seorang pemuda remaja yang bernama Gilang, dipindahkan dari sekolah lamanya menuju sekolah baru yang berada di Sumatera.
Sumatera itu sendiri adalah tempat kelahiran asal Gilang dan orang tuanya sebelum pada akhirnya mereka pindah ke kota Jakarta.
di sanalah Gilang diuji untuk mendapatkan jati dirinya yang sesungguhnya.
pernyataan bahwa gelang bukan seorang manusia biasa, membuat gelang shock namun tidak membuat gelang depresi.
tugasnya kali ini, selain mencari jati dirinya ialah mengumpulkan semua keturunan terakhir dari inyek leluhur/manusia harimau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana.ds, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 23
@keano Leonard
Di suatu tempat yang gelap gulita, terdengar suara yang grasa grusu. Tempat yang sunyi dan gelap bisa dirasakan bahwa tidak ada siapapun di sana. Namun, ada kebisingan yang di timbulkan dari dalam sebuah ruangan yang gelap gulita.
"TOLONG... TOLONG.... ah,, "
Suara yang begitu nyaring terdengar berteriak meminta tolong. Di balik kegelapan yang seperti tanpa nyawa, suara siapa lagi yang akan terdengar di sana kecuali suara salah seorang teman Gilang yang hilang.
Ya itu suara Alina yang meminta pertolongan kepada siapapun yang mendengar ia berteriak.
Namun percuma saja, tempat itu seperti tempat yang sudah lama ditinggalkan oleh penghuninya, benar-benar tidak ada jejak kehidupan.
Alina yang sudah dari tadi berteriak pun hampir berputus asa karena tidak ada satupun yang datang untuk menolongnya.
Ditambah lagi suara Alina yang hampir habis dan mulai serak karena setelah ia sadar iya mulai berteriak tanpa henti hingga suaranya hampir habis.
"TOLONG.. SIAPAPUN TOLONG AKU,, TOLONG AKU AKU DI SINI.. hiks hiks hiks tolong hiks hiks aku nggak mau mati di sini, SALAH AKU APA!? Kenapa kalian melakukan ini,,, TOLONG LEPASIN AKU aku mau pulang.. hiks hiks hiks"
Teriak dan rintih Alina benar benar merasa berputus asa ditambah lagi sepertinya iya tidak mendengar siapapun yang ada di dekatnya ditambah lagi suaranya yang benar benar hampir habis.
Tidak bisa dielakkan lagi jikalau suaranya habis maka ia benar-benar tidak bisa berteriak untuk meminta pertolongan kepada siapapun apalagi ketika ada seseorang yang mendekatinya maka mereka tidak akan menemukan keberadaan Alina.
Itu membuat Alina hampir merasa gila, ya benar-benar frustasi dan putus asa entah apa yang akan terjadi padanya di detik kemudian itu adalah teka-teki.
Hingga pada di suatu titik, dia mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat perlahan menuju arahnya tapi itu masih terdengar sangat jauh.
Seketika Alina berhenti menangis dan mencoba mendengarkan untuk seksama itu benar suara langkah kaki manusia atau hewan.
Siapa itu siapa yang datang.. apa dia akan menolongku? Atau bagaimana jika itu adalah binatang buas! Apa yang harus aku lakukan sekarang!? Apa yang harus aku lakukan!? Aku benar-benar tidak tahu, apakah takdirku hanya sebatas ini...
Beberapa pikiran itu selalu mengganggu di benak Alina namun Alina yang matanya ditutup menggunakan kain dan kedua tangan kakinya diikat di sebuah kursi tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bisa mengandalkan insting pendengarannya.
Sek sek sek... Suara langkah kaki itu terdengar berhenti di depan Alina yang membuat Alina sedikit tercengang dan berdebar.
"Siapa! Siapa itu,, siapa di sana?"
Tanya Alina dengan perlahan, namun tidak ada sahutan sama sekali dari sosok yang ia tanyakan. Itu membuat alinea terdiam untuk sejenak dan mencoba untuk mengetahui apa yang dia lakukan walau hanya dengan Indra pendengarannya.
"HAI ALINA? LAMA TIDAK BERTEMU. KENAPA SEKARANG KAMU MENJADI SESEORANG YANG SANGAT LEMAH, MANA KEBERANIAN YANG DULU KAMU TUNJUKKAN KEPADAKU. MANA KEKUATAN YANG SELALU KAMU BANGGAKAN ITU, MANA PERLINDUNGAN YANG SELALU MELINDUNGI KAMU ITU!!.."
Suara itu terdengar serak dan berat. Alina sedikit tertegun mendengar suara yang barusan iya dengar tersebut. Ya seperti mengenal suara itu dan itu sedikit familiar tapi ia lupa itu siapa.
"Siapa kamu!? Kenapa kamu culik aku, lepasin aku.."
