NovelToon NovelToon
Night Flower

Night Flower

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Namanya Bunga, gadis remaja yang hidup bergelimang harta dengan apa yang dia dapatkan. Jika kalian mengira Bunga salah satu anak dari orang kaya raya atau pesohor di tanah air, maka itu salah besar. Bunga gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA dengan segudang cerita malamnya.


Cantik dan sexy itu yang tersemat jika kalian melihat seorang Bunga. Gadis yang selalu menjadi incaran teman-teman sekolahnya. Namun tidak satupun yang bisa dekat dengannya, Bunga teralalu cuek dan penutup. Sampai pada akhirnya Bian datang dan membawa sejuta cerita untuknya, merubah Bunga secara perlahan, namun ditengah-tengah hubungan mereka masalah cukup serius datang dan membuat keduanya sama-sama saling membenci namun masih menyimpan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat

Terdengar helaan napas dari Bunga saat Bu Jeni mulai mendekat ke arahnya. Bahkan guru dengan tubuh sedikit gempal itu memicingkan matanya saat melihat bibir Bunga bagian bawahnya terlihat begitu memerah dan bengkak.

"Saya tanya, bibir kamu kenapa?" tanya Bu Jeni sekali lagi untuk memastikan.

"Sariawan bu, makanya tadi saya ke UKS untuk ngobatin," alibi Bunga dengan harapan bisa segera dipersilahkan untuk kembali ke bangkunya.

"Digigit pacar mungkin bu!" teriak salah satu siswa membuat seisi kelas bersorak.

"Diam! yang berisik ibu suruh keluar!" tegasnya seraya memperbaiki letak kaca matanya.

"Bunga. kembali ke bangku kamu!" suruh beliau dan diangguki oleh Bunga dengan senyum miring ke arah teman-teman kelasnya.

Jelas saja smeua teman kelasnya merasa kecewa. Pasalnya mereka tahu, jika apa yang gadis itu katakan seratus persen hanya sebuah alasan.

Baru beberapa detik duduk. Sebuah kertas sudah mendarat di atas bangku Bunga. Jian dengan cengiran yang terlihat sangat menyebalkan menoleh ke arahnya. Dengan harapan Bunga membuka kertas yang sengaja dia lempar tadi. Tetapi sayangnya, tindakan Bunga malah membuat Jian semakin geram. Dengan santainya Bunga membuang kertas itu di bawah kakinya. Lalu diinjak tanpa berniat untuk membukanya terlebih dahulu.

"Si*lan, awas lo!" ancam Jian tanpa nada suara.

"Sampah," jawab Bunga dengan senyum miringnya.

Sore ini Bunga sudah berada di salah satu hotel yang dijanjikan oleh Om Praja. Tadinya mereka berniat untuk ke sebuah cafe. Tetapi selama Bunga masih memakai seragam sekolah miliknya. Ia tidak akan bisa sebebas ketika penampilannya sudah berubah menjadi wanita malam yang terlihat anggun, sexy dan lebih dewasa karena bentuk tubuhnya.

Senyumnya terukir saat melihat tubuh tegap yang sedang membelakanginya. Gadis itu dengan manja mendekat dan langsung memeluk dari belakang.

"I miss you," ungkap Om Praja yang sudah tahu siapa pelaku dibelakangnya.

"Miss you too om," jawab Bunga mengecup tubuh tegap itu.

Bunga selalu suka, dan nyaman berada di dekat Om Praja. Beliau lebih dari seorang sugar daddy untuknya. Karena kedekatan di antara merek mampu membuat seorang merasa lebih nyaman dan aman di dekat lelaki paruh itu.

Om Praja berbalik badan. Menatap gadis remaja yang selalu menimbulkan rasa rindu untuknya. Tangannya terangkat untuk mengelus puncuk kepala itu. Lalu menciumnya dengan begitu lembut.

"Kamu ini candu untuk Om beby," ucapnya dengan tangannya yang mulai mengelus sekitar pipi Bunga.

Bunga tersenyum, gadis itu mengambil tangan kekar milik Om Praja, lalu dikecupnya dengan singkat dan lembut.

"Dan om obat rinduku," jawabnya dengan senyum yang terkesan menggoda. Membuat Om Praja tidak tahan lagi untuk membiarkan gadis itu hanya berdiri di depannya tanpa melakukan apa-apa.

Tangan beliau sudah memegang dagu Bunga untuk kembali dikecupnya, tetapi dengan gerakan manja Bunga sudah lebih dulu mencegah.

