Menceritakan tentang dua orang yang sepakat untuk menikah kontrak dengan alasan masing-masing. awalnya pernikahan kontrak itu berjalan dengan lancar dan akan di akhiri segalanya selama 3 bulan.
tapi semakin dekat mereka akan bercerai seluruh keluarga termasuk ibu dari sang pria justru terus mendukung hubungan mereka dan mengharapkan seorang cucu, padahal dulu ibunya tak merestui hubungan mereka.
mereka berdua justru di bingung dengan perasaan mereka, tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya pada hubungan palsu mereka berdua. kisah mereka juga penuh banyak rintangan yang selalu datang menghadang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Maulida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari yang berat
sepulang dari restoran, sasa menangis sejadi-jadinya. ia tak menyangka bisa dijebak seperti ini oleh dara.
tak lama dia tiba dirumah sarah mengirim pesan yang cukup mengejutkan lewat nomor si peneror.
" akhirnya kamu sebentar lagi akan berpisah.. syukurlah.. kini mas fajar dan fany hanya milikku seorang "
" ..... " sasa yang membaca pesan itu cukup terkejut. ternyata sarah adalah si peneror itu, dan menyadari kalau dara dibayar untuk menjebaknya
tak lama sasa membaca pesan itu, sarah langsung menghapus pesan hingga sasa tak bisa menyimpan bukti kuat untuk diberikan pada suaminya. sasa sudah kebingungan bagaimana menjelaskan pada fajar tapi yang jelas.. sasa benar benar tersiksa di jebak seperti ini oleh sarah
********
sudah lebih dari tiga hari, sasa tak bisa mengabari suaminya. ia kesulitan menemui fajar bahkan fajar juga tidak pulang kerumah semenjak kejadian itu. sasa terombang ambing, ia bingung dengan statusnya saat ini.. apa sasa benar-benar akan di ceraikan oleh fajar ?
sasa merenung panjang, ia tak bisa terus terpuruk. karena tak baik bagi kesehatannya. akhirnya sasa memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. percuma segalanya ia pertahankan kalau fajar sudah tidak mempercayainya. padahal sasa ingin memberikan kabar baik soal kehamilannya tapi percuma.. mereka semua pasti tidak akan mempercayainya meskipun anak yang dikandung sasa adalah darah daging fajar sendiri.
sasa membawa semua perhiasaan pribadinya dan baju-baju miliknya untuk modal dia bertahan membesarkan kandungan bayinya. sasa sudah tidak perduli lagi soal nasib kedepannya yang terpenting ia bisa bertahan dan merawat bayinya sepenuh jiwa.
tak lupa.. sasa meninggalkan surat untuk fajar dan hasil tespek kehamilannya. sasa tidak perduli bagaimana respon fajar nanti. semoga saja fajar bisa mengerti kondisi sasa saat ini.
*******
#ting!!!! ( pesan dari ujang )
" sa.. apa terjadi sesuatu antara kamu dan juragan ? ada apa ? kenapa juragan tak pernah pulang dari pasar ? "
membaca pesan itu, sasa merasa sesak. ternyata suaminya benar-benar tidak mempercayainya. dengan keputusan bulat, sasa pamit pada keluarganya. ia memilih berbohong kalau ia pindah keluar kota bersama suaminya.
padahal sasa pergi merantau hanya berdua dengan bayi dalam kandungannya. sasa pergi ke bandung dan menetap disana untuk sementara waktu.
**********
sasa pergi hanya dengan uang dan barang yang dia miliki saat ini. setibanya di bandung sasa langsung mencoba mengabari fajar dengan menelponnya.
" hallo.. " fajar mengangkat telponnya dengan sangat dingin
" mas... aku pamit, terimakasih karena kamu sudah menjadi suami yang sangat baik dalam hidupku. semoga kamu bisa bahagia dengan sarah dan fany. "
" apaansih maksud kamu " fajar masih terdengar sangat cuek
" kamu berhak marah.. tapi mau bagaimanapun juga itu sebenarnya kesalahapahaman mas.. aku tidak pernah mendua dari kamu mas.. "
" udahlah.. aku lelah gak mau bahas itu "
" mas.. aku sebenarnya saat ini sedang hamil, jadi... mungkin sulit bagimu untuk menalak aku sekarang. maafin aku mas "
" apah ? kamu hamil ? apa benar itu anak aku ? " fajar masih begitu marah soal foto di hari ulang tahunnya. jadi tanpa berfikir panjang fajar mengatakan hal itu tanpa berbasa basi pada sasa
" apah ? kamu gak yakin kalau bayi ini anak kita ?! " sasa terlihat sangat terkejut " baguslah.. aku tidak menyesal sudah pergi jauh meninggalkan kamu mas.. mari kita akhiri hubungan ini saat ini juga.. mungkin tidak sekarang.. tapi kamu akan menyesali kata-kata kamu barusan mas.. "
" maaf.. bukan maksud aku mengatakan hal seperti itu.. tapi kamu sendiri yang membuat aku ragu sa "
" gak apa-apa mas.. aku harap kalian bisa hidup bahagia, aku akan mengurus diriku sendiri. tapi satu hal yang harus kamu ingat, jangan pernah menemui keluargaku lagi. selamat tinggal mas fajar, terimakasih atas semua kebaikan kamu selama ini " sasa menutup telponnya dengan air mata yang membendung. ia menahan rasa sakitnya perpisahan yang begitu tiba-tiba baginya
" .... " sejenak fajar terdiam merenung setelah sasa menutup telponnya " apa dia benar-benar pergi ? " benaknya bertanya-tanya. karena merasa cemas fajar langsung bergegas pulang kerumahnya, mencari keberadaan sasa.
setibanya dirumah, fajar hanya menemukan surat dan hasil tespek kehamilan sasa.
" apa.. aku salah karena sudah membuatnya pergi ? " benak fajar merasa sedih
#kringg!!! ( telpon dari sarah )
" ada apa sarah ? "
" mas... kamu dimana ? Fany demam mas.. sepertinya kita harus bawa dia kerumah sakit "
" baiklah tunggu aku.. aku akan segera datang " karena mendengar kondisi fany, fajar pergi dan tanpa sadar menjatuhkan surat yang belum ia baca ke bawah lemari.
sekejap saja fajar melewatkan pesan yang sangat memilukan hati. surat yang dituliskan sasa untuk suami tercintanya.
Bersambung....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kasian Sasa nya Thor