja baju bagus kemarin.

Kalian jangan berpikir Kalun memberi uang Aluna ya? Karena Kalun hanya memberi atm yang Aluna tidak tau password-nya berapa. Mungkin suaminya itu lupa memberitahu Aluna, berapa kode password atm-nya.

Aluna masih berkutat di depan layar komputernya, dia masih harus memeriksa lagi desainnya untuk presentasi besok.

Dia mengabaikan dering ponsel yang sejak tadi berdering, hingga panggilan ke lima kali, Aluna baru mengambil ponsel itu dari dalam tasnya.

Aluna mengerutkan kening saat melihat nomor baru yang tidak terdapat di phonebook- nya. Dengan hati khawatir Aluna mengangkat ponsel itu, dia khawatir akan mendapatkan kabar buruk dari Solo.

“Hallo ....”

“Lama banget angkat teleponnya!” maki orang di seberang telepon.

“Ini siapa?”

“Masih tanya, apa kamu nggak ingat suara merduku ini?”

“Siapa? Jangan main tebak-tebakkan, aku sedang sibuk! Kalau nggak ada yang penting aku matikan teleponnya,” ucap Aluna sambil menggerakkan mouse di tangannya.

“Kau benar tidak mengenali suara suamimu?”

Aluna langsung menatap layar ponselnya, karena tiba-tiba sambungannya terputus.

“Owalah, kamu to? tak pikir kie sopo.”

(“Astaga, kamu ya? aku pikir siapa.”)

Aluna hanya mengerutkan kening, sambil tersenyum geli. Membayangkan wajah kesal Kalun yang pasti sangat lucu menurutnya. Ponsel kembali berdering, dia tersenyum meringis melihat nomor baru itu kembali meneleponnya.

“Mau apa lagi dia?” ucapnya sambil mencoba menahan tawanya.

“Kenapa nggak telepon balik! Kamu datang ke hotel depan kantor sekarang! Aku sudah menunggumu!” perintah Kalun tegas.

“Tapi pekerjaanku masih banyak,” tolak Aluna.

“Aku nggak menerima penolakkan, 5 menit harus sampai sini, atau ...” ucap Kalun yang menghentikan ucapannya karena tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk Aluna.

“Emm aku lusa akan pergi, jadi menurutlah!” lanjut Kalun, yang tidak ingin Aluna menolak. Karena lusa rencananya dia akan ke London untuk mengunjungi tunangannya. Sekaligus merayakan hari ulang tahunnya di sana.

Aluna lalu menyetujui permintaan Kalun, karena selama ini dia juga tidak pernah makan siang bersama suaminya. Aluna berjalan mengendap-endap keluar dari kantor, karena takut ada orang yang mengetahui jika dia pergi menemui Kalun.

Saat tiba di hotel, dia bertemu Doni yang berdiri di depan pintu.

Aluna menyapa Doni dengan ramah setelah berada di samping Doni.

“Bapak sudah menunggu di kamar 205 Non,” jelas Doni sambil menunjukkan arah lift.

“Terima kasih, jangan panggil Non, panggil Luna saja!” pinta Aluna sebelum masuk ke dalam lift.

Aluna berjalan mencari angka 205 yang tertulis di pintu kamar hotel. Setelah menemukan kamarnya dia segera mengetok pintu kamar itu.

Tidak butuh waktu lama, Kalun sudah terlihat di depannya.

“Hai ...” sapa Aluna ramah.

“Masuk!” perintah Kalun sambil berjalan meninggalkan Aluna di depan pintu.

“Masuklah!” ulang lagi setelah melihat Aluna ragu untuk melangkahkan kakinya.

Aluna lalu masuk ke dalam kamar mewah itu, kamar bernuansa putih, hitam dan biru, warna khas pria, yang terlihat rapi dan wangi. Dia lalu duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Kalun.

“Makanan apa ini?” tanya Aluna saat melihat porsi makanan yang di piringnya terlalu sedikit.

“Nggak ada nasi soto atau pecel sajakah? Lidahku tidak terbiasa memakan makanan seperti ini,” lanjut Aluna saat melihat menu makanan asing di depannya.

“Sudah makan saja, ini makanan favoritku, ciciplah dulu kamu pasti suka, Kayra saja suka makanan ini!” Kalun berucap sambil mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Tapi kamu juga harus ingat jika aku bukan Kayra, aku Aluna. Jika kamu lupa itu,” ucap Aluna sambil menundukkan wajahnya, dia meraih minuman bewarna merah di depannya, tanpa melihat ke arah Kalun dia langsung meminum minumannya.

Kalun hanya tertawa kecil setelah mendengar ucapan Aluna.

“Ya benar, kalian memang berbeda, harusnya aku sadar juga, jika kalian punya selera yang berbeda,” jelas Kalun yang masih melanjutkan makanannya.

“Aku akan memesankan makanan untukmu,” lanjut Kalun yang dijawab gelengan kepala oleh Aluna.

“Nggak perlu, aku makan di kantin saja, lagian jika kita memesan sekarang pasti akan lebih lama lagi datangnya,” ucap Aluna sambil berdiri dari duduknya. Kalun langsung meletakkan sendok di tangannya dan menatap ke arah wajah Aluna.

“Apa kamu cemburu? Aku berharap itu tidak terjadi.”

Aluna terkekeh saat mendengar ucapan dari bibir Kalun.

Dia nggak akan cemburu, walau melihat suaminya itu bermesraan dengan orang lain karena dia hanya menganggap Kalun tidak lebih dari teman. Tapi dia sejenak berpikir, kenapa Aluna merasa sedih saat mendengar Kalun akan pergi menemui Aluna.