"Itu apa?" tanya Bunga melihat bungkus kecil yang tergeletak di atas meja.

Sebenarnya Bunga tahu apa yang dibawa oleh Om Praja. Dia hanya sengaja bertanya karena ingin tahu jawaban dari lelaki paruh itu.

"Maaf beby, kemarin Om sempat berpikir untuk memakai jasa gadis lain, jauh dari kamu sangat menyiksa," jelas Om Praja membuat Bunga mengambil barang kecil yang tadinya akan digunakan oleh Om Praja untuk berjaga-jaga.

Barang sebagai pencegah kehamilan jika seseorang melakukan hubungan suami istri.

"Mulai nakal ya om?" Bunga tersenyum tipis.

Dan langsung dihadiahi sebuah pergerakan nakal dari Om Praja. Lelaki itu dengan sengaja meremas bagian belakang milik Bunga. Membuat gadis yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu memejamkan matanya menahan nikmat.

Hanya hal kecil yang dilakukan oleh Om Praja, namun begitu besar efeknya untuk seorang Bunga. Karena Bunga paling menikmati permainannya bersama dengan lelaki yang menjadikannya sebagaj sugar baby.

"Puaskan om beby," bisiknya dengan nada suara yang sudah terdengar berat.

Pukul 7 malam. Bunga kembali ke apartemennya. Beruntung selama dalam perjalanan menuju apartemennya ia tidak bertemu dengan Bian. Bisa saja cowok itu akan bertindak lebih lagi melihat keadaan Bunga dijam sekarang dengan Bunga yang masih mengenakan seragam sekolah.

Dengan sedikit kasar Bunga menghempaskan tubuynya di atas ranjang. Ekor matanya melirik ponsel yang beberapa menit lalu sebuah pesan dari bank masuk setelah ia menerima transferan dengan nominal banyak telah masuk ke dalam rekeningnya. Om Praja benar-benar memberikan uang banyak untuk Bunga setelah berhasil memuaskan lelaki itu.

Sementara di lain tempat. Bian sedang tertawa bersama dengan keluarga Seyna. Malam ini ia diundang untuk makan malam bersama dengan keluarga Seyna. Hanya makan malam biasa, tetapi sangat berkesan untuk gadis yang sedari tadi diam-diam terus mencuri pandang dari Bian.

"Ian makasih untuk yang tadi," ucap Seyna yang berjalan di sebelah Bian. Gadis itu menemani Bian untuk sampai ke mobilnya.

"Harusnya gue yang makasih ke lo Sey," jawab Bian membuat Seyna tersenyum.

"Maksud aku untuk yang tadi di sekolah, kalau nggak ada kamu mungkin aku udah malu banget tadi," jelas Seyna mengingat kejadian dimana dirinya dengan sengaja ditumpahkan minuman oleh Jian dan gengnya.

Bian tertawa. "Jadi itu? Udah nggak usah dipikirin, yang penting lo sekarang baik-baik aja kan?"

Seyna mengangguk dengan senyum. "Dan itu karena kamu Ian," jawab Seyna membuat Bian tersenyum seraya mengacak rambut Seyna lembut.

"Ya udah gue balik ya? Sampein ke bokap nyokap lo makasih untuk makan malamnya," ucap Bian dan diangguki oleh Seyna.

Sebenarnya setengah rela Seyna melepas Bian untuk pulang dari rumahnya. Seyna ingin menahan, tetapi dia tidak punya alasan yang tepat untuk itu.

"Hati-hati Ian." Seyna melambaikan tangannya bersamaan dengan mobil Bian yang berlalu meninggalkan pekarangan rumahnya.

Di dalam perjalan, Bian terus tersenyum mengingat kejadian tadi bersama dengan Bunga di taman belakang. Antara Bian yang masih kesal dan juga Bian yang sedikit puas dengan tindakannya terhadap gadis itu.

"Setidaknya itu bikin lo jera Bunga," gumamnya seraya menggeleng. Bian sendiri merasa apa yang dilakukannya terhadap Bunga sangat berlebihan, tetapi entah kenapa dekat dengan gadis itu selalu membuatnya ingin bertindak demikian, entah karena alasan apa, yang jelas setiap ucapan yang keluar dari mulut Bunga seakan mendorong Bian untuk melakukan hal demikian.

