Ujian Nasional sebentar lagi, namun Nelam sudah hamil. Dia tidak mengenali pria yang menghamilinya.
'Mereka suci dan aku penuh dosa'-Nelam.
Dibully, dihina, diremehkan. Bahkan teman dekatnya sendiri yang telah menjebaknya. Gara-gara dia, Nelam dihamili oleh pria tidak bertanggung jawab.
Akan kah Nelam mempertahankan bayinya dan apakah takdir mempertemukannya dengan pria yang sangat dia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Nunna_mphi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku capek
Nelam memandangi dirinya di cermin dan mengusap perutnya. Pikirannya masih bimbang, ada rasa cemas dan takut.
"Aku harus bertahan, ujian nasional 5 bulan lagi, kandungan aku baru berusia satu bulan. Aku harus bisa nyembunyiin ini."
Nelam meraih potonya dengan Milan, lalu dia meneteskan air matanya. "Mil, kamu terlalu baik buat aku, jadi aku ngerasa gak pantes buat kamu. Aku yakin Mil, kamu bisa dapetin wanita sempurna, yang pasti kamu jangan nginget aku terus."
"Mil, aku cuma nganggep kamu sebagai sahabat, dan aku belum cinta sama kamu, walaupun aku maksain diri aku buat cinta sama kamu, tapi aku gak bisa Mil."
"Kak," panggilan itu membuat Nelam tengadah melihat anak berumuran 15 tahun yang memanggilnya.
"Ren?"
Reno duduk lalu memeluk kakaknya itu, bahkan dia langsung terisak-isak. "Kak maafin Reno, hiks.. hiks.."
"Iya gak papa Ren."
Reno melepaskan peluknya. "Tapi Kakak gak mau ngasih tau Reno siapa Ayah bayi ini? Supaya Reno bisa datengin rumahnya Kak."
Nelam menghembuskan nafasnya pelan lalu menghapus air matanya. "Kakak gak tau siapa yabg hamilin Kakak."
"Jadi bener, Kakak diperkosa, terus orang itu pergi gitu aja?"
Nelam mengusap perutnya. "Kakak gak pernah nyangka bakal jadi gini, tapi bayi ini gak bersalah, Kakak harus pertahanin bayi ini."
Reno menghela nafas dengan berat lalu mengusap perut Nelam. "Reno bakal jadi paman yang baik buat dede bayi. Semoga dede bayi sehat."
Nelam terharu lalu menghapus air matanya. "Reno bakal jagain dede bayi?"
"Iya Kak, Reno juga bakal cari kerja buat bantu biaya lahiran Kakak."
"Jangan kerja yang berat-berat, Reno masih kecil."
"Gak papa Kak."
Nelam mengusap kepala Reno. "Semoga Reno selalu sehat, punya rezeki yang bagus."
Reno menggesek matanya lalu mengangguk "Amin Kak."
"Besok sekolah, Kakak mau gosok baju Reno dulu."
***
Pagi ini harusnya Ai langsung masuk ke kelas namun dia sedang menunggu Nelam di gerbang sekolah. Dia melihat Nelam yang berjalan ke arahnya, lalu dia melambaikan tangannya.
Nelam berdiri di depan Ai. Mereka berjalan menuju kelas.
"Nel, mata kamu sembab."
"Mungkin aku kurang tidur, kan mau ukangan harian."
"Pasti kamu nangis terus."
"Enggak kok."
Mereka terhenti saat melihat Vera dan Sarah di gerbang lorong utama.
"Bentar lagi di keluarin."
Ai melirik Vera dengan sinis. "Apa sih kamu Vera!"
"Temen lo kan hamil, dihamilin sama orang asing terus gak tau kemana orang itu pergi," ucapnya dengan pongah.
Sarah tersenyum picik. "Kesian banget sih lo, mending lo langsung out dari pada harus di-bully beneran satu sekolah."
Nelam tidak menggubris.
"Emangnya ini sekolah punya kamu, apa," balas Ai.
"Diem deh lo Ai, lo sama Si Nelam sama-sama cupu, bodoh," ucap Sarah.
"Ayok i, jangan dengerin mereka," ajak Nelam.
"Bentar lagi badan kamu besar Nel, liat aja," kata Vera.
Nelam dan Ai melanjutkan jalannya, namun Nelam merasa mual, dia berlari buru-buru ke toilet disusul Ai.
***
Nelam memasuki toilet wanita lalu muntah-muntah. Dara, teman sekelasnya Nelam mengernyit jijik, dia menutup mulutnya.
"Ih Nelam, jijik banget sih."
Nelam membersihkan mulutnya dengan tisu lalu melihat Dara. "Aku lagi gak enak badan."
"Mangkannya kalo sakit jangan sekolah, udah ah, aku masuk duluan."
Nelam menghembuskan nafasnya pelan, lalu dia memegang perutnya lalu meramas bajunya. "Aku tersiksa, aku pusing, mual, badan aku ngerasa kelelahan terus, aku gak kuat sekolah."
***
Vote dan komennya ya...
.
alat dan mesin USG nya yg salah apa memang takdir di tangan autor nihh