NovelToon NovelToon
Terikat Perjodohan Sejak Dalam Kandungan

Terikat Perjodohan Sejak Dalam Kandungan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tunangan Sejak Bayi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:113k
Nilai: 5
Nama Author: Bilahayoe

Hai Readers, ini adalah series dari kisah sebelumnya "Gadis Jorok Pilihan Mama"

16 tahun kemudian...
Awal pertemuan yang tak disengaja di arena balap motor. Angel yang tampak kalut karena kehilangan gelang pemberian sahabatnya di Bandara. yang konon katanya bisa membuat penemunya tergila-gila padanya. saking frustrasinya, gadis itu nekat melakukan balap liar untuk menenangkan pikirannya.

Siapa sangka, rival balapannya kali ini adalah pria yang membawa gelang yang dicarinya selama ini, Zayn Marco Wijaya. akibat kalah balapan, Zayn menggodanya dan munculah salah paham hingga mengakibatkan perkelahian antara Angel dan Zayn.

hingga mereka dipertemukan lagi dalam sebuah acara keluarga, jika Zayn adalah salah satu anak kembar dari Dion Wijaya yang akan sudah terikat perjodohan dengan Angel bahkan sejak dalam kandungan.

apakah Zayn dan Angel akan menerimanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilahayoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Kesalahan Besar

Deka telah mengantarkan Angel sampai di depan rumah. Gadis itu menawarinya untuk masuk, namun Deka masih trauma dengan ucapan Vicky waktu itu. Deka mulai mengabaikan perasaannya, selama Ia masih bisa bertemu dengan gadis itu, itu sudah cukup untuk saat ini. Setelah melihat gadis itu masuk ke halaman rumahnya, Deka pun berlalu.

Angel tak menemukan siapa pun di rumah. Rupanya Mamanya juga belum juga pulang, mungkin menjemput adiknya sekalian. Angel pun ke kamar dan bersiap. ‘Selagi Mama nggak ada di rumah, keluar sebentar mungkin nggak akan jadi masalah.’ Batinnya.

Saat Angel sedang di kamar, rupanya Leon sudah tiba. Pesan masuk datang ke ponsel Angel. Gadis itu segera turun dan menemui pria dewasa itu. Namun sebelumnya Ia bepresan kepada bibi pengurus rumah, jika akan pergi keluar bersama teman.

Leon membukakan pintu untuk gadis ayu itu. rautnya pun tak semuram sebelumnya. sampai gadis itu menanyakan apa yang bisa Ia bantu.

“Kenapa Pak Leon terus menghubungi Angel? Bukannya Bapak sudah bertemu dengan Mama hari ini?”

“Iya, tapi Saya lebih suka bertemu denganmu. Kita jalan sekarang? Ada banyak hal yang ingin saya lakukan bersamamu.”

“Cih, ada-ada saja kelakuan orang dewasa.” Angel tersenyum menatap jalanan.

Saat keluar komplek perumahan, mobil Leon berlawanan arah dengan jazz merah dan sebuah ducati hitam. Pengendara motor itu menoleh kemana mobil itu pergi. Sampai akhirnya Ia berhenti di halaman rumah dengan gerbang tinggi itu.

“Zayn, Apa yang kamu pikirkan? Ayo masuk! Mungkin Angel sekarang sudah sampai di rumah.”

“Iya Tante,” balas Zayn. Bocah itu seperti melihat seorang pria yang tak asing bersama seseorang di sisinya. Jika Ia menebak, pasti Angel tidak ada di rumah. mengingat mobil itu adalah mobil yang sama yang mengantar Angel malam sebelumnya.

Zayn menunggu di ruang keluarga, Ia sibuk dengan papaer bag yang ada di dalam tas nya. mengeluarkan salah satu isinya dan membungkusnya yang lain. jantungnya berdegup cepat dengan senyum yang terpaksa Ia tahan. Dista sibuk ke sana kemari, membuat Zayn hanya memperhatikannya.

“Ada Apa Tante?”

“Angel tidak ada di rumah, tapi Dia sudah pulang sekolah. Bibi bilang, Angel baru saja berpamitan pergi dengan temannya, tapi siapa ya?”

“Ehm, kalau begitu Zayn pulang dulu Tante. mungkin Angel pergi dengan Deka atau Gio, Oh ya Tante tolong berikan ini sama Angel ya, tapi jangan bilang kalu ini dari Zayn, hehe..” bocah itu menggaruk kepalanya karena salah tingkah.

