NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAPAT SAHAM

"Apa kamu hobi mengkhayal dan lamban bekerja? cepat lakukan tugasmu!" hardik Ardian garang.

Scarlet berjalan mendekati Tuannya, dengan telaten dia memakaikan, pakaian, seperti ibu memakaikan anaknya pakaian Sekolah. Itung- itung latihan, siapa tahu nanti punya anak sekolah.

"Tuan, silahkan makan dulu, saya terpaksa meninggalkan Tuan sebentar, saya akan berganti pakaian tidak lama Tuan." kata Scarlet menuntun Tuan Muda duduk di kursi makan.

"Seharusnya kamu berdandan disini, supaya aku tidak menunggumu lama Aku paling benci menunggu." kata Tuannya berdiri, dia membanting pisau dan garpu dengan keras.

Scarlet menahan langkahnya dan berbalik. Dia mengelus dadanya.

"Tuan, sabarku tidak ada batasnya, biarpun kamu mengujiku." kata Scarlet serak, dia kembali menuntun Tuannya duduk di kursi.

"Makanlah, aku akan berlari sekuat tenaga mengambil peralatanku." kata Scarlet sendu.

Dia akan terus menahan sabarnya karena kemarin suruhan Tuan Muda memberi sumbangan sembako untuk lima bulan ke depan ke Panti tempat dia di besarkan. Berita ini tidak sengaja dia dengar dari seorang pelayan.

Scarlet melangkah lebar, dia cepat mandi capung dan menyemprot tubuhnya dengan parfum pemberian David, setelah itu dia baru memakai baju. Berdandan secantik mungkin, menggulung rambutnya, memakai lipstik merah muda.

Pakaian dan sepatu dari Tuan sangat pas dibadannya. Scarlet mengambil tas tangan pemberian David, sayang dia tidak punya ponsel. Tas ini sangat mahal harganya, menutut ukuran Scarlet.

Scarlet cepat-cepat ke kamar Tuan dan membuka pintu tanpa permisi, dia ketakutan kalau Tuannya kembali meradang.

"Maaf Tuan, saya datang..."

Pria tampan dengan rahang tegas itu berdecak kagum menatap Scarlet, lalu dia mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepala. Apakah dia berdecak karena melihatku?? tapi dia buta, tidak mungkinlah. pikir Scarlet ragu.

"Mari Tuan, lagi sekali saya minta maaf." kata Scarlet menuntun Tuan Muda ke mobil. Dia membukakan pintu, dan mempersilahkan Tuan Muda duduk.

Scarlet memacu mobilnya dengan tenang, dia merasa Tuannya melirik terus, tapi kalau dia menoleh Tuan beralih pandangan. Scarlet kadang curiga. Tuan Andrian benaran buta atau bohongan. Kalau di pikir untuk apa juga dia berbuat begitu.

"Kita langsung ke tempat kundangan nanti kamu menggandeng tanganku. Disitu akan banyak bos besar, jangan di ladenin dan jangan sok kenal. Sampai kamu mencoba lepas dariku dan bikin malu, gajimu akan aku potong lima puluh persen. Jangan genit atau tebar pesona." pesan Tuan dengan nada tegas.

"Baik Tuan, ini undangan apa Tuan?" tanya Scarlet tidak mengerti.

"Undangan rapat pemegang saham."

Scarlet mengangguk-anggukan kepalanya tapi tidak mengerti. Tidak begitu lama mobil sudah sampai di tujuan.

Holding Company adalah sebuah perusahan besar yang membawahi beberapa perusahaan Xander. Owner nya bernama Alex R. Xander, seorang laki-laki yang bertangan dingin. Atas kerja kerasnya dia bisa membuat perusahannya menggurita.

Ternyata mereka agak terlambat datangnya, Scarlet menjadi merasa bersalah kepada Tuan Andrian.

"Tuan aku minta maaf, mungkin gara-gara aku berdandan lama." kata Scarlet ketika mereka turun dari mobil. Tuannya tidak menjawab, dia malah menggandeng tangan Scarlet.

Di halaman parkir berjejer mobil mewah semua.

"Silahkan masuk Tuan, anda telah di tunggu." sapa seorang penyambut tamu tersenyum sopan sambil memberi setangkai bunga.

"Trimakasih."

Ada perasaan grogi ketika Scarlet melangkahkan kakinya memasuki gedung mewah Holding Group. Semua mata serentak memandang kepada mereka. Scarlet tersenyum manis ketika seorang pemuda memberinya setangkai bunga mawar putih.

