NovelToon NovelToon
Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

Suara tangisan bayi di ruang bersalin malam itu tidak membawa kebahagiaan bagi Husein. Bagi pria itu, jeritan napas pertama putri kecilnya adalah detik terakhir dari hembusan napas wanita yang paling dicintainya. Istrinya mengembuskan napas terakhir tepat setelah merenggang nyawa demi melahirkan sang buah hati.

​"Namanya... Kirana Husein..." bisik Husein dengan suara bergetar, memeluk tubuh istrinya yang telah mendingin tanpa sedikit pun menatap bayi di dalam boks bayi.

​Sejak hari itu, Kirana tumbuh bukan sebagai lambang cinta, melainkan sebagai bayangan duka yang teramat dalam bagi Husein. Setiap kali melihat wajah polos Kirana, yang terbayang di benak Husein hanyalah penderitaan dan kepergian istrinya. Rasa benci yang tidak adil mulai mengakar di dada Husein. Bagi Husein, kehadiran Kirana adalah alasan utama mengapa belahan jiwanya telah tiada.

​Demi menjauhkan Kirana dari pandangannya, Husein mengirim putri tunggalnya itu ke sekolah asrama di tempat yang sangat jauh sejak usia K

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Terbayar Tuntas

Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama, membiaskan cahaya keemasan di atas ranjang megah.

​Tubuh Kirana mulai bergerak perlahan. Kelopak matanya bergetar halus sebelum akhirnya terbuka sedikit demi sedikit. Rasa pegal dan lelah menyergap seluruh tubuhnya, namun rasa panas yang membakar semalam sudah sepenuhnya sirna, berganti dengan kehangatan yang begitu nyaman.

​Saat Kirana mencoba menggeliat, ia merasakan sebuah lengan kokoh yang melingkar erat namun protektif di pinggangnya.

​Kirana menoleh pelan dan menemukan wajah Devan yang berada sangat dekat darinya. Pria itu masih tertidur pulas dengan napas teratur. Tanpa balutan pakaian di tubuh atasnya, selimut tebal itu membungkus mereka berdua, menjaga kehangatan di antara dua insan yang kini telah menyatu sepenuhnya.

​Memori tentang kejadian semalam mendadak berputar kembali di benak Kirana. Pipinya seketika merona merah padam. Di satu sisi, ia merasa lega karena Devan datang tepat waktu menyelamatkannya dari niat jahat Siska. Di sisi lain, kepasrahan dan malam pertama yang baru saja mereka lalui membuat dadanya bergemuruh hebat oleh rasa malu bercampur haru.

​Kirana menatap garis wajah Devan yang tegas namun tampak begitu tenang saat tidur. Rasa canggung yang semalam menguasainya perlahan luluh, berganti dengan rasa percaya dan kasih sayang yang mendalam pada suami yang selalu melindunginya itu.

​Dengan perlahan dan hati-hati agar tidak membangunkan Devan, Kirana menggerakkan jemarinya, mengusap lembut helai rambut hitam suaminya yang jatuh di dahi.

​Namun, gerakan kecil itu rupanya cukup untuk mengusik tidur lelap Devan. Eratan lengan Devan di pinggang Kirana mendadak mengencang, menarik tubuh wanita itu makin rapat ke dadanya yang bidang.

​"Sudah bangun, Istriku?" bisik Devan dengan suara berat khas bangun tidur, matanya perlahan terbuka dan langsung menatap lurus ke dalam manik mata Kirana dengan binar penuh kehangatan.

​Mendengar suara berat Devan yang sarat akan kehangatan, jantung Kirana berdegup keping-keping. Pipinya yang sudah merona kini kian merah padam. Kirana menyembunyikan wajahnya di dada bidang Devan yang hangat untuk menutupi rasa malunya.

​Devan mengusap lembut punggung polos istrinya di balik selimut tebal, lalu mengecup puncak kepala Kirana dengan penuh penyesalan yang tulus.

