Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Hari ini adalah hari pertama Asha dan Naufal akan menjalani hubungan palsu mereka
Sejujurnya Dirga sendiri ingin menentangnya, namun karena demi kebaikan Asha..
Pagi ini Dirga seperti biasa menikmati sarapan bersama dengan Asha, sejak pagi tadi perempuan itu sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan
" Sha.. "
" Hmm "
" Sarapan hari ini enak, tapi sayang "
" Sayang kenapa ? "
" Nggak apa apa sayang "
Asha menoleh dan memukul lengen Dirga
" Ko di pukul "
" Hukuman bagi orang modus "
Dirga tertawa kecil
" Sha.. "
" Hmm "
" Soal ciuman kemarin.. "
Asha menatap Dirga sinis
" Dirga bisa nggak jangan bahas itu "
" Enggak bisa, soalnya masih kebayang "
" Kalau kamu masih bahas, aku pindah aja sarapannya "
" Oke oke aku nggak bahas "
Asha pun kembali melanjutkan sarapannya
" Kamu beneran mau pura-pura pacaran sama Naufal ? "
" Iyah Dirga "
" Kalau kamu suka beneran sama dia gimana ? "
" Ya tinggal jadian beneran " jawab Asha sengaja
" Asha, aku serius "
Asha menatap Dirga, pria yang sedang merasa gelisah di hadapannya itu
" Dirga "
" Berapa kali aku bilang ke kamu, kalau aku emang mau udah dari dulu aku sama Naufal "
Dirga menundukkan kepalanya
" Ga.. "
" Udah dong jangan cemberut terus "
" Engga biasa aja "
" Kalau biasa aja kenapa manyun ? "
Dirga pun membuat bibirnya menjadi tersenyum
Asha bangun dari kursinya, membawa piring kotornya ke dapur
Dirga pun ikut menghampiri untuk meletakkan piring kotor bekasnya
Tiba-tiba Asha merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya, jantung Asha berdebar dengan cepat
" Sha.. "
" Hmm "
Asha tetap fokus mencuci piring
" Aku mau peluk kamu Sha "
" Ini kan lagi meluk "
Dirga mematikan keran air yang masih mengalir, dengan lembut ia membalikkan tubuh Asha hingga mereka saling berhadapan
Dirga memeluk Asha dengan erat, rasanya masih sama seperti dulu
Pelukan yang membuat dirinya nyaman dan hangat
Asha membalas pelukan Dirga, pelukan yang selalu membuat Asha tenang
" Dirga.. "
" Hmm "
" Kita harus ke kantor sekarang "
" Sebentar lagi Sha "
" Pak Dirga .. "
Dirga pun dengan berat hati melepaskan pelukannya
" Sha "
" Ya ? "
Dirga tiba-tiba mencium singkat bibir Asha
" Aku tunggu mobil ya "
Asha masih diam membeku..
Ia memegangi bibirnya sambil tersenyum..
" Dirga kamu bikin aku malu "
....
Di sebuah kafe, Naufal kembali bertemu dengan ibu Dirga
Dengan santai Naufal pun duduk tepat di depan ibu Dirga
" Ini uang yang kamu minta " Ibu Dirga menyodorkan sejumlah uang kepada Naufal yang terbungkus rapih di dalam amplop
Naufal mengambilnya dengan senyuman lebar di wajahnya
" Kamu dan Asha beneran pacaran kan ? "
" Beneran, nggak percaya amat "
" Rencana apa yang akan kamu buat untuk memisahkan mereka ? "
" Rahasia "
" Rahasia ? saya berhak tau "
Naufal bangun dari kursinya dan membawa amplop coklat itu pergi
" Mau kemana kamu ? " tanya Ibu Dirga dengan tegas
" Mau pacaran " jawab Naufal sambil tersenyum tipis
Ibu Dirga cukup mempercayai hubungan Asha dan Naufal, ia berharap semoga Dirga bisa segera melupakanmu Asha
..
Di ruangannya Dirga tersenyum sambil memegangi bibirnya..
Ciuman singkat pagi tadi berhasil membuat Dirga terus terbayang oleh Asha
Dirga tak menyadari jika Reza dan Bayu kini sudah berada di ruangannya dan sedang menatap Dirga
" Menurut lo Bay, emang pantes mantan ciuman ? "
" Nggak sih harusnya "
Dirga masih belum juga sadar, hingga akhirnya Bayu memiliki ide menjahili Dirga
" Loh Asha, ngapain Sha ? "
Dirga langsung memperbaiki postur tubuhnya
" Hahaha denger nama Asha langsung aja " goda keduanya
Dirga menimpuk keduanya dengan spidol yang ada di tangannya
" Lo berdua, bisa ga sih ga ganggu gue "
" Enggak bisa, karena kita tercipta buat gangguin lo "
Dirga memutar bola matanya kesal
" Gimana Asha sama Naufal ? " tanya Reza
" Nggak tau, kenapa nanya gue "
" Kan lo mantan Asha "
" Ya terus kenapa kalau gue mantannya Asha ? "
" Berarti harusnya lo tau Dirga "
" Ga penting "
Bayu dan Reza saling bertatapan
" Kalau kata gue sih, mending pacaran beneran ga sih Bay "
" Iyah, tanggung pura-pura doang Mah "
" Kalian sebenernya Sahabat gue bukan sih ? " ucap Dirga kesal
" Sahabat tapi kadang musuh juga " jawab Reza
" Sahabat kalau lo ngasih kita bonus " jawab Bayu
" Nyesel gue kenal kalian berdua "
Dirga menggelengkan kepalanya
...
Diruangan Asha baru saja menerima pesan dari Naufal..
[Naufal : Sha..]
[Naufal : Siang bisa ketemu ? Ada yang mau gue omongin ]
[Asha : Boleh, dimana ? ]
[Naufal : Nanti gue jemput]
[Asha : Oke ]
[Naufal : Sampai bertemu nanti, sayang]
[Asha : Naufal, jangan nyebelin ]
[Naufal : Haha ]
Asha membalas sambil tersenyum, tanpa sadar di belakangnya ada Dirga yang memperhatikan percakapan keduanya
" Inget cuma pura-pura "
Asha langsung menoleh dengan terkejut
" Pak Dirga, ngapain disini "
" Kayaknya saya nyesel udah kasih izin kalian "
" Kenapa gitu ? "
" Ya karena .. "
" Cemburu ? " tebak Asha dan Dirga mengangguk kecil
" Dari dulu juga kamu emang cemburuan, bukan cuma sekarang aja "
" Kamu mau makan siang sama dia ?
" Iyah, mau makan siang sama pacar "
" Cih pacar pura-pura.. "
" Biarin yang penting pacar "
" Asha, ko kamu jadi nyebelin ya "
" Dah sana keluar gih, keruangan kamu sana "
" Kamu ngusir ? "
" Iyah "
" Oke kalau gitu "
Dirga pun keluar dari ruangan Asha, ia berpura pura marah kepada Asha hingga nanti