WARNING!!
INI HANYA SEKEDAR CERITA KHAYALAN SEPINTAS. TANPA MENGIKUTI NORMA HUKUM DAN AGAMA.
BIJAKLAH DALAM MEMBACA, KHUSUS YG SUDAH MENIKAH SAJA.
Apa yang harus di lakukan, jika tiba-tiba gadis yg belum menikah, dan merasa tidak pernah melakukan hubungan badan dengan seorang lelaki manapun, tetapi tiba-tiba di perut nya ada janin yang sudah tumbuh.
"Tidak,, ini semua mustahil, apa iya di jaman sekarang masih ada perempuan yang hamil, tanpa lelaki. Seperti jaman Siti Maryam."
Naura menangis sambil menekuk kakinya, dia bingung dengan apa yang menimpanya.
PENASARAN???
BACA CERITA PERTAMA AKU YA,,
MOHON MAAF, SAYA PENULIS PEMULA, PASTI BANYAK SALAH-SALAHNYA, MOHON MAKLUM, DAN JANGAN LUPA KRITIKNYA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
-
-
-
Satu minggu setelah terjadi kecelakaan, Vino sudah kembali bekerja. Sebelumnya, perusahaannya itu di ambil alih oleh Papa Andre.
Setelah Aldi menyatakan perasaannya ke Naura, cowok itu semakin sering menemui Naura di tempat cewek itu bekerja, meskipun waktu itu Naura tidak menerima perasaan Aldi, tapi, tidak membuat perasaannya menjadi berkurang, terhadap Naura.
Waktu itu, Naura mengatakan, bahwa dirinya masih butuh waktu, untuk meyakinkan hatinya, tentang perasaannya.
Meskipun kedekatan Aldi dengan Vino menjadi sedikit renggang. Tetapi, dengan tampang santainya cowok itu selalu menginjakan kakinya di perusahaan Vino, demi terus mengambil hati cewek incarannya.
Diam-diam, Vino juga selalu mencari kesempatan untuk bisa mendekati Naura, meskipun, keahliannya dalam mendekati seorang perempuan, sangat jauh tertinggal, jika di bandingkan dengan Aldi.
Sandra, yang semakin merasa tersaingi oleh Naura, tingkahnya semakin menjadi. Dengan tanpa alasan yang tidak jelas, dia selalu memarahi Naura, dan melimpahkan semua pekerjaannya kepada Naura, sampai-sampai Naura hampir tiap hari pulang larut malam.
Vino yang ternyata mengetahui tingkah Sandra, dirinya menjadi geram. Tanpa basa-basi, cowok yang menjabat sebagai CEO itu, langsung memecatnya.
Terdengar beberapa karyawan yang membicarakan tentang kabar di pecatnya Sandra. "Ehh, kalian tau gak? Sandra di pecat loh, dan gue denger sih, penyebabnya tuh cuma gara-gara Sandra suka marahin dia," semua orang melirik ke arah Naura, saat cewek itu melewati orang-orang yang sedang membicarakan dirinya.
Naura memang cewek yang tak pernah mempunyai rasa dendam, meskipun dirinya selalu di tindas, dia malah merasa kasihan, dengan nasib mantan atasannya itu. Meskipun, tak sedikit orang yang menyalahkan dirinya, yang menyebabkan dipecatnya Sandra.
Orang lain memang tak banyak yang tau tentang penindasan yang suka di lakukan Sandra pada Naura. Karena, di depan orang lain, Sandra berprilaku baik dan terlihat sangat bersahabat. Sangat bertolak belakang dengan yang selalu dilakukan kepada Naura.
****
Esok harinya, beberapa karyawan ditugaskan untuk memantau lokasi proyek pembangunan. Proyek itu berhasil dimenangkan oleh PT. Grup Jaya, beberapa bulan yang lalu, sebelum Vino kecelakaan.
Mobil perusahaan sudah terlihat bersiap untuk menuju lokasi pembangunan itu. Di dalamnya ada 4 orang karyawan yang menjabat sebagai pengawas.
Naura yang terlihat sedang serius mengerjakan pembukuan, di kagetkan oleh kedatangan Riko, "maaf, saya memberitahukan ini, secara mendadak. Naura!" cewek itu mengerjap gugup saat namanya di sebut. "Kamu saya tugaskan untuk ikut kelapangan." Naura mengernyitkan keningnya "kok saya Pak?" Naura melirik ke arah Nia, dan sahabatnya itu hanya mengangkat bahunya.
Riko terlihat gemas, karena Naura tidak langsung mengatakan iya, "harusnya, yang berangkat itu Sandra. Tapi, karena dia sudah di pecat, dan belum ada penggantinya, jadi kamu yang harus berangkat." Naura mengerutkan keningnya, seingatnya Sandra juga tidak pernah terjun kelapangan, tapi sudahlah. Dirinya yang seorang bawahan hanya bisa menuruti perintah dari atasannya.
