NovelToon NovelToon
Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: 🕊R⃟🥀Suzy.ೃ࿐

Pengorbanan seorang istri demi kebahagiaan sang suami, mengharuskan Hanum berbagi bukan cuma raga tapi juga hati. "Saya terima nikah dan kawinnya Amalia binti Ahmad dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Sah.... sah"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🕊R⃟🥀Suzy.ೃ࿐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan api cinta

Hanum menemani ibunya memilih kebutuhan rumah tangga. Ardi pun sama sibuknya memilih bahan untuk tugas nya yang belum selesai dan Ilham yang tak ikut memilih, hanya sibuk melihat gawainya, berharap ada yang memberi kabar.

Sejak kejadian tak disengaja, ia melihat Amel yang berjalan ke arah parkiran Hotel Robinson, banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikirannya.

Ilham resah, perasaannya mengatakan kalau ini tidak benar, tapi untuk bertanya pun ia segan, apa lagi sekarang adalah waktunya bersama Hanum dan keluarganya.

Huft, Ilham menarik nafas panjang. Ia bolak-balik melirik arloji yang ada di pergelangan tangan nya, memastikan masih ada waktu sedikit sebelum acaranya dengan keluarga Hanum benar-benar selesai.

"Mas?" panggil Hanum.

"Iya sayang." jawab Ilham sembari mendekati Hanum.

"Ini bagus gak?" tanya Hanum sambil menunjukan dua cangkir gelas yang terlihat mirip.

"Ini bagus sayang, kamu suka?" tanya Ilham balik.

"Suka sih Mas, tapi agak mahal ya."

Ilham terkekeh mendengar ucapan Hanum, istrinya ini memang istimewa disaat istri yang lainnya dengan senang hati menghabiskan uang nya, disini Hanum masih memikirkan harga yang menurut Ilham tidak terlalu mahal.

Sambil mengusap kepala Hanum Ilham berkata, "Ambil saja kalau kamu suka sayang! Mas dengan senang hati memberikannya untukmu."

"Tapi belanjaan ibu juga ardi kan banyak Mas, apa nggak masalah?"

"Untuk mu dan keluargamu semuanya tidak masalah!" ucap Ilham menegaskan.

"Ya sudah Hanum ambil yang ini ya, biar kita bisa duduk berdua saat dirumah dan meminum teh dari gelas yang sama."

Ilham mengangguk mendengar ucapan Hanum.

Saat sedang menemani Hanum melihat-lihat perkakas lainnya, gawai yang ada di saku Ilham bergetar. Terpampang jelas nama Amel di layar kontak nya.

"Mas angkat telfon sebentar ya sayang, nanti kalau sudah selesai langsung ke kasir saja, hem?"

Hanum tersenyum, mengiyakan ucapan Ilham yang mulai menjauh untuk menjawab teleponnya.

"Hallo assalamu'alaikum."

"Mas dimana kok gak ada dirumah?" tanya Amel di seberang sana.

"Lho kamu bilang masih di tempat temen kamu, besok baru pulang memangnya gak jadi?"

"Eh, i … iya Mas aku lupa kalau urusan ku sudah selesai." jawab Amel gugup.

"Oh, ya sudah nanti Mas pulang."

"Eh jangan Mas, besok saja hari ini rumah belum aku bersihkan, masih banyak debu nya juga."

"Ya sudah kalau begitu kamu jangan terlalu capek juga ya?"

"Iya, kalau begitu Mas tutup dulu telponnya, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam"

Klik

Saat Ilham berbalik setelah menjawab telepon dari Amel, ia dikejutkan dengan Ardi yang berdiri di belakang nya.

"Ar … ardi, kamu ngapain disitu?" tanya Ilham panik.

"Gak ada Mas, cuma mau manggil Mas Ilham tapi berhubung sedang telfon jadi Ardi nunggu disini."

"Kamu dengar Mas telponan?" tanya Ilham khawatir.

"Nggak, pas sampai sini Mas udah bilang salam."

"Oh." Ilham menarik nafas lega setidaknya keluarga Hanum belum tau, Ilham tidak bisa membayangkan. Seandainya ibu dan adik Hanum tau dia sudah berkhianat pasti mereka akan memisahkannya dengan istri tercintanya.

Ilham menggeleng kan kepala membayangkan semua itu, ia pasti tidak akan sanggup kalau berpisah dengan Hanum.

"Mas kok geleng-geleng, mikirin apa?" tanya Ardi.

"Gak ada, belanjanya sudah selesai belum yuk pulang?" ajak Ilham.

