NovelToon NovelToon
Demi Yumna

Demi Yumna

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Almaira

Nayara bersama Yumna, putri kecil yang selama ini dibesarkannya seorang diri menjalani keseharian mereka yang sederhana dan bahagia. Namun kehidupan mereka tiba-tiba terusik oleh kedatangan Kevin yang berniat mengambil Yumna dari ibunya demi untuk menjalankan wasiat sang kakak.
Apakah Naya akan membiarkan putri kecilnya diambil begitu saja? Apakah tidak ada cara lain agar mereka tetap bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan

Kevin melihat layar CCTV yang jelas memperlihatkan jika Yumna pergi dengan diam-diam keluar rumah pagi-pagi sekali saat seorang ART keluar untuk pergi ke pasar. Yumna ternyata mengikutinya dengan diam-diam, berhasil keluar gerbang tanpa terlihat oleh security.

Sementara yang lainnya tampak panik dan menangis, Kevin bergerak cepat dengan menghubungi beberapa orang, meminta bantuannya untuk mencari Yumna.

Setelah itu dia menghampiri kedua orang tuanya yang sangat panik.

"Aku akan mencari Yumna. Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan segera menemukannya."

Yanti mengangguk, begitu juga dengan Cahyo yang tampak sangat khawatir, tapi mereka tak bisa berbuat banyak selain mempercayakan semuanya pada sang putra.

Sementara Kayla yang juga tak kalah paniknya memilih untuk juga mencari sang putri.

Sesudah mobil Kevin pergi, Kayla juga dengan mengendarai mobilnya sendiri pergi untuk mencari putrinya.

Sepanjang jalan Kayla tampak sangat kesal dan marah, dia geram kenapa Yumna bisa melarikan diri. Dia hanya berharap jika putrinya itu bisa segera ditemukan, karena jika tidak, maka sepertinya dia akan gila, impiannya untuk menjadi orang kaya pastilah sirna.

Kayla lalu dengan semangat mencari putrinya kesana kemari, dia tak akan menyerah dan putus asa, harus kembali ke rumah dengan membawa serta Yumna.

Kevin pun melakukan hal yang sama, mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencari Yumna, setelah meminta bantuan detektif, dia juga meminta bantuan teman-temannya yang ada di kepolisian berharap jika semakin banyak orang yang mencari maka kemungkinan Yumna akan segera ditemukan semakin besar.

Kevin lalu mengingat Naya, haruskah dia mengatakan tentang hilangnya Yumna padanya. Namun sepertinya dia memang harus memberi tahu Naya, walaupun tahu jika itu pasti akan membuatnya kaget dan khawatir akan tetapi bisa saja Naya mengetahui kemana kira-kira putrinya itu pergi. Naya sangat mengenal Yumna. Dia mungkin bisa memperkirakan kemana kiranya putrinya itu akan berlabuh.

Kevin langsung melajukan mobilnya menuju kost-an Naya.

Naya sedang membereskan bajunya ketika Kevin datang mengetuk pintu kamarnya.

Melihat wajah Kevin penuh dengan gurat panik dan cemas. Naya seperti sudah bisa menebak jika terjadi sesuatu pada putrinya.

"Yumna hilang. Dia kabur dari rumah."

Naya terhenyak.

Sesaat kemudian.

Naya termenung tak banyak bicara ketika Kevin membawanya untuk mencari Yumna. Dia terus terdiam seperti memikirkan sesuatu.

"Apa dia membawa tasnya?" Naya melihat Kevin.

"Iya. Dia membawa tasnya."

"Kira-kira dia akan pergi kemana?" tanya Kevin dengan wajah paniknya.

"Berhenti."

"Apa?"

"Berhenti disini." Naya melihat Kevin.

Kevin langsung menghentikan laju kendaraannya.

Dia lalu melihat Naya di sampingnya.

"Kenapa berhenti disini?" tanya Kevin heran.

Naya terus melihat ponselnya.

"Yumna sebentar lagi pasti akan meneleponku. Tunggu saja disini."

"Meneleponmu?" Kevin kaget.

Naya tak menjawab, dia hanya terus melihat ponselnya.

Kevin melihat Naya heran.

"Apa kamu yakin?" tanyanya lagi kemudian.

Naya kembali tak menjawab, terus melihat ponsel di tangannya, hingga benar saja, ada panggilan masuk ke ponselnya.

Naya dengan segera menerima panggilan telepon itu.

"Yumna sayang. Kamu dimana?" Naya tersenyum bahagia mendengar suara sang putri di ujung telepon sana.

Kevin kaget. Namun kemudian dia merasa lega.

