NovelToon NovelToon
Suamiku Pura-pura Buta

Suamiku Pura-pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?

Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.

Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 25 Sambutan

Hati siapa yang tidak senang digandeng oleh orang yang kita sayang. Itulah yang dirasakan Yeon saat Yuna menuntunnya masuk ke dalam mobil sedan hitamnya. Apalagi dengan penuh hati-hati, Yuna membukakan pintu mobil tersebut untuk Yeon dan melindungi kepala calon suaminya agar tak terbentur badan mobil saat masuk. Yuna benar-benar memberikan perhatian lebih dan merawat Yeon dengan sangat baik.

Mobilpun melaju lagi begitu Yuna sudah duduk di samping pria berkacamata hitam yang sebentar lagi akan menikah dengannya. Sebenarnya, Yuna agak canggung karena ini adalah kali kedua ia duduk berdampingan dengan pria asing yang tidak ia kenal. Lebih dari apapun, ia sangat menginginkan Yeonlah yang ada disampingnya, bukan orang lain. Tapi karena Yuna tidak tahu kalau orang yang ia harapkan memang sudah ada disisinya, maka semakin sedih dan hancurlah Yuna.

Memikirkan Yeon, serasa menyesakkan dadanya. Padahal nyatanya, orang yang ia harapkan selalu ada disampingnya sejak awal dan sedang memainkan sebuah drama terbengek yang pernah ada dalam sejarah keluarganya.

“Kenapa kau jadi diam saja? Apa kau sedang menikmati pemandangan indah di desa ini?” tanya Yeon pura-pura tidak tahu padahal ia mengerti, kalau calon istrinya sedang galau akut.

Mendengar ucapan Yeon, Yuna baru sadar kalau pemandangan yang didominasi warna hijau di desa ini ternyata sangat asri dan menyejukkan mata siapapun yang melihat. Namun, karena hati bidan cantik itu lagi gundah gulana, maka ia tak bisa menikmati indahnya pemandangan ini.

“Kau belum jawab pertanyaanku tadi,” ujar Yuna lirih tapi masih belum mau menatap Yeon.

“Ehm … my dear Yuna. Seingatku, kau belum mengajukan pertanyaan,” terang Yeon sambil tersenyum tipis karena belum apa-apa saja, Yuna sudah lupa.

“Benarkah?” Yuna mencoba mengingat-ingat dan memang benar. Ia belum mengajukan pertanyaan apapun pada orang yang duduk disebelahnya.

“Katakan apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Yeon.

“Bagaimana kau bisa keluar dari rumah sakit secepat ini? Bahkan perbanmu saja sudah dibuka? Harusnya kan paling tidak menunggu seminggu?”

“Berapa kali aku harus bilang, my dear Yuna. Aku bisa pulih lebih cepat dari manusia normal lainnya. Entah kau percaya atau tidak, aku punya kekuatan fisik lebih dari rata-rata. Bahkan saat terjun ke jurangpun aku tidak mati, apalagi kalau cuma masalah tertabrak. Meskipun pada akhirnya aku kehilangan mataku, toh aku masih tetap hidup dan baik-baik saja.” Yeon berkata jujur soal kekuatan fisik yang ia dapat dari pamannya. Tapi kalau soal mata, Yeon berbohong. Nyatanya penglihatannya tidak hilang dan tetap normal.

Jawaban Yeon membuat heran Yuna apalagi calon suaminya itu menjawab enteng sekali tanpa beban. Orang lain pasti bakal tidak terima dan akan terus menyalahkan orang yang menyebabkan ia buta, tapi tidak dengan Yeon. Pria berkacamata hitam itu sangat santai habis seolah tak pernah terjadi apa-apa.

“Oke, meski rasanya itu tidak mungkin dan sangat tidak masuk akal, anggap saja memang itulah yang terjadi. Pertanyaan selanjutnya ...” Yuna mulai menggeser posisinya dan menghadap Yeon. “Bagaimana kau bisa dikenal di desa ini? bahkan kau dipanggil bos oleh si solikin, cuilan seng serta siang-siang maling seng itu? Siapa kau sebenarnya?”tanya Yuna meski ia agak aneh saat menyebut nama para geng motor yang ia temui sebelumnya.

“Bukan Solikin, siang siang maling seng ataupun cuilan seng my dear Yuna, tapi Soo Lee Khin, Xiang xiang Mhaling Sheng, dan Chui Lan Seng. Itu yang benar.” Yeon bantu meralat nama-nama berandal yang memanggilnya dengan sebutan ‘Bos’.

“Sama saja, kalau diucapkan juga tetap terdengar solikin, siang siang maling seng dan cuilan seng? Apalagi kalau lidah jawa yang melafalkan, se-China apapun nama mereka tetap saja seperti nama orang orang jawa.”