Ardi dan Ilham berjalan beriringan menuju kasir, bertemu Hanum dan ibunya yang sudah menunggu dengan barang belanjaan yang memenuhi troli belanja.

"Sudah sayang?"

"Sudah Mas."

"Ya sudah Mas bayar dulu ya, kamu tunggu saja di depan oke?"

"Iya."

Hanum dan ibunya berjalan keluar, disaat yang bersamaan tanpa sengaja, Hanum bertabrakan dengan lelaki yang sedang berjalan dengan terburu-buru.

Bruk

"Maaf saya tidak sengaja!" ucap lelaki itu.

"Iya tidak apa-apa, saya juga minta maaf." ucap Hanum.

Saat sama-sama terbangun, mata mereka tak sengaja saling menatap dan seketika lelaki itu memekik senang, karena pertemuan tidak disengaja nya ini membuatnya bertemu kembali dengan gadis yang mulai masuk ke pikirannya.

"Ha … hanum." panggilannya.

"Bang Sakha."

Mendengar namanya disebut, Sakha tak henti menyunggingkan senyum di bibirnya.

"Kamu ngapain disini, ini siapa?"

"Hanum sedang berbelanja Bang, ini ibu Hanum." ucap Hanum memperkenalkan sangat ibu.

"Saya Sakha, Bu?" ucap Sakha sambil mengulurkan tangan.

"Bu Surti, Nak Sakha sudah lama kenal sama Hanum?" jawab Bu Surti sambil menyambut uluran tangan Sakha.

"Belum Bu, saya kenal dengan Hanum saat di panti Asuhan acara amal yang kemarin."

"Oh begitu ya."

Dari jauh Ilham melihat Hanum berbicara dengan lelaki asing, "Siapa lelaki itu?" gumam Ilham.

Ardi yang mendengar gumaman Ilham, seketika menengok ke arah Hanum dan ibunya. "Oh, itu bang sakha." ucap Ardi.

Ilham yang mendengar ucapan Ardi seketika menoleh, "Kamu kenal sama dia Ar?" tanya Ilham.

"Gak kenal bang cuma pas kemarin jemput Mbak hanum, ada bang Sakha yang menemani Mbak Hanum menunggu Ardi."

Mendengar penjelasan Ardi, Ilham mengepalkan jari tangan nya. Ada rasa tak terima saat istrinya duduk bersama laki-laki lain.

"Ini Pak kartunya?" ucap kasir supermarket memberikan kartu yang tadi Ilham pakai untuk membayar belanjaan nya.

"Terima kasih." ucap Ilham sambil menerima kartunya kembali.

"Kamu bawa ya Ar belanjaannya, Mas mau ke tempat Mbak Hanum."

"Lah bukannya kita sama Mas?" ucap Ardi setengah berteriak, setelah melihat Ilham berlari ke arah kakak juga ibunya.

***

"Ya sudah Han, Abang pergi dulu ya ini sudah di tunggu. Nanti kalau ada waktu kita ngobrol lagi sama ibu juga." pamit Sakha.

"Iya Bang."

Sakha berlari meninggalkan Hanum, seandainya ia tidak ada janji. Sakha pasti akan mengantar wanita itu selamat sampai ke rumahnya.

Dan disaat yang bersamaan, Ilham sampai dan tidak melihat laki-laki itu ia sedikit geram.

"Kamu tadi bicara sama siapa Dek?"

Belum sempat Hanum menjelaskan, Ardi sudah berteriak, "Mas kok aku nya ditinggal, berat nih?"

Ilham menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ya maaf tadi Mas buru-buru, ya sudah yuk pulang?" ajak Ilham.

Akhirnya mereka berempat pergi meninggalkan pusat perbelanjaan. Masih banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin Ilham tanyakan, tapi Ilham menunggu sampai ia dan Hanum kembali kerumah mereka sendiri.

***

"Kamu ngapain ngajakin aku ketemu?" tanya Sakha sesaat setelah ia sampai di tempat teman nya, membuat janji untuk bertemu.

Rio mendengus mendengar pertanyaan Sakha, "Kenapa gak suka lo ketemu sama gue?"

Sakha menarik kursi yang ada di depan nya dan mengambil duduk persis di depan Rio, "Bukan nya gue gak suka cuma aneh aja tiba-tiba lo ngajak ketemuan di tempat rame begini biasanya juga di cafe?" tanya Sakha heran.

"Pas kebetulan aja gue dari hotel sebelah jadi sekalian kesini."

"Ngapain lo di hotel, di usir dari rumah ya?" tanya Sakha.

"Sialan mana ada gue di usir, gue hanya sedikit mencari sensasi dengan tidur di hotel." ucap Rio menjelaskan.

