NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Pernikahan Adik Kesayangan

​Keesokan paginya, matahari terbit dengan megah, mengiringi hari yang paling dinantikan Elimar, adik Budiman. Tapi, ternyata Budiman juga menanti hari ini dengan penuh suka cita.

​Sejak pukul delapan pagi, lapangan bola sudah dipadati oleh ribuan warga kampung, kerabat jauh, hingga netizen dan konten kreator yang penasaran dengan "Pernikahan Sultan Kampung" yang sempat viral di TokTok. Elimar tampak anggun dengan baju anak daro bertabur swarovski, sementara Anto duduk di pelaminan dengan gaya sok keren yang tak kunjung hilang, ditambah kacamata jamet andalannya.

​Budiman sendiri berdiri di dekat pintu masuk tenda utama, mengawasi satu titik paling krusial, yaitu Kotak Amplop.

​Di depan pintu masuk, sebuah kotak kaca besar berbentuk rumah gadang berdiri tegak. Di atasnya, Budiman dengan sengaja menempelkan papan pengumuman besar bertuliskan:

​SIAPA PUN BOLEH DATANG, BAIK KERABAT DEKAT MAUPUN KERABAT JAUH.

​BAIK YANG DIKENAL, MAUPUN YANG TIDAK DIKENAL.

​BAIK YANG KAYA, MAUPUN YANG TAK BERDAYA.

​PERNIKAHAN ELIMAR DAN ANTO, ADIK BUDIMAN, DIBUKA UNTUK SEMUA SEBAGAI BENTUK RASA SYUKUR ATAS SUKSESNYA BUDIMAN MART.

​TIDAK PERLU MEMBAWA APAPUN!

​CUKUP MINTA DOA DAN RESTU, SEMOGA ELIMAR DAN ANTO MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADAH, DAN WARAHMAH.

​Untuk pertama kalinya di Kabupaten Pesisir Selatan ada pernikahan yang semegah dan semewah ini. Bahkan mungkin se-Provinsi Sumatera Barat, mengalahkan pernikahan anak-anak pejabat, old money-nya Minang, dan mungkin juga crazy rich-nya urang awak. Para tamu diperbolehkan makan sepuasnya sampai begah tanpa mengeluarkan sepeser pun, diikuti musik jedag-jedug yang saking kerasnya terdengar sampai ke perbatasan Kota Padang.

​Setiap kali ada tamu undangan yang mencoba memasukkan amplop putih ke dalam kotak rumah gadang tersebut, Budiman dengan sigap melompat dan menghadang mereka dengan senyum paling ramah yang dipaksakan.

​"Ondeh, ndak usah, Mak. Ndak usah, Pak. Simpan saja uangnya buat beli bensin. Pesta ini murni sedekah dari Budiman Mart," tolak Budiman berulang kali dengan nada sok dermawan.

​Para tamu undangan pulang dengan wajah takjub sekaligus heran, mengira Budiman sudah menjadi wali songo baru yang hobi membuang-buang harta demi membahagiakan adiknya.

​Merasa kotak uang berbentuk rumah gadang itu masih kosong melompong hingga pukul dua siang, batin Budiman tertawa terbahak-bahak seperti penjahat kelas kakap.

​'Hahaha! Kosong! Bersih! Dua ratus lima puluh juta murni jadi beban pengeluaran tanpa ada pemasukan satu rupiah pun! Sistem, bersiaplah mentransfer dua puluh lima miliar ke rekeningku sekarang juga!' sorak Budiman dalam hati, matanya melirik ke arah layar hologram biru yang mulai memunculkan hitungan mundur misinya.

​[ Misi Sampingan: Pernikahan Tanpa Amplop Elimar & Anto. ]

[ Sisa Waktu Misi: 00:05:00 ]

[ Total Pemasukan Amplop saat ini: Rp0 ]

​"Lima menit lagi... lima menit lagi awak bisa jadi miliarder!" gumam Budiman dengan batin bergetar, sudah membayangkan dirinya membeli pulau pribadi dan menutup Budiman Mart untuk selamanya.