Dista memeriksa isinya dan tersenyum geli melihat bocah yang selalu ribut dengan anaknya. Paper bag yang menjadi bahan rebutan di mall tadi, ternyata untuk Angel.

“Hati-hati ya Nak! Terima kasih sudah mau menemani Tante hari ini.” Dista mengantar Zayn hingga depan halaman. Sambil menghubungi Deka dengan perasaan khawatir.

Terkejutnya lagi, Deka mengatakan jika memang Ia yang baru saja mengantarnya pulang sampai ke rumah. Tetapi Angel tak bersamanya sekarang, juga tak mengatakan apa pun jika gadis itu mau keluar. Deka menjadi ikut khawatir.

Zayn mengendarai motornya dengan sangat cepat. Tak mungkin jika Angel bersama Gio. Bisa dipastikan mobil yang Ia lihat tadi adalah Angel dan teman laki-lakinya. Lalu ke mana perginya mereka?

...

Mobil Leon memasuki basement. Pria dewasa itu mengajak Angel ke sebuah apartment. Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun, gadis itu hanya menurutinya saja. Leon menggandenganya memasuki lobby.

“Pak, kita ngapain kemari?”

“Oh, Saya baru saja membeli sebuah unit baru. Tapi belum pernah ada yang kemari. kamu orang pertama yang Saya beritahu.” Leon melihat gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Seharusnya tadi kita mampir beli sesuatu untuk di makan, benar kan? Oh iya, bagaimana pertemuan orang tua hari ini?”

Leon dan Angel memasuki apartment Leon. Ruangan yang cukup luas dengan suasana sunyi dan tenang membuat Angel merasa betah. Lantas Angel bertanya tentang keberadaan keponakannya yang katanya seusianya.

Mengingat Ara, kepala Leon kembali berdenyut. Pria itu ingin membagi sedikit kisahnya kepada Angel. jika mendekati Dista sudah tak bisa, tak ada salahnya jika Leon ingin mengenal Angel lebih jauh. Tak ingin gadis itu merasa bosan, Leon ke dapur dan menyuguhkan minuman untuk Angel.

Menghampiri gadis ayu itu yang duduk di sofa dan menatapnya lekat-lekat. Saat jari-jari Leon merapikan anak rambut Angel yang menjuntai, ponselnya berdering. Membuat gadis itu beranjak, dan menjauh dari gurunya.

“Permisi Pak, mau angkat telepon dulu.” ternyata video call dari Zayn. Angel menghela napas lega, Ia berpikir jika itu adalah panggilan dari mamanya.

Zayn

[Jel, di mana Lo? Pulang sekarang! Jangan menambah masalah baru.]

Tatapan Zayn melihat sekeliling dimana Angel berada. Perasaannya menjadi tak karuan. Karena itu bukanlah bangunan tempat umum yang sering Ia jumpai. Sebuah wallpaper ruangan dengan perabot yang sering Ia jumpai di dalam kamar mewah.

Angel

[Iya nanti Gue pulang kok!]

Zayn

[Gue jemput sekarang, Nyokap Lo nyariin. Gue tadi dari rumah Lo! kirim lokasi Lo sekarang juga.]

Angel berdecak sebal. Setelah sambungan teleponnya terputus, banyak pesan berebut masuk ke ponselnya. Mamanya, Deka juga Gio dan yang terakhir adalah Papanya.

‘Mati Gue, pesan dari Papa. Apakah iya Mama se-panik itu sampai menghubungi Papanya. sepertinya Gue harus balik sekarang.’

Saat Angel berbalik, Ia melihat Leon terlelap dalam sofa panjang itu. Angel semakin bingung. Di dekatinya pria dewasa itu dan memanggilnya perlahan berulang kali. Bahkan menggoyangkan tubuh padat itu namun juga tak membangunkannya.

‘Ck! Masa iya mau Gue siram pakai air, haha... Angel sadar woy!’

Angel beralih ke pintu, Ia mengutak-atik pintu otomatis itu yang ternyata menggunakan password untuk membukanya. ‘Ya kali Gue harus lompat dari ketinggian beberapa meter, Ih Pak Leon lama-lama nyusahin.’

“Pak, bangun Pak! Angel mau pulang...”

Ponselnya terus berdering, satu jam-dua jam berlalu, akhirnya Angel tertidur karena kelelahan, juga bosan karena tak bisa berbuat apa pun. Leon pun akhirnya membuka matanya sembari tersenyum. Apalah arti sebuah senyuman Leon, saat memandangi wajah ayu gadis belia di hadapannya sekarang.