Yeon tersenyum mendegar cara Yuna memanggil nama-nama beken berandal desa itu, ia bingung harus mulai menjelaskan darimana. Ceritanya begitu panjang, lebar dan sangat tinggi untuk diceritakan. Dan belum saatnya juga Yuna tahu, tapi Yeon tetap menjawab pertanyaan wanita yang sangat ia cintai ini dengan santai sesantai-santainya.

“Mengenai siapa aku, kau akan tahu begitu kita sampai di desa dan kenapa aku bisa dikenal di desa itu. Dan alasan kenapa para berandal tadi memanggilku ‘bos’, karena mereka sangat ngefans sama aku. Bayangkan saja, mana ada pria setampan aku di desa ini? Apa kau melihat ada pria lain yang jauh lebih tampan dariku meskipun untuk sekarang aku tak bisa melihat dunia?” tanya Yeon mulai menunjukkan sifat narsisnya untuk menggoda Yuna.

Kalau saja Yeon tidak buta, pasti Yuna sudah mengomeli dan mengatainya yang bukan-bukan. Berhubung Yeon jadi seperti ini gara-gara dirinya, maka Yuna terpaksa menerima apapun yang dikatakan Yeon tentang kenarsisannya.

Dasar narsis! Batin Yuna kesal. Mulutnya bahkan sampai manyun mencoba bersabar menghadapi orang narsis ini.

Sejujurnya, yang dikatakan Yeon memang benar, calon suami Yuna ini memang orang tertampan di desa ini dan pastinya punya sesuatu yang membuat para preman kampung itu tunduk padanya. Sayangnya, sesuatu itu belum Yeon perlihatkan pada Yuna.

Bidan cantik yang polos ini ingin mengajukan pertanyaan lagi pada Yeon, tapi pandangan matanya teralihkan oleh banyak penduduk desa yang sedang berbaris rapi di samping kanan dan kiri jalan sambil membawa banyak rangkaian bunga. Bunga-bunga indah tersebut biasa dikalungkan pada orang yang dianggap penting dan spesial untuk menjamu kedatangan mereka.

Melihat hal itu, Yuna mengira para penduduk desa telah bersiap menyambut kedatangannya. Secara, ia kan seorang bidan, pasti mereka sangat menantikan kehadirannya. Tanpa sadar, calon istri Yeon itu tersenyum senang dan juga bangga. Bahkan ia tidak menyangka kalau bakal disambut semeriah itu oleh penduduk desa.

Yang lebih mengejutkan Yuna lagi adalah, ada sekelompok pemain drumband lengkap dengan seragam yang dikenakan sedang memainkan sebuah lagu yang enak sekali di dengar. Mereka semua terlihat begitu antusias dan kompak saat memainkan seluruh permainan alat drumband di tangan mereka masing-masing. Para mayoretnya juga sangat cantik. Permainan drumband mereka benar-benar mengagumkan.

“Wuah, daebak. Mereka keren sekali!” seru Yuna melupakan kegundahan hati yang ia rasakan selama dalam perjalanan tadi.

Siapa yang tidak senang bila disambut meriah seperti ini, alih-alih mendapat hukuman atau teguran karena keterlambatan kedatangannya ke desa ini, Yuna malah disambut sangat meriah. Ia jadi tidak sabar untuk turun agar mendapat kalung bunga itu dan menyalami mereka semua sebagai bentuk ucapan terimakasih atas kejutan sambutan yang mereka lakukan untuknya.

Mobilpun berhenti dan Yuna sudah tidak sabar ingin segera keluar dari dalam mobil. Bidan cantik itu langsung membuka pintu dan turun karena mengira akan mendapatkan kalung bunga yang ada di tangan para penduduk desa. Namun, senyum Yuna memudar ketika kalung bunga yang ia kira untuknya, ternyata ditujukan untuk pria berkacamata hitam alias Yeon yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya.

Yah, kalung dan sambutan itu bukan untuk Yuna, melainkan untuk Yeon alias pria yang mengaku sebagai Leonard. Tentu saja Yuna terkejut bukan kepalang dan jadi insecure karena ia sudah salah duga tentang warga desa ini. Jangankan disambut, Yuna langsung disingkirkan jauh-jauh karena mereka lebih memilih mengerumuni Yeon daripada menyambutnya.

“Selamat datang kembali, Pak!” ujar bapak-bapak yang dipercaya sebagai sesepuh desa untuk memberikan penghormatan pertama mengalungkan kalung bunga pada Yeon, kemudian disusul oleh warga-warga yang lain.

Mereka semua sangat senang sekali melihat Yeon dan menyambut hangat kedatangan pria tinggi nan tampan itu bak seorang artis yang baru saja masuk desa.

