Sarah, seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang kini masih menduduki bangku kelas 12 SMK harus rela menerima tawaran untuk mengandung benih dari seorang CEO yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak.
Awalnya Sarah menolak namun waktu semakin berjalan sang ayah ahrus segera di Opresi dan ia membutuhkan biaya yang cukup besar.
....
Penasaran kan? Ayo ikuti terus kisah dari setiap bab novel "Rahim Bayaran"
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 25
Dan akhirnya mereka pun bersiap-siap untuk pergi camping, di bantu oleh bi Asih.
Karena Sarah yang kondisinya sedang hamil besar bi Asih pun akhirnya di ajak oleh Aksa agar lebih mudah membantu.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di tempat camping yang memang di sah kan oleh kota tersebut untuk mengadakan camping,ya seperti hutan indah dengan udara sejuk dan tentunya sangat bersih.
"Mas,aku takut."Ucap Sarah saat berjalan sambil memegang tangan Aksa masuk ke dalam wilayah camping itu.
"Nyonya tidak perlu takut lihat lah di sana, di sana juga ada orang yang camping kan dan tempat ini memang di sediakan untuk orang-orang yang mengadakan kegiatan seperti ini."Jawab bi Asih kepada Sarah.
"Dengar,bi Asih saja tau dan tidak takut, mengapa kau harus takut?"Tanya Aksa lagi.
"Yasudah iya aku tidak akan takut."Jawab Sarah.
Setelah menemukan tempat yang cukup bagus untuk mendirikan tenda Aksa dan bi Asih pun mulai mengeluarkan alat-alat yang mereka bawa untuk membangun tenda.
Sementara Sarah dia hanya duduk dan mulut nya yang tidak bisa berhenti mengunyah makanan.
"Lihat lah kerbau gendut itu bi."Bisik Aksa kepada bi Asih.
"Shhht, tuan jangan, nanti jika nyonya mendengar nya itu akan berbahaya."Ucap bi asih kepada Aksa.
Sementara Aksa hanya tertawa lucu melihat Sarah yang duduk dengan makan cemilan yang begitu banyak.
Setelah satu jam berlalu kini dua tenda pun sudah selesai di buat satu nya untuk bi Asih dan satu nya Aksa dan Sarah.
"Sarah, masuk lah, ini sudah sore."Ucap Aksa kepada Sarah yang masih santai duduk di luar tenda.
"Iya mas, sebentar."Ucap Sarah yang hendak berdiri dari duduknya dengan susah payah.
Melihat hal itu Aksa pun mendekati nya dan mengulurkan tangan untuk membantu nya berdiri.
"Gajah ini benar-benar merepotkan."Ucap Aksa kepada Sarah.
"Apa?"Ucap Sarah menatap Aksa dengan tatapan tajam.
"Eh, em tidak, bi Asih temani Sarah aku akan keluar untuk mencari kayu bakar untuk api unggun."Ucap Aksa mengalihkan pembicaraan.
"Bi Asih yang sedang merapikan tenda pun akhirnya keluar dan menghampiri Sarah.
"Baik tuan."Jawab bi Asih.
Aksa pun bebas dan akhirnya pergi berjalan menyusuri jalan di hutan itu untuk mencari kayu bakar.
Setelah mendapat kan beberapa potong kayu bakar Aksa pun akhirnya kembali ke tenda.
Malam pun tiba.
"Mas."Pangil Sarah.
"Hmmm."Ucap Aksa sambil menatap layar ponselnya.
"Mas, lapar."Ucap Sarah manja.
"Apa? Lapar? Bukan kah kita baru selesai makan?"Tanya Aksa.
"Ya lapar mas."Ucap Sarah dengan wajah cemberut.
"Ya sudah,ayo keluar dan buat api unggun,lalu membakar jangung."Ucap Aksa kepada Sarah.
"Baik lah ayo."Ucap Sarah kepada Aksa dengan senyum manis di bibir nya.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk keluar dan menyalakan api unggun dan membakar jagung.
"Bisa kah kau makan dengan pelan-pelan?"Tanya Aksa melihat Sarah yang sedang memakan jagung bakar nya dengan lahap.
"Tidak bisa mas,jika aku makan dengan pelan kau akan menghabiskan nya."Ucap Sarah terlihat sangat cantik dengan rambut yang di gerai itu.
"Aku tidak akan menghabiskan nya."Ucap Aksa kepada Sarah.
"Ah."Ucap Sarah yabg tiba-tiba berhenti mengunyah makanan nya.
"Kenapa? Ada apa?"Tanya Aska kaget.
"Dia,dia menendang perut ku."Ucap Sarah memegang perutnya.
"Sudah ku bilang, jangan makan terburu-buru seperti itu, sudah-sudah hentikan jangan makan lagi, sekarang ayo tidur."Ucap Aksa kepada Sarah.
Aksa pun mengambil makanan yang berada di tangan Sarah kemudian memaksa Sarah untuk masuk ke dalam tenda karena sudah saat nya tidur.
"Mas,aku masih ingin duduk di luar, aku tidak mau tidur."Ucap Sarah kepada Aksa.
"Sudah, jangan membantah, bisa kah kau sebentar saja menurut?"Ucap Aksa kepada Sarah.
"Bagaimana mungkin? Bukan kah aku selalu menuruti keinginan mu mas?"Tanya Sarah yang kebingungan dengan ucapan suaminya itu.
"Sudah, jangan berisik,apa kau tidak takut binatang buas akan mendengar kan suara mu itu dan menghampiri tenda kita?"Tanya aksa menakuti Sarah.
"Apa? Apa di sini ada binatang buas?"Tanya Sarah khawatir.
"Iya siapa tau saja, seperti beruang."Ucap Aksa.
Mendengar ucapan itu Sarah pun reflek memeluk erat tubuh Aksa dan menyembunyikan wajah nya di dada Aksa.
"Tau takut juga rupanya."Batin Aksa yabg kemudian memeluk erat tubuh Sarah sambil sesekali mengelus perut nya.
Mereka pun akhirnya tertidur pulas di dalam tenda sambil berpelukan.
Bersambung ....
ya dahlah 🤭
typonya semakin bnyk dan penulisannya masih belum rapi 😌
alurnya sih udah kebanyakan cerita yg sama cuman biasanya para penulis punya khas/gaya nya sendiri menulis sebuah cerita
tapi masih cukup bisa dibaca dan dipahami alurnya.