Dion remaja putra dengan segudang prestasi, sikap nya angkuh dan cuek namun itu juga merupakan daya tarik nya.
Kecelakaan yang di alami Dion membuat nya tak hanya patah kaki tapi juga mematah kan semangat nya.
Dion berubah menjadi semakin dingin,namun seorang gadis mampu mengubah sifat Dion
Amira gadis dengan segudang prestasi, iya bahkan mampu mewujut kan mimpi nya untuk mendirikan panti.
Namun sebuah tragedy merampas kecerian Amira, Iya tak hanya kehilangan penglihatan nya tapi iya juga kehilangan kekasih nya.
Patah hati menuntun Amira menjadi penyendiri, iya lebih senang dengan kesepian nya yang membuat nya tenang.
Namun hal itu tak terjadi ketika iya bertemu Dion. Sosok Dion mampu mengubah Amira dan sosok Amira mampu merubah Dion.
Namun banyak rintangsn yang menghadang cinta mereka, akan kah Dion dan Amira bersatu...
Cinta mereka terhalang oleh restu orang tua, namun setelah tragedi yang hampir merebut nyawa amira orang tua mereka pun merestui, ternyata mempertahan kan pernikahan mereka lebih sulit lagi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan Yunita
Dion baru saja pulang dari kampus nya dan langsung di hampiri oleh Yuni.
"Dion nanti malam kamu temani aku ya,"
"Kemana Yun," tanya Dion.
"Kepesta ulang tahun teman ku Yon."
"Maaf Yun aku ngak bisa, aku harus belajar karna besok masih ada tes," tolak Dion secara halus
"Ya udah Yon aku pergi sendiri aja," ucap Yuni sedikit kecewa, Kemudian iya masuk ke kamar nya sambil memikir kan cara agar Dion mau ikut dengan nya.
Dan iya pun menemukan cara agar Dion ikut pergi dengan nya ke pesta malam ini.
Yunita sengaja duduk di kursi tamu menunggu Dion, dan iya pun memulai aksi nya.
Setelah sholat magrib Dion melihat Yuni sudah bersiap akan pergi ke pesta, Yuni terlihat cemberut dan Dion merasa tak enak hati melihat nya,
Dion menghampiri Yuni dan duduk di samping nya, "Jam berapa acara nya Yun? " tanya Dion.
"Setengah delapan," jawab Yuni ngambek.
"Aku temani kamu Yun, tapi kita pergi habis isya ya, " ucap Dion.
Yuni pun menoleh kearah Dion, "Ok yon," ucap Yuni girang.
Tentu saja Yuni senang karna Dion akhir nya mau menemani nya, karna iya sudah berjanji pada teman nya akan membawa Dion.
Di tambah, iya akan membalas perbuatan Arif mantan nya, karna minggu kemaren Arif membawa pacar baru nya di depan Yunita.
Yunita kembali ke meja rias nya, iya berkali kali memperbaiki riasan wajah nya, iya ingin terlihat lebih cantik agar terlihat serasi dengan Dion.
Setelah Sholat isya, Dion pun keluar dan iya sudah siap untuk berangkat. Yunita sekali lagi terpesona dengan Dion, meski hanya memakai kemeja dan celana jeans yang biasa saja, Dion terlihat sangat ganteng.
Hati Yunita semakin berdebar ketika iya mendekati Dion dan mencium wangi parfum Dion.
Meski mereka adalah saudara sepupu, tapi rasa nya Dion mampu mencuri hati Yunita.
Yunita memeluk perut Dion dengan erat dan itu sedikit membuat Dion risih, sebenar nya Dion tak ingin pergi ke pesta tersebut, iya tak ingin menyia-nyia kan waktu nya, tapi karna iya kasihan dengan Yunita yang pergi sendirian malam-malam.
Sesampai nya di pesta, Yunita langsung menggandeng tangan Dion mesra.
"Yun, ngak usah gandengan Yun, "ucap Dion menolak di gandeng Yuni.
"Kenapa sih Yon, biasa kali," jawab Yunita santai.
"Kita bukan mahram, Yun."
"Mahram apa sih Yon?"
"Mahram itu keluarga yang ngak boleh di nikahi," jawab Dion.
"Kalau gitu kita boleh nikah dong Yon?" tanya Yunita bercanda.
"Boleh, tapi aku ngak mau nikah sama kamu," ucap Dion santai
"Kenapa Yon ?" tanya Yunita lagi.
"Karna aku sudah..."
"Sudah punya pacar, " sahut Yunita.
Dion hanya diam, iya juga belum mau berterus terang bahwa iya kini punya istri.
Yunita masuk dengan membawa kado dan di sambut Rita yang berulang tahun.
