Nasib Chloe Aubert bagaikan sebuah neraka yang tidak berujung. Segala penderitaan harus dia rasakan semenjak perceraian ke dua orang tuanya.
Dan ketika dia dewasa di di paksa menerima pernikahaan dengan seorang pria bernama Gazel Dwargo seorang bos Mafia sindikat perdagangan wanita, organ Tubuh manusia, Narkoba, senjata uranium dan lain-lain.
Bahkan pria ini memiliki sebuah hobby yang sangat menakutkan yaitu mendengar suara rintihan kesakitan yang terdengar seperti melodi di telinganya.
Semua karena keserahakan ibu tirinya, yang tega menjualnya pada Pria Psychopat ini. Sedangkan ayah kandungnya, hanya diam dan bahkan mendukung apa yang sedang di lakukkan oleh istrinya.
Membuat rasa percaya pada orang lain dalam dirinya menguap begitu saja.
Dan ketika dia sudah lelah menjalani hidupnya, Chloe berpikir untuk nekad melakukkan bunuh diri, tetapi ketika Gazel mengetahui niatnya itu, pria itu malah ingin membantu Chloe untuk melakukan hal gila itu.
“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.” Gazel Dwargo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Shopia mengikuti langkah Gazel yang mengarah ke ruang kerjanya. Bahkan langkah mereka terlihat oleh Erald, membuat pria itu menyeritkan keningnya.
“Bukankah aku meminta Shopia untuk merawat Nyonya Chloe? Lalu kenapa mereka bersama?” Tanyanya entah pada siapa.
Dan karena ruang kerja Gazel hanya berjarak dua ruangan dari kamar tidur Chloe, Erald memilih untuk mengikuti saja Tuan dan Shopia.
Ketika sampai di dalam ruangan itu, nafas Gazel terlihat naik turun, dia benar - benar sangat emosi saat ini.
“Aaaaarghhhh.” Teriaknya, menghancurkan barang yang ada di atas mejanya.
Plaaaaakkkkkkk, tiba - tiba saja tangannya tergerak menampar wajah Shopia dengan begitu keras.
“Aaarggghhh, Tuannn, apa salah saya? Kenapa Anda menampar saya?” Tanya Shopia, ketika dia sudah terduduk karena lunglai akibat tampran Gazel yang begitu keras padanya.
Dia bahkan sampai menangis karena merasakan jika itu sangatlah perih. “Arrrggggghhhh, Tuannn, sakitttt.” Rintihannya kembali tedengar ketika Gazel
Menjambak rambutnya dengan keras, bahkan sangat - sangat keras hingga kepalanya mendangak.
“Hiskkkk,,hiskkk, Tuan, saya mohon ampun, tetapi apa salah saya Tuan? Kenapa Anda -“
“Arrrggghhh.” Jeritnya lagi, karena Gazel semakin menjambaknya hingga dari akar rambut itu terlihat sangat merah seperti darah yang keluar.
“Kamu masih bertanya apa salah kamu?! Ha?!” Sentak Gazel, yang semakin marah karena Shopia merasa tidak mengatahui salahnya.
“Arrrgghhh, Ampun Tuan, Hiskkk, hiskkk.”
Kepalanya benar - benar sakit. Dia merasa seperti kulit kepalanya itu akan lepas dari tempatnya karena jambakan Gazel yang tidak sama sekali mengurangi kekuatannya dan malah semakin mengerasinya.
Tetapi tidak lama kemudian, Gazel melepaskan jamabakannya itu, berpikir jika dia sudah lepas.
Bugggghhhhhhh, Gazel dengan cepat menendang wajah Shopia dengan begitu keras, padahal dia sedang menggunakan sepatu Phantopelnya, hingga membuat Chloe termundur beberapa jarak.
Erlad yang sejak tadi ada di sana, hanya diam saja, karena dia tidak mau menganggu urusan Tuannya sebelum di berikan perintah, dan dia juga belum mengetahui apa masalahnya, sehingga dia memilih untuk diam saja.
Wajah Shopia, sudah tentu saja mengeluarkan darah dari hidungnya serta bibirnya.
Gazel kembali mendekat ke arahnya. “Aku sudah mengatakan kepadamu! Untuk tidak mengatakan apapun pada Chloe tentang masa lalu kita! Tetapi kenapa kamu memberi tahunya?!” Teriaknya di dekat telinga Shopia. Membuat telinga Shopia bedengung.
“Maafkan saya Tuan, saya janji saya tidak akan mengatakan apapun lagi pada Nyonya.” Shopia berbicara dengan bibirnya yanh sudah membengkak. Persis dengan Chloe, namun bedanya ini lebih parah dari wanita itu.
