S1 END : Ketika cinta timbul dalam sebuah ikatan sakral pernikahan, mampukah Zoya dan Reiner menghadapi ujian pernikahan atas dasar perjodohan?
S2 END : Kisah cinta segitiga yang penuh gejolak asmara
~ Lalu bagaimana dengan Viora, yang jelas-jelas tahu bahwa hubungan antara Kelvin bersama Eliezer sudah begitu jauh, mampukah dia menerima Kelvin atau pergi bersama Alvero?
S3 END
~Kehadiran Alice yang menjadi partner dari Alvero untuk merebut kembali Viora dari pelukannya Kelvin. Namun, justru cinta hadir di antara mereka.
~ Cinta tulus Steven kepada Claudia perlahan memudar namun, dalam sekejap semuanya terjadi sebaliknya.
Supaya enggak bingung, dan penasaran yuk di baca!
Note: Kisah mengandung bawang kesedihan, kekejaman, bucin tingkat akut, kegembiraan, dan action bar-bar.
Follow Ig: Meldy_ta29
Ini adalah novel pertama Author, dan maaf jika terdapat beberapa kesalahan. Tentu saja manusia tidak luput dari dosa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24. Bahagia
Seperti yang sudah diketahui Kelvin datang di kediaman mereka. Setibanya disana ia langsung dipersilahkan masuk. Wajah Reiner sedikit tidak suka melihat Kedatangan Pria itu.
Zoya telah membawa minuman lengkap dengan beberapa cemilan untuk mereka. "Duduk dulu Vin," ujar Zoya. Kelvin duduk berhadapan dengan mereka sedangkan Zoya berada disamping suaminya. "Bagaimana jalan-jalannya tentunya sangat menyenangkan ya Zoe?" ujar Kelvin disela-sela minumnya.
"Ya sangat menyenangkan apalagi aku belum pernah ke Singapura menurutku disana sangat indah," ucap Zoya. "Tentu saja, dia sangat bagus menurutku, kalian memang harus sering-sering liburan"" ungkap Kelvin.
"Ini hadiah dariku tidak seberapa tapi semoga kau menyukainya Vin" ucap Zoya seraya memberikan sebuah kotak besar kepada Kelvin. "Wah kau sangat berlebihan Zoe, aku hanya bercanda denganmu meminta hadiah tapi terimakasih ya kalian berdua sangat perhatian denganku," ucap Kelvin dan mengambil kotak tersebut.
Reiner yang sudah dari tadi memasang wajah kusam. "Istriku memang sangat baik dan satu lagi dengarkan aku tidak perhatian denganmu," ucap Reiner geram.
Zoya menahan tawa mendengar ucapan suaminya bukan malah ingin marah tapi malah keliatan lucu. "Mas sudah jangan katakan seperti itu aku ingin segera menertawai mu."
"Suamimu sangat galak kau bahkan betah dengannya jika aku menjadimu setiap hari ku cakar suami seperti ini" ucap Kelvin justru membuat Zoya tidak sanggup lagi menahan tawanya. Suasana pecah seketika akibat suara tawa darinya. "Sudahlah hentikan ucapan itu jangan membuatku terus tertawa aku sudah tidak sanggup lagi," ungkap Zoya.
"Ya baiklah Zoe," ucap Kelvin.
Zoya bermaksud ingin memberitahu tentang keadaan dirinya. Ia melihat kearah suaminya yang sedang sibuk dengan handphonenya, ia memberi isyarat kepada suaminya agar Reiner langsung yang memberitahukannya.
Suaminya pun paham. "Vin, mungkin dalam waktu dekat gue bakalan buat acara kecil-kecilan untuk calon anak gue, jadi Lo harus datang ya," ucap Reiner.
"Apa? Calon anak, wah ... Selamat ya gue senang dengarnya akhirnya kalian mendapat kebahagiaan dan gue bakalan ada keponakan" ucap Kelvin senang. "Iya Vin, aku juga bersyukur udah dikasih kepercayaan sama Tuhan buat aku," ungkap Zoya.
"Iya aku senang banget dengarnya, kasih aku ponakan yang lucu-lucu ya pasti cantik deh kaya Mommy Zoe" ungkap Kelvin. "Lo sendiri Kapan cari istri jangan anak gue yang jadi sasaran, nanti jangan cium anak gue lama-lama," ucap Reiner.
"Ya pelit banget sih Lo, kalau istri itu nanti gue cari, setidaknya gue harus ketemu yang tepat yang penting sekarang lihat kalian bahagia gue juga bahagia kok" ucap Kelvin. "Iya Vin terimakasih aku harap kamu bisa cepat menemukan orang yang tepat denganmu," ujar Zoya.
Kelvin melihat jam ditangannya, ia berniat pamit, tidak ingin berlama-lama mengganggu pasangan didepannya itu. "Zoe, Rei, gue pamit pulang dulu ya udah malam banget lagi dan terimakasih banyak hadiahnya," ucap Kelvin.
"Sama-sama Vin hati-hati ya!"
Pertemuan mereka berlangsung menyenangkan Kelvin pun sudah pulang. Malam itu mereka memutuskan untuk kerumah Mommy sekaligus menginap disana. Istrinya sedang bersiap-siap menghias diri sedangkan Reiner mengambil beberapa barang yang perlu dibawa.
