⚠️Ini hanya karya fiksi semata⚠️
“Kalau kau tak suka dengan sikap ku, kau boleh pergi, Dianna Chana.” Adipati Leon pemilik warisan yang takkan habis sampai 7 turunan dengan mudah mengganti Chana, bila wanita sebatang kara itu meminta pisah dengannya.
“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.”
Tes!
Chana yang miskin tak bisa berkata apapun pada Leon yang selalu menduakannya berulang kali karena ia masih butuh pria tampan itu untuk membiayai sekolahnya yang mahal.
Namun semua berubah saat Leon melakukan kesalahan yang sangat bagi Chana.
“Pada hal kau sudah mengambil segalanya dari ku, tapi kenapa! Kau lakukan juga dengannya?! bangsat!” pekik Chana.
Plak!
Chana yang naik pitam menampar wajah tampan Leon.
“Cih! Bukannya kita langganan pelac*r?! Lagi pula kau bertahan karena uang, bukan cinta kan, Chana!” pekik Leon.
Kata-kata Leon yang begitu menyakitkan membuat Chana mengambil keputusan besar, yaitu meningga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
“Kau benar-benar salah menilai ku, mana mungkin aku menyakiti orang yang ku cinta.” Aril yang menyukai Chana merasa sedih karena tidak akan melihat gadis yang ia kagumi dalam diam selama ini lagi.
Ia yang patah hati kembali ke mobilnya lalu tancap gas menuju rumahnya.
🏵️
1 bulan kemudian, saat ujian semester sedang berlangsung Leon teringat akan Chana.
Apa kau juga lagi ujian di tempat lain? batin Leon.
Setelah selesai mengerjakan soal ia pun keluar dari ruangan.
Saat ia akan beranjak pulang, Aril memanggil namanya. “Leon!”
Kemudian Leon menoleh ke arah Aril yang ada di belakangnya.
“Ada apa?” sahut Leon.
“Ayo ke kantin, sudah lama kita enggak makan bakso pedas,” ujar Aril.
“Iya, kau benar juga.” Leon dan Aril pun menuju kantin bersama-sama.
Sesampainya di kantin Aril memesan 2 bakso pedas, kali itu ia yang mentraktir Leon.
Setelah pesanannya jadi, Aril pun membawanya ke meja yang ada Leon nya.
“Ini.” Aril meletakkan semangkok bakso di hadapan Leon seraya duduk di bangkunya.
“Tumben banget kau mentraktir ku, ada angin apa?” tanya Leon penasaran sebab Aril adalah tipe teman yang tingkat hematnya di atas rata-rata
“Satu bulan yang lalu aku bertemu Chana.” ucap Aril dengan mengaduk-aduk baksonya.
Seketika Leon meletakkan sendok yang baru saja ia pegang.
“Lalu? Kenapa kau tidak memberitahu ku? Aku kan sudah bilang kalau kau lihat dia katakan pada ku! Kau tahu aku mencarinya! Kau bagaimana sih, Ril?!” Leon marah besar pada sahabatnya.
“Dia meminta ku untuk tidak boleh memberitahu siapapun.” ucap Aril dengan jujur.
Sontak Leon pun memijat pelipisnya yang terasa sakit.
“Ku pikir kita sahabat, tapi ternyata aku salah.” Leon pun bangkit dari duduknya.
“Maafkan aku, tapi dia baik-baik saja, sayangnya aku tak berhasil membujuknya untuk sekolah disini lagi,” ujar Aril.
“Andai kau katakan pada ku saat itu, pasti dia masih ada disini,” ucap Leon.
“Tidak mungkin, itu sama dengan merendahkan dirinya.” Aril mengatakan kenyataan yang sebenarnya.
Hal itu membuat Leon terdiam, ia yang tak ingin duduk satu meja dengan Aril memutuskan untuk pergi.
🏵️
Pukul 20:00 Leon yang baru sampai ke rumah bertemu dengan Aminah.
“Leon, ibu mau bicara pada mu.” Aminah yang jarang di rumah ingin mengobrol berdua dengan putranya.
“Iya bu.” Leon pun mengikuti ibunya menuju sofa yang ada di ruang tamu.
Setelah keduanya telah duduk dalam posisi nyaman, Aminah mulai membuka obrolan.
“Bagaimana ujian mu? Apa sulit?” tanya Aminah.
“Biasa saja bu,” jawab Leon singkat.
“Ada berapa ujian lagi?” tanya Aminah lebih lanjut.
“Besok terakhir.” Leon yang tak bersemangat hanya menjawab apa yang ibunya tanyakan .
Hati Aminah sangat sedih Melihat anaknya yang selalu muram.
“Apa kau belum mendapat kabar soal pacar mu?” ucap Aminah.
“Belum, apa ibu masih ada pertanyaan lain? Karena aku ingin keluar malam ini.” Leon yang ingin melepas gundah di hatinya berniat ke klub malam.
“Jangan pergi kemana-mana besok kaukan masih ada ujian.” Aminah takut jika Leon tak pulang sampai esok hari.
“Kalau begitu aku mau menginap di rumah teman malam ini bu, aku bosan disini.” Leon beranjak ke kamarnya tanpa berpamitan pada Aminah.
“Ya ampun, anak itu...” timbul rasa sesal di hati Aminah karena telah ikut campur dalam urusan percintaan anaknya.
Leon yang telah berada di kamar langsung mengganti baju tanpa mandi terlebih dahulu, lalu ia pun membuka lemari besarnya.
Drakkkk!!