Ucap Alina dengan suaranya yang hampir menghilang ditambah lagi karena kedua tangan dan kakinya terikat Ia hanya bisa sedikit memberontak di tempat.
"O HO HO.. BAHKAN KAMU LUPA SIAPA AKU KAMU TIDAK MENGENAL SUARAKU LAGI? ITU LUCU! APA DI SINI HANYA AKU YANG TIDAK BISA MELUPAKAN KAMU!."
Ucap seseorang di depannya dengan menekankan suaranya menjadi jauh lebih tajam dan mengerikan.
"Tapi! tapi aku tidak kenal kamu, apa salahku aku mohon tolong lepasin aku.. kumohon.. HIKS HIKS HIKS!!"
"CUP CUP CUP SAYANG. KAMU TIDAK BOLEH MENANGIS, KAMU HARUS SELALU BAHAGIA SAMA AKU. KALAU KAMU MAU JANJI AKAN IKUT DENGAN SEMUA KATA-KATA AKU, MAKA SEKARANG JUGA AKU NGGAK AKAN LEPASIN KAMU. SELAIN ITU JADILAH KEKASIHKU."
Ucapan tersebut terdengar lagi dari sesosok yang misterius di depan Alina tersebut.
Alina bingung ia harus menjawab apa, ditambah alinea benar-benar tidak tahu siapa orang yang berada di depannya itu apakah orang yang berbahaya atau semacamnya kalian benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.
"Aku nggak mau! Aku nggak kenal kamu, kamu nggak bisa maksa aku dengan cara kayak gini."
Bantah Alina kemudian dengan suara yang sedikit tegas walau suaranya sangat terdengar serak dan benar-benar hampir habis.
"APA KAMU BILANG, KAMU GAK MAU!?!"
Cetus sosok tersebut lagi dengan mengangkat dagu Alina menggunakan jari telunjuknya.
Bisa dirasakan jika orang tersebut menggunakan sarung tangan karena terasa sedikit kasar di dagu Alena.
"Aku nggak mau aku nggak kenal kamu aku juga nggak bisa dipaksa dengan cara kayak gini."
Jawab Alina dengan berusaha sebisa mungkin mengeluarkan suaranya yang sudah tinggal hampir nada saja.
"AKU AKAN BUKA TUTUP PENGIKAT MATAMU SUPAYA KAMU BISA MELIHAT AKU DENGAN JELAS, SETELAH ITU AKU YAKIN KAMU MENGENALIKU DAN KAMU HARUS MAU MENERIMA TAWARANKU."
Ucap sesosok tersebut lagi dengan angkuhnya seakan ia mengira Alina akan menerimanya dengan sukarela.
Bahkan pria itu pun mengatakannya sembari membuka kain penutup mata yang tersengger di pelupuk mata Alina tersebut.
Tidak lama menutup mata tersebut pun terbuka. perlahan Alina membuka matanya dan mencoba melihat ke sekelilingnya tempat apa itu sebenarnya, serta tidak lupa ketika mata Alina telah bisa melihat semua dengan jelas Ia pun melihat sosok yang ada di depannya tersebut dan mencoba mengingat kembali siapakah sosok pria tersebut.
"K kamu!..."
Ucap alimunal terkejut dengan sosok yang ia lihat tersebut.
"YA.. ini aku sayang, kamu nggak lupa sama aku kan.!?"
Ucap pria tersebut dengan mengubah suara dan expresi nya seketika dikala ia menyadari Alina sepertinya masih mengenalnya.
"Ke keano.. kamu!"
"Iya ini aku sayang,, aku senang kamu masih ingat dengan namaku.. keano Leonard. bagaimana, kamu tahu kenapa yang bisa aku lakukan jika kamu menolak permintaanku?"
Seketika itu pula Alina terdiam dengan ekspresi wajah seperti ketakutan entah apa yang Alina bayangkan dengan sosok seorang yang bernama Keanu tersebut.
Tidak bagaimana ini bisa terjadi, jelas jelas keano sudah mati, kenapa dia kembali hidup lagi. apa ini, apa yang sebenarnya terjadi, apa yang harus aku lakukan sekarang.. jika aku tidak menyetujuinya maka aku akan mati. Apa yang harus aku lakukan.
Batin Alina selalu mengeluh apalagi ketika ia mengetahui sosok yang berada di depannya adalah keano sosok yang pernah mati, sosok yang pernah ia coba musnahkan, sosok yang sangat ditakuti oleh keluarganya.
"Tenang saja sayang, kalau kamu menerima permintaanku, maka aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu tetap damai dengan keluargamu serta sekolahmu. Aku akan membiarkanmu menuntaskan sekolahmu terlebih dahulu, bagaimana? Itu ada tawaran yang sangat bagus ketika aku memutuskan untuk tidak mengambil nyawamu."
Ucapan tersebut sontak membuat alinea semakin terkejut dan ketakutan setengah mati, entah rahasia apa yang mereka sembunyikan.