"Jadi ada apaan lo nyariin gue?" tanya Sakha to the point.

"Gue mau bikin bisnis kosmetik jadi rencana nya, gue mau ajakin lo sama temen gue untuk kerja sama bareng."

"Oh, tinggal kirim berkasnya ke kantor gue beres, kenapa harus ketemuan." geleng Sakha.

"Ya anggap saja reuni, kita kan sudah lama tak bertemu." ucap Rio.

"Hmm, yaudah gue cabut dulu masih ada urusan lain yang mesti gue kerjain. Gue balik ya?" ucap Sakha.

"Baru juga bertemu, udah mau pergi aja lo gak mau minum dulu?" tawar Rio.

"Gak usah gue buru-buru." balas Sakha sambil berlari meninggalkan Rio sendirian.

Sakha kembali berlari ke arah supermarket tempatnya bertemu Hanum hari ini, berharap kalau Hanum masih berdiri di sana.

Tapi sesampainya Sakha di tempatnya tadi, ia tak melihat Hanum dan ibunya.

"Yah, hilang." sesal Sakha.

Sakha memilih untuk langsung pulang, setelah ia berkeliling dan tidak menemukan Hanum.

Sesampainya di tempat parkir, ia melihat Hanum masuk kedalam mobil warna putih, belum sempat Sakha memanggil, mobil itu sudah berlalu meninggalkan parkiran.

"Yah telat lagi, semoga suatu hari nanti aku tidak akan pernah telat mendapatkan hatimu." ucap Sakha dalam hati.

****

Hanum bini orang bang Sakha, mending sama author aja😂

1
Dina Wati
mungkin dia hamil , tapi paling itu anaknya si Rio deh kayanya
Dina Wati
belum juga mulai udah pata tu hati 😭😭
Tining Revi
mulia sekali hatimu hanum. kamu akan bahagia. dan penyesalan sepanjang hidup akan dirasakan ilham ketika tau istri kedua nya hanya batu kerikil dijalanan.
Evy
Hamil... mungkin itu kejutan nya...cuma masih perlu dipertanyakan..
itu anak siapa?
Evy
Tak perlu dipertahankan suami yang plin plan begitu...masih ada yang siap menunggu jandamu...
Evy
Patah hati dong ...
Juju Siti Julaeha
secepat nya tinggal kan Ilham ,biar Hanum berjodoh dengan saka
Juju Siti Julaeha
semoga jodoh ya bang saka sama Hanum
Shane Samuel
bagus
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: terimakasih kak sudah mampir, sehat selalu ya🤗💜🙏
total 1 replies
Ony Syahroni
tamat ya thor aku masih berharap ada boncap lg, akhir yg sedih dan menyenangkan, aku tunggu karyamu berikutnya thor, sehat sll utkmu smg lancar semua utusanmu dan thank y
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: makasih sudah mampir kak, sehat selalu🤗💜🙏
total 1 replies
Ony Syahroni
lanjut thor aku tunggu!!!!
Abdur Rohman
ceritanya cukup bagus walau sedikit berbelit-belit.
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: terimakasih kak sudah mampir, semoga sehat selalu🤗💜🙏
total 1 replies
Oktavia
ini ibu amel kaya….. kok kd pelakor dan hidup sendiri katany. dulu rio yg kirim uang ke amel😀. konsisten donh thor
Oktavia
kan baru nyari ya… sdh menuduh orng saja. emang diri nya yg pelakor
Oktavia
orng gila
Oktavia
sdh tidur sama orng lain, kok ga tau salahnya… sdh menjadi orng ketiga kok ga tau salahnya
Oktavia
dalam islam ada masa idah kan…. ini istrinya hamil loch
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: ada kak, masa iddah istri yg bercerai saat hamil itu selama 9 bln sampe si anak lahir🤗
total 1 replies
Ony Syahroni
trmksh thor aku tunggu karyamu berikutnya, sehat sll dan semangat
Ony Syahroni
tamat ya thor, aku sedihbanget thor kasian ilhamngapa gak to dikasih sehat dl sampai ktm reyhan,yah semua tergantung othor sih, aku tunggu karya berikutmu, smg to lahirannya lancar thor aku doakan author sll sehat dsn dlm lindungan Allah SWT, amin semangat thor
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: aamiin, makasih ya kak sudah mampir 🤗💜
total 1 replies
Ony Syahroni
lanjut thor!!!
🕊🏘⃝Aⁿᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯𝙮Kᵝ⃟ᴸpotek: sudah end kak, silahkan di baca sampe selesai. terimakasih sudah mampir🤗💜
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!