Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.
Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...
tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hidup terus berlanjut
sudah seminggu Elna di rumah sakit, dan semua orang terus menerus alasan saat Elna bertanya tentang Ben.
bahkan dia juga tak mendapatkan jawaban dari suster, hari ini Elna tak mau makan karena dia sedang protes.
tapi dia tak kekurangan nutrisi toh dia tetap mendapatkan nutrisi dari infus yang masih terpasang di tangannya.
"sayang papa, uh... kamu kenapa toh sayang, ayo makan yuk, papa sudah bawa mie ayam kesukaan mu nih, mumpung mama gak ada," kata Samuel membuka makanan yang di bawanya.
sebenarnya Naura tau tentang tindakan suaminya itu, tapi dia mengizinkan agar putrinya mau makan.
"papa suapi ya," tambah Samuel dengan lembut.
Elna pun mengangguk, dia sudah lama tak di suapi oleh Samuel yang selalu sibuk.
sesaat dia melupakan pria yang begitu di rindukannya itu, sedang di Singapura Ben masih belum menunjukkan akan sadar.
bahkan beberapa kali kondisinya sempat naik turun, mama Mei terus bersama Ben.
sedang papa David harus rela kembali ke dunia bisnis demi menyelamatkan perusahaan Ben yang di tinggalkan.
tapi beruntung papa David bisa menjalankan dengan baik berkat bantuan dari asisten Mike dan Adnan.
bahkan papa David tak kalah kejam dengan Ben, bahkan dia langsung membuat para musuh terluka di depan semua orang untuk menunjukkan hukuman untuk orang yang berani bertingkah.
"huh... aku tak mengira jika Ben memiliki begitu banyak musuh, tapi pria itu tak pernah mengatakan kesulitannya padaku," kata papa David yang sedang bersama asisten Mike dan Adnan
"karena tuan Ben tak ingin menyusahkan anda, terlebih dia hanya ingin anda merasa bangga padanya, bukan kasihan."
"kamu benar, aku selalu bangga padanya, meski dia hanya putra angkat ku," kata papa David yang berdiri melihat suasana di luar ruangan itu.
Adnan dan asisten Mike sudah memindahkan pusat perusahaan ke Singapura.
terlebih papa David akan menetap di sana sampai kondisi Ben membaik, hingga pria itu bisa kembali memimpin perusahaan itu kembali.
Devan datang sambil membawa semua kue kesukaan Elna, begitupun dengan Davin dan Sabrina yang kebetulan sedang pulang ke Surabaya.
jadilah ruangan itu seperti pesta makanan, Naura bahkan tak mengira melihat semua ini.
"apa sudah baikan?" tanya Naura pada putrinya itu.
Elna melihat Naura berkaca-kaca sambil mengeleng pelan, dia pun langsung memeluk Naura.
"sudah mama janji, jika kamu sehat dan lulus dengan nilai yang membanggakan, aku akan mengajak mu bertemu dengan dia, jadi sembuh dan lulus ya nak," bisa Naura.
"mama janji," lirih Elna.
Naura pun mengangguk dan mencium kening Elna, Samuel pun tau jika Naura tak bisa melihat kesedihan gadis muda itu.
mama Mei terus berdoa di samping Ben, dan tak terasa sudah sebulan berlalu.
Elna sedang menghadapi ujian nasional, dan Elna merasa beberapa hari ini merasa tubuhnya tak enak badan.
padahal ini adalah ujian hari terakhir, "ah kenapa aku merasa begitu pusing ...." gumam Elna.
guru pengawas melihat Elna yang terlihat gelisah, "apa kamu sakit nak?"
"tidak Bu, saya mungkin hanya sedikit kelelahan saja," jawab Elna tersenyum.
Fafa dan Nana merasa otaknya berasap, bagaimana tidak soal ujian kali ini begitu berat untuk mereka.
sedang Lila yang satu kelas dengan Elna, pun melihat kearah gadis itu yang begitu lelah.
sedang Ben di Singapura, mulai membuka mata dan melihat ke sekeliling ruangan yang asing.
"mama .... Elna ...." panggil pria itu dengan suara lemah.
mama Mei yang mendengar pun kaget melihat putranya itu sadar.
mama Mei langsung menekan tombol agar dokter datang, dan mama Mei buru-buru menelpon suaminya.
papa David, asisten Mike dan Adnan yang menerima kabar langsung bergegas datang ke rumah sakit.
mereka pun ikut bahagia dengan kabar baik yang di berikan, dan Ben sudah membaik dengan sepenuhnya.
Ben juga langsung di pindahkan ke ruang rawat biasa, dan papa David tak menyangka akan mencium kening Ben di depan orang lain.
"selamat datang kembali Ben," kata pria itu.
"papa ..."
mendengar panggilan itu, papa David menangis haru, pasalnya pria yang sudah terbaring lama itu kini bisa sadar kembali.
"halo tuan muda, akhirnya kami bisa melihat mu lagi ..." kata asisten Mike sambil menangis.
semua orang pun tertawa melihat pria itu. tak hanya itu mama Mei bahkan mencium tangan Ben.
"mama ..."
mama Mei mengangguk terharu, "Elna ..." panggil Ben yang tak menemukan harus itu di ruangan itu.
"dia sedang ujian akhir sekolah Ben, kamu juga belum sembuh, jadi nanti dia akan kesini saat sudah selesai semuanya," kata papa David menenangkan Ben.
Ben mengangguk lemah, dia pun harus segera pulih agar bisa segera bertemu dengan orang yang di rindukan.
di sekolah ujian baru selesai, Lila bergegas menghampiri Elna, "kamu sakit El, ayo kita ke UKS atau ke rumah sakit," ajak Lila
"ah tidak perlu, aku hanya merasa sedikit pusing saja,mungkin aku kurang tidur semalam karena kebanyakan belajar," jawab Elna yang mencoba berdiri.
tapi saat baru berjalan dua langkah, dia langsung ambruk dan beruntung Lila menahan tubuh Elna.
"tolong!!! Elna pingsan!" teriak Lila begitu khawatir.
guru pengawas pun yang pria datang untuk mengangkat gadis itu ke UKS, dan Fafa serta Nana yang melihat pun langsung mengikuti Lila.