Waktu bisa mengubah segalanya. Termasuk hatiku, karena sering kau abaikan. Kini kau menyesal pun tidak ada artinya.
Pintar dan cantik tidak menjamin untuk kita di cintai, inilah kisah ku yang selalu di rendahkan, begitu banyak kebaikan pun tidak ada artinya dimata mereka. Dan lamanya waktu aku bersama mereka tidak bisa mengubah rasa bencinya kepadaku. Akankah Clara bertahan, atau ia menyerah dan memilih jalan lain.
Menulis apa yang ingin di tulis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Diandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayap ku patah.
Perlahan Clara menggerakkan jarinya. Ia bangun dari tidurnya. Pandangannya menyapu ke setiap sudut ruangan. Seolah dia sedang mencari seseorang.
"Dia, mengabaikan aku lagi?" ucap Clara dengan lirih.
Deg...
Jantung Rendra berdetak lebih kencang. Bukan ia lagi merasakan jatuh cinta. Tapi rasa sakit yang mendengar ucapan dari wanita yang ia cintai. Di abaikan? Apakah selama ini Clara selalu di perlakukan oleh suaminya seperti ini. Apa yang menjadi sebabnya? Apa yang terjadi sebenarnya? Dan siapa kah yang bersalah dalam hubungan mereka? Ada banyak pertanyaan di pikiran Rendra. Tapi itu akan Rendra cari tahu sendiri setelah Clara membaik.
"Siapa, yang mengabaikan mu? Kita semua disini Ca," jawab Rendra dengan pandangan menatap Clara penuh cinta.
"Dia Ren, aku begitu tidak pentingnya sehingga dia tidak datang padaku."
"Suami mu? Mana mungkin seorang istri tidak penting bagi suami Ca. Tentu saja penting, kalian kan suami istri. Suatu hubungan dimana kalian bersama berbagi suka dan duka. Saling memberi dan menerima, tidak mana yang lebih banyak atau sedikit asal saling memberi cinta sayang dan perhatian. Tentu saja kau penting Ca."
" Iya, sangat penting sampai istrinya di rumah sakit dia tidak datang," Clara tersenyum ke arah Rendra. Hatinya nyeri, tapi ia lagi dan lagi menahannya. Wanita yang sebenarnya rapuh di dalam selalu terlihat tegar dan baik-baik saja.
Rendra bangun dari tempat duduknya. Ia segera memeluk Clara dengan erat. Rendra tidak peduli setelah ini Clara akan marah kepadanya. Tapi ia hanya ingin memeluk wanita di hadapannya saat ini. Wanita yang terlihat tegar, selalu tersenyum kepada semua orang di sekitarnya tapi hatinya terluka. Hatinya rapuh, tubuhnya lelah. Lelah dengan keadaan yang begitu saja. Lelah tidak di hargai, lelah memberi. Lelah tentang semua hal.
"Menangis lah? Jadikan aku tempat untukmu bersandar. Jangan kau tahan sakit mu sendiri. Kenapa kau genggam bara api Ca? Apa yang kau alami selama ini?" Rendra mempererat pelukannya. Butiran bening sudah keluar tanpa permisi dari kedua sudut matanya.
Titik terendah pria, dimana ia melihat wanita yang dicintai sedang terluka. Dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya menjadi penonton dari hubungan wanita yang ia cintai dan pria yang di sebut suami tapi selalu mengabaikan istrinya.
"Kau ini ngga jelas banget Ren. Siapa yang mau mau mengisi. Aku baik-baik saja," jawab Clara dengan nada suara yang tertahan.
"Jangan bohongi dirimu sendiri Ca. Bukankah kau sendiri yang lebih tahu keadaanmu. Menangis lah, kalau mau? Kau itu tidak baik-baik saja Ca."
" Aku baik-baik saja Rendra."
" Clara! Tidak akan ada yang mencibir mu kalau kau mau menangis. Tidak akan ada yang akan marah padamu kalau bilang lelah," ucapnya sambil melepas pelukannya. Ia beralih menggenggam tangan Clara.
Pandangan Rendra tidak mau lepas dari Clara. Ia melihat ada kecemasan di hati Clara. Rasa takut, rasa sakit, rapuh semua terlihat oleh Rendra. Tapi Clara masih selalu bilang baik-baik saja. Dasar Clara wanita yang sangat keras kepala.
Air mata Clara jatuh. Ia tidak bisa berbohong pada pria di hadapannya saat ini.
"Menangis lah kalau itu akan membuatmu merasa lebih baik," ucap Rendra sambil memeluk Clara.
"Ren, aku tidak baik-baik saja. Aku terluka, aku tidak dihargai. Aku lelah dan sayap ku sudah patah. Aku mau menyerah aku sudah kalah Ren. Bukan dia yang salah, tapi akulah yang sebagai manusia tidak peka. Aku yang salah Ren. Aku yang salah..." teriak Clara.
Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku 🙏
Jangan lupa like dan komen ya.
Salam sayang dariku ❤️
apakah km. benar2 masih menyukai Clara 😤