“Kamu seperti Mama kamu, dengan mudahnya mengambil banyak hati pria di sekitarmu. Termasuk saya Angel. apakah saya tidak boleh memiliki perasaan dengan gadis muda sepertimu?”

Leon mengangkat gadis itu ke kamarnya. Melepas sepatunya, dan juga jaket milik Angel. merapikan anak rambutnya yang menutupi wajah cantiknya. Leon mendekatkan bibirnya, mengecup bibir merona itu, menyesapnya beberapa saat.

Rasa-rasanya Ia nyaris gila dibuatnya. Leon mencoba menyangkal perasaannya dengan gadis yang bahkan belum genap tujuh belas tahun itu. sampai hampir petang, Angel terbangun karena sepertinya Ia melakukan kesalahan besar.

“Hah!! dimana Gue?” Angel menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia hanya melihat sebuah ranjang besar. Tak ada siapa pun di sisinya. Jaketnya terlepas juga sepatunya. Rambutnya pun berantakan. Lantas Angel mengenakan sepatunya dan keluar dari kamar. Ia menemukan Leon yang sedang menikmati kopinya.

“Pak Leon? Apa yang Angel lakukan di sini?” gusarnya.

Leon menghampiri Angel dalam keadaan segar. Rambutnya basah. Bahkan aroma shampo tercium oleh hidung mancung Angel.

“Kamu sudah bangun?” Leon menyentuh pipi Angel dengan lembut. Namun tangan gadis itu menepisnya dengan cepat. Melihat Leon tak mengenakan kemejanya, bahkan kulitnya sangat dingin membuat perasannya tak karuan. Namun, Ia tak ingin berpikir macam-macam. Ia hanya tertidur. Rasa kantuk begitu melandanya.

‘Nggak, ini Cuma pikiran Gue... Gue nggak berbuat hal-hal yang dilarang Mama-Papa.’ Angel mengambil jaketnya dan meminta Leon untuk mengantarnya pulang. bulir bening sudah di pelupuk mata, siap meluncur kapan saja. sampai Akhirnya pertahanannya luruh juga.

“Pak Leon apa yang bapak lakukan?”

“Apa maksud kamu? Angel, jangan bilang kalau kamu lupa dengan apa yang telah kamu katakan.”

“Nggak! Itu bohong.”

Leon pun memeluk gadis itu yang merasa ketakutan. Tubuhnya gemetar, Namun Leon sungguh menikmatinya. Tangannya merengkuh erat pinggang ramping milik muridnya. Sebagai pria dewasa, Leon bisa menahan hasratnya. Ia hanya ingin mencoba lagi bibir ranum itu.

“Maafkan Saya Angel, tapi saya menyukaimu...”

Pria itu mencium bibir Angel dalam keadaan sadar. Lembut dan setengah memaksa. Meskipun Angel terus memberontak, sampai akhirnya Leon melepaskan tautan bibirnya.

“Ayo, Saya antar pulang!”

Angel bahkan tak berani mengangkat panggilan telepon yang terus berdering. Tamatlah riwayatnya kali ini. Ia tak pernah mau mendengarkan nasehat Papanya juga Mamanya. berulang kali Zayn sudah mengingatkannya, Namun Ia tak menggubrisnya.

Memasuki komplek, sebuah motor menghadangnya. Menghentikan laju mobil itu. tepat seperti dugaannya. Jika pria yang selama ini mengganggu Angel adalah gurunya sendiri.

Zayn turun, mengetuk kaca mobil itu. dan meminta pria itu untuk keluar. Zayn sudah bersiap melayangkan pukulan kepada Leon.

“Hentikan Zayn! hentikan, bawa Gue pulang please!” mohon Angel yang tiba-tiba menangis melihat kedatangan bocah random itu. dengan menahannya yang ingin berkelahi, Leon pun melihat Angel dengan tatapan tak tega. Sampai pria itu berpamitan dan meninggalkan kedua muridnya.

“Lo kemana aja sih Angel? Nggak cukup Lo buat orang khawatir Hah?”

“Jawab, jangan diam aja. Nggak cukup Gue sama Nyokap Lo menutup semua kesalahan Lo?”

Zayn berteriak cukup lantang. Ia menjadi tontonan orang di sekitarnya. Meminta Angel untuk naik ke motornya dan mengenakan topi dan masker miliknya.

“Gue nggak akan ajak Lo pulang sampai kondisi Lo membaik. Gue bahkan nyaris di santap Bokap Lo, gara-gara mengakui perbuatan yang nggak Gue lakukan. Sekarang Lo nurut!”