“Terimakasih semuanya!” seru Yeon sambil tersnyum senang. Ia memperlihatkan pada penduduk desa kalau ia baik-baik saja dan tidak buta seperti saat ia bersama Yuna.

Yeon melambaikan tangan ke seluruh warga dan memberikan kode pada pengawalnya untuk berpura-pura menuntunnya ke tempat Yuna walau aslinya ia tahu ada di mana posisi calon istrinya itu berada. Warga pun memberi jalan, dan Yeon dengan kerennya melangkah ke tempat Yuna berdiri mematung saking terkejutnya. Lebih tepatnya jadi ciut karena ia salah kira tentang siapa yang disambut warga desa sesungguhnya.

Sepertinya, yang narsis di sini adalah aku, bagaimana mungkin orang sepertiku mendapat sambutan meriah begini? Memangnya siapa aku? Aku hanyalah bidan yang diasingkan, batin Yuna sambil menundukkan kepalanya. Ia memainkan kakinya sendiri di atas tanah.

“Di mana, pak Park To-No!” ujar Yeon pada pria yang tadi mengalungkan bunga padanya pertama kali. Saat ini, Yeon sedang ada di hadapan Yuna yang menunduk lesu.

“Iya, Pak!” orang yang dipanggil Park To-No itupun maju dan berdiri disamping Yeon untuk menunggu perintah.

“Nikahkan kami berdua sekarang juga!” ujar Yeon tanpa beralih menatap wajah tegang Yuna yang langsung menatapnya.

“Hah?” mulut Yuna langsung menganga lebar bahkan sampai lalatpun bisa masuk ke dalamnya.

Tak hanya Yuna yang terkejut, tapi seluruh warga desa langsung saling adu pandang satu sama lain mendengar pernyataan mengejutkan dari orang yang baru saja mereka sambut. Baru juga tiba, eh … sudah minta dinikahkan, gila dan bengek banget si Yeon ini.

BERSAMBUNG

***

1
Siska Sutartini
untung gak pindah alam tuh dua pemuda gegara keonengan mereka sendiri 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
mau juga dong dibelikan sawah sama ayang beb.. tapi ayang bebnya masih ntah dimana keberadaan nya 😂😂 ikut menghaluu juga
Siska Sutartini
hadeh Yuna, itu namanya berlebihan. membantu sih membantu tapi ga gitu jg konsepnya. ya udah skrg giliran kalian yg jualan barang dagangan td biar ada duitnya lg 😁😁
Siska Sutartini
astaga dragon itu nama...wow keonengan yg kasih nama ruar biasaa. haluuu nya udah tingkat tinggi ini 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
ampun dah bengek bener dikatain bekantan 🤣🤣🤣. hayoo yuna palsu ketemu sama. yeon palsu cucok. meong 😆
Siska Sutartini
ya ampun bisa bengek kita kalo ngeja nama penduduk desa ni satu-satu 🤣🤣🤣
Teh Yen
haha Shena keren rasain emng enk d timpuk pake sandal ada hak tingginya pula hihiii 😁
Teh Yen
xixiii kalian lucu sekali
Teh Yen
waduh kecolongan siapa tuh yg brnai nembak Yeon ????
Teh Yen
baru ngeeh saat ayah mertuamu blng kalau suamimu itu engg buta pdhl td Yeon udh d ngaku d bilang kalau dia engg buta malah d sangka bercanda hihii
Teh Yen
itu pasti ayahmu yah Yeon
Teh Yen
siapa dia Yuna ??? bukan Pana refald yah hemm tebakan ku salah ternyata hehe 😁✌️
Teh Yen
knp aku merasa ini ada yg janggal ,,jangan" ini perbuatan biksu tong (paman refald ) yg ingin menggelar suprise pesta pernikahan Yeon d Yuna benarkah itu ???
Teh Yen
haah rasain hajar lagi sheina wanita seperti Ida memang harus d beri pelajaran huh 😤
Teh Yen
nah loh tau rasa makanya jangan berlebihan Yuna kasih saja seperlunya engg ush nguras dompet jg hadeuuh
Teh Yen
ah aku penasaran apa yg d lakukan Shena pad wanita jalang itu yah ???
Teh Yen
akhirnya pedang naga Geni nya bisa masuk sarangnya wkwkkk 🤭
Teh Yen
xixii kasian Yeon d dorong ampe jatuh dari kasur 🤭🤭
Teh Yen
wah hilang lah sudah masa depanmu mike bisa bisa d potong habis tuh burung hihiii
Teh Yen
hahahaa rasain mike enk jg yah pura pura buta c yeon bisa melakukan sesuatu tanpa tau d depan ada apa kan engg bisa liat kalau kena orang blng aj engg sengaja 🤭 kan engg liat haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!