Disaat ia melewati pintu apartemen Bunga, ekor matanya melirik ke arah pintu yang tertutup rapat. Bian penasaran apakah gadis itu berada di apartemennya atau sudah keluar dengan baju sexy miliknya.

"Come on Ian dia bukan siapa-siapa lo," peringat Bian kepada dirinya sendiri.

Terkadang Bian ingin bersikap cuek dan masa bodoh, tetapi entah kenapa pergerakan dari tubuhnya begitu berkhianat, langkah kaki Bian selalu bertindak gegabah untuk menghampiri Bunga dan bersikap lebih lagi.

"F**k!" umpat Bian menyadari jika tetangga sexy nya itu sudah tidak berada di dalam apartemennya.

Bian merutuki dirinya sendiri yang tidak pulang lebih awal agar bisa mencegah Bunga untuk pergi malam ini. Dia terlambat mencegah Bunga untuk tidak memerkan tubuh sexy nya malam ini.

"Gue nggak bakal setengah-setengah lagi bertindak sama lo Bunga," ancam Bian dengan nada penuh tekad.

1
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Waah udah SAH aja. Semoga Bian dan Bunga bahagia till jannah ya..🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku malah ini lebih bagus..
Qaisaa Nazarudin
BEGITU LAH EGOIS NYA ORANG2 YG BERDUIT,SETELAH ITU MENGANCAM..SEAKAN MEREKA YG TERSAKITI DAN YG MENJADI KORBAN NYA.. HUJUNG2 NYA DI MAAFIN DAN HIDUP BAHAGIA,Selalu begitu Alurnya di mana2 novel,udah biasa aku baca..
Qaisaa Nazarudin
Nunggu lulus katanya?? Kalo keburu Bunga Hamil gimana kek?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya yg kita baca perselingkuhan antara sahabat,sodara tiri atau sodara angkat,atau sodara kandung sendiri kan,Nah ini anak dengan bapak e..😂
Qaisaa Nazarudin
Biarkan mereka BAHAGIA,Kamu juga gak seriuskan dengan Bunga,Hanya utk bersenang2 doang,Sampai kapan Bunga akan bergumul dengan lembah dosa..Sebelum hadirnya Bian,Bunga hanya menyebut nama mu om,kamu lah pahlawan bagi Bunga,Tapi kamu hanya menganggap Bunga hanya sebagai wanita penghibur mu doang..Jadi tindakan Bian itu udah paling benar menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU KALO OM PRAJA EMANG SUKA DAN CINTA AMA BUNGA,KENAPA BELIAU MEMBIARKAN BUNGA MASIH BEKERJA DISITU,DAN MASIH MEMBIARKAN HUBUNGAN DOSA MEREKA BERLANJUT..HARUSNYA OM PRAJA BISA KAN NIKAHIN BUNGA,DAN MEMBUAT BUNGA BERHENTI DARI DUNIA MALAMNYA..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, Selesai kan masalah sekarang juga,Apapun keputusannya Bian,Bunga,om Praja harus ikhlas..Dan menerima takdir masing-masing..
Qaisaa Nazarudin
BIAN..OMG GIMANA CARANYA DIA MASUK??
Qaisaa Nazarudin
Astaga Sel..gitu amat lo🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Betul Bunga,Masalah itu di hadapi bukan nya melarikan diri dari masalah..
Qaisaa Nazarudin
Ku bilang juga apa,Nyesel kan kamu.Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga tdk berharap,Bunga sudah biasa merasakan hidup yg pahit,penuh pancaroba ,Bunga udah gede juga,Udah tsk memerlukan perhatian lagi,Kalo emang Naura ibu yg baik,Harusnya dia tdk meninggalkan anaknya,atau dia akan mencari anaknya,Tapi ini malah milih anak tiri dari anak kandungnya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ibu nya masih hidup,Kenapa gak mencari Bunga??
Qaisaa Nazarudin
OMG kok bisa?
Qaisaa Nazarudin
Nah itu kamu tau kalo ayah mu kek gitu,Terus kenapa nyalahin Bunga..
Qaisaa Nazarudin
Tapi cara kamu itu salah Bodoh..Yang ada Bunga tambah membenci kamu..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bunga,Biarkan Bian hidup dgn penyesalannya,Dan biarkan dia Mulai Berjuang lagi dari awal,untuk mendapatkan maaf dari mu..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja hidup mu penuh dengan penyesalan Bian..Harusnya kamu tanyakan ke ayah kamu,Pasti ada alasan nya dia berselingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!