"Apa kau ingat? Saat SMA dan kuliah dulu, kau terus membuliku. Jadi sekarang, rasakan balas dendamku, wahai istriku!" Ucap Angkasa pada Leora.
'Angkasa, kau tidak tahu saja, kalau dendammu mengarah pada orang yang salah. Sayang sekali kau tidak akan percaya kalau aku menjelaskannya.' Gumam Leora memandangi Angkasa sambil menahan isakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25. Saling memaafkan
"Saya sudah mengolesi seluruh tubuhnya dengan salep. Tapi tolong supaya kalian lebih memperhatikan Leora supaya tidak terjadi hal seperti tadi lagi.
Jika hal seperti tadi terjadi lagi, maka bisa menyebabkan kulit menjadi rusak akan sulit untuk memperbaikinya lagi.
Sekali lagi saya tekankan bahwa kulitnya sangat sensitif jadi semua yang tertulis pada buku panduan yang telah saya berikan benar-benar harus diperhatikan." Ucap Dokter Wika pada Angkasa, Gina dan Anggara yang berada di kamar Leora.
"Kami mengertii Dok, terima kasih atas pengertiannya." Jawab Gina.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Lagi kata Wika lalu meninggalkan ke empat orang itu.
Setelah dokter pergi, Anggara langsung menarik tangan Gina lalu mereka berdua juga keluar dari kamar.
Sementara Angkasa, pria itu langsung menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Leora.
"Maafkan aku." Katanya.
Angkasa menunggu di ruangan itu sampai akhirnya Leora bangun.
"Mmh!!" Rintih Leora yang masih merasa pusing.
"Apa kepalamu sakit?" Tanya Angkasa saat melihat kening Leora dikerut.
Leora mengenali suara itu, ia langsung membuka matanya dan melihat wajah Angkasa dengan samar.
Leora mengedipkan matanya beberapa kali sampai ia bisa memastikan bahwa penglihatannya tidak salah.
"Angkasa?" Langsung tanya Leora sembari berusaha untuk bangun.
"Ya ini aku," jawab angkasa membantu perempuan itu duduk.
"Terima kasih." Ucap Leora memandangi Angkasa.
"Apa kau sudah memaafkanku?" Tanya Angkasa.
"Akulah yang harusnya berkata seperti itu. Aku minta maaf karena sudah menyalahkanmu. Aku pikir,, aku pikir,," Leora belum menyelesaikan kata-katanya saat ia terkejut karena Angkasa sudah memeluknya.
"Kau tidak pernah salah. Akulah yang salah." Kata pria itu mengejutkan Leora.
'Ini,, ini pasti sifat asli pria ini.' gumam Leora membalas pelukan Angkasa.
"Terima kasih. Aku harap mulai sekarang kita bisa menjadi teman." Ucap Leora sambil tersenyum, tapi senyum di bibirnya memudar saat Angkasa tidak menjawabnya.
Sementara Angkasa, dia merasa aneh dengan dirinya sendiri karena bibirnya tak mampu menjawab iya untuk perkataan Leora.
Jantungnya malah berdegup sangat kencang, seolah dia menghadapi marabahaya yang sangat menakutkan nya.
"Hmm,, Apa kau akan terus memelukku seperti ini?" Tanya Leora setelah beberapa saat ia menunggu dan pria itu sama sekali tidak melonggarkan pelukannya.
"Hmmm,," Ngkasa Angkasa lalu dengan spontan pria itu membaringkan Leora ke tempat tidur lalu ia juga naik ke tempat tidur.
Angkasa berbaring sambil memeluk Leora hingga kantuk menguasai dirinya lalu ia tertidur di samping Leora.
"Angkasa?" Ucap Leora yang merasa canggung dengan situasi itu.
Meski mereka sudah pernah tidur bersama bahkan melakukan hal yang lebih dari itu, tapi masih merasa canggung untuk bersama dengan pria itu.
Tubuhnya seolah gemetar karena bayang-bayang kelakuan Angkasa di masa lalu.
Namun beberapa kali ia berbicara bahkan melepaskan pelukan pria itu, Leora tak berdaya menghadapi Angkasa.
Leora berdiam diri hingga ketakutannya menghilang dan dia jatuh tertidur.
Begitu dia bangun, ia menyadari kalau perutnya keroncongan, tapi Angkasa belum bangun juga.
"Aku lapar,," ucapnya menatap langit-langit.
Leora diam menahan laparnya sampai terdengar suara ketawa Gina dan Anggara.
"Dok?!" Ucap Leora setengah berteriak.
Teriakannya langsung disambut oleh Gina. Gadis itu langsung mendatanginya. "ada apa?" Tanyanya.
Pipi Leora terasa panas karena Gina dan Anggara melihat posisi mereka.
"Hei,, Tidak perlu malu. Katakan saja," ucap Gina saat melihat pipi Leora mulai merona.
"Ini,, tolong bantu aku lepas darinya." Ucap Leora menunjuk tangan Angkasa yang melingkar kuat di tubuhnya.
"Tidak!" Ucap Anggara secara tiba-tiba lalu ia mendekati Leora.
"Nyonya, mohon jangan lakukan itu. Tuan sudah menderita.
Selama Nyonya sakit, dia tidak bisa tidur, traumanya semakin parah hingga untuk tidur saja dia perlu dihipnotis oleh Dokter Sain." Cerita Anggara.
"Trauma? Maksudmu dia memiliki trauma akut?" Tanya Leora terkejut.
"Ya, itulah yang membuatnya jadi seperti itu. Setiap kali dia mengingat kejadian masa lalunya, dia akan marah-marah dan menghancurkan semua barang. Di pikirannya hanya ada balas dendam" Jawab Anggara.
"Jadi begitu ya, tapi aku lapar." Lagi kata Leora yang memang belum makan siang.
"Tenang saja, aku akan menyuapimu." Ucap Gina mulai menyiapkan makanan untuk Leora.
Anggara kembali duduk di luar, sementara Leora menikmati makanan yang diberikan Gina.
"Apa kamu tahu sejak kapan dia punya trauma? Apakah itu tentang Liona?" Tanya Leora di sela-sela makan siangnya.
"Ya, Anggara bilang, traumanya sudah semakin parah, hal itu bermula saat dia mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya. Apalagi ketika kamu menyuruhnya untuk tidak pernah menemuimu lagi.
Tapi syukurlah, kesalahpahaman di antara kalian sudah berakhir.
Aku harap kalian bisa berdamai dan hidup bahagia." Ucap Gina.
"Terima kasih Dok." Jawab Leora.
"Aku punya satu rahasia lagi, aku pikir kau harus tahu karena kau sudah menjadi istri Angkasa." Lagi kata Gian setengah berbisik.
"Apa itu?" Tanya Leora penasaran."
"Sebenarnya Angkasa sudah,," Gian menghentikan ucapannya saat melihat mata Angkasa bergetar.
"Apa Dok?" Tanya Leora dengan penasaran, tapi Gina malah menjauh darinya.
Setelah itu, Angkasa mengeratkan pelukannya membuat Leora merasa sesak.
"Uhukk!! Uhuk!!!"
Angkasa langsung bangun saat mendengar Leora terbatuk-batuk. Ia langsung menarik Leora agar perempuan itu bisa duduk.
"Minum ini," kata Gina menyerahkan segelas air putih pada Angkasa.
Setelah minum air, Leora merasa lebih baik.
"Tolong bantu dia makan." Ucap Gina menyerahkan piring pada Angkasa. Gina pun meninggalkan ruangan itu.
"Maaf," ucap Angkasa setelah Leora tidak batuk-batuk lagi.
"Hmm,, biarkan aku makan sendiri." Ucap Leora mengulurkan tangannya untuk mengambil piring di tangan angkasa.
"Biar aku menyuapimu," kata Angkasa mengarahkan sendok ke mulut Leora.
Leora langsung membuka mulutnya dan menerima suapan Angkasa.
"Kau juga harus makan," ucap Leora sembari mengunyah makanan di mulutnya.
"Aku belum lapar." Jawab Angkasa membuat Leora merasa kesal karena saat itu sudah pukul 2 siang dan mereka belum makan siang.
Leora langsung merebut sendok dari tangan Angkasa lalu mengisinya dengan makanan dan mengarahkannya ke mulut Angkasa.
Sesaat Angkasa menatapi sendok itu, sendok bekas dari mulut Leora. Tapi entah kenapa dia tidak merasa jijik dan malah membuka mulutnya menerima suapan dari Leora.
"Maaf karena selama ini aku sudah berprasangka buruk padamu. Aku pikir kau sangat kejam, tapi ternyata,, itu hanya karena kau merasa trau,,,"
"Aku memang kejam padamu. Kau pasti melalui masa-masa yang sulit karena ku. Sekali lagi, aku minta maaf.
Dan pernikahan kita, aku bisa mengurus surat cerai nya jika kau menginginkan perceraian." Ucap angkasa membuat Leora tertegun di tempatnya.
'Cerai,, Mengapa aku aku jadi merasa sedih mendengar Angkasa akan menceraikanku? Padahal aku memang ingin bebas dari pria ini,' gumam Leora menatap angkasa.
"Hah, aku rasa itu ide yang bagus. Kau boleh menceraikanku jik,,"
"Tuan, Nyonya, maaf menganggu kalian secara tiba-tiba. Tapi keluarga Nyonya dalam perjalanan kemari. 1 menit lagi mereka tiba." Ucap Anggara lalu langsung menutup pintu.
"Pergi,, cepat pergi dari sini!" Ucap Leora dengan panik.
Angkasa meletakkan piring disampingnya lalu ia turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
"Hei!!! Apa yang,," Leora tidak melanjutkan kata-katanya karena knop pintu sudah terputar.
Interaksi Dengan Pembaca
Makasih votenya. Semoga pembaca yang lain mau juga memberi vote🤭🤭...
Hari ini otor hanya up 2 bab ya....
Lagi ada kesibukan soalnya😂😂😁
keras berbagai macam gaya
kau bahagia dengan angkasa bapak mu menghancurkan leluargamu
bapaknya sendiri memasukkan baby sugar di dalam rumahnya.
dan saking pintarnya istrinya percaya aja kalau Luna jalang itu adalah anak angkat Bambang tua bangke.
kurasa hanya Leora yang waras
dan ibunya terlalu polos mau aja di begoin sama suaminya
bagaimana dengan istrinya
anggara yg mnderita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