"Tunggu bunda disana ya, bunda sama ayah akan kesana sayang."

Kevin segera melajukan mobilnya setelah Naya memberi tahu lokasi tempat Yumna berada.

"Apa yang terjadi? Kenapa kamu tahu jika dia akan meneleponmu?" Kevin melihat istrinya.

"Aku sudah menyimpan nomor ponselku dan alamat lengkap rumah di dalam tas Yumna. Aku sudah mengajarinya jika dia ada dalam keadaan darurat, seperti hilang atau tersesat, dia harus segera meminta bantuan pada orang dewasa untuk segera menghubungiku."

Kevin tersenyum takjub melihat Naya yang siaga menjaga putrinya.

Tak berapa mereka sampai di tempat yang dituju.

Melihat kedatangan bundanya, Yumna segera berlari menghambur ke pelukan Naya.

Naya tak banyak bertanya dia hanya langsung menggendong putrinya sambil menghampiri seorang ibu pemilik kios yang telah membantu Yumna.

Kevin dan Naya mengucapkan beribu terima kasih padanya karena telah membantu Yumna dan menjaganya.

Setelah itu mereka langsung kembali masuk ke dalam mobil.

Yumna terus memeluk Naya dengan eratnya. Tanpa banyak bicara dia hanya menenggelamkan wajahnya pada dada sang ibunda.

Kevin dan Naya memilih untuk tak banyak bicara. Membiarkan putri kecil mereka untuk menenangkan diri terlebih dahulu.

"Anak pintar. Bunda bangga sekali sama Yumna. Yumna memilih orang yang tepat untuk Yumna mintai tolong menghubungi bunda."

Yumna masih terdiam.

Naya dan Kevin saling berpandangan heran.

"Sayang. Yumna mau kemana sekarang? Kita akan pergi ke tempat yang Yumna mau. Gimana?" tanya Naya.

"Kemana saja asal jangan ke rumah kakek dan nenek."

Naya dan Kevin kembali saling berpandangan.

"Baiklah. Terus Yumna mau kemana sekarang?"

"Bunda." Yumna mendongakkan kepalanya melihat sang bunda.

"Iya sayang."

"Ayo kita kembali ke rumah kita dulu." Mata Yumna berkaca-kaca.

Naya tak bisa menjawab.

"Kenapa bunda? Kenapa kita tak bisa kesana lagi?"

"Rumah itu sudah diisi oleh orang lain sayang," jawab Naya sambil mengelus rambut putrinya.

Yumna kembali memeluk sang ibunda dengan sedih.

Naya mencoba menahan tangisnya, begitu juga dengan Kevin yang tak bisa melakukan apapun. Keduanya sekaan merasakan kesedihan Yumna yang sepertinya tak tahan lagi berjauhan dari sang ibunda.

Beberapa saat mereka kembali terdiam. Namun tiba-tiba Naya merasakan bajunya basah, dia pikir karena air mata Yumna yang menangis di pelukannya, setelah dilihatnya, dia tercengang mengetahui jika itu adalah darah yang keluar dari hidung putrinya.

"Sayang. Kamu mimisan." Naya dengan sigap mengambil tissue untuk mengelap darah di hidung putrinya.

Kevin juga langsung menghentikan mobilnya dengan panik lalu membantu memegang Yumna karena darah segar terus mengucur deras dari hidung putrinya.

"Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang." Kevin kembali menghidupkan mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.

Beberapa saat kemudian.

"Apa dia sering mimisan seperti ini?" tanya Kevin ketika keduanya menunggu Yumna yang sedang di periksa dokter di ruangan IGD.

"Tidak." Naya menggelengkan kepalanya sambil memastikan jika ini memang kali pertama Yumna mengalami mimisan.

Kedua kembali terdiam sambil terus menunggu dokter yang memeriksa Yumna dengan perasaan panik. Mereka takut jika terjadi hal serius pada putri mereka.

"Aku harus menghubungi ayah dan ibu dulu memberitahu jika kita sudah menemukan Yumna." Kevin melihat Naya.

Naya hanya mengangguk pelan. Sambil melihat Kevin yang berjalan meninggalkannya.

Sesaat kemudian Naya tiba-tiba dipanggil oleh dokter.

Sementara di luar.

"Iya ibu. Aku di Rumah Sakit. Yumna tiba-tiba mengalami mimisan."

"Tunggu ibu disana nak. Ibu dan ayah akan segera kesana," jawab Yanti di ujung telepon dengan panik.

Kevin tak menjawab. Dia tahu jika akan terjadi lagi keributan jika kedua orang tuanya melihat jika ada Naya juga disini.

