TAMAT!!!!
Season pertama sudah Tamat. Dan sedang berlangsung season kedua kisah adik kembar Narra si Awan dan Mentari 🤗
Jangan lupa Follow IG mommy ya sayang 😘
IG : @Mommy_Ar29
Akan mommy usahakan Up dua kali sehari 🤗
06:00
15:00😊😘
Hidup bergelimang harta tak membuat seorang gadis cantik yang bernama Queenara merasa bahagia,
Setelah perceraian kedua orang tua nya Narra memutuskan untuk tetap tinggal di rumah bersama sang Kakak, Namun siapa sangka ternyata sang kakak pun juga tak kalah sibuk dengan kerjaan nya,
Mereka pikir UANG ialah segalanya, dengan UANG bisa membuat Putri nya bahagia, hingga suatu ketika sahabat Narra memamerkan seorang SUGAR DADDY nya yang selalu membuatnya bahagia dan bisa menuruti semua keinginan nya, Munculah IDE gila Narra untuk mencari Seorang SUGAR DADDY namun yang masih berstatus JOMBLO,
Bagaimana Kisahnya? kuy simak dan ikuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk rumah sakit
Kepala Narra kian berdenyut sakit dan ia merasa ada sesuatu yang mengalir lewat hidungnya, Narra memejamkan matanya dan bersandar di dada bidang Bisma, menghirup aroma parfum Bisma yang selalu ia rindukan, Aroma yang selalu menenangkan hatinya serta membuatnya Nyaman.
"Enggak sayang, gak ada orang ketiga keempat dan seterusnya, hanya ada kita berdua, kita berdua sayang," kata Bisma sambil melepaskan pelukannya namun mata Bisma langsung terbelalak saat melihat Narra yang mengeluarkan darah dari hidung nya dengan mata yang terpejam dan semakin lemah hingga Narra hampir terjatuh ke tanah bila tak segera di tahan oleh Bisma.
"Narra, Ra, sayang bangun.." Bisma menepuk nepuk pipi Narra dengan telapak tangan nya agar Narra membuka matanya, namun nihil, Akhirnya Bisma segera mengangkat tubuh Narra dan di masukkan nya kedalam mobil, Bisma segera membawa Narra ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah sakit dimana Benny di rawat.
"Dokter, Dokter tolonggg," Teriak Bisma berlari sambil menggendong tubuh Narra.
"Mari letakkan disini," kata salah seorang suster, Bisma pun langsung meletakkan tubuh Narra di sebuah Brangkar lalu ikut mendorong brangkar itu menuju ruang penanganan.
30 menit sudah Bisma berjalan mondar mandir di depan ruang UGD namun dokter belum juga ada yang keluar, Bisma sangat khawatir dengan keadaan Narra saat ini.
Tringg triingg! Suara Hape Bisma berbunyi membuat pandangan nya teralihkan dari pintu UGD.
"Hallo," kata Bisma.
"Dimana? papa Kritis," kata Aldo di seberang sana.
Deg.
Jantung Bisma berdetak sangat cepat, pikiran Bisma bercabang, antara menunggu Narra atau menunggu sang papa.
"Si siapa saja yang disana bang?" tanya Bisma sedikit terbata.
"Semua sudah ada disini, hanya kamu yang gak ada," kata Aldo," dimana kamu?" tanya nya lagi.
"A aku di UGD bang, aku nitip papa dulu. nanti aku kesana,," kata Bisma.
"Kamu kenapa Bis?" pekik Aldo khawatir, "Kenapa bisa sampai UGD?" sambung nya.
"Nanti aku akan jelasin bang, tolong terus kabarin Bisma tentang kondisi papa," kata Bisma.
"Oh ya udah ya udah," kata Aldo lalu ia menutup sambungan telfon nya.
Bisma terjatuh di lantai sambil bersandar pada tembok dengan satu kaki di tekuk dan satu di selonjorkan.
"Seenggak nya papa masih banyak anak cucu ran istri barunya uang menunggu disana," gumam Bisma sendiri lalu kembali menatap pintu UGD yang masih tertutup rapi.
Ceklek! pintu UGD terbuka membuat Bisma langsung beranjak dari lantai dan menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaan Narra dok?"
"Dia baik baik saja kan?"
"Tidak ada yang serius kan Dok?"
"Apakah dia sudah sadar?"
Tanya Bisma beruntun membuat sang Dokter menghela nafasnya. "Syukurlah dia cepat diabwa kemari, dia sudah baik baik saja, setelah ini ia akan di pindah ka ke ruang rawat," kata Dokter.
"Sebenernya apa yang terjadid engan nya dok? saya sudah beberapa kali melihatnya mimisan dan tiba tiba pingsan seperti ini," kata Bisma.
"Hemm itu dia hanya kelelahan dan efek dari datang bulan saja, makanya lemas hingga membuatnya pingsan, dan untuk mimisan itu hanya panas dalam, asupan makan nya harus terus dijaga dan jangan lupa ingatkan tentang Vitamin nya." kata Dokter membuat Bisma bernafas lega.
Begitupun sang Dokter juga bernafas lega karena Bisma mempercayai ucapan nya, tentu saja Dokter itu berbohong atas permintaan Narra.
Bersambung lagi💃💃💃
terhura....🥰
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
sangat bingung,, 😃😃🤦🏻♀️