Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.
Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.
Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?
Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janda
Lura mengubah posisi tidurnya menjadi miring dengan menopang kepalanya dengan tangan kanannya hingga saling berhadapan dengan William. Kini kedua mata mereka saling terkunci debaran-debaran detak jantung yang cukup kencang membuat mereka saling gugup. Ya, sebelumnya mereka tidak pernah sedekat ini.
Lura mencoba menetralkan jantungnya dengan mengambil napas dalam-dalam, berharap jika William tidak mengetahui dirinya yang gugup.
Semoga saja William tidak menciumku seperti drama korea sweet dreams tadi. Kalau sampai menciumku aku ngak mau dia berbuat terlalu jauh yang membuat kehancuran masa depanku juga aib keluargaku pikir Lura. Secara dia laki-laki normal memiliki hasrat sangat berbahaya itu.
"Aku mau adegan tadi," goda William sambil mendekatkan wajahnya.
Posisi William yang sangat dekat membuat embusan napasnya masuk ke dalam pori-pori wajah Lura. Jarak diantara mereka hanya hitungan jengkal tangan. Mata mereka saling mengunci, mengibaratkan jika ingin dan ingin lebih dekat lagi untuk saling menyentuh.
"Wil, kamu mau apa?" tanya Lura dengan mengubah posisinya dengan duduk ditepi ranjang menurukan kakinya di lantai.
William tersenyum, ia tahu yang di cemaskan Lura. Ia sadar telah membuat wanita di depannya ketakutan. Walaupun ada niat ingin mencium kekasihnya tapi ia tahu batasan agar tidak sembarangan melakukan dosa. Ciuman memang wajar di kalangan anak muda di zaman moderen seperti ini tapi ia tidak mau melakukannya sebelum masalahnya dengan Shintia clear.
William yang melihat kekasihnya mulai panik cemas itu ia semakin menggodanya.
"Aku mau itu," kelakar William dengan menunjuk bibir Lura.
"Mau apa? Jangan macam-macam-macam ya! Awas kamu macam-macam denganku, aku akan berteriak kencang," hardik Lura dengan mendelik.
William turun dari ranjang, lalu ia menghadap Lura dengan berdiri. Kini ia membungkukkan sedikit tubuhnya untuk mengimbangi posisi duduk Lura. Sedangkan Lura yang melihat William yang semakin dekat tidak mampu berbuat apa-apa bibirnya kelu tidak mampu berteriak ataupun berbicara kini ia pasrah memejamkan matanya.
William melihat sikap Lura semakin gemas, ia mengusap sisa air liur Lura yang ada di ujung bibirnya. Lalu menjauh dari kekasihnya itu.
"Apa yang kamu pikirkan? Sampai menutup mata segala? Kamu pasti berharap aku mencium kamu kan?" ledek William dengan memasukkan tangannya ke saku celana kainnya.
Lura membuka matanya perlahan-lahan dengan malu. Ia memilih kabur meninggalkan William menuju dapur untuk membuat makan malam.
Di dapur Lura memukul jidatnya itu karena terlalu bodoh bisa berpikir sejauh itu. Lura kamu kenapa bisa berharap dia menciummu batin Lura mencemooh dirinya yang berpikir mesum sendiri.
Lura yang memotong bawang putih sambil melamun itu tanpa ia sadari tangannya tergores pisau.
"Awu, sakit sekali," pekik Lura dengan mengibaskan tangannya sambil meniupnya karena perih.
William yang awalnya ingin mengambil air minum melihat tangan Lura berdarah dengan langkah kaki cepatnya untuk memberi pertolongan pertama. William meraih jari telunjuk Lura memasukkan ke dalam mulutnya untuk menghisapnya dan menghentikan pendarahan pada tangan kekasihnya.
Lura bengong melihat perlakuan William yang tiba-tiba itu.
"Sudah jangan masak lagi, besok-besok kita pesan delivery kalau seperti ini jadinya. Beruntung hanya tergores sedikit gimana kalau sampai patah jari kamu."
"Jangan lebay dech! Ini juga tidak apa-apa, tidak sakit, Wil. Kalau pesan delivery terus menerus gimana aku jago masak. Kamu tahu inti dari orang berumah tangga itu wanita yang jago masak, kalau aku ngak bisa masak pasti aku di usir sama mertuaku nanti. Aku kan ngak mau janda."
Benar juga kalau Lura ngak bisa masak pasti sama Bunda akan dicarikan penganti. Bunda ngak suka sama Shintia karena dia ngak jago masak alasannya jika wanita ngak bisa masak bisa-bisa anak dan suaminya mati kelaparan. Padahal ini zaman moderen kita bisa sewa pembantu atau cari koki andal batin William teringat akan nasihat sang bunda.
Bersambung..
Aku akn ttp up disini jika kalian ingin baca lebih bisa di sbelh dg bab panjang ya..
.
.
.
Mampir juga di kry teman aku yang sudah tamat di jamin seru abis
😍😍