Kemusian Leon pun memilih baju pemberian Chana yang belum pernah ia pakai sebelumnya.
...Flash Back!...
Pada saat hari ulang tahun Leon yang 18 tahun, ia merayakannya di sebuah resort indah yang terdapat di pinggir pantai yang memiliki curah ombak rendah.
Leon yang kaya raya mengundang seluruh teman dalam dan luar sekolahnya.
Parahnya Leon turut mengundang para mantan yang pernah mengisi hatinya.
Chana yang ada dalam acara itu tak berdiri di sebelah Leon karena ia takut Leon tidak mengizinkannya.
Setelah acara tiup lilin, Leon pun memotong-motong kue indah bertingkat tiganya.
Chana hanya tersenyum saat melihat Leon memberi potongan pertamanya pada Puja, gadis tercantik di jurusan kebidanan.
Meski semua orang tahu Chana adalah kekasih Leon, tapi tak ada yang perduli akan Chana yang tak di anggap di tempat itu.
Pada saat penyerahan kado, Chana mebdatangi Leon yang duduk di sebelah puja, kedua tangan gadis itu menegang kotak persegi empat yang di bungkus oleh kertas kado berwarna emas
“Selamat ulang tahun semoga panjang umur dan segala yang kau inginkan tercapai.” Chana yang cemburu menahan rasa sakitnya di hadapan Leon dan Puja.
Puja yang merasa dekat dan berhak atas Leon mengambil hadiah dari tangan Chana.
“Terimakasih banyak.” ucap Puja dengan raut wajah tak suka.
Chana yang sadar dirinya tak di perlukan langsung balik kanan, karena ia ingin pergi dari ruang pesta yang melantunkan musik DJ itu.
Chana yang ingin segera keluar pun menerobos orang-orang yang sedang berjoget ria.
Leon yang takut Chana tersesat di resort yang memiliki hutan rimbun tersebut bangkit dari duduknya.
“Mau kemana?” tanya Puja.
“Cari angin,” sahut Leon.
“Mau ku temani?” Puja yang takut Leon mencari mangsa baru berusaha agar selalu menempel dengan Leon.
“Aku hanya sebentar.” Leon tak mengizinkan Puja untuk ikut, karena ia tidak mau urusan pribadinya di campuri orang lain.
Puja yang kesal pada Leon menyunggingkan bibir tebalnya.
Leon yang tak ingin kehilangan jejak pun buru-buru menyusul Chana.
Sementara Chana yang menyendiri duduk di atas pasir putih pantai sendirian.
“Kenapa kau ada disini?” tanya Leon.
“Karena aku lebih suka melihat ombak, sudah 3 tahun aku enggak ke pantai.” ucap Chana tanpa melihat wajah Leon.
“Jangan disini, nanti kau masuk angin.” Leon menggenggam bahu Chana.
“Baiklah.” Chana pun bangkit dari duduknya.
Chana yang berpikir Leon akan baik padanya mencoba menggenggam tangan lelaki tampan itu.
Tap!
Plak!
Sayangnya Leon menepis tangan Chana. “Tangan mu lengket.” kemudian Leon berjalan terlebih dahulu.
“Maafkan kalau aku sudah membuat kesalahan.” Chana pun menelan salivanya, ia sangat malu dengan perlakuan Leon meski yang tahu hanya mereka berdua.
Chana yang patah hati mempercepat langkahnya hingga mendahului Leon.
Sesampainya dalam ruang pesta, Chana yang merasa kesal mengambil segelas win dari atas meja.
Gluk gluk gluk!
Chana yang tak pernah minum seketika mabuk berat.
Sifatnya pun berubah 180 derajat, ia yang tak sadar malah bergabung ke kerumunan orang yang sedang menari bebas.
Leon yang baru masuk melihat kegilaan kekasihnya. Matanya pun membelalak sempurna saat saat kekasihnya di peluk orang lain.
Leon yang cemburu berjalan cepat menuju sang kekasih yang di kelilingi 3 lelaki besar.
“Permisi, dia pacar ku.” Leon menarik tangan Chana untuk menjauh dari para pria agresif itu.
Puja yang menyaksikan pemandangan tak enak itu memukul meja yang ada di hadapannya dengan kuat.
Brak!
Perempuan nakal! sok cantik banget dia, harusnya Chana menolak saat di sentuh Leon! teriak Puja dalam hatinya.
Leon yang takut Chana di sentuh orang lain dengan cepat menggiring sang kekasih menuju kamar yang ada di lantai 2.
“Lepas! Aku masih mau menari, kau kenapa sih?! Selalu susah melihat aku senang? Aku saja membiarkan mu bermesraan dengan wanita lain, kau juga mengabaikan hadiah dari ku kan? Pasti kau tak ingat kado ku yang mana kan?!” Chana yang mabuk mencurahkan isi hatinya.
...Bersambung......
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
makin kesini kenapa malah terlihat murahan. lagi² dgn alasan cita² mau jd duri rumah tangga wanita lain. 6 thn jadi istri simpanan ky biasa saja.. masa ga ada sedikitpun percikan cinta utk stefan(terlepas stefan sikopet/dia kan ga tau). malah berharap balikan lagi dgn aa leon...
helooooo..... kamu kapan suksesnya dan kapan balas dendamnya ke om dan tantemu....?????
maaf ya thor ini cm kesan pribadiku trhdp chana, bukan karyamu...kalau karyamu mah ky mengandung magis. begitu baca ga bisa berhenti sblm habis bab.
karyamu keren thor...
lagian itu sdh kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan