IG suliani_cucu
Bijak dalam membaca ya, ini area ibu-ibu rumah tangga.
Hamil karena diperkosa menjadi beban yang berat untuk Elsa Anindita, dia harus menulikan telingnya kala banyak orang yang menggunjingnya.
Apa lagi setelah melahirkan, bebannya makin berat saja. Karena selain mendapatkan gunjingan, Elsa pun harus ekstra bekerja keras untuk menghidupi kedua putrinya.
Beruntung kedua putrinya tumbuh menjadi anak yang sangat pandai dan mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
Hingga akhirnya Elsa dipertemukan kembali dengan peria yang memperkosanya, akan seperti apa hubungan mereka pada akhirnya?
Yuk kita kepoin kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Negara S
Dengan tak sabarnya, Aurora dan Aurelia langsung memeluk pinggang VB. Aktor muda yang sedang naik daun, karena aktingnya yang memukau.
"Kami sangat senang, karena bisa bertemu langsung dengan, Om." ucap Aurora.
"Aku juga, sangat,, sangat,, sangat senang." Timpal Aurelia.
Elsa merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh kedua putrinya, begitupun dengan Tuan Dirja yang baru turun dari mobilnya. Dia merasa tidak percaya, melihat Aurora dan Aurelia yang begitu mengagumi sosok aktor baru yang sedang naik daun itu.
"Kalian mengenal ku?" tanya VB.
"Tentu, akting Om, sangat bagus." ucap Aurora.
"Penampilan Om, selalu luar biasa. Ayo masuk, Om." ajak Aurelia.
Dengan senang hati, VB pun langsung mengikuti Aurora dan Aurelia. Mereka langsung masuk ke ruang keluarga, di mana ada Ibu Anira yang sedang menonton tv dengan santainya.
Aurora dan Aurelia langsung memperkenalkan VB, pada Nenek mereka.
"Nenek, lihatlah siapa yang datang bersama kami." ucap Aurora.
"Ini Om VB, aktor yang selalu kita komentari penampilannya saat beradu akting dengan Kak Rumaisha." ucap Aurelia.
"Ya tuhan,,, dia cakep banget kalau di lihat langsung." ucap Bu Anira.
Elsa dan Tuan Dirja langsung saling tatap, melihat interaksi mereka dengan aktor baru tersebut. Mereka tidak menyangka, karena ternyata bukan hanya Aurora dan Aurelia yang menyukai aktor baru tersebut. Tetapi, Bu Anira juga sangat mengagumi sosok aktor baru tersebut.
"Saya VB, Nyonya. Saya sangat senang bisa bertemu dengan ibu," ucap VB sopan.
"Jangan panggil Nyonya, panggil Ibu saja." ucap Ibu Anira.
VB langsung tersenyum senang, kemudian dia pun diajak duduk sama ibu Anira tepat di sampingnya. Aurora dan Aurelia pun langsung duduk di samping VB dan juga Ibu Anira.
" Haduh, ibu jadi pengen foto bareng ini, sama aktor kesayangan ibu." ucap Bu Anira.
Elsa langsung melongo tak percaya, pasalnya, Ibunya terkesan kalem dalam sehari-harinya. Tetapi, saat bertemu dengan aktor favoritnya dia langsung blingsatan.
" Elsa, Sayang. Tolong dong, fotoin ibu sama VB." pinta Bu Anira.
"Hah?" tanya Elsa.
"Ya ampun, Bunda. Jangan diam aja, buruan keluarin ponselnya. Aku juga mau di foto bareng sama Om VB," ucap Aurora.
"Aku juga mau," timpal Aurelia.
"Astaga !!! Elsa berucap seraya merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel.
Dan akhirnya, mereka pun berfoto dengan sangat riang. Apalagi Aurora dan Aurelia, mereka terlihat sangat bahagia saat bisa berfoto bersama dengan aktor favorit mereka.
Sesi foto pun telah berakhir, Elsa dan Tuan Dirja nampak menggelengkan kepala mereka.
"Wah senangnya... Om bisa berfoto dengan kalian. Kalian tahu, kalian sekarang lagi booming dibicarakan di dunia maya. Om jadi ingin berkolaborasi dengan kalian," cetus VB.
"Benarkah?" tanya Aurora.
"Yes, Cantik. Bahkan banyak dari kalangan artis, yang membicarakan tentang kalian. Mereka bergitu tertarik dengan bakat kalian yang luar biasa, aku yakin pasti sebentar lagi banyak artis yang akan mengajak kalian untuk berkolaborasi." ucap VB.
"Bunda pasti ngga ngizinin," ucap Aurelia.
VB, langsung menatap Elsa, kemudian diapun bertanya pada Elsa.
" Memangnya kenapa tidak boleh? Bukannya bagus jika mereka sering berkolaborasi dengan banyak artis? Mereka akan semakin terkenal, dan harga bayaran mereka pun pasti akan lebih mahal lagi." ucap VB.
" Maaf, Tuan aktor yang terkenal. Tapi kedua anak saya masih kecil, mereka masih membutuhkan banyak waktu untuk bermain, bukan mengejar target untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah." ucap Elsa.
VB langsung mengatupkan mulutnya, dia tahu kalau dia sudah salah bicara. Dia takut kalau Elsa akan lebih marah lagi padanya, kalau dia mengeluarkan suaranya.
"Oh, Iya Nak VB. besok Aurora dan Aurelia akan pergi ke negara S. Saya harap VB pulang saja, biar anak-anak bisa istirahat, karena besok mereka akan melakukan penerbangan pada pukul delapan pagi." ucap Tuan Dirja.
" Baiklah Princess, terimakasih untuk waktunya. Lain kali, kalau kita bertemu lagi. Om pasti akan mengajak kalian jalan-jalan, see you next time Princess." ucap VB.
VB lalu mengecup pipi Aurora dan Aurelia secara bergantian, dia juga tak lupa mencium punggung tangan Bu Anira. Sebelum pergi, dia pun bangun dan menghampiri Elsa bersama Tuan Dirja.
"Aku pulang dulu, Nona Cantik. Semoga lain waktu, kita bisa bertemu lagi." ucap VB.
Elsa nampak tersenyum, kemudian dia pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
Tatapan VB pun beralih kepada Tuan Dirja, dia pun tak lupa berpamitan kepada lelaki paruh baya itu.
" Saya pulang dulu, Tuan." pamitnya kepada Tuan Dirja.
"Hati-hati, Om.'' Ucap Aurora dan Aurelia secara bersamaan.
VB pun akhirnya pulang meninggalkan rumah Elsa, ada kelegaan di hati Elsa dan Tuan Dirja. Tetapi, ada kekecewaan di mata Aurora dan Aurelia. Karena mereka, masih ingin bersama dengan aktor muda yang sedang naik daun itu.
Tetapi, mereka juga sadar. Jika mereka harus segera istirahat, karena besok mereka akan melakukan perjalanan panjang menuju negara S.
**
Pagi-pagi sekali, Aurora, Aurelia Elsa, dan juga Tuan Dirja beserta Crew yang bertugas sudah bersiap di dalam pesawat pribadi milik Tuan Dirja.
Mereka akan melakukan perjalanan, menuju kota S. Di mana tour untuk pertama kalinya dilakukan, sebelum mereka berangkat, Gia pun menghampiri kedua Putri Elsa.
Gia memeluk Aurora dan Aurelia dengan erat, Gia seakan tak rela berpisah dengan kedua Putri Elsa tersebut.
Elsa sempat memperhatikan interaksi antara kedua putrinya bersama Ayah kandungnya itu, hatinya terasa menghangat melihat kedekatan mereka. Karena walau bagaimanapun, kedua putrinya Elsa memang membutuhkan kasih sayang seorang Ayah.
" Hati-hati di sana, jangan lupa kasih kabar terus sama Om. Om pasti rindu sama kalian, tiap malam Om pasti Video Call." ucap Gia.
" Rara juga pasti rindu sama, Om." ucapan Aurora.
" Rere juga pasti kangen banget sama, Om. Nanti, kalau Om udah sembuh, Om harus ikut jalan-jalan bareng kita." ucap Aurelia.
"Pasti, Sayang. Sekarang kalian duduk dan bersiaplah," ucap Gia.
Aurora dan Aurelia pun menurut, mereka langsung duduk dan memasang sabuk pengaman mereka, karena sebentar lagi Pesawat akan lepas landas.
Dengan langkah tertatih, Gia pun ingin keluar dari pesawat tersebut. Tetapi, sebelum dia pergi, dia pun menghampiri Elsa.
"Sa, hati-hati. Jaga kesehatan, jangan telat makan walau sesibuk apa pun mengurus mereka." ucap Gia.
"Hem," jawab Elsa.
"Sa, aku pasti bakalan kangen banget sama kamu, karena kamu bakal lama perginya. Boleh peluk ngga? Hanya sebentar." ucap Gia.
Elsa terlihat kaget dengan permintaan Gia, walau bagaimanapun, mereka tidak punya hubungan apa-apa. Walaupun memang kenyataannya Gia adalah Ayah dari kedua putrinya, tetapi rasa-rasanya Elsa tidak berhak untuk mengabulkan permintaan Gia.
"Maaf, tapi kita tidak ada hubungan apa-apa. Rasanya, tidak pantas untuk saling memeluk." ucap Elsa.
"Kalau begitu, kita mulai dari sekarang. Aku benar-benar menyesal karena telah menghancurkan hidup kamu. Aku ingin menebus semua kesalahanku, aku ingin kita menikah, Sa. Aku ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatanku padamu," ucap Gia lirih.
"Aku harus pergi, nanti kita bicarakan lagi hal ini." ucap Elsa.
Elsa pun pergi meninggalkan Gia, sedangkan Gia terlihat begitu sedih. Dia hanya bisa menyesali semua perbuatan yang telah dilakukan terhadap Elsa.