Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Jebakan Untuk Nisa
Mencari laki-laki bayaran itu tidak semudah mencari rumput di lapangan. Lagi pula kalau mencomot laki-laki secara sembarangan belum tentu akting mereka bagus dan meyakinkan.
Sedangkan Andre dia sangat pandai bersandiwara dan asal usul lelaki itu memang tidak mudah dilacak karena dia sudah berganti identitas dengan nama baru dan kartu keluarga baru.
Hal inilah yang membuat Anna lebih suka memperkerjakan Andre dibandingkan dengan lelaki lain meski fakta bahwa Andre sedikit menaruh perasaan kepada Anna tidak bisa disangkal dan Anna sedikit tidak nyaman tapi apa mau dikata jika mencari laki-laki lain dalam waktu semepet ini juga tidak akan mudah.
Lagi pula jika laki-laki lain bisa disuap oleh pihak lawan untuk melawan balik, namun jika itu Andre, laki-laki itu tidak akan mungkin mau disuap karena selain uang yang sudah menggunung, dia juga jatuh cinta kepada Anna.
"Gimana?" tanya Andre memastikan jawaban dari Anna, meski dia tidak terlalu berharap mendapatkan jawaban iya dari wanita cantik itu yang sejak jaman sekolah selalu menjadi primadona dan kesayangan para guru baik itu guru laki-laki maupun guru perempuan.
"Huft," Anna menghela napas pendek. "Baiklah," ucapnya. "Aku mau tidur sama kamu. Tapi hanya sekali aja ya!" tawar Anna.
"Hah," kaget Andre yang sungguh tidak menyangka Anna mau tidur dengannya. "Kamu serius mau tidur sama aku?" tanya lelaki itu yang malah merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya, aku mau," tegas Anna.
"Apa kamu sudah tidak perawan lagi?"
"Sudah jebol beberapa bulan yang lalu," jawab Anna malas.
"Wah, lelaki macam apa yang berhasil mendapatkan keperawananmu. Padahal kamu itu tipe wanita yang pelit berhubungan badan dengan pacar-pacarmu dulu."
"Mereka miskin," jawab Anna pendek. "Kalau mereka kaya dan berani menjamin akan menjadikanku istrinya, sudah barang tentu aku sudah jebol sedari dulu," jelas Anna.
"Wah ternyata kamu sama saja denganku. Lebih suka pasangan yang uangnya banyak, haha," gelak Andre.
"Sesama pemuja uang jangan saling meledek," ucap Anna.
"Tapi kalau kamu mau denganku, aku bersedia menerima kamu, An, meski kamu nggak kaya," tutur Andre serius. "Kamu cantik, badan bagus, pokoknya perfect lah."
"Tapi dengan catatan ... kamu sambil nyambi nerima job dari para tante kesepian itu kan," imbuh Anna.
"Luar biasa, kamu tahu benar isi pikiranku."
"Mana mau kamu hidup susah."
"Betul sekali."
"Kalau begitu sekarang juga kamu harus otw ke alamat yang akan aku kirimkan lewat WEA. Kamu bilang saja kalau kamu suruhan Tuan Arya dan kamu ingin bertemu dengan Alin pegawai di rumah mewah itu."
"Oke, siap."
***
Sedangkan Arya saat ini masih berdiskusi dengan Alin pegawai di rumahnya yang terlihat lugu namun ternyata sangat mata duitan dan mendukung penuh rencana busuk majikannya itu asal dia dapat bayaran.
"Kamu atur saja ya, Lin. Dan ajak teman-teman kamu untuk bekerjasama dengan kita. Nanti kalian semua akan mendapatkan bonus yang banyak dari saya," janji Arya.
"Tenang saja, Bos. Kami pasti akan mengatur semuanya dengan sangat rapi dan tidak akan ada yang mencurigai kami, Bos," jawab Alin.
"Lalu untuk obat perangsang itu, akan aku kirimkan melalui orang suruhanku dan satu lagi ... akan ada laki-laki tampan yang menjadi pemeran utama di drama kali ini," jelas Arya.