"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Mencari genderuwo
''Kakak masih belum mendapat info tentang iblis yang mencuri kepala itu?'' Arya berbicara dengan Purnama.
''Belum, tapi aku mendapatkan arwah dari korban yang telah dia ambil kepalanya.'' jawab ratu ular.
''Aku malah mendapatkan kembali mayat yang tidak berkulit itu dan sekarang sudah ada sekitar dua belas mayat tanpa kulit.'' Arya berkata sembari menarik nafas panjang.
''Kau juga masih belum tahu siapa pelaku dari kejahatan itu?'' Purnama menatap sang adik yang terlihat biasa saja.
''Sudah, namun sekarang dia tidak ada di desa itu tapi sedang melarikan diri ke desa lain atau bahkan bisa jadi dia pergi ke kota.'' jelas Arya kepada Purnama.
Purnama menarik nafas panjang karena saat ini mereka sedang memegang kasus masing-masing sehingga tidak bisa untuk saling membantu terlebih dahulu, Arya bilang nggak di kasus yang ada di desa sebelah karena Desa itu mengalami kematian yang begitu tragis sekali setelah banyak mayat di temukan tanpa kulit di desa itu.
Sedangkan di sini Purnama harus mengurus tentang korban yang kehilangan kepala setiap malam bulan purnama sehingga mereka sedang pusing sekali memikirkan tentang sebuah ini, raja para member yang bisa membantu mereka berdua tanpa harus melibatkan diri masing-masing terlebih dahulu, sebab bila menjadi tercampur maka mereka akan kesulitan untuk mencari tahu.
Arya kemarin sempat datang di Desa itu juga untuk melihat keadaan yang ada di sana namun Purnama memberikan alasan bahwa mereka harus fokus untuk kasus yang satu kesatu kasus yang lain, jadi Arya sudah mengambil pilihan bahwa dia yang akan mendapati tentang kasus kematian tanpa kulit di desa sebelah.
Sementara itu Purnama yang mengambil kasus tentang kepala hilang di desa Davin, mereka hanya bisa saling memberikan info sedikit demi sedikit tanpa harus memberikan bantuan secara langsung karena mereka juga memiliki kepandaian yang cukup besar tanpa harus melibatkan banyak orang dalam masalah ini, terlebih lagi juga masih ada para member yang siap memberikan bantuan.
Ular bungsu saja terlihat biasa saja karena dia tidak mendapat pekerjaan sehingga nanti bisa ke sana dan kemari untuk memberikan bantuan, Nolan masih belum mendapat kepercayaan untuk mengurus kasus sendiri karena nanti yang ada dia malah terperangkap dalam kasus itu karena masa lalu yang dia miliki masih cukup kelam.
Ini masalah sedang Genting semua sehingga mereka harus cepat bergerak agar tidak ada korban yang lebih banyak lagi berjatuhan, semakin lama mereka bergerak maka nanti semakin banyak pula korban yang jatuh dan kemungkinan milik Arya yang jauh lebih parah karena sampai sekarang sudah begitu banyak korban dari pembunuhan tersebut.
''Apa kalian tidak kepikiran kalau kasus ini saling berhubungan satu sama lain?'' Nolan menatap saudara dia itu.
''Tidak, kasus yang ada ditangani Arya itu sudah jelas karena pesugihan dan yang ada di desa Davin belum tentu itu adalah pesugihan.'' bantah Purnama langsung.
''Yang di sana semua adalah perawan dan mereka belum menikah, Kemungkinan dia memang membutuhkan tumbal para perawan.'' jawab Arya.
''Dina memang sejak dulu begitu berat melepaskan pesugihan itu.'' Purnama berkata sembari menarik nafas panjang.
''Vera sempat menghubungi aku dan dia mengatakan kalau Arum selalu saja kerasukan.'' lirih Pangeran ular.
''Gadis itu memang sangat malang karena dia lahir bercampur dengan iblis sehingga aku saja tidak bisa membuang iblis yang ada di tubuh dia.'' Purnama berkata dengan prihatin.