​"Maaf ya... tadi malam aku mengingkari janji kita," ucap Devan pelan, suaranya terdengar begitu lembut tepat di telinga Kirana. "Aku sudah berjanji tidak akan menyentuhmu sebelum kau siap, tapi situasi semalam..."

​Kirana mendongak perlahan, menatap lurus ke dalam manik mata Devan yang memancarkan rasa bersalah. Ia menggelengkan kepalanya pelan, lalu menyunggingkan senyum manis yang sangat tulus.

​"Jangan minta maaf, Devan," bisik Kirana lembut. Jemari lentiknya naik mengusap rahang tegas suaminya. "Kau tidak mengingkari apa pun. Kalau bukan karena dirimu yang datang tepat waktu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku di tangan Siska."

​Kirana mendekatkan wajahnya, memberikan kecupan singkat namun penuh arti di pipi Devan.

​"Lagipula... semalam aku memberikan diriku secara sadar padamu. Kau suamiku, Devan. Rasa takut dan canggungku sudah hilang karena aku tahu betapa besarnya rasa sayang dan perlindungan yang kau berikan untukku," lanjut Kirana dengan mata berbinar haru.

​Mendengar pengakuan jujur dari bibir Kirana, binar kebahagiaan menyeruak di wajah Devan. Beban bersalah di dadanya seketika menguap tanpa bekas. Pria itu tersenyum lebar—senyuman paling lepas dan bahagia yang pernah ia tunjukkan.

​"Terima kasih, Kirana... terima kasih sudah mempercayaiku," bisik Devan seraya makin erat merengkuh Kirana ke dalam pelukannya.

​Ia membalikkan posisi tubuh mereka perlahan, menatap sang istri yang kini berada di bawah naungannya dengan tatapan penuh cinta yang membara, menyambut pagi pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang utuh.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein sudah membaik
Ariany Sudjana
hahaha Nara mana mau hidup susah? pasti ga beda sama murni, jadi pelacur murahan buat laki-laki kaya raya 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_
😍😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein juga dipulihkan
Ariany Sudjana
bagus Kirana, jangan ragu dan takut, Devan mendukung semua keputusan kamu, sekarang tinggal tunggu apakah Husein berkomitmen untuk memenuhi syarat itu
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu murni, karena kesombongan kamu, perusahaan suami kamu bangkrut dan kalian siap-siap jadi gembel 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Devan and Kirana 😄🙏
Waaaaaa_: Makasih kak suport nya dari awal😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana dan Devan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
ah ga seru, kirain si pelacur murahan dan preman itu akan diselesaikan dengan cara dunia bawah, malah dikasih ke aparat hukum
Ariany Sudjana
ga seru ini, kok Kirana dengan bodohnya langsung minum begitu saja, tanpa curiga sedikitpun. tadinya sih berharap Kirana membongkar kejahatan Siska di depan dewan direksi, tapi malah Siska yang menjebak Kirana, dan bodohnya Kirana masuk dalam jebakan itu. katanya Devan mengawasi, tapi masak Siska bisa menjalankan rencana tersebut, tanpa hambatan?
Ariany Sudjana
hah? Kirana kok langsung minum begitu saja? tanpa curiga sama sekali? bodoh sekali ya
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana, dengan dukungan suami kamu, tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dan kamu tunjukkan kamu jauh lebih berkelas daripada si pelacur murahan Siska itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tunjukkan pd keluarga mu klo kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri...semangat kirana
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana untuk memulai hari baru, bekerja di Devan corp. tunjukkan kamu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri
Ariany Sudjana
bagus Devan, kamu tidak salah memilih istri, Kirana itu perempuan tangguh dan mandiri, dan tugas kamu melindungi Kirana dan menghancurkan keluarganya yang ga tahu diri itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu gk boleh lemah di depan mereka, kamu harus jd wanita tangguh dan balas perbuatan mereka
Ariany Sudjana
jangan takut Kirana, kamu harus bangkit dan kalahkan orang-orang yang ga tahu diri itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!