Seorang pengasuh yang lugu tak sengaja mampu membuat sang majikan yang seorang SINGLE DADDY tergila-gila padanya.
Rumanah sangat tak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan dua manusia yang menjadi bagian dari hidupnya. Berawal saat dirinya sedang dalam bahaya, gadis desa itu bersembunyi di sebuah mobil yang ternyata milik seorang duda kaya.
Setelah kejadian itu, Rumanah pun di angkat menjadi pengasuh putri duda kaya itu. Beruntungnya, sang putri duda kaya itu begitu sangat menyayangi Rumanah. Hingga keinginan terbesarnya adalah memiliki seorang Ibu seperti pengasuhnya itu.
Namun, apakah sang duda kaya itu akan mengabulkan keinginan putri tercintanya?
Yuk simak kelanjutannya hanya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muni Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gamelan
"Ommaaaa!" Sandrina bersorak ria saat ia bertemu dengan Ommanya.
"Hallo sayang, uuuuh cantiknya cucu Omma." seru Omma Purwati seraya memeluk manja cucu satu-satunya.
Sandrina tersenyum bahagia.
"Omma, princess kangen banget sama Omma. Ohya, Oppa ke mana ya?" ucap gadis kecil itu seraya celingukan mencari Oppanya.
"Iya sayang, Omma juga kangen banget sama princess. Makanya princess sering-sering dong datang ke sini, temani Omma sama Oppa." cerocos Omma Purwati.
"Oh, coba kita lihat Oppa, sepertinya dia sedang berkebun." lanjutnya.
Sandrina mengangguk lalu melangkahkan kaki mengekori Ommanya.
Sementara itu Rumanah tampak mengunjal barang bawaan dari mobil ke dalam rumah yang berarsitekturkan keraton.
"Woooah, keren banget rumahnya." Rumanah tampak terpukau saat melihat kemewahan rumah orang tua Andre.
"Letakan di sana, Bell." perintah Andre pada Rumanah.
"Bell?" Rumanah yang merasa ganjal dengan nama yang disebut oleh Andre tampak melongo tak mengerti.
"Maksudku Annabelle." jawab Andre seraya berlalu meninggalkan Rumanah.
Rumanah memutar bola matanya lalu membuang napasnya kasar.
"Ck, dasar orang kaya, bisa-bisanya mengganti namaku yang cantik dan membawa berkah dengan nama yang jelek seperti itu." gerutu Rumanah kesal.
Andre mencari Sandrina yang sudah lebih dulu berbaur dengan Maminya. Dari satu kamar ke kamar lain, dari satu ruangan ke ruangan lain, duda tampan itu tampak masih belum juga menemukan putri dan kedua orang tuanya.
Sementara itu Rumanah pun sedang mencari keberadaan asuhannya. Tentu saja dia kebingungan menjelajahi rumah yang bagaikan keraton itu. Luas dan banyak ruangan tentunya.
"Haduuuuh, princess ke mana perginya. Kenapa saya seperti orang hilang begini." ucap Rumanah seraya celingukan ke sana kemari mencari Sandrina.
Rumanah menginjakkan kakinya masuk ke dalam satu ruangan yang tampak gelap karena ruangan itu sangat tertutup. Entah mengapa di rumah yang besar itu tampak sepi dan hening. Mungkin kedua orang tua Andre benar-benar hanya tinggal berdua di rumah yang besar itu.
"Astaga, kenapa aku bisa masuk ke sini. Dan, apa ini? Waaaah, banyak sekali alat musik dan wayang golek di sini." gumam Rumanah seraya mengedarkan manik matanya ke setiap penjuru ruangan.
Rumanah mendekati sebuah alat musik gamelan khas Jawa, tentu saja dia jarang atau mungkin tidak pernah melihat langsung alat musik seperti itu.
Pelan-pelan ia menyentuh alat musik itu tanpa minta izin pada sang empunya rumah.Sementara itu, tak jauh dari ruangan itu, Andre tampak masih celingukan mencari keberadaan putri dan kedua orang tuanya.
Hingga saat ia berada di depan ruangan yang ia tahu tempat itu adalah tempat bermain musik dan bermain wayang golek.
"Hah, pintunya kebuka. Sepertinya mereka ada di sini."ucap Andre seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu.
Sementara Rumanah di dalam tampak masih asyik menyentuh setiap gamelan yang ia lihat. Hingga saat Andre masuk pun ia tidak menyadarinya.
"Ini berat sekali. Astaga, kedua orang tua Tuan galak ini ternyata senang bermain musik dan wayang golek. Hihihi, aku tidak bisa membayangkan jika majikan galak itu mengikuti jejak orang tuanya. Haha, pasti lucu sekali kalau dia bermain gamelan dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Haha." cerocos Rumanah seraya meraih wayang golek yang paling kecil.
