NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Bab 12

Arina berkemas dari kamarnya, di tatapnya kamar yang telah menemaninya selama tujuh belas tahun ini. Kamar yang menjadi saksi bisu kebahagiaan, dan kesedihan Arina selama ini. Kamar tempat dia, dan Rania bersama, dan tempat dia, dan Sarah saling berbagi kesedihan. Kamar yang hangat, dan menjadi saksi Arina di jauhi oleh teman-temannya dulu. Kamar tempat dia bersenang-senang dengan Rania, dan tempat dia menangis sebab tidak ada kasih sayang orang tua.

Kini semua tinggal kenangan, sementara itu Rania datang ke kamar Arina, menatap Arina yang tengah berkemas, di bantunya sahabatnya itu, dan setelah semua selesai, mereka berdua duduk di ranjang milik Arina.

"Arina, aku tahu kamu memang akan oergi cepat atau lambat, uhhhh...aku akan merindukanmu." Tukas Rania manja pada sahabatnya. Rania memang selalu manja pada Arina, dia bahkan tidak pernah seperti itu pada ibunya, hanya pada Arinalah dia menjadi manja seperti ini.

"Aduh manja banget, kebiasaan deh, entar kamu gak dapat-dapat pacar loh Ran." Ujar Arina pada Rania.

"Idih, aku mah bisa aja cari pacar, lah kamu juga cuek tuh, palingan selain Bagas mana ada cowok yang mau sama cewek cuek jutek kayak kamu." Ketus Rania kesal pada kelakuan Arina yang selalu cuek pada orang lain selain orang terdekatnya.

Arina hanya menggeleng pelan. " Aku tuh pengen fokus belajar dulu, gak mau mikirin pacar-pacaran atau apalah itu, lagian masa depan kita lebih penting dari pada pacaran kan?" Ujar Arina pada Rania.

Rania menganggukkan kepalanya, dia setuju dengan apa yang Arina katakan. Masa depan mereka lebih penting dari pada hal percintaan yang belum tentu membawa dampak baik bagi kelangsungan pendidikan mereka.

"Iya, setuju kalo itu sih. Aku juga gak mau mikirin pacar-pacaran dulu, kamu sih selamanya jomblo terserah, tapi aku juga gak mau jomblo terus sih. Mungkin saat kuliah aku akan cari pacar." Tukas Rania yang senyum-senyum sendiri. Senyumnya seketika pudar ketika Arina mentoel hidung Rania dengan jari telunjuk miliknya.

"Kamu itu, gak usah berhayal, ayo bantu aku naikin barang-barang ini ke dalam mobil." Ujar Arina pada Rania yang seketika tersadar. Rania memang merasa sedih dengan kepergian Arina, tapi kali ini dia tidak ingin menangis lagi. Dia ingin tampak tegar di hadapan Arina.

"Arina kamu harus sering-sering hubungi aku ya!" Perintah Rania pada Arina. Arina menganggukkan kepalanya. Dia sudah tahu soal itu, tentunya dia akan sering menghubungi Rania mulai sekarang. Dia pasti akan sangat merindukan sosok sahabatnya mulai sekarang.

Arina menaiki mobil yang di berikan oleh Thomas Andrews untuknya, dia menaiki mobil itu, dan membuka jendelanya, dia melambaikan tangan kepada Rania. Rania juga melambaikan tangan kepada sahabatnya.

Arina tidak menyetir sendiri, dia memiliki sopir pribadi, kemanapun kini selalu ada sopir, itu karena Arina belum memiliki sim, kelak Arina akan meminta pada Tion mengajarinya soal menyetir, agar Arina bisa berpergian sendiri dengan mobilnya.

Arina merasa bosan, dia lalu memutar lagu One Piece, Memories by Maki Otsuki. Arina memang seorang otaku, dia sangat suka oada anime, selain membaca buku, anime adalah hobi lain Arina. Arina bernyanyi dengan merdu nya mengikuti irama lagi yang di putarnya. Dan tak lama berselang dia sampai di rumah besar milik Thomas Andrews. Rumah besar itu membuat Arina agak tidak nyaman, dia lebih suka rumah sederhana yang tidak terbiasa saja dengan rumah besar yang memiliki banyak pelayan. Meski ramai, rumah besar itu terasa sunyi.