Zayn membawa Angel ke rumahnya. Mungkin bisa sedikit membantunya atau justru menambah masalah baru. Sampai di rumah si kembar, Kania terkejut. Melihat Zayn membawa anak gadis orang dalam keadaan kacau.

“Sayang, dari mana kalian berdua?” tanya Kania. Zayn pun hanya mengedikan bahu. “Tanya saja sama dia Ma, Zayn menemukannya di jalan.”

“Hus! Kamu, jangan bicara sembarangan seperti itu. Zayn!” Angel menjadi seperti seorang tersangka, saat ditatap oleh Gio dan Zayn bersamaan. Pertanyaan si kembar bertubi-tubi membuatnya terisak.

Kania merasa senang karena kedatangan gadis muda itu. memberikan handuk dan pakaian ganti. Meminta Angel untuk mandi.

“Sudah, jangan khawatir. Tante sudah menghubungi Mama kamu, kalau Kamu akan menginap di sini malam ini.” ucapan Kania membuat kedua anak laki-lakinya saling menyenggol lengan dan tak bisa menahan rasa puasnya.

“Ayo Tante antar, kamu bisa tidur di kamar tamu. dulu Mama kamu juga menginap di sini selama Papa kamu ke luar Negeri.” Angel hanya tersenyum.

Saat hendak menaiki tangga, Zayn menahan lengan Angel.

“Pokoknya Lo harus ceritakan semua ke Gue malam ini, Gue nggak terima penolakan, titik!”

...

1
Ratna Yuda Ningsih
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Dasar PEBINOR,NGAPAIN MIKIRIN ISTERI ORANG..
Qaisaa Nazarudin
Yang ada anak kamu yg dia bawa kabur ke luar negri..
Qaisaa Nazarudin
Lagi pula ya,Ortu Zayn,Gio dan Zayn sendiri tau kalo Ara itu licik,Ngapain Zayn bawak Angel pulang kerumah yg sama,Gak mungkin kan orang kaya sekelas Zayn gak punya apartment sendiri, Sendiri cari penyakit,ngapain nyalahin orang,..
Qaisaa Nazarudin
Berusha banget ya Leon untuk memisahkan Angel dengan Zayn .
Qaisaa Nazarudin
Pak Leon beli pengaman? Wah ternyata TEH CELUP pak Leon..
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh dengan Suami aja galak,Tapi dengan Leon mau2 aja di peluk2 dan cium,dasar murahan..
Qaisaa Nazarudin
Gio dan Ortunya benar-benar Bodoh ya,Ngapain nampung Ara di rumah mereka,Ara bukannya anak kecil,Dia juga licik,Cuman di tinggal 2 hari doang,Kan di rumah Leon juga ada ART nya,jadi biarkan aja Ara di rumah Leon..
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Leon.. Lama' aku eneg dengan sikap Egois Leon..
Qaisaa Nazarudin
Katanya benci dan gak suka tapi malah khilaf terus..Satu lagi ya di sini salah ORTUnya si kembar juga,Udah tau kelakuan Ara kek gitu dan di rumahnya ada anak' cowok,kenapa Dion gak bersikap Tegas,dan menolak gadis itu di rumahnya,Kata nya preman tapi kok Bodoh..
Qaisaa Nazarudin
Ya Mending Zayn dan Angel nikah cepat,Noh Si Leon gak sadar diri ganggu hubungan orang,Udah tua juga tapi tingkahnya kayak bocah..
Qaisaa Nazarudin
Aku heran kenapa Zayn dan Gio gak belain Angel,Malah diam aja..Malah soknsoan menghibur Angel ckk..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Pantesan kalakuan Ara kek gitu,udah salah tapi di belain hadeeuuhh...
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Mampos loe,Dasar Jalang,Udah di peringatin Gio,tapi gak mau dengerin..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Bertopengkan wajah manis,Untung aja bukan Gio yg di jodohkan dengan Angel, Kasian angel dapat barang bekas,Udah nikahkan aja Gio dengan Ara,Biar Gio sadar dengan kebodohan nya,Astaga..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo Dion pacaran sama Dista dari SMA sampai lulus kuliah,Terus pak Leon kapan pacarannya sama Dista?
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa putus? perjodohan juga kah?
Qaisaa Nazarudin
Aku suka baca novel kisah guru dan murid,Tapi sayang di sini Angel sudah di jodohkan dgn Zayn,Dan ada Deka juga..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Mantannya Dista nih pak Leon..
Apa pak Leon belom menikah dengan umur segini,Atau pak Leon sekarang Duda??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Namanya Deka apa Damar??

Mampir thor,kayaknya seru..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!