NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Lin Liu berkedip beberapa kali, ragu apakah dia sedang bermimpi atau memang sudah gila saking laparnya. Kartu biru itu masih melayang di depan matanya, angka 50% berkedip pelan seperti detak jantung.

"Ini... apa," gumamnya, suaranya serak, sambil berusaha duduk meskipun tulang rusuknya masih berdenyut nyeri. "Aku sudah gila rasanya. Mulai berhalusinasi."

Belum sempat dia berpikir lebih jauh, layar itu berubah, menampilkan tulisan lain yang muncul huruf demi huruf, seperti sedang diketik pelan-pelan.

...[SELAMAT DATANG, HOST. SISTEM DISKON TELAH TERAKTIVASI SEBESAR 50%.]...

...[FUNGSI SISTEM SAAT INI: TIDAK STABIL. HARAP BERSABAR.]...

Lin Liu melongo, lalu tertawa sendiri, pelan tapi getir. "Sistem? Keberuntungan? Aku tidak sedang membaca novel, ini hidupku yang berantakan, bukan cerita fiksi murahan..."

...[HOST TERDETEKSI DALAM KONDISI KRITIS: LAPAR, LUKA FISIK, TEKANAN MENTAL TINGGI.]...

...[MEMBERIKAN BANTUAN AWAL...]...

Tiba-tiba dari udara kosong di sebelah tangannya, muncul sebuah bungkusan kecil, seperti makanan yang baru saja diteleportasi begitu saja. Aromanya langsung menyerbu hidung Lin Liu—bau roti hangat, manis, membuat air liurnya otomatis menetes.

Dia diam sesaat, memandangi bungkusan itu dengan mata melebar. Tangannya gemetar saat mengambil bungkusan itu, sebagian karena lapar, sebagian lagi karena masih tidak percaya semua ini nyata.

"Ini... sungguhan?" bisiknya, suaranya nyaris tidak terdengar. Dia membuka bungkusan itu perlahan, menemukan dua potong roti isi daging yang masih mengepul hangat.

Tanpa berpikir panjang lagi, Lin Liu langsung melahap roti itu, kunyahannya cepat, hampir tersedak sangking laparnya. Air matanya tiba-tiba menetes, entah karena terharu atau karena emosi yang menumpuk seharian akhirnya pecah juga.

"Enak... ini enak sekali," katanya di sela-sela kunyahannya, sambil tertawa dan menangis bersamaan, seperti orang setengah waras.

...[HOST TELAH MENGONSUMSI MAKANAN. KONDISI FISIK MEMBAIK 15%.]...

...[SISTEM AKAN MENJELASKAN FUNGSI LEBIH LANJUT SETELAH HOST STABIL.]...

Lin Liu mengunyah potongan terakhir roti itu, lalu bersandar ke tembok warung yang tadi mengusirnya, napasnya masih agak berat tapi setidaknya perutnya sudah tidak segila tadi. Dia menatap layar biru itu lama, alisnya berkerut.

"Kau siapa sebenarnya? Kenapa muncul sekarang, saat aku sudah di titik paling bawah?" tanyanya, kali ini lebih tenang, meskipun masih ada nada curiga di suaranya.

...[PERTANYAAN HOST TIDAK DAPAT DIJAWAB SEPENUHNYA. TINGKAT AKTIVASI SISTEM MASIH 50%. INFORMASI TERBATAS.]...

...[YANG PERLU HOST KETAHUI: SISTEM AKAN MEMBANTU HOST KELUAR DARI KESULITAN, DENGAN SYARAT DAN TANTANGAN TERTENTU.]...

"Syarat?" Lin Liu langsung waspada, badannya yang tadi rileks kembali tegang. "Syarat seperti apa? Aku sudah cukup menderita, jangan bilang kau mau menyusahkan diriku lagi."

...[TENANG, HOST. SYARAT AKAN DIJELASKAN SECARA BERTAHAP. SAAT INI, PRIORITAS UTAMA ADALAH PEMULIHAN KONDISI HOST.]...

Layar itu perlahan meredup, meninggalkan Lin Liu sendirian lagi di pinggir trotoar yang mulai sepi.

Dia menghela napas panjang, menatap langit malam yang berawan tebal, tidak ada satu pun bintang yang terlihat. Tangannya masih memegang bungkusan kosong bekas roti tadi, meremasnya pelan.

"Sistem diskon, ya," gumamnya sendiri, ada seulas senyum tipis, samar, muncul di sudut bibirnya yang masih berdarah. "Kalau kau memang sungguhan nyata, aku butuh lebih dari sekadar roti untuk membayar utang lima puluh juta itu."

Dia berusaha berdiri, meskipun badannya masih gemetar, lalu melangkah pelan menyusuri jalanan sepi menuju kamar kosnya yang sempit, sementara pikirannya penuh tanda tanya tentang apa yang baru saja terjadi—dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!