NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga

Zoya masih berdiri di tempatnya. Tatapannya berpindah dari El ke Chelsea berkali-kali. Ada banyak pertanyaan yang jelas terlihat di matanya.

“El ...,” panggil Zoya dengan suara pelan.

El yang masih memegang tangan Chelsea akhirnya sadar dengan situasi itu. Ia langsung melepaskan genggamannya perlahan.

“Iya, Zoya”

Zoya menatap Chelsea. “Siapa wanita ini?”

Suasana di antara mereka seketika berubah. Chelsea yang sejak tadi diam langsung merasa tidak nyaman. Ia tidak ingin menjadi alasan kecanggungan di antara El dan kekasihnya.

El yang tidak menyadari perasaan Chelsea hanya tersenyum kecil. Ia juga tak perhatian dengan sikap Zoya yang agak sedikit tak suka dengan kehadiran gadis di sebelah kekasihnya.

“Oh iya, aku belum kenalkan.” Ia lalu menoleh ke arah Chelsea. “Chel, kenalkan. Ini Zoya, kekasihku.”

Jantung Chelsea terasa berhenti sesaat saat mendengar kalimat itu, kekasihku. Satu kata sederhana yang tetap terasa sakit meskipun sejak awal ia sudah tahu.

El kemudian menatap Zoya. “Zoya, ini Chelsea.”

Chelsea mencoba tersenyum. Ia mengulurkan tangannya. “Hai, Zoya.”

Zoya menatap tangan Chelsea beberapa detik sebelum akhirnya menyambutnya. “Hai, Chel.”

Namun ekspresi wanita itu masih terlihat penuh rasa ingin tahu. Ia masih kurang suka dengan kehadiran gadis itu.

“Oh … ini anak angkat orang tua kamu itu?”

Pertanyaan itu mungkin terdengar biasa. Bahkan mungkin bagi orang lain tidak memiliki arti apa-apa. Tapi bagi Chelsea, kalimat itu seperti menusuk tepat di tempat yang paling sakit.

Tangannya perlahan turun. Anak angkat, itu memang benar. Ia memang bukan anak kandung Arsaka dan Hana.

Ia masih ingat bagaimana dulu orang tuanya menjelaskan semuanya ketika ia sudah cukup besar untuk mengerti. Bahwa ia bukan lahir dari keluarga Arsaka. Bahwa ia hanya seorang bayi kecil yang kemudian dipilih untuk menjadi bagian dari keluarga itu.

Mereka tidak pernah menyembunyikan kenyataan itu. Dan Chelsea sudah tahu.

Tapi mengetahui sebuah kenyataan tidak berarti mendengar orang lain mengatakannya tidak akan menyakitkan. Karena di dalam hatinya, terkadang masih ada rasa takut.

Takut kalau suatu hari orang lain akan menganggapnya berbeda. Takut kalau suatu hari seseorang akan mengingatkannya bahwa ia hanya datang sebagai orang luar.

“Zoya.” Suara El terdengar sedikit berubah.

Wanita itu menatap El. “Kenapa, El?”

“Kamu nggak harus berkata seperti itu.”

Zoya mengangkat alis. “Aku cuma mengatakan kenyataan, El.”

Chelsea langsung merasa tidak enak. Ia melihat keduanya mulai berbeda pendapat karena dirinya. Sebelum El membalas, Chelsea buru-buru tersenyum kecil.

“Benar, Zoya. Aku anak angkat Daddy dan Mommy Bang El."

El langsung menoleh. “Chel .…”

Chelsea mengabaikannya. "Kenapa, Bang El? Zoya berkata benar." Ia mencoba tertawa kecil agar suasana tidak terasa berat. “Nggak ada yang salah. Aku memang bukan anak kandung Daddy dan Mommy.”

Tapi senyumnya terlihat terlalu dipaksakan. El menatap Chelsea cukup lama. Ia tahu gadis itu sedang berusaha terlihat baik-baik saja.

“Chelsea.” Nada suara El lebih lembut.

“Kalau Daddy sama Mommy dengar kamu bicara seperti itu, mereka pasti sedih.”

Chelsea terdiam. Memang benar. Arsaka dan Hana selalu berkata, "Dalam tubuhmu memang tak mengalir darah daddy, dan kamu bukan terlahir dari rahim mommy. Tapi kamu hadir dari hati kami. Cinta kami untuk kamu sama besar dengan cinta untuk El dan Al."

“Bagi mereka, kamu bukan sekadar anak angkat.” El menatapnya. “Kamu putri kesayangan mereka.”

