NovelToon NovelToon
Omku Suamiku

Omku Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Selingkuh / Nikah Kontrak / Beda Usia / Tamat
Popularitas:130.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: mama nya_fia

Kalara Sinta baru saja putus dari kekasihnya. Kegalauan Kalara bertambah ketika tantenya justru mengajukan Kalara sebagai istri kedua Danuraja. Meskipun awalnya Kalara dan Danuraja menolak pernikahan, kedua orang tua Kalara dan keluarga besar justru mendukung pernikahan tersebut.
Perdebatan, sikap cuek dan perselingkuhan mewarnai pernikahan Kalara dan Danuraja. Witing tresno jalaran soko kuliner. Makanan dan berbagi cerita pelan pelan menyatukan hati Kalara dan Danuraja. Cinta yang bersemi mendapat cobaan berat lantaran anak anak Danuraja bersatu "menyatakan perang" terhadap Kalara.
Akankah Kalara dan Danuraja bisa menyatukan cinta dan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama nya_fia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 - IM WITH YOU

Suasana mendadak hening. Pinkan mengaduk aduk daging wagyu tanpa berniat memasukkan daging tersebut ke dalam mulut. Danish dengan wajah datarnya meneguk milk shake. Lalu sibuk bermain ponsel. Danuraja intens menatap Kalara. Sedangkan gadis yang ditatap Danuraja tengah sibuk menerima panggilan telepon dari Agustina.

Gluk

Gluk

Kalara membasahi tenggorokannya. Matanya sedikit leluasa melihat bayangan Danuraja yang masih menatapnya.

"Pi, Danish, mau gak kita jalan jalan sebentar?"

"Jalan jalan kemana kak Lala?" Pinkan menyahut malas.

"Melambai Blok M yuk?"

"Disitu ada apa?"

"Disana ada banyak makanan, ada live music juga."

"Kan kita baru aja makan?"

"Disana kita pesan satu porsi buat rame rame. Atau pesan minuman sambil duduk ngobrol. Yuk?" Ajak Kalara. Matanya menatap Pinkan, Danish dan Danuraja.

"Ayo, let's go." Ungkap Danuraja. Ayah dua anak tersebut menggamit lengan Pinkan dan Danish agar pergi dari restoran cozy.

MELAMBAI BLOK M

"Kue nya enak ya kak."

"Iya, rasanya manis gurih pedas. Pi tau gak nama kue itu?"

Pinkan menatap potongan kue tradisional yang berbentuk separuh bulatan. "Iniii..kue pastel ya kak?"

"Bukan, ini panada. Kue khas manado."

Pinkan mengamati lebih dekat kue yang hampir habis ia makan. "Bentuknya kayak pastel kak." Mulut Pinkan berucap sambil memasukkan potongan terakhir panada.

"Bentuknya sama, separuh bulat. Tapi perhatiin deh Pi." Kalara mendekatkan sepotong panada dan sepotong pastel ke dekat Pinkan. "Tuh, permukaan panada halus, rata. Kalo pastel permukaannya gradakan. Ada bolong bolongnya gitu."

Pinkan melihat perbedaan yang ditunjukkan Kalara. "Iya kak, beda ya?" Pinkan melihat ke arah Kalara. "Kok bisa gitu kak?"

"Panada dibuat dari adonan roti lalu digoreng.Kalo pastel dibuat dari adonan pastry terus digoreng."

"Bedanya roti sama pas..apa kak?"

"Hehe pastry Pi."

"Iya itu, apa bedanya kak?"

"Adonan pastry dibuat dari tepung terigu, margarin cair dan air. Diuleni sampai halus dan tercampur. Kalo adonan roti dibuat dari tepung terigu khusus roti, mentega cair, telur dan air, di mixer sampai bercampur dan elastis. Selain adonan, isian pastel dan panada beda juga Pi." Kalara membelah satu buah pastel dan satu buah panada. Meletakkan ke piring kertas. "Pi liat kan? pastel isinya bihun dan wortel. Ada juga yang diisi ayam cincang. Isi panada biasanya ikan tongkol atau cakalang. Orang manado biasa mengisi panada dengan daging ikan tongkol atau cakalang yang disuwir, diberi bumbu pedas. Tapi di luar manado, banyak yang membuat panada diisi daging ayam yang dicincang dan diberi bumbu pedas. Ada juga panada isi sayuran atau coklat."

"Kok kak Lala tahu banyak?"

