Novel ini menceritakan tentang sepasang insan Tuhan yang dipertemukan sejak kecil. Dia adalah Ivanna dan Max. Namun, Max harus pergis dengan suatu alasan. Ivanna tak mendapatkan kabar dari Max selama puluhan tahun, membuatnya menjadi lupa akan sosok teman masa kecilnya.
Mereka akhirnya dipertemukan kembali setelah puluhan tahun berlalu.
"Gue benci sama lo, Max!" - Ivanna Arabelle.
"Aku bisa jelasin semuanya, Van." - Maximillian Fransisco.
Akankah perasaan Ivanna masih sama kepada Max?
Dan apakah Max selama ini memiliki rasa sayang kepada Ivanna?
Yuk mulai baca kisah mereka.
Diusahakan akan up setiap hari. Stay ya!
Thank You semua....
Happy reading ^^.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabrielle Apil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP 24 - One Rooftop
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Begitu selesai di pabrik, Ivanna pulang untuk beristirahat. Kali ini bukan ke pondok yang sudah berbulan bulan ia tempati, tapi hari ini ia akan pulang ke rumah William.
"Bik Jum, kamar saya dimana?" tanya Ivanna yang masuk melalui pintu dapur.
"Di atas, pintu ke 1 yang non lewati, itu kamar nona." jawab Bik Jum.
"Okay. Thank you." ucap Ivanna.
Ivanna pun melenggang menuju ke kamar yang dimaksud bik Jum. Ivanna tidur dikamar tamu atas. Tanpa dia ketahui bahwa kamar yang akan Ivanna tempati itu dekat dengan kamar Max.
##############################
Saat pagi tiba, Ivanna turun ke lantai bawah untuk melihat apakah orang tuanya akan pulang hari ini atau tidak. Dan ternyata saat Ivanna turun, ia melihat bahwa kedua orang tuanya sedang bersiap untuk sarapan bersama dengan orang tua Max.
"Morning, sayang." sapa Mommy.
"Morning mommy and all." jawab Ivanna.
"Vanna, bisa tolong panggilkan Max? Anak itu pasti belum bangun." ucap Vanessa meminta tolong pada Ivanna.
"Otw tan!" jawab Ivanna yang bergegas jalan.
Baru 2 langkah Ivanna beranjak, ia seperti merasa ada yang salah.
Ya. Ivanna tidak mengetahui dimana letak kamar Max.
"Tan, Vanna ga tau kamar Max dimana." ucap Ivanna.
Namun, tanpa sadar Ivanna mengatakannya didepan kedua orang tuanya.
"What?!?" Ellen dan Howard terkejut mendengar pernyataan Ivanna itu.
"Ah mom, dad, maaf karna selama disini, Ivanna ga pernah tahu dimana kamar Max." ujar Ivanna lagi.
"Gimana bisa, Vanna?" tanya Ellen.
"Mom, setiap hari itu diantara kita pasti ada yang ke kebun dahulu di pagi hari, dan begitupun saat pulang. Dad, you know what I mean, right?"
(Dad, kamu mengerti maksudku kan?)
Howard menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti maksud anaknya itu. Ivanna pun dibantu oleh William untuk membuat kedua orang tuanya ini mengerti.
"Kamar kakakmu itu di samping kamarmu, sayang." ucap Vanessa.
Ivanna tak ingin berlama lama yang akan membuat orang tuanya semakin curiga kepadanya, ia segera menuju ke kamar yang dimaksud Vanessa. Ia mengetuk pintu tersebut sebelum ia masuk, dan ternyata itu adalah kamar mandi. 😁
Berlalu ke pintu selanjutnya, Ivanna mengetuk pintu kamar Max dengan cukup keras.
Tok Tok Tok
"Max!" panggil Ivanna.
Tidak ada jawaban, Ivanna membuka pintu kamar Max.
"YAAAAKKKKK!!!!!!!!!" teriak Ivanna segera berlari keluar.
"KEBAKARAN!" pekik Max dengan mata yang sangat merah karna terkejut mendengar teriakan Ivanna dan segera turun ke lantai bawah karna ia kira ada kebakaran.
Keempat orang tua itu hanya menatap tak terduga atas apa yang dilihatnya ini.
"Ada apa ini?" tanya Ellen.
"Mommy, Max naked." ucap Ivanna.
Mereka semua mengarahkan pandangannya kepada Max yang telah menapaki tangga terakhir dengan berlari.
"Mana kebakarannya mah?" tanya Max.
"Kebakaran apanya? Kamu ini ada ada saja!" omel Vanessa.
"Terus kenapa si bocil itu teriak?" tanya Max lagi.
"What? Bocil? MAXIMILIAN!"
"Tuh lihat saja, bahkan dia ngambek seperti bocah cilik!" bela Max pada dirinya.
"Vanna, sayang. Max memang terbiasa tidur tidak memakai bajunya." ucap Vanessa.
"Bukankah kau juga sering melihat seperti ini?" tilik Max.
"Yak! Gue itu besar di Indonesia!" saut Ivanna.
"Ah ga percaya gue!"
"F**K YOU!"
"Ivanna, jaga bicaramu!" bentak Ellen.
"Maaf tante, uncle. Ivanna ga bermaksud kasar, tapi hanya kesal aja sama manusia fiktif ini! Pokoknya Ivanna benci Max sampai kapanpun!"
"Gue benci elo Max!" ucap Ivanna dan segera pergi keluar.
Ivanna mengambil kunci mobil di pondoknya.
"Nona, mau kemana?" tanya Helen.
"Pergi!" jawab Ivanna dan segera pergi melajukan mobilnya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