​Namun, tepat ketika hitungan mundur menyentuh angka dua menit, sebuah petaka tak terduga kembali datang dari arah jalan raya.

​BZZZZT!

​Tiga buah bus pariwisata berlogo Pemprov Sumatra Barat tiba-tiba mengerem mendadak di pinggir lapangan bola. Pintu bus terbuka, dan sedetik kemudian, rombongan emak-emak pengajian berseragam kuning cerah,yang beberapa hari lalu sukses memborong habis stok Mi Jengkol,turun dari bus sambil membawa spanduk besar bertuliskan: "FANS CLUB KULINER EKSTREMED BUDIMAN MART".

​Budiman mendadak kena mental. "Kenapa emak-emak ini malah datang ke kawinan adik awak?!" pekik Budiman histeris.

​Ternyata, karena sound system horeg milik Anto berdentum terlalu keras, suaranya terdengar sampai ke jalur lintas utama. Rombongan bus pariwisata yang awalnya mau langsung ke tempat wisata, malah berbelok arah karena mengira ada cabang baru Budiman Mart yang sedang mengadakan festival gratis.

​Emak-emak itu langsung menyerbu area tenda katering, memakan rendang premium dan gulai tunjang hotel berbintang dengan brutal. Tapi puncaknya bukan di sana.

​"Ondeh, Pak Budiman! Selamat ya buat pernikahan adiknya!" seru si ketua rombongan yang bertubuh subur, menghampiri Budiman yang sudah kaku di dekat celengan kaca.

​"I-iya, Mak. Tapi maaf, di sini kami ndak terima amplop ..." ucap Budiman lemas, menunjuk papan pengumuman.

​"Ah, kami sudah baca! Pak Budiman memang orang baik, ndak mau terima uang tunai! Makanya, kami dari paguyuban pariwisata tidak ada yang membawa amplop!" si emak tersenyum jenius, lalu berbalik berteriak ke arah busnya.

"Woi, Uda-Uda, tolong gotong hadiahnya kemari!"

​Budiman membelalakkan mata. Dari bagasi bus pariwisata, para kuli angkut menurunkan puluhan kotak kayu besar dan karung-karung goni raksasa, lalu menumpuknya tepat di samping pelaminan Anto dan Elimar.

​"A-apa itu, Mak?" tanya Budiman, firasatnya mendadak menjadi buruk.

​"Itu Emas Murni 24 Karat batangan seberat 5 Kilogram, hasil sumbangan sponsor dinas, ditambah Sertifikat Hak Milik (SHM) Tanah Kebun Kelapa Sawit seluas 10 Hektar di Pesisir Selatan sebagai hadiah karena Budiman Mart sudah memajukan pariwisata daerah!" seru si emak dengan bangga.

​Ia langsung menyerahkan map sertifikat dan kotak emas itu ke tangan Anto yang melongo loading di atas pelaminan.

​[ Ding! ]

[ Sistem mendeteksi adanya penerimaan aset non-tunai (In-Kind Benefit) bernilai tinggi dalam pesta pernikahan! ]

[ Mengonversi nilai Emas 5 Kg dan Kebun Sawit 10 Hektar ke dalam mata uang rupiah... ]

[ Total Pemasukan Hadiah Pernikahan: +Rp6.500.000.000 (Enam Setengah Miliar Rupiah)! ]

​[ Evaluasi Misi Sampingan: GAGAL TOTAL! ]

[ Pengguna dilarang menerima keuntungan sepeser pun, namun pesta justru menghasilkan profit bersih sebesar Rp6.250.000.000 setelah dipotong modal awal! ]

[ Hukuman Misi Gagal: Kompensasi 25 miliar DIHANGUSKAN. Seluruh aset hadiah (Emas & Kebun Sawit) secara otomatis dialihkan menjadi modal wajib perluasan cabang 'Budiman Mart dengan membuka 2 cabang baru'! ]

​DUMMM!!! GLERRR!!!

​Tepat saat notifikasi kejam itu selesai dibaca, sound system horeg milik Anto meledakkan bass penutup yang membuat tenda VIP berguncang hebat, merontokkan beberapa hiasan bunga di atas kepala Budiman.