"Dulu waktu kak Lala kecil, mama sering cerita tentang kue, dari daerah mana kue itu berasal, bahan untuk membuat kue nya apa saja, semua nya Pi. Selain kue, kita juga sering ngobrolin apa aja."

Bibir Pinkan merengut. "Mama gak pernah ajak ngobrol Pi."

Kalara terkesiap. Ia merasa bersalah karena telah membuat Pinkan sedih. "Haduh, kak Lala gak bermaksud buat Pi sedih. Maksud kak Lala, kak Lala lagi cerita tentang pastel dan panada, persis dulu ketika kak Lala kecil. Sampai sekarang, mama dan kak Lala juga masih suka ngobrolin hal hal di sekitar kita. Kayak kemarin kita ke supermarket trus sehabis belanja mama dan kak Lala duduk di food court yang menjual es dawet. Mama bilang, setiap lihat es dawet ingat Banjarnegara. Satu wilayah di Jawa Tengah dekat tempat kuliah kak Lala dulu. Kak Lala, mama dan papa pernah ke Banjarnegara setelah selesai wisuda. Kita ke alun alun makan es dawet. Sama kayak kita sekarang Pi, kita lagi ada di Melambai, Blok M, tempat dengan banyak makanan khas. Pi tahu gak? di Melambai, Blok M ada Ah cafe yang buka dari tahun 1977. Ada juga toko kue Vivi yang termasuk toko kue legendaris." Kalara bercerita panjang lebar sambil menatap wajah Pinkan lekat. Kalara amat bersyukur tumbuh besar bersama kedua orang tua yang sering menemaninya. Bercerita banyak hal atau sekedar jalan jalan berkeliling kota.

"Legendaris itu apa kak?"

"Legendaris itu kayak benda atau orang yang masih terus ada."

"Kayak Enin?" Celetukan Pinkan tak ayal membuat Kalara, Danish dan Danuraja terbahak.

"Ahahaha yaa bisa dibilang gitu. Cuma ini kan kita lagi cerita tentang toko kue vivi, nah toko kue ini udah ada dari dulu banget Pi. Sewaktu mama Erni kecil, toko kue vivi udah jualan kue di Melambai, Pi. Itu artinya legendaris."

Pinkan mengangguk angguk. "Kalo gitu museum bisa dibilang legendaris dong kak?"

"Hmm kalau museum kan bangunan yang memang sengaja dibangun supaya kita semua, dari yang tua sampai yang masih anak anak, bisa belajar sejarah. Kayak museum wayang, kita belajar tentang wayang. Atau museum bahari, kita belajar tentang asal mula pelabuhan di Jakarta. Ada banyak lagi museum di Jakarta dan daerah sekitar Jakarta, Pi."

"Pi mau ke museum kak?"

"Kemarin kan Pi baru study tour ke taman mini?" Danish yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan seperti halnya Danuraja, mulai bersuara.

"Itu kan taman mini kak. Yang diceritain kak Lala kan museum. Beda kak Danish."

"Ck..kamu ini ngeyel. Di taman mini juga banyak museum. Ada museum transportasi, museum perangko. Masa gak ingat?"

Pinkan mengusap pipinya. "Ooh iya ya, Pi lupa. Kemarin kan Pi ke museum transportasi di taman mini. Hehe."

Danish memajukan bibir nya. "Heumm betul kan kak Danish? Kamu pelupa."

Pinkan melengos. "Kak Lala besok ke museum yuk?"

Kalara berpikir sejenak. "Besok kak Lala ada seminar di bogor. Pinkan sama Danish mau ikut? Kalian pergi jam 10 dari rumah, jadi ketika break seminar, kita makan di jalan suryakencana. Disan ads klenteng yang usianya sudah 300 tahun. Banyak makanan enak juga disana. Tapi, makannya di pinggir jalan, Pi sama Danish mau?"

"Danish gak masalah kak."

"Pi mau deh."

Kalara tertawa. "Kok kayak gak ikhlas gitu sih."

"Makannya sambil nahan gerah dong kak?"

"Iya, sedikit panas. Tapi bisa diakali, kita makannya di mobil aja."

"Mau deh." Pinkan mengangguk setuju.

Kring

Kring

Ponsel Danuraja berbunyi. "Hallo."

"Kamu dimana mas? Aku balik ke meja, kamu sudah gak ada. Anak anak dan Kalara juga gak ada di meja mereka."

"Kami sedang kulineran. Nanti juga pulang."

"Lho, aku gak boleh tahu kalian ada dimana?"