Kalimat itu membuat Chelsea menunduk, karena ia tahu El benar. Arsaka dan Hana tidak pernah membedakannya. Mereka selalu membuatnya merasa dicintai. Tapi luka kecil itu tetap ada. Luka karena ia tahu darahnya bukan darah keluarga Arsaka.

Zoya yang mendengar perkataan El terlihat sedikit berubah. Ekspresinya tidak lagi setegang tadi.

Ia akhirnya duduk. “Ya sudah. Kita makan saja.”

El mengangguk. Mereka bertiga akhirnya duduk bersama. Namun suasana yang awalnya ingin dibuat santai menjadi sedikit kaku.

Chelsea lebih banyak diam. Ia hanya menjawab ketika ditanya. Sementara El beberapa kali mencoba mengajak bicara agar suasana kembali nyaman.

Zoya juga mulai berbicara hal-hal ringan. Tentang pekerjaannya, tentang restoran itu, dan beberapa cerita kecil lainnya.

Perlahan suasana kembali normal. Sampai akhirnya pesanan mereka datang. Makanan memenuhi meja.

Chelsea mencoba menikmati malam itu. Ia tidak ingin membuat semuanya semakin buruk. Namun seperti biasa, El tetap menjadi El. Pria yang sejak kecil selalu memperhatikannya. Ketika Chelsea mengambil udang, El tanpa berpikir langsung mengambilnya.

“Kamu jangan makan dulu.”

Chelsea menatapnya bingung. El mulai mengupas kulit udang itu seperti kebiasaannya sejak dulu.

“Biar aku kupaskan.”

Chelsea terdiam. Mungkin bagi sebagian orang menganggap itu hal kecil. Tapi itulah masalahnya. Hal-hal kecil dari El selalu berhasil membuat hatinya berharap. Padahal ia tahu tidak boleh.

Dari seberang meja, Zoya memperhatikan mereka. Sampai akhirnya wanita itu bersuara.

“Apa kamu hanya mengupas kulit udang buat Chelsea saja?”

Tangan El berhenti. Chelsea langsung merasa tidak nyaman.

“Zoya .…”

Namun sebelum El menjawab, Chelsea lebih dulu tersenyum. “Maaf, Zoya.”

Ia mengambil napas kecil. “Mungkin ini cuma kebiasaan saja. El selalu begitu dari kami kecil."

Zoya menatapnya. “Kebiasaan?”

Chelsea mengangguk. “Iya. Dari dulu Bang El memang begitu.”

Zoya menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Seharusnya kebiasaan itu diubah.”

Chelsea jadi terdiam mendengar ucapan Zoya. Begitu juga El. Ia mau mendengarkan ucapan selanjutnya dari sang kekasih.

“Kamu sudah dewasa, Chelsea.”

Nada Zoya tidak kasar, tapi cukup membuat Chelsea merasa tersindir. “Nanti kamu pasti akan punya pasangan juga.”

Ia menatap El sebentar. “Dan kamu harus menjaga perasaan pasangan kamu.”

Chelsea langsung menunduk. Kalimat itu sepertinya bukan hanya ditujukan untuknya. Tapi Zoya juga menyindir El. Sepertinya tak terima pria itu memperhatikan dirinya.

“Zoya, udahlah.” El akhirnya bicara. “Aku juga akan mengupaskan udang untuk kamu.”

Ia mengambil udang lain. “Cuma harus bergantian.”

Zoya tersenyum kecil, tapi senyum itu tidak sampai ke matanya. “Bergantian?”

El menatapnya. “Iya.”

Zoya lalu bertanya dengan suara pelan. “Chelsea yang utama dan pertama?”

Pertanyaan itu membuat meja makan kembali hening. Chelsea langsung merasa bersalah. Ia ingin mengatakan tidak. Ia ingin menjelaskan bahwa ia tidak pernah meminta El memperlakukannya seperti itu.

Tapi sebelum ia sempat bicara, El menarik napas panjang. Pria itu terlihat benar-benar memahami posisi Zoya.

“Maafkan, aku." Suara El terdengar lebih serius. Seperti merasa bersalah.

“Aku nanti pasti akan mendahului kamu dalam segala hal dan dari siapapun.”

Chelsea membeku. Sementara Zoya hanya diam. Malam ini Chelsea sadar, mungkin selama ini ia terlalu menikmati perhatian El.

Sampai lupa bahwa perhatian itu suatu hari akan diberikan kepada orang lain. Kepada wanita yang benar-benar menjadi pilihan hatinya El.

1
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!