season 1
Naina...gadis cantik yang hidupnya penuh pengorbanan.
setelah papanya meninggal dan adiknya sakit,dia dipaksa keadaan untuk hidup mandiri dan penuh pengorbanan hingga akhirnya terjebak dalam ikatan pernikahan sebagai istri kedua,lebih tepatnya sebagai wanita penerus keturunan keluarga Hardiansyah,karena istri aryo putra Hardiansyah tidak dapat meneruskan keturunan keluarga tersebut.
karna cintanya aryo pada erlita hingga paksaan untuk menikah lagi dituruti dengan syarat dia tidak akan menceraikan erlita.
akankan pengorbanan naina berbuah manis?atau kah pergorbanan nya hanya sebuah pengorbanan disepanjang hidupnya??
season 2
perjalanan kehidupan Kenan dan keluarganya si anak bungsu keluarga Hardiansyah, penuh suka duka tawa dan airmata. Perjuangan dan pengorbanan juga mewarnai kehidupan mereka.
bagaimana posesif nya Kenan terhadap dua putrinya ketika mereka menemukan tambatan hati masing-masing, di warnai dengan kekocakan dan ke gesrekan orang-orang disekitarnya.
Pokoknya kepoin deh, kalo season 1 siap tissue, season 2 siap dua tissue karena kalian akan menangis dan tertawa bersamaan.
(Jangan khawatir season 2 banyak kocaknya dan bisa mengobati luka hati di season 1....istilah menangis- nangis dahulu...ngakak-ngakak kemudian!!)
Jangan lupa like.komen n vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburunya aryo
Naina sampai di rumah setelah jalan-jalan dengan daniel hari ini,dia membeli sesuatu untuk namira dan menemui erlita di taman belakang yang sedang bercengkrama dengan namira.
"kak...cocok gak buat namira?...tadi aku liat di toko lucu terus aku beliin deh buat namira"
"cantik nai....makasih..bunda" ucap erlita seraya menirukan suara bayi seolah namira yang sedang berbicara.
" nai hari ini aku akan ke panti dan menginap di sana...aku kangen dengan ibu panti,mereka juga ingin melihat namira"
"sekarang kak?"
" ya aku hanya sedang menunggu kamu pulang aja"...
"ya udah aku berangkat dulu ya....temen ku udah njemput,aku sudah bilang aryo aku pergi" kata erlita sambil berjalan menuju ruang tamu...
"biiii.... barang-barang ku sudah disiapkan?"
kata erlita.
"sudah nya...ini kan?" saut bi Lastri.
Nainae ikut mengantar erlita ke depan.
"hati-hati kak er...berapa hari kakak disana?"
"hanya 3 hari nai"
"aku pasti kangen banget"....
"aku segera kembali,ini hanya acara reuni dan kangen-kangenan aja nai..."
Akhirnya naina melepaskan kepergian erlita bersama dengan namira, seketika dia merasa kesepian, biasanya erlita dan namira lah yamg jadi teman bermain dan bercanda.
#####
Malam telah menjelang,naina yang di beritahu bibi harus makan sendiri karna aryo lembur dan mama ratna sedang berangkat keluar kota sedangkan tante dinda sudah masuk ke dalam kamarnya.
Braaak......
suara pintu di buka keras dan pelaku nya tak lain adalah aryo...karna kaget naina reflek menjatuhkan sisir yang dipakainya.
"Mas udah pulang? "
" pulang jam berpa kamu tadi?" tanya aryo dengan nada datarnya.
"ohh pulang sore sekitar jam 5an mas....oya mas tadi kak erlita pergi dan mau menginap di panti ada reuni katanya,mas aryo tidak bisa dihubungi tadi"...ucap naina panjang lebar.
"aku sudah bilang jangan lama-lama pergi,kenapa sampai sore?hah??!!senang kamu ber duaan dengan daniel?hah??!!"
aryo malah tak menanggapi kata-kata naina soal kepergian erlita, hati nya masih kesal saat membayangkan naina dan daniel ber dua an di mall tadi...malah masih terbayang jelas di telinganya kata-kata sayang yang di lontarkan daniel pada naina.
naina yang melihat aryo mendekati nya dengan sorot mata tajam mulai gemetar,apa gerangan yang membuat aryo semarah itu, padahal jelas-jelas tadi pagi dialah yang menelpon naina untuk bersiap-siap di jemput daniel ke mall dan itu berarti aryo mengijinkan dia pergi.
