NovelToon NovelToon
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:121.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Sang pewaris tunggal telah menghilang bak di telan bumi. Dia mengalami amnesia dan memiliki kehidupan yang baru.

Setelah sekian lama, kebenaran baru terungkap. Akankah dia mengingat keluarganya kembali?

Diantara dua wanita yang ada di dalam hatinya, siapakah yang akan dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang berbeda

"Alana.." Sapa Bintang, duduk di tepi tempat tidur.

Alana yang tengah berbaring, membalikkan tubuhnya, membelakangi Bintang.

"Sayang, jangan marah." Tangan Bintang menyentuh rambut Alana, lalu naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping putrinya.

"Alana, lihat ibu.." Bintang menarik tubuh Alana, supaya menghadapnya. "Lihat ibu sayang."

Alana membalikkan badannya, menghadap Bintang. Namun ia enggan membalas tatapan mata Bintang.

"Maafkan ibu." Kata Bintang, mengangkat dagu Alana.

"Aku yang minta maaf, seharusnya aku tidak bicara seperti itu." Balas Alana, melingkarkan tangannya di pinggang Bintang. "Aku mau lihat ibu bahagia meski tanpa ayah."

"Aku janji, aku tidak akan sedih lagi." Bintang memeluk erat tubuh Alana. Tiba tiba ponsel milik Bintang berbunyi.

"Bu, siapa yang menelpon?" tanya Alana.

"Ibu tidak tahu sayang." Jawab Bintang.

"Biar aku yang angkat telponnya." Alana bangun, lalu mengambil ponsel milik Bintang dari atas meja. Alana mengerutkan kedua alisnya menatap sederetan nomer tanpa ada namanya.

"Siapa? tanya Bintang, lalu bangun dan duduk di samping Alana.

"Tidak tahu bu," sahut Alana.

"Ya sudah, jangan di angkat. Matikan saja." Perintah Bintang.

Alana mengangguk, lalu menggeser icon berwarna merah. Sambungan telepon terputus. tak lama ada pesan singkat masuk. Alana kembali membuka pesan singkat yang masuk.

"Bimo?" ucap Alana menoleh ke arah Bintang lalu tersenyum lebar.

"Hey, apa!" Bintang mencubit gemas hidung Alana.

"Siapa Bimo, bu?" tanya Alana.

Bintang menggelengkan kepalanya, lalu mengambil ponsel miliknya di tangan Alana.

"Bimo itu pria tidak jelas." Kata Bintang, lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Bintang.

Alana tertawa terbahak bahak, di ikuti Bintang. Tanpa mereka sadari, Viona mengintip dari balik celah pintu yang terbuka.

"Maafkan aku, Ibu. Aku ingin melihat kau bahagia, tertawa lepas seperti itu." Gumam Viona dalam hati. Lalu ia menutup pelan pintu kamar Alana.

"Aku yakin, Pak Raiden adalah Ayah. Tetapi, aku belum cukup bukti. Andai, Raiden adalah ayah. Bagaimana mungkin aku berani mengatakannya. Hatimu pasti hancur ibu, dan bagaimana nasib tante Lily dan putranya. Ya Tuhan.."

Sementara di lain tempat.

Lily berdiri mematung menatap keluar kaca jendela kamarnya. Ia berkali kali mendesah gusar. Perubahan sikap dan raut wajah Bintang saat melihat Raiden membuat Lily takut. Ia kait kaitkan setiap mimpi buruk Raiden dengan perubahan sikap Bintang di rumah sakit. Apalagi penelpon misterius yang mengancamnya, pernah menyebut nama Bintang dan Rava di gedung tua.

"Semoga, ini hanyalah pikiranku saja. Aku yakin, Raiden tidak seperti yang aku pikirkan." Gumam Lily semakin resah, semakin ia tidak dapat tidur. "Mungkin, dengan cara mendekati keluarga Bintang. Aku bisa membuka tabir mimpi buruk suamiku."

"Kau melamun?" sapa Raiden dari arah belakang.

Lily membalikkan badannya, lalu memeluk erat tubuh Raiden.

"Hei, ada apa? tumben kau manja padaku." Kata Raiden menggoda istrinya.

Lily hanya menggelengkan kepalanya, dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada Raiden.

"Aku menginginkanmu malam ini." Bisik Raiden di telinga Lily. Kemudian ia mengangkat tubuh Lily dan menggendongnya ke atas tempat tidur.

Raiden yang tengah memadu kasih, berbeda dengan Bintang yang berusaha menekan perasaannya demi kedua putrinya. Berbeda pula dengan yang di rasakan Bimo malam ini.

Bimo tengah kesal, setiap ia menelpon Bintang pasti di matikan. Pesan singkatnya pun tidak di balas. Bimo semakin gelisah dan berharap Bintang mau membalas pesan singkatnya. Namun sampai larut malam, ponsel miliknya sepi, tidak ada pesan masuk dari Bintang. Sekalinya ada pesan masuk itu dari operator.

"Besok, aku akan datang ke rumahmu, Bintang."

1
falea sezi
kasian bgt bintang
Winsulistyowati
Mampir Thor.Smangat Lily..Moga Berubah Nasibmu..
Ran Aulia
👍👍
Kevan Septian
udh tamat yaaa.masih tak tunggu tunggu ajah
Riezna Muchiel
adakah season baru thor😂😂😂lnjutan dari kisah rava😊
Kevan Septian
ceritanya bagus endingnya juga memuaskan hahaha
zamal78901
😎😎😎😎🤩🤩🤩
zamal78901
Kereeeeeeenn Thor⚡🔨
zamal78901
lanjuuuuts Thor⚡🔨
zamal78901
🙏🙏🙏🙏🙏
zamal78901
👍👍👍👍👍👍👍👍
zamal78901
😎😎😎😎🤩🤩🤩
zamal78901
💪💪💪💪🦾🦾🦾
zamal78901
tetap semangat Thor⚡🔨
zamal78901
Lanjuuuuts lagi Thor⚡🔨
zamal78901
Gasss teruuuuss Thor⚡🔨
zamal78901
teruuuuss kan Thor⚡🔨
zamal78901
teruuuuss di lanjuuuuts Thor⚡🔨
zamal78901
😎😎😎😎🤩🤩🤩
zamal78901
👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!