''Itu jangan sampai dia menikah dengan pria yang kelahiran jumat kliwon karena nanti justru akan sangat berbahaya.'' Timpal Nolan.
''Iya, tapi aku takut justru nanti ada yang tahu dan dia akan dimanfaatkan.'' Arya setuju dengan ucapan Nolan.
Ratu ular sama sekali tidak bereaksi karena dia bingung untuk memberikan reaksi kepada semua masalah yang telah terjadi, rasanya begitu berat dan seolah hanya dia yang bisa menanggung ini semua tanpa bantuan dari orang lain yang ada di sekitar Desa tempat mereka tinggal ini.
...****************...
''Mana genderuwo yang Yasmin katakan itu?'' Jeno menatap ke sana kemari karena dia lelah di ajak oleh Dewa iblis.
''Ya Aku juga belum tahu dia tinggal di mana.'' jawab Xavier karena dia merasa sangat kesal sekali.
''Udah sih kau tidak usah cemburu lagi karena genderuwo itu juga memberikan informasi kepada Yasmin.'' Jeno berusaha untuk menasehati.
Dewa iblis sama sekali tidak mendengarkan karena dia tetap merasa cemburu kepada genderuwo itu, dia tahu bila tidak menjaga sang kekasih maka bisa kapan saja diambil oleh genderuwo tersebut yang memiliki hawa birahi begitu besar ketika melihat wanita cantik seperti kekasih dia saat ini.
Sejak tadi mereka memang sudah ada di pohon kapuk itu untuk berkeliling mencari genderuwo yang Yasmin katakan, namun sampai saat ini masih belum juga menemukan keberadaan genderuwo tersebut sehingga Dewa iblis merasa sangat kesal sekali dan dia sudah emosi sehingga berulang kali menendang pohon kapuk tersebut.
''Loh Kalau pohon Kapuk ini tumbang maka kita bisa menjadikan papan.'' Jeno tertawa melihat Dewa iblis itu.
Xavier sama sekali tidak ingin menanggapi gurauan tersebut karena dia terbawa emosi yang sangat besar dan berusaha keras untuk menemukan genderuwo agar bisa memberikan peringatan kepada dia, bahkan tanpa bertatap muka saja dia sudah bisa membayangkan bahwa genderuwo itu memiliki nafsu kepada Yasmin.
''Ini kita bukan mencari keberadaan iblis pencuri kepala tapi malah mencari genderuwo edan itu.'' Jeno duduk bersandar sembari menghisap rokok.
''Tapi energi di tempat ini selalu saja berubah.'' Xavier menatap sekitar dengan seksama.
''Jujur saja Sebenarnya aku merasa takut kalau ini adalah ulah manusia.'' Jeno menatap Dewa iblis.
''Maksud mu?'' Dewa iblis tidak paham dengan ucapan Jeno.
''Sama seperti yang sudah di lakukan oleh Pakde Nino tentang kisah Purnama berdarah itu.'' jelas Jeno.
Xavier terdiam karena dia memang malas sekali kalau urusan dengan manusia berkedok iblis seperti ini, karuan langsung berhadapan dengan iblis sehingga dia tidak memiliki rasa sungkan atau berbagai macam perasaan lain, takutnya ketika mereka sudah semakin dalam menjalani ini dan ternyata lawan mereka hanya manusia biasa yang ingin memperdalam ilmu.
Entah bagaimana tapi yang jelas mereka memang harus berusaha keras untuk mencari tahu tentang kasus itu, jalan yang diambil oleh para member memang berbeda namun setidaknya mereka akan mencari tahu sampai dapat tanpa harus melibatkan banyak nyawa lagi.
Tetap up ya walau agak telat, sekalian ngasih tau nih kalau hari jumat mungkin juga enggak up ya karena author yang cantik ini mau pesta dulu sekalian main juga ya cinta ku😘