NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pernikahan dimas

keesokan harinya adalah hari yang baru untuk Olivia, bukan dia tidak memiliki pekerjaan tapi ada pekerjaan yang harus Olivia lepaskan.

"ada job vi?" tanya Siska yang melihat Olivia tengah memilih baju.

"iya sis... buat besok ngisi di pesta pernikahan"

"tadi dimas hubungi aku. apa benar kamu keluar dari cafenya dimas?"

"iya" ucap Olivia singkat

"kenapa?" siska masuk kedalam kamar Olivia dan duduk di atas tempat tidur Olivia sambil melihat Olivia tengah sibuk memilih-milih gaun.

"ndak pa-pa sis... aku cuma capek aja"

"bukan karena dinda sering ketempat dimas kan?" pancing Siska

"dinda calon istrinya mas dimas sis... jadi dia bebas mau kapan aja datang. iya kan?"

"jadi bener kan karena itu kamu berhenti dari cafe"

Olivia meletakkan gaun yang dia pilih dan duduk bersama Siska di tempat tidurnya.

"jujur aku cemburu sis"

"sabar ya vi... kalau itu terlalu sakit tinggal saja vi" saran Siska

"aku sudah terlalu cinta dengan mas dimas sis. .. mungkin mudah bagi mas dimas untuk melupakan aku. tapi tidak dengan ku"

"hey vi... dimas sangat mencintai mu. kamu ndak tau bagaimana dia perang melawan dirinya sendiri. ingin memberontak tapi tak bisa"

"Sepertinya mas dimas suka dengan dinda sis"

"jika kamu berada diposisi dimas, kamu juga merasakan hal yang sama. hatimu menolak tapi tidak bisa. dimas hanya cinta kamu vi.. bukan dinda"

Kali ini Siska sedikit tegas

"mungkin nanti dimas datang. oh ya bik sari hari ini libur"

"iya" jawab Olivia singkat

"Bicaralah baik-baik dengan dimas"

Olivia mengangguk.

"aku tau ini tidak mudah untuk kalian jalani, setidaknya kalian bisa belajar sama-sama melepaskan dengan saling iklas. walaupun itu tidak mudah" ujar Siska menguatkan Olivia.

*****

dua minggu kemudian.

hari dimana dimas dan dinda melaksanakan pernikahannya. pesta pernikahan dilaksanakan di salah satu gedung mewah di kota surabaya, dihadiri rekan bisnis pak bayu dan pak haikal.

Olivia datang bersama Olivia. dari kejauhan Olivia melihat dimas dan dinda.

"hay via" suara dayat dari belakang Olivia

"hay mas... sama siapa?"

"sendiri"

"sis... kenalkan ini mas dayat" Olivia mengenalkan dayat kepada Siska

"lho mas dayat??"

"siapa ya?"

"aku Siska mas... anaknya abah imam"

"ya ampun.. kamu Siska? wah pangling aku sis" dayat menjabat tangan Siska.

"vi... mas dayat ini temannya kakaku juga. di jombang"

"ow..."

"datang sendiri mas?" tanya Siska

"iya sis... ndak ada yang mau di ajak" dayat melirik Olivia.

"bukannya mas dayat sudah menikah?"

"pernah menikah sis.. tapi Tuhan lebih sayang istriku"

mereka bertiga mengobrol ringan sambil menikmati beberapa makanan yang di sajikan.

"masih kerja di cafe vi?"

"sudah resign mas"

"oh ya... makanya beberapa hari yang lalu aku kesana kamu ndak ada"

"iya mas. fokus ke event dulu sambil cari yang lain"

"sebentar ya vi.. aku angkat telpon dulu" ditengah obrolan mereka ponsel dayat berdering. "ya bik... ada apa?"

"den juna panas pak"

"panas? aku pulang sekarang bik"

Dayat menutup ponselnya.

"Siska, via aku pamit pulang dulu ya. anakku sakit, mau bawa ke dokter" ucap dayat

dayat pernah bercerita kepada Olivia tentang anaknya.

"aku ikut mas" ujar Olivia "sis... aku titip salam ke mas dimas ya. mobilku tolong kamu bawa" ucap Olivia sambil menyerahkan kunci mobilnya dan ikut bersama dayat.

sepulang Olivia dan dayat. Siska menghampiri dimas dan dinda.

