NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Istri Pertama Kasdun

Cinta memang harus diperjuangkan namun saat hati lelah untuk menggapainya rasanya enggan berlanjut. Biarlah skenario Allah yang bicara. Manusia hanya bisa mengukir sebuah nama untuk bisa dipertahankan dalam doa. Biarlah nama tersebut bersemayam dalam hati walau sulit memiliki. Yang ada dalam pikiran Keira saat ini bagaimana ia bisa berubah tanpa harus memikirkan yang namanya cinta.

Sebuah musik mengalun merdu dari suara Syafiq Farhain yang belum lama ini Keira ikuti. Liriknya sangat menyentuh hati seolah mewakili keadaan dirinya saat ini.

^^^Tika aku khilaf Kau setia di sisiku^^^

^^^Dalam aku alpa Kau beri nikmat^^^

^^^Tidak kau biarkan aku sendirian^^^

^^^Tanpa sentuhan kasihmu^^^

Hadirkanlah padaku

sentuhan kasih sayangmu

usah biarkan ku

terkapai-kapai mencari tulusnya cintamu

hanya padamu aku berpaut

Hatinya yang gamang seolah sirna dalam mencerna lirik tersebut Hanya Allah yang setia mendampinginya. Saat dirinya terperosok Allah mengirimkan Kasdun untuk menolongnya, berkali-kali Kasdun memberikan perhatian yang lebih padanya walaupun pada akhirnya Kasdun lebih memilih orang lain sebagai pendamping hidupnya kelak.

"Alhamdulillah sampai juga." Ujar Meira dan Rina secara bersamaan. Mereka merasa senang akhirnya bisa jalan bersama lagi setelah sekian purnama bergelut dengan rutinitas sehari-hari.

"Kemana dulu kita?" Tanya Keira meminta saran pada kedua sahabatnya.

"Nonton dulu yuk!" Saran Meira yang merasa kangen dengan masa SMA nya dulu. Sering nonton bioskop bersama teman-temannya sepulang sekolah.

"Eh jangan mending kita lihat-lihat sepatu dulu sekalian cuci mata siapa tahu ada yang diskon." Sargah Rina yang ingin sekali membeli sepatu incarannya tapi tidak punya uang untuk membelinya.

"Memangnya kamu mau beli?"

"Engga sih. Tapi siapa tahu ada yang mau beliin, bos cilok misalnya." Rina melirik keira yang terlihat manyun.

"Dih ngarep. Kerja dulu yang benar nanti ku kasih bonus buat kalian! Orderan semakin banyak kita cari yang diskonan biar untung tambah besar. Biar kalian engga saling iri jadi aku yang putuskan. Kita belanja kebutuhan cilok dulu." Keira langsung masuk mall tanpa persetujuan kedua sahabatnya.

Seperti bodygard kedua sahabatnya mengikuti dari belakang. Menyadari keduanya tidak ada di samping, Keira menghentikan langkahnya lantas membalikkan badannya ke belakang.

"Kenapa berhenti Kei?"

"Kalian ini jalannya jangan kayak siput dong. Kita harus gesit. Waktu kita sangat berharga. Lagi pula aku bukan majikan kalian, kita sahabat dan selamanya akan jadi sahabat."

"Iya tapi jangan terlalu cepat juga dong Kei, kita ga bisa santai dan cuci mata." Protes Meira.

"Cuci matanya di kamar mandi saja biar bersih. Ayo cepat, pulangnya kita nonton!" Tegas Keira yang membuat mereka kegirangan dan bersemangat melanjutkan langkahnya dengan mantap.

Begitu semangatnya Rina melangkahkan kakinya sampai ia tanpa sengaja menabrak seorang wanita cantik berhijab pasmina hitam dengan cardigan yang melekat ditubuhnya.

"Ya ampuuun mbak, lihat apa yang kamu lakukan? Kamu menumpahkan minuman yang barusan kubeli, jadi basah juga kan bajuku!"

"Maaf...maaf...maaf mbak beneran aku enggak sengaja." Rina merasa bersalah.

"Lain kali jalan tuh pake mata!" Wanita itu jengkel.

"Biar aku bersihkan dengan tisu." Rina merogoh tisu dari dalam tasnya.

"Eeeh ga perlu. Aku ga mau ya tangan kotormu menyentuh bajuku!"

Wanita itu menepis tangan Rina yang hendak membersihkan bajunya dengan tisu. Rina hanya bergeming.

Keira dan meira mendekat keributan yang terjadi. Mereka tidak ingin sahabatnya ada masalah dengan orang lain. Maka hal itu harus diselesaikan.

"Ada apa ini?" Tanya Keira. Wanita itu mendongak.