Naura berjalan dengan terburu-buru. Pasalnya, setelah Naura mengatakan iya, Riko mengatakan kalau karyawan yang lain sudah siap, dan sudah mau berangkat.
Naura terlihat berjongkok memegang kedua lututya, napas nya seolah tercekat, saat melihat mobil karyawan itu sudah melaju menuju gerbang perusahaan.
Naura berlari mengejar mobil, sambil melambaikan tangannya, berharap orang yang ada di mobil melihatnya.
Pandangan Naura yang terus ke arah depan, membuat cewek itu kehilangan keseimbangan, saat kakinya tidak sengaja menginjak batu kerikil.
"Awwwh" Naura terjatuh, lututnya sedikit berdarah. "Lain kali, kalau jalan tuh hati-hati." Naura yang masih meringis kesakitan, dengan posisinya yang masih jongkok menoleh, Riko yang berdiri di samping cewek itu terlihat mengulurkan tangan ke arahnya.
Naura, berdiri tanpa menerima bantuan dari Riko, "maaf Pak Riko, saya tertinggal sama karyawan yang lain. Riko menganggukan kepalanya. "Ayo, kita berangkat sekarang."
Riko yang berjalan terlebih dulu, saat hendak membuka pintu mobil, melirik ke arah naura. Cewek itu masih saja mematung di tempatnya.
"Ayok, masuk!" perintah Riko yang tak santai, membuat Naura tersadar dari pikiran bingungnya.
Naura membuka pintu bagian penumpang, dan langsung duduk di kursi itu. Sedangkan Riko sudah duduk di depan kemudi.
Cewek itu semakin kaget, saat melihat Vino, sudah duduk di kursi sebelahnya. Vino dengan ekspresinya yang selalu datar, sedangkan Naura cewek itu asik dengan ponselnya, membuka semua aplikasi yang ada di ponsel itu, sebenarnya, Naura hanya mencoba mengalihkan perhatiannya, dari rasa gugupnya.
Tanpa kata, Vino langsung menarik kaki Naura dengan perlahan, dan memasangkan plaster ke bagian lututnya.
Vino menampilkan senyumannya,saat Naura mengucapkan terimakasih kepadanya.
Terjadi keheningan di dalam mobil itu. Riko yang menyadari kegugupan dari kursi belakang, mencoba mencairkan suasana dengan memutar musik.
Day after day
Dari hari ke hari
Time passed away
Waktu terus berlalu
And I just can't get you off my mind
Dan aku tak bisa berhenti memikirkan dirimu
Nobody knows, I hide it inside
Tak seorangpun tahu, kusembunyikan dalam hati
I keep on searching but I can't find
Terus kucari namun aku tak menemukan
The courage to show to letting you know
Nyali untuk tunjukkan agar kamu tahu
I've never felt so much love before
Tak pernah sebelumnya kurasakan cinta sebesar ini
And once again I'm thinking about
Dan sekali lagi aku berpikir
Taking the easy way out
Untuk memilih jalan keluar yang mudah
But if I let you go I will never know
Tapi jika ku lepaskan dirimu, maka aku takan pernah tahu
What my life would be holding you close to me
Seperti apa hidupku saat mendekapmu dengan erat
Will I ever see you smiling back at me?
Akankah aku bisa melihat kamu membalas senyumku?
How will I know
Bagaimana mungkin aku akan tahu
If I let you go?
Jika aku melepaskan dirimu
Night after night I hear myself say
Setiap malam kudengar, diriku berkata
Why can't this feeling just fade away
Kenapa perasaan ini tidak mau pergi
There's no one like you
Tak ada orang lain sepertimu
You speak to my heart
Kamu bicara kehatiku
It's such a shame
Sungguh memalukan
We're worlds apart
Kita adalah dunia berbeda
I'm too shy to ask, I'm too proud to lose
Aku terlalu malu untuk meminta, aku terlalu angkuh untuk kalah
But sooner or later I gotta choose
Tapi cepat atau lambat, aku harus memilih
Vino berdehem, setelah lagu itu berhenti. Cowok itu mengerti dari arti lagu itu, dia melihat ke arah kaca spion yang ada di depan, terlihat wajah Riko yang sedang menyunggingkan senyum nya. Vino melotot ke arah sahabatnya itu.
Naura yang cuek dengan lagu itu, malah terlihat beberapa kali menguap.
-
-
-
-
-
**Monmaaf kalau banyak salahnya.
Jangan lupa like dan komentnya, juga vote nya yang kenceng. Aku udah gak sabar, mau bikin Naura hamil.hehehe
Terimakasih buat semua dukungannya, kalian yang baek, semoga selalu bahagia
Salam... Semangat**...
emang enak🤪