Andre yang belum mengetahui keberadaan Rumanah tampak terus menyusuri ruangan itu. Hingga pada saat ia berada di dekat deretan wayang golek itu, kedua manik matanya menangkap sesosok manusia yang sedang memainkan wayang golek.
"Hah, siapa itu? Sepertinya itu bukan Mami." ucap Andre seraya melangkah pelan mendekati Rumanah.
Rumanah tampak masih asyik memainkan wayang golek kecil itu. Hingga pada saat ia berbalik badan...
"Hwwaaaaaa!!" Andre tampak terkejut saat Rumanah tiba-tiba membalikkan badannya dan menghadap Andre yang sudah sangat dekat dengannya.
Sementara Rumanah pun sama seperti Andre, terkejut dan latahnya kembali hadir.
"Monyoong luuu, eh monyong-monyong!"
Andre meletakkan tangannya pada dadanya. Mengatur napasnya yang ngos-ngosan akibat terkejut.
Sementara itu Rumanah tampak kembali meletakan wayang golek yang tadi ia mainkan.
"Astaga Tuan, Anda mengejutkan saya." ucap Rumanah santai dan tanpa dosa.
"Mengejutkan matamu!? Kau yang mengejutkanku." sungut Andre tak terima.
"Hehehe, maaf. Lagian Tuan kenapa gak bilang kalau Tuan ada di belakang saya." protes Rumanah.
"Hah? Apa pentingnya itu kulakukan?" cetus Andre.
"Pentingnya agar Tuan tidak terkejut seperti tadi. Hehehe." jawab Rumanah disertai cengengesnya.
Andre menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan.
"Dasar kau Annabelle ngeyel." sungut Andre.
Rumanah hanya nyengenges dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Andre penuh selidik.
"Saya sedang.."
"Jangan bilang kau ingin mencuri barang-barang antik milik orang tuaku." tuding Andre.
"Hah? Kalau ngomong jangan suka ngasal deh. Untuk apa saya mencuri barang-barang yang tidak penting ini. Lagi pula gaji dari Anda pun belum saya terima, jadi lebih baik saya menunggu gaji dari Anda saja." celoteh Rumanah yang tak terima dituduh mencuri oleh majikan galaknya.
"Apa katamu? Barang tidak penting? Ck, dasar kau tidak berpengetahuan!" sungut Andre.
Rumanah hanya terdiam tak menanggapi.
"Ah sudahlah, sebenarnya aku sedang mencari princess dan kedua orang tuaku. Apakah kau melihatnya?" ucap Andre.
"Nah, itu masalahnya, Tuan. Saya juga sedang mencari princess tapi malah nyasar ke tempat gelap ini." jawab Rumanah.
Jeduueeeerrr!!
Tiba-tiba pintu ruangan itu tertutup oleh sendirinya. Dan hal itu membuat Andre dan Rumanah tampak terkejut bukan main.
"Astaga, ada apa ini? Kenapa pintunya tertutup sendiri." ucap Rumanah yang tampak panik dan tegang. Ruangan itu kini semakin gelap tanpa cahaya, sementara bulu kuduknya sudah mulai upacara semua.
"Sialan, kenapa bisa begini. Sepertinya penghuni di sini tidak terima akan kelakuanmu yang telah berani menyentuh barang-barang antik milik orang tuaku." ucap Andre yang malah menakut-nakuti Rumanah.
Rumanah tampak tercbelalak kaget mendengar ucapan majikan galaknya. Refleks ia berlari kecil mepet pada Andre.
"Hish, apa yang kau lakukan, Annabelle. Lepaskan tanganku." ucap Andre seraya mencoba melepaskan diri dari Rumanah yang sudah ngelendot ketakutan.
"Saya takut Tuan. Jangan jauh-jauh dari saya, lebih baik kita keluar dari sini. Saya tidak mau diseret oleh penghuni di sini." Rumanah tampak semakin mengeratkan pegangannya karena sangat takut dan percaya pada ucapan Andre.
"Hahaha, ternyata dia percaya pada ucapanku." ucap Andre dalam hati.
Andre melangkahkan kakinya dan diam-diam tangannya meraih pemukul gamelan, tanpa sepengetahuan Rumanah, tiba-tiba Andre memukul gamelan dengan sangat keras. Dan hal itu membuat Rumanah terkejut dan syok bukan main.
"Aaaaaa, monyooong luuuu!" kembali Rumanah mengeluarkan latah khasnya.
***