Akhirnya suamiku melupakan mantannya, setelah perjalanan panjang sulit melupakannya tapi sekarang suamiku lebih menghargai ku sebagai istri dan ibu dari anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
...Asiyah di culik...
"Minum lah dulu kamu pasti harus"Hamid memberikan air dari tangannya.
Aisyah pun menerima air itu lalu, ia meminumnya sampai habis tanpa rasa curiga, beberapa saat kemudian Aisyah tertidur setelah meminum dari Hamid.
Plak!
Aisyah tertidur di bahunya, Hamid menyunggingkan senyuman tipis sembari melirik Aisyah yang sudah lemas.
Sementara di tempat lain Abi dan Nenek Ratu mencari Aisyah kemana-mana.
PLAK!
"Nenek kecewa sama kamu Abi, Aisyah itu gadis yang baik, tapi kamu mengecewakan Nenek"Umpat nenek ratu.
"Nenek maafin Abi, tadi Abi sudah mencari Aisyah kemana-mana tapi tidak menemukan Aisyah Nek."Lirih Abi dengan wajah memerah penuh kekhwatiran.
Hari mulai gelap matahari yang cerah mulai meredup berganti malam binatang-binatang gemerlapan menerangi seluruh alam semesta dunia seakan runtuh di tengah-tengah pedesaan yang penduduknya bisa di bilang hitungan jari saja, selebihnya hutan. Desa itu terasa sunyi hanya suara jangkrik dan binatang mengaum bersautan.
"Hamid kenapa kau membawa ku kemari? aku ada suami yang menunggu ku, sekarang hayo hantar aku pulang."Rengek Aisyah bercucuran air mata mengalir Hamid tidak ada rasa belas kasihnya.
"Ais, aku tidak ingin melihat kamu terus di sakit oleh Abi, saya membawa kamu ke desa nenekku karena ingin menyelamatkan kamu dari jeratan pria brengsek itu" Ucap nya Hamid sambil menatap tajam Aisyah.
Nenek tua itu keluar dari kamar yang notabene adalah nenek Hamid yang tinggal di desa serang.
"Hayo kalian makan dulu, selagi masih hangat nanti kalau sudah dingin rasanya sudah tidak enak."Kata nenek tua itu mengajak makan malam.
"Iya nek, sebentar Hamid makan, hayo Aisyah kita makan dulu" ajak Hamid.
"Aku tidak mau makan, aku tidak lapar."Tolak Aisyah.
Aisyah duduk terdiam ia hanya menatap Hamid penuh dengan kebencian walaupun pernah mengisi hatinya tapi dengan cara begini Aisyah paling tidak menyukai tindakan yang dilakukan oleh Hamid saat ini dirinya adalah istri orang lain tidak seharusnya dia membawa pergi jauh dari kotak Jakarta disaat sedang ada masalah dengan suaminya.
Hamid keterlaluan bagaimana jika Mas Abi mencariku nenek pasti khawatir dengan menghilangnya aku. Hiks...Hiks..Hiks Aisyah mengisi sesegukan memeluk kedua lututnya dengan menggelamkan wajahnya diantara dua belahan lututnya.
"Hayo nak kita makan nanti kamu sakit kalau tidak makan" Ujar wanita paruh baya itu
"Saya tidak lapar dan saya tidak mau makan"Kata Aisyah menolak apa pun yang tawarkan dari mereka seisi rumah
Ada apa dengan gadis ini dan siapa sebenarnya gadis ini apakah dia kekasih Hamid atau siapa?" Gumam orang tua Hamid menatap menatap Aisyah dengan intens.
Kemudian orang tua ibu Hamid menarik tangan hamid ke kamarnya.
"Hamid siapa dia? kenapa gadis itu terlihat marah dan kesal siapa sebenarnya gadis itu?" tanya orang tua Hamid penasaran.
"Hamid sangat menyayangi Aisyah Bu, Hamid tidak kamu melihat dia disakiti oleh suaminya maka dari itu Hamid membawa Aisyah pergi jauh darinya." Ungkap Hamid
"Astagfirullah nak, gadis itu bukan jodoh mu, dan gadis itu istri orang kamu akan berdosa jika kamu mencintai gadis yang sudah menikah."Tutur ibu nya Hamid
"Tapi Bu." Protes Hamid
Ucapan Hamid terpotong oleh ibunya."Tidak ada tapi, sekarang pulang kan gadis itu kalau tidak ibu akan sangat marah jika kamu menolak semua perintah ibu." timpal ibu nya Hamid
Hamid terlihat tidak menerima nasihat ibunya, ia bersikeras untuk meyakinkan ibunya agar menerima Aisyah di rumahnya.