"Eh Yun, itu pacar kamu ya ?" tanya Rita.
"Iya dong..," jawab Yuni sambil melirik Arif yang ada di sana.
Yunita senang bisa membalas dendam kepada Arif, dengan membawa cowok yang jauh lebih ganteng dan keren dari diri nya.
Yunita juga merasa bangga karena banyak pasang mata yang tertuju pada nya, karna membawa Dion bersama nya.
Dion hanya diam dan duduk, iya tak tahu harus berbuat apa, sementara Yunita sibuk dengan teman-teman nya.
Yunita melihat Dion yang sendiri iya pun menghampiri nya, "Dion ayo ikut aku, kita makan dan ngobrol yuk," ajak nya.
"Aku di sini saja Yun, " jawab Dion.
Dan karna tak enak meninggal kan Dion sendiri, akhir nya Yunita pun menemani nya.
Yon kamu sudah punya pacar ya, " tanya Yunita.
"Ngak, aku ngak punya pacar," jawab Dion.
"Tapi kok kayak nya kamu ngak tertarik dengan perempuan sih Yon?"
"Karna aku datang kesini untuk belajar Yun," bukan cari perempuan.
"Ya tapi itu kan bisa jadi semangat juga Yon, kalau aku ngak punya pacar sebulan aja hidup ku udah galau kayak apa."
"Kamu ada benar juga sih Yun, ngak ada seseorang yang berarti di hidup kita, hidup rasa nya hampa, ngak semangat aja menjalani nya," ucap Dion spontan.
"Emang kamu merasa kan nya Yon," tanya Yunita penasaran.
"Katanya ngak punya pacar, tapi kayak nya kamu galau aja."
"Aku kangen aja sama seseorang di sana," jawab Dion.
"Wow cewek itu beruntung banget Yon, bisa di kangenin sana kamu."
"Kalian kenal udah lama Yon?" tanya Yunita
"Baru tiga bulan," jawab Dion.
"Aku baru pertama kali jatuh cinta, rasa nya itu indah banget, tak terlukis dengan kata-kata, aku pun menjadi semangat untuk melakukan apa pun, termasuk mengejar cita-cita ku untuk menjadi dokter," ungakap Dion.
"Ini semua aku lakukan untuk nya, dan untuk masa depan kami, meski rasanya berat untuk ku berpisah dengan nya walau hanya sedetik."
"Tapi aku sadar, cinta itu tak sekedar kata-kata, tak harus bersama, dan saat ini aku hanya inggin mewujud kan impian nya, dan hanya itu yang aku mampu lakukan, untuk membukti kan cinta ku pada nya," ungkap Dion mendalam.
Yunita hanya diam, iya hanya terperangah dengan kata-kata Dion. Ternyata Dion adalah orang yang romantis di balik sikaf diam nya.
"Yon, beruntung sekali wanita itu Yon."
"Sekarang banyak lelaki yang hanya megumbar kata-kata cinta tanpa pembuktian nya, tapi aku melihat kesungguhan mu, Dion, aku jadi iri dengan pacar mu Dion,"
"Tidak Yun, dia bukan pacar ku, tapi istri ku," jawab Dion tegas.
Yunita kaget bukan kepalang, iya tak percaya, tapi Dion tak munggkin berbohong.
"Istri Dion, kau sudah menikah ?" tanya Yunita kecewa.
"Iya, aku baru mengenal nya dan langsung jatuh cinta pada nya, aku sangat mencintai nya hingga aku tak bisa jauh dari nya, melihat hal itu Ummi dan Abi menikah kan kami, dan sekarang iya mengandung anak ku."
Bagai tersambar petir, Yunita mendengar nya, Yunita sempat menaruh harapan pada Dion dan ternyata Dion sudah memiliki istri.
Mereka pun pulang, kali ini Yunita lebih menjaga jarak nya pada Dion, iya merasa kecewa karna baru saja iya menyukai Dion.
Dion langsung masuk ke kamar nya, iya langsung menelpon Amira, Dion terlihat begitu bahagia saat itu, dan Yunita menyaksikan sendiri senyum Dion yang tak pernah iya lihat sebelum nya.
Yunita tak tahu harus berbuat apa, iya begitu mengagumi kesetian dan rasa cinta Dion terhadap wanita tersbut.
Hati nya bagai terbelah dua, apa iya sanggup melupakan pesona Dion jika Dion tetap berada di dekat nya.
sengaja ,ga sengaja pasti terjadi.
.
.
dan berakhir penyesalan ,walau happy ending. Tp tetap aj kaca yg udah hancur ga akan bisa balik utuh lagi ,walau diperbaiki tp retakannya masih ada.