Kosuke Arashi adalah seorang anak yang tinggal disebuah desa dengan malas dan tak memiliki ambisi apapun
Kehidupannya berubah ketika ia diketahui memiliki energi naga dalam tubuhnya kemudian sebuah tawaran datang padanya untuk bergabung dengan Akademi Red Eagle
Dan setelah itu melalui beberapa petualangan dan pertarungan ia memperoleh julukan "Si Pengacau"
Season 1 : Chapter 1-42
Season 2 : Chapter 43-102
Season 3 : Chapter 103-143
Season 4 : Chapter 144-247
Season 5 : Chapter 248-289
Season 6 : Chapter 290-393
Season 7 : Chapter 394-481
Season 8 : Chapter 482-575
Season 9 : Chapter 576-697
Season 10 : Chapter 698-887
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 : Hati Yang Keras
"Uhuk... Uhuk... Dimana aku?? Apa yang terjadi??" Nona Layla sadar dan mulai membuka mata.
"Hmm... Kau sudah sadar, ya?" tanya Misaki yang bersandar pada pohon.
"Dimana kita sekarang?" tanya Nona Layla.
"Kurasa kita sudah sampai di perbatasan desa Tomos." Misaki berdiri menunjuk desa Tomos.
"Bagaimana dengan tuan Hano dan para pengawalku?" tanya Layla.
"Entahlah... kurasa mereka telah gugur" jelas Misaki ragu-ragu.
"Owh... Kurasa aku harus memberi keluarga mereka santunan yang banyak." kata Layla seenaknya.
"Plaak..." Misaki menampar pipi Layla.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Layla tak terima.
"Jangan pikir uang adalah segalanya..."
"Bagaimana bisa kau tak sedih melihat orang-orang yang melindungimu mati??"
"Bahkan saat ini Arashi dan Ryuzaki berjuang entah masih hidup atau sudah mati?" teriak Misaki sambil meneteskan air mata.
"Mereka mati karena uang kan? Kenapa aku harus bersedih?" teriak layla.
"Mereka hanya sekumpulan orang yang menginkan uangku." kata Layla dengan egois
"Mereka dibayar!!! Mereka ku bayar!!"
"Kau benar-benar menyedihkan" Misaki makin geram.
"Seharusnya kau tak pantas dilindungi bahkan orang egois sepertimu tak berhak untuk hidup." kata Misaki makin marah meluapkan emosinya
"Kalau begitu bunuh saja aku, aku bosan hidup seperti ini!!" teriak Layla.
"Plaaak..." Misaki menampar lagi.
"Kau benar-benar menodai perjuangan mereka, Tuan Hano dan Arashi!!" teriak Misaki dengan berlinang air mata.
"Kau tak layak mendapatkan perlindungan bahkan kau tak layak untuk di pukul!!" Teriak Misaki dengan amarah yang makin menurun
"Menyedihkan...!!! Orang yang mengira semua hal dapat dibeli dengan uang hidupnya pasti sangat menyedihkan." Ucap Misaki yang menusuk hati Layla.
"Apakah kau mengerti kesedihanku??" Teriak Layla dengan nada keras.
"Tidak... Aku tidak mengerti!! tapi cobalah mengerti kesedihan orang lain." jelas Misaki.
Layla hanya diam merenung memikirkan perkataan Misaki.
Beberapa saat setelah mereka bertengkar suasana menjadi hening, tak ada saling bicara ataupun saling pandang memandang.
Lalu Misaki memulai percakapan
"Hey, kau!! aku akan pergi menuju desa Tomos, jika kau mau ikut cepatlah!!" Ucap Misaki mengajak Layla dengan ekspresi mengabaika
Layla tak menjawab tapi ia mengikuti Misaki dari belakang, dalam hati ia bergumam, "apakah aku salah??"
"Tidak semuanya dapat dibeli dengan uang!!" Ucapan Misaki seakan masih terdengar ditelinga Nona Layla
Jauh didesa Tomos, Arashi dan Masamune menunggu di gerbang desa.
"Kenapa mereka lama sekali?? Apa mereka tersesat?? Apa terjadi sesuatu?? Aduh aku sudah lapar?? Kurasa aku juga ingin kencing??" Gerutu Masamune yang mulai bosan
Sementara Arashi bersandar pada sebuah pohon dengan santai tanpa mempedulikan tingkah laku temannya
"Hey, Arashi katakan sesuatu?" Masamune mulai kesal karena diacuhkan
Tapi Arashi tak bergeming dan tak menjawab kemudian ia memandang ke depan menunggu datangnya Misaki.
"Hei, jangan abaikan aku tau!!" Masamune tambah kesal.
"Diamlah!! Jangan banyak menggerutu Ryuzaki!!" Bentak Arashi dengan tatapan tajam karena merasa terganggu
"Jika kau mau kencing, kencinglah sendiri!! Jika tidak berani ngompol saja sana!!"
"Apa katamu!!" Masamune agak terpancing tapi, Masamune tidaklah bodoh ia menarik nafas, "hah..."
"Arashi aku tahu kau khawatir, tapi kau harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja." Masamune mencoba menghibur Sahabatnya, "mereka itu kuat!!"
"Hah, kau benar..." ucap Arashi sambil menghela napas lega.
Beberapa saat kemudian datanglah seseorang yang ditunggu-tunggu yaitu Misaki dan Nona Layla
"Woiy, Arashi!!" Misaki berlari dan melambai-lambaikan tangan sambil tersenyum ketika melihat kedua temannya
"Wah...." Arashi dan Masamune tersenyum lega.
"Syukurlah kalian berdua selamat..." ucap Misaki senang
Lalu tanpa terduga Arashi memeluk erat Misaki.
"Hei, Arashi lepaskan aku, aku susah bernapas tau?" kata Misaki dalam dekapan Arashi.
"Maaf karena aku meninggalkanmu... maaf karena aku meninggalkan kalian..." kata Misaki lagi.
"Hah... Sudahlah jangan dipikirkan?" Arashi melepaskan pelukannya, "bukankah yang lebih penting kalian selamat!!"
Kemudian Arashi berjalan ke arah Nona Layla.
"A...nu ma...af karena..." ucap Nona Layla terputus dan terbata-bata.
"Hei, kenapa pipimu memar?" sambil menyentuh pipi Layla.
"Anu... Em... aku tadi terjatuh kok." Layla berbohong padahal pipinya memerah karena tadi ditampar Misaki.
"Kenapa ia berbohong? Apa ia melindungi ku?" batin Misaki penuh tanah
"Hah... Kau nona yang kurang berhati-hati." Ucap Arashi sambil menempelkan handsaplast.
"Woiy... Woiy... Sudah cukup adegan romantisnya!! Sekarang ayo cepat kita makan." Protes Masamune.
"Ya... Ya... Ayo kita makan!!" Arashi setuju
"Yosh... Akhirnya kita makan!!" Masamune semangat.
"Ayo nona kita makan!" ajak Arashi dengan tersenyum lebar dan menggandeng tangan Layla.
"Orang ini... sangat baik..." guman Nona Layla saat digandeng Arashi dari belakang
Saatnya Rewatch... Lupa kemarin sampe mana🤣