Tapi kedua orang tuanya harus tahu jika Yumna bisa diketemukan juga berkat Naya, selain itu Kevin juga ingin ayah dan ibunya menyadari jika Yumna nekat kabur dari rumah karena saking merindukan bundanya.

Semoga setelah ini mereka menyadari jika Yumna tak bisa dipisahkan begitu saja dari Naya.

Sambil menunggu orang tuanya yang pasti sebentar lagi tiba, karena jarak rumah mereka sangat dekat dari Rumah Sakit, Kevin tak lupa menghubungi orang-orang yang tadi dimintai tolong olehnya untuk mencari Yumna.

Setelah menelepon beberapa orang, tak lama yang ditunggu datang. Dengan wajah paniknya, Yanti turun bersama sang suami menghampiri Kevin. Namun bersamaan dengan mereka ternyata ada juga Kayla yang ikut serta.

Mereka berempat lalu masuk ke dalam ruangan IGD.

Yanti dengan tergesa-gesa ingin melihat sang cucu, namun kedatangan semuanya rupanya sudah ditunggu oleh Naya.

Yanti dan semuanya kaget melihat Naya disana, berdiri dengan sambil menatap wajah Kayla tajam.

"Apa yang kamu lakukan disini?" Yanti memelototi Naya.

Bukannya menjawab Naya malah berjalan menghampiri Kayla lebih dekat. Dengan tangan mengepal dia terus menatap wajah Kayla dengan penuh kebencian.

Kayla hanya terdiam tak mengerti, hingga akhirnya ketika Naya sudah ada tepat di hadapannya, dirinya dibuat kaget ketika tanpa aba-aba Naya menamparnya dengan sangat keras.

Saking kerasnya membuat Kayla terhuyung ke belakang.

Semua orang yang ada disana dibuat kaget. Terutama Yanti yang langsung membelalakkan mata sambil menutup mulutnya dengan tangan.

Naya sepertinya belum puas, dia kembali menghampiri Kayla dan menamparnya lagi.

Kayla kembali terhuyung ke belakang sambil memegang pipinya yang kesakitan.

Naya tetap belum puas. Dia kembali berjalan menghampiri hendak menamparnya lagi, tapi kali ini rupanya Kayla lebih sigap, memegang tangan Naya sambil melihatnya dengan sangat marah.

"Berani sekali kamu menamparku." Kayla hendak memberikan tamparan balasan, namun dia salah, Naya dengan cepat memegang tangannya.

Naya malah kembali menamparnya untuk yang ketiga kali lalu mendorongnya ke belakang hingga membuat Kayla jatuh terduduk . Dengan sambil menahan tangisnya Naya melangkah mendekati Kayla yang kesakitan.

"Berani sekali kamu menyakiti anakku."

1
Uba Muhammad Al-varo
bagus 👍👍👌
Maryam Renhoran
so sweet.....aku suka kejujuran Vin😍
Maryam Renhoran
yaa Allah...yumna😭😭😭😭
Maryam Renhoran
hayoo....nenek ee kirain baik,,
taunya....menjengkelkan
Ira Suryadi
Luar Biasa
Puspa Rumaisha
serah ludah bang kev, padahal mah cinta pake so soan mengekang segala rupeee /Facepalm/
Kasmiwati P Yusuf
suka bner sm naya,.g dikit2 takut,nangis..bwa2adik yumna lg..asikkk
Kasmiwati P Yusuf
☠️☠️☠️☠️☠️ ngeri ny tor..di serang rame2 dpn anak ny lgi..😡😡😡😡
Kasmiwati P Yusuf
hadehhh..mau tdur baca crtmu dlu tor...tp siapa sih iris bawang mlm gini...😭😭😭
Umi Fitri
demi Yumna kasih lanjutannya kak
Susilawati
Alhamdulillah mba Al buat karya baru 👍
tapi aku mau tanya ceritanya Rania masih lanjut apa nggak mba Al, soalnya penasaran.
Susilawati
wah baru baca ceritanya sedikit aja udah seru 👍👍👍
Shofia Febrianti
mau aja dikadalin part 2
Shofia Febrianti
😭😭😭💔💔💔
Rosy
padahal baru kemarin aku rekomend cerita "Di balik cadar Aisha" ke temen aku..ternyata kak Almaira sudah punya cerita baru 😍😍
Teetie Suhaeti
Naya ibuny yumna bukan ya ko nama istri kakakny Kevin beda apa ganti nama
Irma Dwi
karya luar biasa
Una_awa
otw mampir 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️😁
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Oh judulnya yg diatas itu😍
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Apa nih judulnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!