NovelToon NovelToon
IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: rini sya

Harga Diri Deka terasa diinjak saat mendengar penghinaan orang tua kekasihnya.

"Kamu punya apa mau meminang anaku hah?"

"Memang nya kerjaan mu apa?"

"Penghasilanmu berapa?"

Kata kata itu sungguh menyakitkan bagi Deka pemuda kampung yang saat itu hanya bekerja sebagai buruh penjaga tambak udang disalah satu desa terpencil disalah satu kota dijawa timur.

Merasa tercampuk ahirnya Deka pun bertekat mendapatkan uang yang sangat banyak agar bisa meminang kekasih hatinya, keputusanya untuk menjadi TKI sedikit mendapat penolakan dari nenek yang membesarkanya, tapi tekat nya sangat kuat demi cintanya pada Desvita sungguh besar hingga dia pun nekat.

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar bagi Deka untuk mendapatkan apa yang dia mau ditambah lagi dia harus berpisah dengan nenek tercintanya, merasa uang yang dia kumpulkan cukup ahirnya dia pun pulang ke kampung halamanya, sayang nya Desvita tak seperti dulu, kini dia sudah menjadi milik orang lain bahkan ketika dia datang Desvita sedang mengandung anak dari buah pernikahanya dengan suami nya.

HANCUR hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaan Deka saat itu, KECEWA tentu.
Apapun yang Deka miliki saat serasa tak berarti.

Seperti apa kisah selanjutnya dari Mas Deka yang berkali kali jatuh dan hancur ini, mampukah dia mencintai pengganti Desvita seperti ketika dia jatuh cinta pada kekasih pertamanya, terus ikuti kisahnya dalam IMPIAN DEKA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vonis Mengejutkan

"Ar, Ar woy Ar bangun." ucap Deka sambil menepuk nepuk pipi Arti, tanpa bicara lagi Deka langsung mengangkat tubuh Arti ke mobil.

"Uti punya minyak angin ga?" tanya Deka.

"Punya le ini." ucap Uti.

"Ti tolong oles olesin ti." pinta Deka, dia menyadari jika tak diperbolehkan menyentuh Arti karena mereka bukah muhrim.

"Kok ga sadar sadar ya Ti, makin pucat mukanya." ucap Deka.

"Kita bawa kerumah sakit aja le." usul Uti Sri.

"Oke ayo Ti."

Uti Sri masuk ke kursi belakang penumpang dan memegangi tubuh a Arti yang terkulai lemas, Deka memakaikan seltbelt untuk Arti dan menyalakan google map untuk mencari rumah sakit terdekat dengan tempat mereka berada sekarang.

Duh Deka kamu tampan sekali ketika membawa mobil dengan keadaan khawatir gini.

"Ti, masih belum mau bangun ya?" tanya Deka.

"Belum le badan nya dingin banget ini, kringetnya banyak lagi." ucap Utiku, aku pun semakin khawatir.

"Ya Tuhan kenapa dia ni." guman Deka, setelah lima menit dia berkendara ahirnya Deka menemukan rumah sakit untuk memberikan pertolongan pertama pada Arti.

"Sus, tolong kakak saya sus cepet." ucap Deka sambil menggendong Arti dan membaringkan nya ke ranjang pasien, Deka sangat terkejut ketika selesai meletakan Arti dan melihat tangan nya penuh darah.

"Sus, darah apa ini?" tanya Deka.

"Kami belum tau pak, sebaiknya anda tunggu diluar?" ucap Suster, tak lama dokter pun datang dan memeriksa Arti, Dokter meminta perawat perawat itu untuk membawa Arti di ruangan khusus, mereka terlihat sangat khawatir.

Aku meminta Uti untuk memberikan kabar ini pada Uti Tika, kami tak ingin melakukan kesalahan yang fatal. Bagaimanapun keluarganya berhak tau kan.

"Ini darah apa le?" tanya Utiku khawatir.

"Dewa juga ga tau ti ini darah apaan, dia kan ga jatuh ya kok bisa ngeluarin darah segini banyak nya." ucap Deka, dia sendiri pun bingung dengan apa yang sebenernya terjadi pada Arti.

Hampir satu jam Aku dan Utiku menunggu didepan ruangan dimana Arti ditangani, tak lama berselang Uti Tika pun datang bersama dengan seorang pria dan wanita paruh baya mungkin itu calon suaminya Arti dan calon mertuanya mungkin.

"Wa apa yang terjadi sama mbak mu?" tanya Uti Tika.

"Ga tau Ti, tiba tiba mbak Arti pingsan dan mengeluarkan banyak darah." jawab Deka, Uti Tika menangis dan menutup mulutnya terkejut.

"Ya Allah, dia kenapa ya Wa?" tanya Uti Tika.

"Bagaimana kronologinya mas?" tanya pria itu padaku dia terlihat sangat khawatir.

