🏆3 st🥉 Winner (Event Mengubah Takdir)
Wisnu merupakan seorang menantu miskin yang menikahi seorang wanita kaya dari keluarga Buana.
Dirinya selalu dihina dan dijadikan budak oleh keluarga istrinya.
Pada suatu ketika, Wisnu bertemu seorang pria tua yang tidak lain adalah kakek kandungnya.
Wisnu tiba-tiba mendapatkan warisan keluarga yang tidak ia ketahui. Dan akhirnya Wisnu menjadi kaya raya.
Apa yang akan terjadi kepada wisnu selanjutnya?
Ayo simak terus cerita ini dan jangan lupa untuk memberikan like, komen dan vote kalian ya!
Follow IG aku ya.
@rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Kekhawatiran Anis
Bab 25 Kekhawatiran Anis
Joni melangkah maju menuju kasir, mengeluarkan sebuah dompet yang berisikan ATM. Lebih tepatnya ATM yang sudah dibekukan oleh pihak Bank.
"Ini Mbak" Ucap Joni memberikan ATM itu kepada kasir.
Kasir itu mulai menggesek ATM itu beberapa kali ke sebuah alat EDC khusus untuk ATM.
"Kenapa mbak?" Tanya Meylin dengan menautkan kedua alisnya bingung.
"Maaf ATM ini sudah di blokir" Jawab kasir itu.
Pandangan Meylin beralih kepada Joni yang nampak menggaruk kepala nya.
"Mas. ATM kamu kenapa?" Tanya Meylin.
"Gak tau, nanti aku cek dulu. Kamu bayar pake uang kamu dulu ya sayang. Mungkin lagi ada masalah sama ATM nya" Ucap Joni asal.
Meylin diam sejenak lalu menatap sepatu itu dengan penuh harap.
"Yahh, padahal aku pengen banget sama sepatunya" Rengek Meylin lagi.
Joni mendekat dengan wajah bersalahnya.
"Maaf ya sayang. Nanti kita beli sepatunya. Tapi mas mau pergi dulu! Mau cek ATM nya" Jelas Joni.
"Baiklah" Meylin pasrah dan mengikuti langkah Joni membawanya.
Joni nampak menghela nafas lega, "Beruntung Meylin percaya sama aku" Batin Joni senang.
*****
Dikantor.
Nampak Wisnu duduk di kursi singgasana nya. Seraya melihat beberapa berkas dengan wajah seriusnya.
"Rian? Apa sudah ada perkembangan mengenai kabar keberadaan Bram?" Ucap Wisnu dengan masih membaca beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.
"Belum tuan. Detektif kita sedang berusaha mencari informasi keberadaan Bram saat ini" Jawab Rian.
Wisnu seketika menghentikan kegiatannya, matanya kini menatap Rian dengan tatapan kecemasan.
"Aku harap kamu bisa segera menangkap pria itu" Tegas Wisnu.
"Baik tuan" Balas Rian.
"Oh ya Rian! Jangan lupa carikan aku sebuah hadiah pernikahan untuk istriku ya. Aku ingin membuat kejutan untuknya" Ucap Wisnu Mengingatkan.
"Baik tuan" Balas Rian seraya mengangguk pelan.
Sore Harinya.
Wisnu sudah pulang dengan membawa kresek berisikan makanan kesukaan Genisa. Yaitu ayam krispi.
"Sayang aku pulang!" Teriak Wisnu senang.
"Mas bawa apa?" Tanya Genisa dan langsung menghampiri Wisnu.
"Mas bawakan kamu ayam krispi. Yuk makan" Ajak Wisnu. Genisa tersenyum seraya mengangguk mengiyakan.
Genisa dan Wisnu pun pergi ke dapur.
"Mas mandi aja dulu sana. Bau tau! Nanti aku yang siapin makanannya" Ucap Genisa.
"Bau apa sih. Cium nih, mas masih harum kok" Balas Wisnu serata menyodorkan wajahnya ke dekat hidung Genisa.
"Mas ah. Malu tau!" Ujar Genisa seraya tertawa senang disana.
"Cepat-cepat mandi sana!" Genisa. mendorong tubuh suaminya paksa menuju kamar mandi.
*****
Setelah selesai mandi dan Hari juga sudah magrib.
"Kamu kenapa nis. Gelisah gitu?" Tanya Wisnu heran yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aku khawatir sama mas Joni. Nomor nya sejak pagi gak aktif-aktif. Mana perginya gak bilang-bilang lagi mau kemana" Keluh Anis. Nampak dari raut wajahnya ia begitu khawatir saat ini.
Wisnu diam sejenak. "Suamimu selingkuh sama perempuan lain" Batin Wisnu. Ingin sekali ia mengatakan kebenaran nya saat ini, namun ia urungkan. mengingat dirinya yang tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga seseorang.
"Palingan sebentar lagi juga pulang" Ucap Wisnu kemudian.
"Assalamualaikum"
Seketika mata Wisnu dan Anis menoleh kearah suara.
Nampak itu adalah seorang pria yang tadi Anis khawatir kan.
Mata Joni dan Wisnu saling berpandangan dengan tatapan yang tajam.
"Mas. Kamu dari mana?" Tanya Anis cepat.
"Sudah ganti baju aja kamu" Ucap Wisnu terkekeh kecil.
Anis menatap Wisnu dan Joni secara bergantian. Ia tidak mengerti akan apa yang Wisnu bicarakan.
Sementara itu, Joni hanya menatap nyalang pria yang ada didepannya ini.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏🙏🙏 Dengan Like dan komen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komennya
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.