Gazel menghela nafasnya, lalu dia berdiri ingin melangkahkan keluar dari ruangannya. “Erald! Urus wanita ini! Aku tidak mau dia berkata apapun pada Chloe!” Tegasnya, memerintahkan Erald.
“Baik Tuan,” sahut Erald, mengiyakan apa yang yang di peritahkan pada tuannya.
Erald yang sejak tadi hanya berdiri saja, kini mendekati Shopia untuk menolong gadis itu. Entah apa yang membuat Tuannya begitu marah saat ini, padahal tadi di Markas dia mengatakan jika dia tidak akan merusak Bonekanya yang ini, lalu sekarang apa? Benar - benar tidak dapat di percaya.
Sedangkan Gazel, memilih untuk kembali ke kamarnya untuk melihat apa yang sedang di lakukkan oleh Chloe.
Tetapi ketika dia baru melangkah keluar dari ruangannya, dia melihat Chloe yang sedang berdiri di depan lift, “kamu mau kemana?!” Tanya Gazel, dengan sedikit membentak.
Chloe hanya menoleh saja padanya, lalu memencet panah turun pada lift, seperti menjawab pertanyaan Gazel tanpa mengeluarkan kata - kata.
“Nyonya.” Tegur Erlad, yang juga baru saja keluar dari ruangan Gazel, dan melihat Chloe lagi - lagi tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Tuannya.
Chloe memang mendengar suara tangisan serta teriakan makian Gazel tadi, tetapi melihat keadaan Shopia yang babak belur bahkan sampai tidak bisa berjalan hingga harus di gendong oleh Erald, tidak sedikitpun membuatnya merasa iba.
“Erald, aku akan turun ke bawah untuk mendapatkan makan siangku! Bukankah hewan peliharaan juga membutuhkan makanan untuk mendapatkan siksaan selanjutnya?” Chloe merespon kalimat Erald, membuat Gazel langsung menoleh ke arah asistennya itu.
“Kenapa dia menjawabmu dan tidak menjawabku?!” Tanyanya tidak senang pada Erald.
Chloe merasa ingin tertawa mendengar pertanyaan Gazel itu, Namun lift sudah terbuka dan Chloe masuk lebih dulu. “Apakah kalian akan ikut bersamaku dalam satu lift? Atau kalian mau tunggu? Tetapi aku khawatir jika boneka kesayanganya itu akan rusak.” Tanyanya dengan sedikit menyindir ke arah Shopia.
Erald benar - benar hanya bisa pasrah kali ini, Chloe adalah satu - satunya orang yang pernah mengabaikan Gazel setelah dia tahu siapa suaminya itu, bahkan menyindir secara terang - terangan membuat dia yang asisten Gazel saya merasa sesak nafas mendengarnya.
Dia khawatir jika kemarahan Gazel akan di lampiaskan olehnya juga.
Erald menunggu apa yang akan di lakukkan bosnnya, dan ketika dia melihat Gazel yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam Lift, akhirnya dia juga mengikutinya.
Tetapi, ada satu yang mengganjal di kepala Erald, kenapa bosnya ini malah diam saja dan terus menatap Chloe tanpa ada jeda.
Biasanya dia akan langsung membunuh wanita yang dengan begitu berani menantangnya, terbukti dari beberapa mantan yang berakhir menjadi makanan singa miliknya, bahkan mereka tidak menjawab perkataan Gazel tetapi hanya bersikap acuh padanya saja, sudah kehilangan nyawa, tetapi kenapa tidak dengan Chloe? Apakah karena Chloe adalah istrinya makannya dia memilih untuk diam saja?
Tidak seperti biasanya di seperti itu, bahkan mereka sampai terlibat Hening dengan tatapan Gazel yang terus pada istrinya, padahal Chloe sedang menatap ke arah lain dan seperti mengabaikannya.
“Nyonya, semoga Anda tidak membuat masalah untuk saya ke depannya.” Erald terus berbicara dalam hatinya. Dia khawatir sangat - sangat khawatir dengan sikap Chloe yang seperti menunjukan bahwa dia adalah wanita yang kuat.
Padahal menjadi wanita lemah seperti kemarin juga tidak masalah, entah apa yang sedang di perjuangkan oleh Chloe, tetapi yang jelas wanita itu benar - benar akan membuat masalah untuk orang lain, mungkin bukan untuknya tetapi semua akan berimbas kepada orang lain yang akan menjadi pelampiasan emosi Gazel.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*