"Kami tadi dari makam, ketika kami berjalan hendak masuk mobil mbak Arti pingsan mas, dan sekarang sedang ditangani dokter." jawab ku, menjawab pertanyaan mas mas itu.

"Wa, ini mas Anji calon nya mbak mu." ucap Uti Tika memperkenalkan Dewa pada calon onty nya.

"Saya Dewa mas,"

"Saya Anji calon nya mbak mu." jawab nya.

Dokter pun keluar dari ruangan dimana Arti dirawat.

"Keluarga pasien."

"Kami dok." ucap Anji dan Uti Tika barengan.

"Bisa ikut keruangan saya." jawab nya.

"Bisa dok." jawab mereka, Uti Tika Anji dan ibunya pun mengikuti dokter ke ruangan nya.

Sedangkam aku dan Uti Sri menemati Arti dikamar rawatnya, dia masih terlelap dan terlihat sangat pucat.

............

"Silahkan duduk." ucap Dokter, Uti Tika dan juga mama nya Anji duduk di depan sang dokter, Anji berdiri dibelakang ibunya.

"Terimakasih dokter." ucap mereka.

"Dok apa yang terjadi dengan putriku, kenapa dia mengeluarkan banyak darah?" tanya Uti Tika khawatir.

"Maaf bu mungkin kabar ini akan mengejutkan kalian, tapi kami sudah melakukan pemeriksaan dengan teliti (eheemmm dokter mengambil nafas dalam dalam), dirahim putri anda terdapat kista yang lumayan besar." jawab Dokter.

"Apa dok." tentu saja mereka bertiga terkejut.

"Sebenernya darah yang dia keluarkan tadi adalah darah menstruasi berhubung terdapat kista jadi darah yang keluar banyak seperti orang melahirkan bu." ucap Dokter lagi.

"Apakah bahaya dok?" tanya Anji.

"Sebenernya ini tidak ganas, cuma cara pengobatanya nanti yang mungkin mengakibatkan dia tidak bisa melahirkan keturunan." ucap Dokter.

"Ya Tuhan." tentu saja ini membuat terkejut mereka.

"Boleh tau cara pengobatan nya dokter?" tanya Anji sebagai calon suami dia pun berhak tau.

"Jika kita lakukan tindakan maksud saya oprasi itu sangat disayangkan karena rahimnya belum pernah terisi bayi dan belum lagi kemo bisa mengakibatkan kerusakan pada jaringan yang lain."ucap dokter.

"Tapi jika kita menunggunya memiliki bayi itu kemungkinan nya sangat kecil karena posisi Kista menghalangi ****** untuk masuk kedalam ovarium." tambah sang dokter, tentu saja vonis ini sangat mengejutkan kedua keluarga Arti dan juga calon suaminya.

Calon mertua Arti masih diam dan belum memberikan komentar apapun.

"Selain dua cara ini apakah ada jalan lain dokter, obat jalan mungkin untuk mengecilkan kistanya?" tanya Uti Tika.

"Bisa tapi kemungkinan nya sangat kecil, terlebih jika dia bisa mengandung pun itu sangat beresiko untuk pasien." jawab Dokter.

Sungguh keadaan Arti membuat sedih ibunya, terlebih Arti adalah harapan satu satu nya jika dia menikah dengan Anji karena Anji adalah anak tunggal dikeluarga nya.

IMPIAN DEKA

Bersambung..

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yeti Karniati
Luar biasa
Adelio Pratama
makanya jangan bego jadi wanita.. makannya gunaiin hati nurani..bukan egois aja yg lu gedeiin.mampus lukan nyesel
Adelio Pratama
maklum lah kan dia amnesia,tidak boleh juga menghakimi nya
Adelio Pratama
emang sih kalo rata² orang luar,,kalo kita kerja jujur,,dia Suak bantuin kita ikhlas tanpa embel² malah dia gak takut harta nya hilang yg penting nomor satu kejujuran
Adelio Pratama
emang ada ya cewek oon dan lugu kyk gitu.kyk nya gak deeh
Adelio Pratama
😭😭😭😭😭
Adelio Pratama
saya kalo denger pake audio novel ini selalu netesin air mata
Truely Jm Manoppo
keren thor ... sehat dan sukses selalu
Truely Jm Manoppo
Arti kayaknya ngidam ...
Truely Jm Manoppo
uti Tika 😍😍😍😍
Truely Jm Manoppo
penganti baru stock lama
Truely Jm Manoppo
happy wedding day
Truely Jm Manoppo
💞💞💞💞💞
Truely Jm Manoppo
wowwww Deka kerennn
Truely Jm Manoppo
makanya Deka jgn usilin istrinya deh
Truely Jm Manoppo
kasihan Arti
Truely Jm Manoppo
🤣🤣🤣🤣 Arti ... lucu banget sih.
Truely Jm Manoppo
Dekaaaa ... jahilin istri lo
Truely Jm Manoppo
Ujian hidup Deka kok bertubi2 ...
Thor gimana dgn mak lampir Erika ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!