"Neneng? Wah enggak nyangka aku bertemu dengan calon adik ipar di sini. Enggak apa-apa kok Neng, insiden kecil. Iya kan Mbak?" Wanita itu merangkul bahu Rina dengan senyum manisnya. Keira menarik sudut bibirnya.

"Oke kalau memang tidak ada masalah yang serius aku anggap masalah selesai, ayo Rin!" Keira tidak mau berbasi-basi dengan wanita yang mengaku dirinya sebagai calon kakak ipar.

"Kak Blu apa hebatnya wanita yang kau cintai itu?" Gumam Keira dalam hati. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Maaf ya mbak!" Ujar Rina lagi. Keira menarik lengan Rina agar tidak berlama-lama berhadapan dengan Tiara.

"Ya enggak apa-apa nyantai aja." Masih dengan senyum manisnya.

"Ck..Ish..aku ke toilet dulu deh." Tiara mencari toilet untuk membersihkan baju yang kotor terkena tumpahan jus alpukat yang baru saja ia beli di gerai mall.

"Oiya aku kok lupa nanyain kabarnya Blu? Ya ampun." Tiara berusaha mencari Keira kembali di tengah-tengah keramaian. Namun nihil.

"Bagaimana aku mencari mereka. Banyak begini orangnya." Gumamnya pelan, Mata Tiara menyapu seluruh area dalam mall yang membuatnya pusing sendiri.

...****************...

Keira dan Meira memilih bahan pembuatan cilok dengan teliti mulai dari harga, masa expired kemudian membandingkannya dengan merk lainnya yang lebih terjangkau harganya. Sementara Rina mendorong troli yang hampir penuh oleh barang-barang yang sudah dibeli tidak hanya bahan-bahan cilok namun cemilan-cemilan penghilang galau pun masuk di dalam troli tersebut.

Pada saat antre di kasir, mata Keira melihat sosok yang sangat ia kenal sedang menggandeng seorang wanita. Sesekali laki-laki itu mengepaskan beberapa baju gamis pada wanita tersebut. Wanita itu terlihat bahagia.

"Eh itukan bang Kasdun! Lihat dia sama siapa tuh? Ceileh masangin sepatu segala. Beruntung sekali wanita itu bak seorang putri. Yuk kita samperin, siapa tahu kita kecimpratan ditraktir sepatu baru." Ujar Rina masih berharap punya sepatu baru.

Keira mencekal lengan Rina lalu ia menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan keputusan Rina untuk mendekati pasangan tersebut.

"Ih Kei ini kesempatan tahu mumpung kepala rumah singgah ada di mall ini sekalian kita palak. Kapan lagi coba?"

Plak

"Duh sakit Kei. Bisa-bisa kulaporkan sama pak kepala kalau asistennya galak bener sudah melakukan kekerasan terhadap bawahannya." Ujar Rina sambil meringis dan mengusap bahu kirinya.

"Lagian kamu tuh mintanya ditraktir mulu. Kamu enggak mikir ya kalau uang honor kita di rumah singgah itu tidak seberapa namun tetap kita harus syukuri. Kasihan bang Kasdun kalau dipalak sama kamu bisa-bisa dia enggak bisa nabung buat modal kawin."

Meira yang melihat kelakuan Keira tertawa renyah, seperti ada aroma kecemburuan melanda ketika melihat Kasdun bersama wanita lain.

"Kei kamu enggak mau tahu siapa wanita yang dibawa bang Kasdun?" Tanya Meira berbisik sambil menggodanya. Jelas sekali rona merah di wajahnya. Apalagi Kasdun semakin mendekat dengan wanita yang bergelayut manja di sampingnya.

"Bang Kasdun!" Meira melambaikan tangannya sambil tersenyum. Kasdun merangkul wanita di sampingnya.

"Hai kalian di sini? Ngapain?"

"Lagi main layangan Bang. Ya jelas belanja dong Bang. Si Babang aneh!" Ujar Meira. Yang membuat wanita di samping Kasdun tertawa renyah.

"Dun ini teman-teman kamu?"

"Eh iya sayang, ini teman-temanku. Ini Meira yang cantik tapi cerewet, ini Rina yang manis dan baik dan satu lagi Keira yang cantik, manis dan baik." Kasdun menatap Keira cukup lama namun Keira memutus tatapan tersebut.

Ehem

"Bang engga usah lama-lama natapnya entar kesetrum lo!" Meira membuyarkan lamunan Kasdun. Untuk mengurangi kegugupannya ia memperkenalkan wanita yang berada di sampingnya.

"Oh iya kenalkan ini istri pertama Abang! Ia seorang desainer baju."

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!