Aryo yang di bakar api cemburu mendekati naina dengan tatapan yang tajam, seketika naina bangkit dari kursi riasnya..naina binggung harus berbuat apa,dia hanya merasa keheranan akan kemarahan aryo.
tak di sangka aryo dengan kasar meraih tengkuk naina dan mulai membenamkan bibirnya ke bibir mungil naina.
merasa mendapat serangan mendadak naina mencoba menghindar,dia mendorong kuat dada aryo...namun sia-sia tenaga naina tak sebanding dengan badan aryo yang besar.
seakan lupa akan kehamilan naina,aryo terus menyerang naina, mendorong naina jatuh di atas ranjang, pertarungan pun terjadi karna dorongan kecemburuan aryo.
pergulatan panas mereka dimenangkan oleh aryo dengan kemenangan telak 4-0 ronde.
dengan nafas yang masih tersengal-sengal aryo menjatuhkan diri di samping naina, menghadap ke tubuh naina yang juga terlihat letih disampingnya.
"jangan membuat ku kesal nai!" sambil menyisihkan rambut naina yang sedikit menutupi wajahnya.
naina memeluk aryo, menenggelamkan wajahnya didada bidang aryo.
"Jangan ulangi lagi mas...ada adik bayinya di sini...takut kenapa-kenapa" ucap naina sedikit takut, walaupun permainan aryo tidak kasar tapi menghabiskan sampai beberapa ronde membuat perut nya sedikit kram.
seakan baru tersadar dengan perbuatannya aryo dengan sigap mengelus perut naina...
"Apa sakit? apa dia baik-baik saja?" tanya aryo kawatir dengan keadaan janin naina.
naina hanya menggeleng.
"Maaf....kau yang membuat aku kesal"
"nai...aku ayah dari bayi ini, tapi semuanya harus daniel...apa anak ini benci pada ayahnya?"...
'aduuhh mode marah lagi....****** aku' batin naina.
"ehemmm mas.... tentu saja dia tidak benci,dia hanya bayi kecil tanpa rasa benci mas"
"maaf ya....aku hanya ngidam aja,lagian aku kan gak bisa bepergian dengan leluasa denganmu mas...kau tau itu" ucap naina sendu.
seakan menyadari sesuatu, amarah dimuka aryo mulai surut..
"maaf aku yang salah...tidak bisa menemani mu kemanapun...maaf"
"iya....oya mas...tadi kak daniel membelikan aku hp...boleh kan..aku pake?" takut-takut naina mengatakan pada aryo,aryo memandangi naina kemudian tersenyum dengan manis...
"boleh.... tidurlah ini sudah hampir jam 12 malam"
ting.....
tiba-tiba hp di atas meja samping ranjang berbunyi menandakan sebuah sms masuk, ternyata itu hp baru naina,karna letaknya lebih dekat dengan aryo diapun mengambil nya dan melihat siapa yang mengirim pesan.
--sudah tidur nai?...ini no.ku simpan no.ku ya...kak daniel--
begitulah bunyi pesan tersebut.
"siapa mas?" tanya naina.
"Jangan bertanya lagi nai!!atau aku akan menghukum mu lagi!!!!" kata aryo dengan raut muka merah padam.
'ohhh Tuhan...marah lagi' batin naina kemudian menenggelamkan wajahnya di dada aryo dan memejamkan matanya, sungguh naina tidak ingin mendapat hukuman lagi dari singa yang sedang mengamuk ini.
bersambung.....
dua sosok wanita mulia yang dipanggil ibu
*naina wanita mulia yang berkorban nyawa demi keluarga, suami dan anaknya,
*erlita wanita mulia yang berkorban perasaan dan menjadi ibu sambung yang sangat baik
aku sangat bangga masih ada novel yang memuliakan wanita
karena banyak sekali novel yang merendahkan wanita,