Arina bergidik ketika merasakan kesunyian di rumah besar itu. Tempat ini berbeda dengan panti asuhan tempat Arina tinggal dulu, panti asuhan meski sederhana selalu menyajikan ke hangatan untuknya, berbeda dengan ke sunyian yang terasa di rumah besar itu. Arina tidak habis pikir dengan Thomas Andrews yang mungkin saja selama ini tinggal di rumah besar itu. Apa pria itu tidak merasakan sunyi yang sepi selama ini?

Arina kini masuk ke dalam kamarnya yang sudah di bereskan oleh pelayan, kamar dengan kasur king size itu membuat Arina terheran, kenapa kasurnya selebar itu? Apa ayahnya pikir Arina akan berguling-guling ke sana kemari sehingga kasur harus tebal.

Arina pun membuka lemari, dia agak terkejut, ada banyak baju di dalamnya, dan Arina sama seklali tidak butuh baju sebanyak itu, lalu akan di kemanakan baju miliknya yang di bawa oleh nya dari panti asuhan? Arina menggelengkan kepalanya cepat, dia tidak ingin ambil pusing, langsung saja Arina menaruh pakaiannya di ruang kosong lemari. Dia lalu memasuki walk in closet, banyak baju, dan gaun di sana, lengkap dengan sepatu, dan tasnya.

Dia kembali menggelengkan kepalanya. Arina laku merebahkan diri di kasur, tempat yang nyaman bagi Arina. Tal lama kemudian Arina Andrews tertidur.

Hari pun semakin siang, sementara Arina masih tidur saja di dalam kamar.

Sarah membuka pintu kamar Arina, mendapati putrinya sudah terlelap, apa Arina selelah itu?

"Sayang, waktunya makan." Ujar Sarah pada Arina yang kemudian bangun sambil memegang tangan Sarah.

"Ibu, aku masih mengantuk." Arina bersikap manja pada Sarah, melihat sisi manja Arina, Sarah jadi kesal, Arina tidak biasanya manja seperti ini.

"Ayo pergi makan, jika tidak, kakakmu Tion akan menghabiskan semua makanan kesukaanmu." Ujar Sarah pada Arina.

Arina lalu duduk, dan beranjak dari tempat tidur miliknya. Dia tidak ingin melewatkan makanan kesukaannya.

Arina lalu turun dari kamar menuju ruang makan, di sana sudah ada Tion, dan Thomas Andrews yang tengah makan. Arina lalu duduk di antara Thomas Andrews, dan Tion Andrews. Dia makan dengan lahap masakan Sarah. Arina memang sangat suka dengan masakan Sarah, setiap gigitan serasa surga dunia.

Setelah kenyang Arina ikut dengan Sarah mencuci piring, soal bersih-bersih Arina sudah biasa, dan dia adalah jago nya. Dia sudah terbiasanya bersih-bersih di panti asuhan, sehingga Arina cenderung mandiri.

"Drrrttt...Drttt... " Ponsel Arina berdering, sia lalu melihat siapa yang berani sekali menelponnya, ternyata sahabatnya Rania.

"Arina aku merindukanmu" Ujar Rania di telepon.

"Aku juga rindu padamu, bagaimana kalau kita oergi ke perpustakaan selasa depan?" Ujar Arina pada Rania.

Rania yang rindu pada Arina meski berpisah hanya sebentar pun akhirnya setuju, mereka akan pergi ke perpustakaan selasa depan, sekalian belajar untuk olimpiade yang sudah tinggal lima hari lagi. Rania ingin berusaha sebaik mungkin seperti Arina agar bisa memenangkan olimpiade tingkat nasional tersebut.

"Kalau begitu kita ketemu selasa depan, bye Arina." Rania, dan Arina lalu menutup telpon mereka.

Rania tidak sabar menunggu Selasa depan. Akhirnya Selasa depan, dua hari sebelum olimpiade.

Rania sudah datang dengan hoodie berwarna merah, begitu juga Arina yang menggunakan hoodie dengan warna yang sama. Arina tidak sengaja memakai pakaian yang sama dengan Rania, tapi dia senang bisa couple dengan sahabat baiknya itu.

Mereka masuk ke perpustakaan, di mana mereka naik ke lantai tiga, lantai satu untuk buku anak-anak, lantai dua untuk buku remaja, lantai tiga untuk perkuliahan, dan umum. Meski di lantai tiga adalah untuk perkuliahan, dan umum Arina selalu pergi ke lantai tiga sebelum akhirnya turun ke lantai dua, dia tidak ingin melewatkan jam-jam belajar materi baru yang tidak dia ketahui.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!