​Budiman menatap sertifikat tanah dan kotak emas di pelaminan, lalu melirik layar Sistem yang menyatakan dirinya gagal miskin untuk kesekian kalinya. Jantungnya seperti mau copot, lututnya lemas tak bertulang.

​"Emas lima kilo ... kebun sawit sepuluh hektar ... jadi cabang baru?! Harusnya awak dapat 25 miliar tapi gagal..." gumam Budiman dengan tawa hamba yang pecah, sebelum akhirnya ambruk ke tanah dengan sukses di tengah riuhnya tepuk tangan ribuan tamu undangan.

​.

​.

​Bau minyak angin sekonyong-konyong menusuk hidung Budiman saat kelopak matanya perlahan terbuka. Hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit tenda pernikahan yang bergoyang, diiringi wajah panik Anto dan Elimar lalu menjauhkan botol FreshCare dari hidungnya.

​"Uda! Alhamdulillah ndak mati!" pekik Anto kegirangan, langsung membetulkan letak kemeja batik sultan-nya yang makin kusut.

​Ternyata, Budiman telah pingsan selama satu malam suntuk. Sepasang pengantin baru itu bahkan sudah tidak memakai baju megah anak daro dan marapulai lagi, melainkan baju kaos biasa yang membuat pergerakan mereka menjadi lebih luwes dalam menangani Budiman yang tiba-tiba ambruk semalaman, hingga merusak total rencana malam pertama mereka yang khidmat.

​"Kemarin pas emas lima kilo sama sertifikat sawit diserahkan, Uda langsung tumbang. Ambo kira Uda kena struk karena mendadak jadi kaya!" lanjut Anto polos tanpa dosa.

​Budiman tidak menjawab. Dia langsung bangkit berdiri dengan tatapan mata yang kosong namun memancarkan aura dendam yang sangat kuat. Layar hologram biru di depannya masih berkedip santai, menampilkan status modal wajib untuk perluasan toko yang bernilai miliaran rupiah dari hasil konversi aset hadiah kemarin.

​'Tenang, Budiman... Tenang...' batin Budiman mencoba menyembuhkan batinnya sendiri. 'Sistem sialan ini boleh saja menggagalkan misi nikahan kemarin. Tapi modal ekspansi ini berada di bawah kendali awak penuh. Kali ini, awak bersumpah... TIDAK BOLEH UNTUNG LAGI! Kedai awak harus rugi total!'

Kira-kira apa ya usaha Budiman berikutnya biar bangkrut?

[bersambung]

1
Aku Rajin Membaca
padahal budiman mau menyerahkan diri 😂
MomyWa
weeeh, udah gak bisa disecrol lagi saking asik bacanya
MomyWa
pahlawan kehancuran ya man?
MomyWa
bagus syekali bukannya?
arielskys
lama2 baca cerita ini bikin otakku makin pinter prinsip2 retail 👍
arielskys
pokoknya kalian harus berjodoh lah
Aku Rajin Membaca: kita lihat gimana ide penulis
total 1 replies
arielskys
walaaaahh, ada2 aja idenya 🤭
Aku Rajin Membaca: wkwkwkw..bikin pouyeng
total 1 replies
arielskys
senangnya ngprank ya sistemnya
arielskys
episode ini ngakak bgt loh?
arielskys
ada ambulance 🤭
arielskys
wahahaha🤣
arielskys
nah tuh, akal2anmu budiman, bener2 gak bisa dihubungi jadinya kan
Syahril Maiza
lanjut up dong thor. kok cuma 1 bab
Syahril Maiza
nikahin aja sanah
Syahril Maiza
bukti cinta diam2 ya
MomyWa: gmn nasibnya ya
total 1 replies
Syahril Maiza
harusnya jiwa kaya raya yg ditingkat kan man
Safira Aurora
greget bgt, org senang kalau kaya, ini pengen bgt miskin
Safira Aurora
santui syekali
Safira Aurora
ga ada pembeli = ga ada yang mengusik
Aku Rajin Membaca
jiwa miskinnya kmbali bngkit 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!