"Ais tolong katakan pada semuanya kalau kamu mencintaiku!?" Ucap Hamid keras.
"Tidak Hamid, aku istri mas Abi tolong biarkan aku pergi dari sini Hamid hiks...hiks..hiks."Aisyah menangis sesenggukan.
"Kamu bohong! Aisyah!" Ucap lagi Hamid Teriak.
"Ya! itu dulu Hamid sekarang sudah beda aku sudah menikah dan kita tidak berjodoh Hamid, aku mohon biarkan aku pergi aku sedang hamil anak mas Abi aku tidak ingin bayi ini kenapa-kenapa"kata Asiyah sambil mengelus perutnya.
Di desa tempat kediaman Hamid masih berseteru sementara di kediaman keluarga Wiranata mengerakkan semua orang kepercayaannya untuk mencari Aisyah setelah 24 jam tidak ada kabar dari Aisyah Abi juga sudah melaporkan ke pihak kepolisian untuk mencari istrinya.
Dua hari sudah Aisyah berada di desa kelahiran Hamid, Aisyah juga tidak makan tidak minum apa pun yang di hidangkan oleh Hamid mau pun ibunya Aisyah menolaknya dengan alasan, ia tidak lapar.
"Menikah lah dengan ku Aisyah" kata Hamid
"Kamu jangan gila Hamid! aku tidak mau" tolak Aisyah sambil duduk mundur menjauh dari Hamid.
"Ini pakaian yang harus kamu kenakan untuk pernikahan kita" Hamid meletakkan kabaya warna putih di meja kamar Aisyah.
Hiks...Hiks..Hiks.., Hamid aku mohon lepaskan aku biarkan aku pergi dari sini kamu orang baik Hamid kamu masih bisa mencari gadis yang lebih dari saya."
"Tidak! Aisyah aku hanya ingin kamu yang menjadi istriku paham!" bentak Hamid.
"Tuan sampai sekarang kami belum mendapatkan istri anda tapi kami akan berusaha untuk mencari istri anda tuan" kata pak orang suruhannya.
Brak!!!!!
"Bodoh! kalian mencari satu orang saja kalian tidak bisa saya kasih waktu kalian 6 jam kalau sampai tidak menemukan istri saya habis kalian"
Mereka bergidik negeri mendengar ancaman Abi sepertinya kali ini Abi tidak main-main dengan ucapannya.
Abi tertunduk memijat pelipisnya, ia merasakan betapa kehilangan sosok istri yang selama ini tidak dia hargai.
Abi menemukan foto di dalam album dan pertama kalinya juga Abi membuat histori status di ponselnya foto pernikahannya yang selama ini ia rahasiakan.
Abi memandangi wajahnya penuh dengan air mata atas kepergian Aisyah.
Tok... Tok.. Tok.
"Masuk" abi segera menyapu air matanya dengan satu jari nya.
"Selamat siang pak, saya bawakan bapak makan siang saya harap bapak mau makan ya" Ujar Denis.
"Saya sudah bilang. Saya tidak mau makan dan saya tidak ingin di ganggu kamu keluar sekarang" usir Abi dengan suara nyaring abi mengusir Denis dari ruangannya.
Kali ini Denis bergidik negeri mendengar suara Abi. Denis segera meninggalkan ruangan Abi dan berbisik kepada semua pegawai.
"Hai guys tunggu tunggu kalian sadar tidak kalau kehilangan Aisyah itu bersama Hamid tidak hadir ke kantor ya nggak ya nggak ya nggak sih?"
"Kamu benar Denis! sebaiknya kita cari tahu kemana perginya Hamid"
"Betul tuh" Jawab serempak
Tiba-tiba muncul Clara" Kalian tidak usah repot-repot mencari tahu keberadaan Aisyah saya akan bayar kalian asalkan jangan pernah kasih tahu keberadaan Aisyah dimana" Saut Clara.
Mereka saling tatap mata ia bertanya-tanya siapa gadis yang tiba-tiba datang.
...**Apa jawaban mereka kita lanjut episode selanjutnya...
...----------------...
...----------------...
Mampir ya temen terimakasih 🙏**
Cieeee Rio.. tuhh jodohh km..🤭🤭🤭
Nahhh btul tuhh... masih apa ngk.. kalau yg ngasih... makluk halus....🤔🤔🤔
hedehh Bi .. ngapain juga keluyuran.. ntar km yg ilang malah bahaya...😑😑
Yesss si Othorrr balek.... semangattt bt satu in Abi n Ais ❤️
Hedehhhh Clara kg nihh biang kerok yg kagak kapok.....
Semogga tersambung tlfon balek abiny.... dan d angkat Aisyah.....🙂🙂🙂🙂