"Trimalah persembahanku nona." kata pemuda itu mengedipkan sebelah matanya.

"Aldo, jangan bercanda." kata Tuan Andrian tidak senang. Dia menarik tangan Scarlet mengajaknya duduk

"Selamat datang sepupu." sebuah suara bariton mengagetkan Scarlet. Suara itu tidak asing di kupingnya. Dia berusaha tidak menoleh.

"Halo David... bagaimana keadaamu apakah bisnismu lancar?" Tuan Andrian pindah duduk disamping David. Sedangkan Scarlet duduk di samping seorang wanita.

"Sangat lancar sepupu." Scarlet tertegun ternyata Tuannya dan David sepupu. Waduhh, gimana ini.

Scarlet mengedar pandangannya, ada dua orang wanita, selebihnya semua pria ganteng yang menatap dirinya dengan manis. Wajah mereka hampir mirip dan sebaya, umurnya paling beda sedikit.

"Kamu tidak memperkenalkan ASPRIMU kepadaku?" tanya David kepada Tuan Andrian.

David menatap Scarlet dengan mata membunuh. Dada Scarlet berdesir, dia sungguh rindu pada David, tapi juga benci. Dia sekarang berada di bawah lindungan Tuannya, dia tidak takut membalas tatapan David.

"Jangan menombokku dengan Saham, aku tidak tergiur."

"Baiklah, Bagaimana dengan sebuah perusahaan? apa kamu masih tega menolak sepupu?" tanya David. Dia sangat kenal dengan sepupunya ini yang selalu mencari akal untuk dapat perusahan darinya. Tapi dari dulu Andrian tidak bisa menyaingi David.

Andrian sengaja memakai Scarlet untuk menjebak David. Pekerjaan Andrian sangat rapi sampai David tidak curiga kepadanya. Selama ini David mencari Scarlet ke seluruh negeri, ternyata dia di depan hidung.

Tatapan mata David tidak sedetikpun terlepas dari Scarlet, istrinya terlihat semakin cantik. Andrian sengaja mendandani Scarlet sangat sensual, gairah David melonjak naik melihat bibir gadisnya yang merah merekah.

"Aku menunggumu di kantor Papa, tawaranku tidak berubah. Sayang, kamu saudaraku, kalau tidak habislah riwayatmu." desis David geram.

"Dengarkan Papamu berpidato, dia melempar saham dengan harga tinggi, aku sampai tidak bisa mengimbanginya."

"Aku tidak peduli, aku tidak butuh uang. Aku mencarinya keliling negeri kamu menusukku dari belakang. Sepupu kurang ajar, berani kamu menyentuhnya kedua potongan tanganmu aku lempar di kandang buaya."

"Kadang hati tidak bisa di kontrol, tadinya aku main-main tapi lama kelamaan, aku larut dalam pesona yang dia suguhkan."

Braakkk....

David menggebrak meja, semua mata memandang David Xander dengan heran. Ada yang salah??

"David!! apa kamu tidak setuju dengan taking profit yang akan papa lakukan? bicara transparan, jangan menggebrak meja, disini tidak ada lawan, semua saudaramu." kata Alex Xander menatap anak semata wayangnya.

"Maaf Paa, aku kira papa cut loss." jawab David sekenanya.

Dia tidak bisa menyembunyikan jengkelnya kepada Andrian, tapi dia tidak berdaya. Saat ini David harus extra hati-hati, salah sedikit Scarlet bisa menempel dengan Andrian. Dia tidak berani sembarangan bertindak, karena dia tidak tahu sampai dimana hubungan Scarlet dan Andrian.

"Tenang sepupu, jangan baper, masih ada Lala yang sangat mencintaimu atau cari "gawai" baru yang bisa di obok-obok."

"Kami sudah menikah, aku bisa membuatmu meringkuk dibalik jeruji besi." bisik David satire.

"Uhuk..uhuk...." Andrian hampir tersedak. Scarlet cepat berdiri dan menepuk-nepuk punggung Andrian.

"Minumlah Tuan..." kata Scarlet sopan. Kemarahan David hampir meledak ketika melihat Scarlet memperlakukan Andrian dengan mesra. Tapi mendadak dia menahan tawa mendengar Scarlet menyebut "Tuan" kepada Andrian.

"Trimakasih, aku tidak apa-apa, hari ini aku mendengar lelucon murahan." kata Andrian, kemudian menyuruh Scarlet kembali duduk kembali.

"Aku sangat bahagia mendengar istriku memanggil TUAN padamu." ejek David.

*****

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!