Zahra, seorang gadis SMA yg Sangat cantik dan manis.
Ia menikah dengan CEO yg tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzz1124, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan Lain
"O-oke". Ucap Zahra kaget karna Zack mencium nya.
" Zahra apa tangan mu masih sakit?". Ucap Zack sambil menatap mata Zahra.
"Eumm sudah tidak terlalu sakit". Ucap Zahra melepas pelukan nya.
"Leon ambil kan aku kotak p3k". Ucap Zack.
" Ini Tuan ". Ucap Leon sambil memberikan kotak p3k.
" Berikan tangan mu". Ucap Zack.
"Biar saya sendiri saja". Ucap Zahra takut.
" Cepat!". Ucap Zack dingin. Zahra langsung memberikan tangan nya.
"Zahra apa hubungan mu dengan pria itu". Ucap Zack sambil membuka kotak p3k.
" E-ehh....". Ucap Zahra bingung dengan pertanyaan Zack.
"Jawab aku Zahra". Ucap Zack mengambil obat saleb dan perban.
"Kami hanya te-teman Tuan". Ucap Zahra takut salah bicara.
" Apa kau serius". menatap Zahra tajam.
Glekk, kenapa dia menatap ku seperti itu. Ucap Zahra dalam hati.
"S-s-saya Serius Tuan". Ucap Zahra panik.
" Leon apa hubungan Zahra dengan pria itu, dan siapa nama pria itu". Ucap Zack dingin. Zack mulai mengoleskan saleb ketangan Zahra.
". Nama nya Rian Argatra Tuan, dia adalah sahabat kecil Nona Muda". Ucap Leon.
" Sahabat kecil?, bukan kah sahabat kecil itu lebih dari teman?". Ucap Zack sambil menatap Zahra tajam. Kini tangan Zahra di pijat pijat oleh Zack.
"Beritahu aku lebih lagi". Ucap Zack.
" Teman Nona adalsh orang yang sangat dekat dengan Nona, bahkan mereka punya panggilan". Ucap Leon berhenti bicara.
"Panggilan?, Panggilan seperti apa?". Ucap Zack menatap Zahra kesal.
" Nona dan teman nya saling memanggil sayang". Ucap Leon datar.
"Sayang?!". Ucap Zack kesal. Kini pijatan nya di tangan Zahra jadi lebih keras.
" A-aww". Ucap Zahra meringis.
"Kau pernah panggil dia sayang". Ucap Zack menatap Zahra tajam.
" Ehh". Zahra bingung harus menjawab apa.
"Jujur, kalau kau berbohong aku akan menghukum mu". Ucap Zack kesal.
" I-iya Tuan ". Ucap Zahra pasrah.
" Jangan panggil dia seperti itu lagi". Ucap Zack kesal.
"Iya Tuan aku janji, jangan hukum Aku ya". Ucap Zahra.
" Kali ini kau ku maaf kan". Ucap Zack sambil melihat tangan Zahra yang makin membiru, bukan nya sembuh. (Kalian tau kan kenapa bisa biru biru gitu tangan nya. Karna pijatan Zack yang keras saat kesal tadi).
"I-i-iya Tuan, terimakasih". Ucap Zahra selamat.
" Tuan apa tangan saya akan baik baik saja?". Ucap Zahra bingung karna tangan nya membiru.
"Tentu saja, aku akan memakai kan perban". Ucap Zack sambil mengambil perban.
Iya semoga saja ya Tuan. Ucap Zahra dalam hati.
" Zahra jangan panggil aku Tuan lagi". Ucap Zack sambil memperban tangan Zahra.
"Ha?". Ucap Zahra bingung.
" Jangan panggil aku Tuan lagi ". Ucap Zack. Kini tangan Zahra sudah terbungkus oleh perban.
" Aku harus memanggil mu apa Tuan ". Ucap Zahra bingung.
" Jangan panggil aku Tuan aku ini suami mu". Ucap Zack memalingkan wajah nya.
"Tapi aku harus memanggil mu apa". Ucap Zahra bingung.
" Pikir sendiri, aku ini suami mu ". Ucap Zack.
Tuan dengan kata kata seperti ini kau seperti anak kecil. Aku harus memanggil mu apa jika aku salah kata apa kau akan memaafkan ku. Ucap Zahra dalam hati.
" Nona mungkin Tuan ingin di pangil seperti panggilan anda dan teman anda". Ucap Leon datar.
"Sayang?". Ucap Zahra bertanya.
" Kau istri yg pintar". Ucap Zack sambil memeluk Zahra.