Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16 di sidang oleh mama
Aku bangun ada yang memeluk pinggangku dari belakang, aku pun beralih memeluk dadanya, kuciumi dada dan tatonya, wangi tubuh mas Arya aku suka banget dan membuat nyaman seperti terapi.
Aku bangun karena perutku bunyi kan perutku sudah merasa lapar.
" Mas ayo bangun aku lapar " ajakku sambil ku ciumi wajahnya.
" Adek sudah kuat jalan ayo makan, bi Rahayu juga sudah pulang" jelas Arya
kami berjalan ke meja makan karena aku lapar, ku lihat tumis pakis sudah matang pasti enak apalagi di campur sama udang,aku segera makan, juga ada telor dadar kesukaan mas Arya,
" Mas biar aku ambil sendiri masak suami yang melayani dan ambilkan makan buat istri" kata ku
" Nggak apa apa, adek kan masih sakit habis kena SmackDown " kata mas Arya sambil terkekeh
Aku pun makan, Hem enak banget masakan bi Rina apalagi tadi pakisnya cari sendiri di sekitar kebun kopi dan di tambah udang, enak pakisnya apa enak udangnya.
Selesai makan aku kekamar bi Rahayu melihat dia, di kamarnya ada mama sedang menunggu bi Rahayu.
" Maaf ketua, jangan di marahi den Arya dia tidak salah dan neng Nadia hanya membela bibi tapi kami kalah wong si Lilis kekuatan penuh dan dia yang mulai nyerang duluan" jelas bi Rahayu
" Dia itu gila, kan sudah dapat cowok ganteng, putih, dan PNS kenapa masih mencari aku, apa karena dia baru sadar ya dengan pesona jude bellingham" Kata mas Arya PD banget
" Iya padahal si Jude udah di tandai sama istrinya kalau berani selingkuh, si Loopi di potong dan di keringkan buat gantungan kunci" kata ku sambil tersenyum sinis
" adek ih sadis ah jangan ya sayang, mas akan setia sama adek selamanya, nggak akan mencari wanita lain dan loopi jangan dipotong nanti nggak imut lagi" kata mas Arya
Kami semua tertawa dan bi Rahayu juga tertawa" bibi sudah sembuh lihat kalian semoga si Lilis nggak mengoda den Arya" kata bi Rahayu
" Pak Samsul bilang pada semua karyawan nanti malam kumpul di sini waktunya gajian dan bilang ada rapat" kata mama Fatimah
" Siap ndoro" jawab pak Samsul
" Rin pesan bakso bang jafar untuk semua karyawan nanti sore, suruh dia mampir ke sini" perintah mama
" Iya juragan ketua" kata bi Rina, tadi sebelum insiden saya tanya ke bi Rahayu kenapa orang orang panggil mama Fatima, ndoro, juragan atau ketua, ternyata mama itu anaknya pak Wiryawan termasuk ndoro, ketua dia dulu adalah ketua persilatan di sini dan jurangan semua tahu dia itu juragan kopi dan kakao.
Aku kedapur belakang melihat bi Rina buat gorengan katanya buat suguhan nanti malam dia di bantu bi Sri dan aku membantu mengupas pisang nanti akan di buat pisang goreng, mereka juga bikin ote ote dan tahu isi, aku membantu bi Rina dan mas Arya duduk di dapur sambil merokok.
Para karyawan dan tetangga di sini suka sama mas Arya, dia tidak sombong dan sangat membaur bahkan sering berkerja bareng sama karyawan mama misalnya petik kopi atau petik kakao kadang juga ikut memupuk tanaman, dan makan siang nya sama dengan yang di makan karyawan lain.
Sore aku mandi dan sholat ashar bi Rina dan bi Sri pulang dulu nanti sehabis magrib di tata di piring aku melihat bi Rahayu di kamar sambil membawakan gorengan untuk beliau.
" Neng kita kok bisa kalah ya sama is Lilis bibi malu neng sudah tua masih saja berantem, sebenarnya waktu muda bibi menangan" kata bi Rahayu
" Kalau aku memang lemas bi, malam lembur sama mas Arya bikin Arya junior eh siangnya kopyor kita kalah dua satu itu padahal wasitnya curang coba kalau nggak curang habis aku bi di hajar dia tanpa balas" kata ku sambil terkekeh.