“Jangan khawatir, aku sudah membatasi hatiku untuk tidak jatuh hati padamu, aku keluar dulu, karena jam istirahat sebentar lagi akan habis,” ucap Aluna sambil melihat jam di tangannya. Dia lalu membalikkan badannya, berjalan menuju pintu keluar.

“Lun,” panggil Kalun sebelum Aluna menarik handle pintu. Membuat Aluna menahan tangannya tanpa membalikkan badan ke arah Kalun.

“Lusa aku akan ke London, aku akan menemui Kayra.” Kalun berucap sebelum Aluna pergi meninggalkannya.

Aluna membalikkan badannya, sambil tersenyum manis ke arah Kalun.

“Yah. Aku nggak tahu apa tujuanmu bicara seperti itu denganku, jika kamu meminta izin padaku, aku tidak akan mencegahmu, jika kamu hanya memberitahu padaku. Ya, nggak papa,” ucap Aluna diiringi anggukan kepala sambil tersenyum khasnya ke arah Kalun, dia lalu melihat ke arah jam di tangannya.

“Aku balik dulu, sudah waktunya aku kembali bekerja,” pamit Aluna. Dengan yakin dia menarik handle pintu, lalu berjalan keluar dari kamar 205, meninggalkan Kalun yang masih memikirkan ucapan Aluna.

Aluna tidak jadi makan siang, karena waktu istirahat sudah habis, ketika dia tiba di kantor. Dia lalu menyibukkan dirinya hingga sore tiba.

Di tengah hujan melanda sore itu, Aluna menunggu bus yang akan mengantarnya ke resto milik Samuel. Karena dia berjanji jika sore ini akan datang ke resto untuk mengisi live music di sana. Karena sudah satu bulan lebih Aluna tidak lagi bernyanyi di tempat Samuel.

👣

Tinggalkan jejak ya. Like, vote dan komentar positif.🙏

1
Mira Hastati
bagus
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
eonnira
yeeeee ketemu juga ceritanya ayah Kalun dan bunda Luna🤗🤗
Afriyani Fristianingrum
Buruk
Arie Afnieta
bagus
Lenni Namora
Luar biasa
dini0532
Bisa2nya aku netesin air mata di kantor gara2 baca part Luna melahirkan 🥲
dini0532
Papa Erik selalu terdepan. Tim satsetsatset. Tapi anak dan mantu2nya klemer2 semua, ibarat kata musibah dibikin sendiri mulu zzz
dini0532
Aneh banget Pak Budinya juga. Kalo Kalun ga bisa dihubungi ya coba hubungi yg lain jg dong. Apalagi ini baru ketauan kalo Luna hamil tp ga ada tanda2 nyuruh Kalun dan keluarganya buat jemput. Harusnya curiga dong knp anaknya bisa sendirian lama bgt di Solo
dini0532
Kadang Kalun emang suka cemburu berlebihan, giliran Luna yg cemburu di sepelein. Tp untuk soal rumah, aku sependapat sm Kalun. Mending cari rumah lain dr pd nantinya jd kebayang2 Fandi terus
dini0532
Lemah amat luluhnya cuma sama nasi goreng. Pdhl fatal bgt kesalahannya, bukan cuma sekedar nemenin mantan yg lg sekarat tp nyaris ijab qabul. Bayangin kalo keburu ijab qabul dan si Kayra blm meninggal. Brarti kan Luna bener2 di madu. Pantes Riella di madu, ini mah bener2 karma abangnya kayanya
dini0532
Kalun kan katanya dulu dokter tapi kok sebodoh ini sih? Luna kan hitungannya habis keguguran. Papanya udah ngewanti2 buat ABC tp dengan santai dan sadarnya Kalun ngejawab nentang bodo amat kaya gitu. Kok lama2 jd makin kesel sm karakter Kalun ya?!
dini0532
Good job Aluna, sempet mikir kirain dia cepet luluh ternyata tetap tangguh. Hukuman harus ttp ada buat Kalun biar dia bisa ngehargain istrinya. Kecewa bgt pasti jd Luna
dini0532
Walaupun tau endingnya Kalun sm Luna kaya gimana. Tp gue msh ttp penasaran sm kelanjutan masalah ini. Pgn Kalun "sadar" sm kelakuannya sih
dini0532
Walaupun Kayra meninggal, tapi tetep ga suka dan ga bisa dibenarkan jg caranya Kalun sembunyi2 kaya gini. Bener2 ga ngehargain istri. Pdhl kalo jujur pasti Luna bakal izinin apalagi kalo tau Kayra sekarat
dini0532
Gue kalo jd Luna, walaupun Ferdi orang baik dan dia diwasiatin gt sama Fandi, gue ttp nolak sih. Ga kebayang kalo mesti terus2an kebayang Fandi di fisik Ferdi. Nantinya jd gatau beneran cinta sm Ferdi atau cuma krn Fandi. Trs blm lagi ibu mertua nya kaya begitu. Mending jadi mantunya Papa Erik Mama Ella dh, bener2 di syg bgt
dini0532
Kok cinta sm Emil dari sejak SD sih? Bukannya SD masih sukanya sm Kenzo ya? Baru demen Emil kan pas sekitaran SMA / kuliah, pas dia udah benci sm Kenzo kan?
dini0532
Parah bgt kalo beneran ditinggal di hotel sendirian tanpa kabar. Minimal tinggalin pesan kek di kertas / sms
dini0532
Kasihan jg sih Kalun kaya berjuang sendirian. Seandainya Luna tau pengorbanan Kalun biar bisa terus bareng dia
dini0532
Waahh kirain cuma papa Erik yg tau belangnya Kayra, ternyata papanya Kayra pun tau gmn kelakuan anaknya ckck
dini0532
Fix Aluna hamil dan papa Erik udah tau sejak Luna pingsan. Makanya kmrn ajudannya ganti kopi jd susu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!