Mereka sudah memasuki mobil dan tidak butuh waktu lama sampailah mereka di kediaman Notern. Mommy dan Daddy sudah mengetahui kedatangan kami dan menunggunya diluar.
"Masuk sayang Mommy udah kangen banget sama menantu cantik ini," ucap Mommy seraya memberi pelukan kepada Zoya.
Istriku sudah masuk kedalam duluan, aku dan Daddy mengikuti dari belakang. Dan beberapa pelayan membawa barang-barang bawaan kami. "Son, katamu ingin menginap semalam tapi kok udah kaya bukan, berapa hari sampai barang bawaan sebanyak itu?" ucap Daddy sedikit girang.
"Cuma semalam kok Daddy itu hadiah buat kalian dan juga tadi aku sempat mampir di Mall membeli beberapa perlengkapan bayi dulu," ucap Reiner. "Perlengkapan bayi? Maksudmu Zoe sedang mengandung Son?" ucap Daddy dengan suara keras sampai terdengar di telinga Mommy.
"Wah menantuku sedang hamil muda ternyata aduh senangnya akhirnya aku bisa cepat-cepat timang bayi, coba dulu kaya begini mana tahu Mommy udah dapat banyak cucu ya kan Daddy?" ucap Mommy seraya memeluk istriku.
"Ya Mommy benar."
"Son, sebaiknya kamu cari pelayan di rumahmu biar menantu Mommy ini tidak kelelahan dan sayang kamu sebaiknya jangan berkerja dulu ya fokus saja untuk kehamilan mu, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan menantuku yang cantik ini," ucap Mommy pada kami.
"Ya Mommy nanti kami akan bicarakan dulu."
Kehadiran seorang anak adalah rezeki dan juga menjadi sosok pelengkap bagi sebuah keluarga serta menjadi kekuatan agar hubungan tetap kokoh berdiri. Mertua yang baik yang selalu menyayangi menantunya sama seperti kasih sayangnya terhadap anak-anaknya.
Kami duduk diruang tamu sedang membicarakan kapan akan di gelar acara sambutan kehamilan untuk istriku, Mommy yang sangat sibuk mengatur dan menghubungi kerabat-kerabatnya yang lain.
"Udahlah Mommy jangan ramai kali undang tamu Kitakan buat acara kecil-kecilan," ucap Reiner berusaha menyakinkan mommy nya.
"Ngga bisa acara kecil-kecilan Son, cucu pertama keluarga Notern harus dibuat acara semewah mungkin, biarkan Mommy yang mengatur kalian cukup terima beres saja, menantu dan cucu kesayanganku itu harus dengan acara sempurna mungkin bukan begitu Daddy?" ucap Mommy.
"Ya terserah Mommy saja, aku sama dengan Reiner hanya ikut serta," ucap Daddy sambil menggelengkan kepalanya. Begitulah kebiasaan Mommy sesuatu yang indah harus dibuat dengan seindah mungkin, jika sudah berkata ya maka susah untuk mengatakan tidak. Tetap saja Mommy yang paling terbaik.
Aku dan istriku memutuskan untuk langsung ke Kamar sedangkan Mommy dan Daddy masih sibuk mengatur tanggal sampai dengan perlengkapan yang dibutuhkan nantinya. "Mas, aku sangat bahagia melihat antusias Mommy terhadapku," ucap Zoya kagum.
"Benar sayang, kamu itu istimewa tentu saja Mommy harus membuatnya dengan sempurna mungkin," ucap Reiner dan mencium kening istrinya. "Terimakasih mas," ucap Zoya dan memeluk suaminya.
Kebahagiaan yang sempurna saat kita menerimanya dengan ikhlas, segala hal akan terasa lebih mudah jika sesuatu dijalankan dengan lapang hati.
Mereka sedang rebahan, Zoya sedang membaca novel di ponselnya. Reiner menatap istrinya dalam-dalam, mengusap lembut wajahnya dan menciumnya, serta memeluknya dengan erat. "Sayang jangan sibuk dengan ponsel, kamu tidak kasihan melihatku sekarang?" ucap Reiner berusaha menggoda istrinya.
"Jangan ganggu aku dulu mas aku sedang fokus," Zoya geram. "Jahat sekali kamu sayang membiarkan aku tersiksa seperti ini," ucap Reiner pura-pura cemberut.
Zoya melihat suaminya dengan raut wajah tidak enak dilihat, dia berhenti dengan ponselnya, dan memeluk suaminya dengan erat hingga keduanya sama-sama tertidur.
zoya banyak sekalian melakukan perbuatan menjijikan dan munafik
*menjijikan interaksi zoya dan kevin sudah kelewatan batas dan sangat2 menjijikan
*munafik zoya hanya karena photo suaminya dengan wanita lain sudah marah tapi dia dengan kevin pelukan, pegangan tangan kayak kekasih, curhat berduaan, bersaudara, elus elus rambut sambil tidur, kelakuan zoya sudah menjijikan
dan tidak bermoral dan munafiknya novel ini dan pemikiran authornya adalah membenarkan semua kelakuan zoya dan kevin
satu kata untuk author dan novel ini menjijikan dan munafik
mampir yuks...
"Pernikahanku pelunas Hutang"
jangan lupa tinggalin LIKE,COMENT AND VOTE yaa....