" Si Samsul bisa baca peluang dan eneng bisa memanfaatkanya" kata bi Rahayu sambil terkekeh
Bi Rahayu sudah bisa jalan tapi dia belum bisa bantu kami, selesai shalat magrib semua karyawan berkumpul aku membantu menata gorengan di piring. Mas Arya dan pak Samsul yang membawa ke depan mereka mengelar tikar di ruang tamu dan kue di suguhkan di piring minumnya ada teh hangat dan kopi bi Rahayu duduk di kursi sedang yang lain duduk di bawah
Mama membuka acara intinya mama marah, kerena ada kejadian tadi karena semua kurang waspada dalam menjaga bi Rahayu dan menantunya, semua diam tidak ada berani yang menyela mereka mendengarkan dengan tegang. Mama seperti menasehati anak buahnya yang kurang peka, sehingga kecolongan ternyata mereka anak buah mama masa muda, dan dulu latihan karate bareng di tempat yang sekarang di buat gudang kopi dan kakao
Masa panen akan selesai jadi para karyawan biasanya ada yang kerja di bangunan, ada yang jualan cilok dan ada yang butuh tani, lain ada yang mengerjakan lahannya walaupun sedikit di kerjakan nanti kalau panen bisa buat kebutuhan , banyak dari mereka yang punya ternak, karena di sini rumput melimpah dan mereka biasanya mencari rumput di sekitar kebun kopi dan kakao.
Selesai Acara mama membagikan gaji mereka dan bakso bang jafar datang, setelah menerima gaji mereka makan bakso kadang di tambah gorengan yang ada di piring, aku mengambil jatah bi Rahayu dan mama aku tempatkan di depan mereka kemudian aku ambil jatah mas Arya dan aku.
Selesai makan bakso,mereka pamit pulang dan ada yang membungkus gorengan yang masih ada, jadi gorengan sebanyak itu sudah ludes.
Sekarang tinggal keluarga sendri, bi Rahayu, pak Samsul, bi Rina dan suaminya, aku dan mas Arya
Mama memarahi kami terutama mas Arya dan pak Samsul yang di anggap lengah, dan pak Samsul kena semprot kenapa Lilis kembali dia nggak lapor ke mama, kalau lapor mungkin mama sudah ada tindakan preventif.
Mas Arya dan pak Samsul minta maaf karena teledor dalam menjaga dua orang kesayangan mama,dan mendengar itu hidung ku kembang kempis, dua orang kesayangan mama berarti Bu Rahayu dan aku, kan aku jadi besar kepala jadi kesayangan,ndoro,juragan,ketua Genk dunia persilatan, aku jadi nervous.
Setelah di omeli kami di kasih uang tip katanya karena habis di omeli,
" Kalau gini sering di omeli saja enak dapat bonus" kata pak Khoirul suami bi Rina
" Ayo bang kita pulang dulu.kan sudah dapat bonus" ajak bi Rina pada suaminya
" kamu bantu dulu bi Rahayu masuk kamar kasihan, Abang tunggu di sini" kata pak Khoirul ke Bu Rina
Pak Khoirul dan bi Rina adalah karyawan tetap mama dia bagaian oven kadang kerja di kebun untuk perawatan pohon kopi dan kakao Seperti memupuk dan lainya.
" Ma aku mau kerja di tempat teman mama itu, aku sudah siap" kata ku ke mama
" kapan kalian kembali ke kota" tanya mama
" Minggu depan ma selesai panen kakao, besok aku masih ke kebun panen kakao" kata mas Arya
" Bagus mama akan segera hubungi Dimas, untuk menerima kamu sebagai karyawanya dan kalian bisa tinggal di apartemen yang di sediakan sebagai mess karyawan" kata mama.
" Terima kasih ma" kata ku aku peluk mas Arya dan ku ciumi di depan mama
" Sudah nggak sakit memarnya kok ciumi mas" tanya mas Arya.
" Sana masuk kamar,kamu pijat badannya Nadia pasti sakit semua sulit tidur nanti" perintah ndoro mama
" Ayo dek mas pijit biar badan kamu enakan" kata mas Arya. Aku masuk kamar duluan sedang mas Arya mengunci pintu setelah pak Khoirul dan bi Rina pulang.
Bersambung.
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