"mas dapat salam dari Olivia dan mas dayat" ucap Siska sambil mengucapkan selamat atas pernikahannya.

"mereka kemana sis?"

"anaknya mas dayat sakit"

ucap Siska.

Dimas semakin tidak fokus dengan pesta pernikahannya. dimas takut jika Olivia berpaling hati kepada dayat.

****

Sesampainya di rumah dayat.

dayat menghampiri anaknya di dalam kamarnya. diatas tempat tidur juna tidur didampingi bik nina.

"bagaimana juna bik?"

"masih panas pak"

dayat mengangkat tubuh mungil itu.

"kita ke rumah sakit nak" ucap dayat "bik tolong siapkan baju-baju untuk juna ya"

"baik Pak"

Olivia berdiri disamping dayat.

"sini aku gendong mas"

Dayat memberikan anaknya kepada Olivia.

Dengan lembut Olivia mengusap dahi juna

"ayok mas... jangan lama-lama. nanti aja perlengkapannya di kurirkan. yang penting juna ditangani dulu"

dayat mengikuti saran Olivia

"bik, nanti aja setelah di rumah sakit aku telpon. bibik siapkan saja keperluan juna"

Tanpa menunggu lama dayat dan Olivia membawa juna kerumah sakit.

setelah di periksa oleh seorang dokter.

"pak, sebaiknya anaknya di rawat inab"

"baik dok"

"vi... kamu ndak ada job?"

"hari ini bebas mas. besok sore ada event di hotel Santana" ucap Olivia.

"kalau kamu capek tinggal saja ndak pa-pa vi"

"aku ndak sibuk mas. tenang aja"

Tak berapa lama seorang perawatan mengambil darah juna. dengan sepontan Olivia memalingkan wajahnya kebahu dayat.

"silahkan ke ruang pendaftaran untuk mengurus ruang rawatnya ya pak"

"baik Sus"

"vi... aku tinggal ya. titip juna"

"iya mas"

Olivia mengusap wajah mungil itu.

Tak berapa lama kemudian juna dipindahkan ke ruang rawat untuk anak bayi.

"terimakasih ya vi. sudah perhatian sama juna"

"Sama-sama mas. kasian lihat juna seperti ini"

Diatas tempat tidur, juna tertidur pulas.

"duduk vi" dayat mengajak Olivia untuk duduk

"aku mau tanya apa boleh?" tanya dayat

"tanya apa mas?"

"tentang kamu dan dimas"

"aku dan mas dimas? kenapa dengan aku dan mas dimas?"

"dimas pernah cerita kalau kalian sedang dekat"

"iya benar itu"

"melihat dimas menikah apa kamu tidak sakit hati vi?"

"sakit lah mas... tapi mau bagaimana lagi"

"trus kalian apa akan tetap jalan atau bagaimana?"

"aku masih belum tau mas. masih bingung"

"sesayang itu ya kamu ke dimas?"

"lebih dari itu mas. sulit untuk dilupakan. tapi harus untuk dilupakan. bagaimanapun juga mas dimas sudah menikah, sudah punya istri "

"aku belum pernah berada di posisimu tapi aku pernah merasakan kehilangan itu sangat menyakitkan"

"disatu sisi aku ndak bisa kehilangan mas dimas, disisi lain aku tidak ingin menjadi pengganggu rumah tangga orang lain"

"aku yakin kamu bisa vi... "

"harus bisa mas. kalau juga di sini. bagaimana dengan kerjaanmu mas?"

"nah itu yang aku bingung vi. besok pagi aku ada jadwal rapat dengan bos"

"aku yang jagain juna mas, kamu kerja aka"

"kamu yakin mau bantu aku jaga juna vi?"

"iya mas... jangan kahwatir. akan aku jaga dengan baik.

"setelah rapat aku langsung kesini vi"

"iya mas. tenang aja".

"kamu yakin kamu tidur disini vi?"

"iya mas. aku kan sudah janji akan bantu jaga juna"

Dayat menatap Olivia

kali itu dayat merasa tenang Olivia membantu menjaga juna

"terimakasih ya via"

"Sama-sama mas"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!