"Gak perlu. Kamu urus saja meeting mu dengan Prof. Sudjono."

"Mas marah? Aku kan gak sengaja ketemu Prof. Sudjono di resto cozy. Aku bahkan happy banget beliau mau ngobrol sebentar dengan aku, mas. Sudah beberapa kali aku ikut seminar dengan beliau sebagai pembicaranya, aku susah untuk sekedar duduk dan bicara santai dengan beliau. Ehh di resto cozy aku malah ketemu beliau dan membahas beberapa hal penting. Amaze banget mas."

"Terserah. Kamu bisa ngobrol sepuasmu. Kami sedang bersenang senang disini."

Klik

Danuraja memutus hubungan telepon.

Kring

Kring

Ponsel milik Kalara kini berbunyi. Kalara melihat id penelepon. Tertera nama Lidya. "Hallo, tante."

"Kamu lagi dimana Kal?"

"Lagi jajan di Melambai, Blok M, te."

"Ngapain kalian disana?"

"Hanya duduk ngobrol sambil icip jajanan di Melambai te."

"Oh ya sudah, tante meluncur kesana."

Klik

"Kak Lala ngapain kasih tau mama?" Danish langsung bersuara.

"Mau bagaimana pun dia mama kamu Nish."

"Ck..merusak suasana. Mana mau mama makan di pinggir jalan?!"

Kalara mengelus tangan Danish. "Semua orang tua pasti sedih ketika anak anaknya menolak didekati. Bersikap biasa saja walau tante Lidya terkadang ngeselin."

"Mama sering banget ngeselin kak. Kayak hari ini, kita udah capek capek nyiapin perayaan ulang tahun pernikahan mama dan papa. Ehh mama malah asik ngobrol sama temannya. Ninggalin papa gitu aja di ruang makan." Danish terlihat mengeluarkan kekesalannya.

Kalara menatap Danuraja. Ia meminta kebenaran pernyataan Danish melalui tatapan mata. Danuraja hanya tersenyum kecut.

"Ya udah, udah kejadian. Sekarang gimana soal besok ke Bogor? Kalian jadi ikut?" Tanya Kalara kepada Danish dan Pinkan.

"Aku ikut. Kan bisa jadi supir sekaligus penjaga anak anak." Ujar Danuraja.

"Asiikk papa ikut. Pi jadi gak sabar buat jalan jalan ke Bogor besok."

"Tapi waktunya sempit ya Pi? Jadi kak Lala baru bisa leluasa nemenin setelah jam 4 sore. Begitu sampai di Bogor, Pi, Danish sam om Danu ke kamar Kal aja. Siang kita ke suryakencana sebentar. Setelah itu kak Lala balik seminar. Kalian bisa ke kamar atau bisa berenang di hotel."

"Rebes kak Lala."

1
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
mama fia
wkwkwk..
Murniasih
baso jeletot,...
Murniasih
yeee...kirain beneran tau2 udh sah aja....jd akuyg deg2an
mama fia: hehehe
total 1 replies
mama fia
iya betul kak..diluar itu, seorang anak yang sedang emosi melihat kelakuan minus orang tua nya pasti bertindak di luar nalar..
Machacy
Gak etis banget seorang anak mukulin Ayahnya.
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Erna Wati
bagus
Redmi Lima
dapat peajaran hidup
mama fia
terima kasih atas supportnya kakak..
Yunerty Blessa
sangat baik..sebuah cerita dan kisah yang berbeda.. semangat terus kak thor dalam penulisan nya..terbaik 👍👍😘😘
Mantap..
Yunerty Blessa
akhirnya Kalara punya anak hasil perkahwinan dengan Danu..sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis..
Yunerty Blessa
aduh sudah tamat.. seandainya Kalara bisa bersalin baru tamat kan elok..
apa pun terima kasih kak thor dalam penulisan nya..
terbaik dan semangat terus 👍👍😘😘
Yunerty Blessa
padan muka kau Lidya..
Yunerty Blessa
Lidya benar² gila..
Yunerty Blessa
kasian Lidya pasti kalah dengan Kal..
Yunerty Blessa
bahagia selalu bersama kalian
Yunerty Blessa
baru perasan kau Lidya..yang Danu sakit..😠😠
Yunerty Blessa
Lidya terlalu obsesi sekali terhadap Danu dan Kal
Yunerty Blessa
moga mereka bersatu semula menjadi sebuah keluarga yang bahagia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!